Jewel In The Palace 1 - 5 (Indonesia)
Saturday, 4. February 2006, 09:14:03
Episode 1
Suh Chun-soo adalah perwira kerajaan yang ditugaskan untuk mengeksekusi permaisuri. Kejadian yang merupakan bagian dari konspirasi itu berakhir tragis, ibu negara itu meninggal setelah minum sup beracun sambil mengatakan bahwa bila anaknya naik tahta, semua yang terlibat bakal dieksekusi.
Tidak bisa melupakan kejadian itu, hidup pria itu semakin kacau bahkan ia sempat terjatuh ke dalam jurang. Saat sadar, seorang pria tua merawatnya sambil meramal bahwa hidupnya tergantung pada tiga wanita : yang pertama adalah yang telah dibunuh, yang kedua meninggal demi dirinya, dan yang ketiga adalah akan hidup untuk menolong orang banyak setelah Chun-soo mengorbankan nyawanya.
Pria tua itu bahkan sempat menulis sejumlah huruf di beberapa kertas sebelum menghilang secara misterius. Setelah tulisan itu diartikan oleh seorang rahib, praktis Chun-soo hidup mengasingkan diri dan tidak berani berdekatan dengan wanita. Tak terasa 14 tahun berlalu sejak kejadian itu, namun mimpi akan pak tua itu tidak juga hilang.
Di tempat lain tepatnya di dapur istana, salah seorang pelayan berbakat dayang Park Myeong memiliki keahlian diatas rata-rata dalam meracik makanan. Namun karena membongkar 'dosa' salah seorang rekannya dayang Choi, ia difitnah melakukan perbuatan asusila dan hanya ada satu hukuman bagi yang melanggar aturan : mati dengan meminum racun.
Beruntung saat dieksekusi, salah seorang sahabatnya dayang Han mencampurkan air kacang hijau yang bisa mengurangi efek mematikan racun tersebut. Dalam keadaan sekarat, dayang Park berjalan ke arah sungai dan pingsan disana. Secara kebetulan, Chun-soo melihat dan langsung membawa wanita malang itu untuk dirawat.
Saat diperiksa oleh seorang rahib, ia mulai menduga-duga apa yang menyebabkan wanita itu meminum racun yang begitu mematikan. Belakangan Chun-soo sadar, Park-myeong adalah wanita kedua yang dimaksud oleh pria tua yang ditemuinya belasan tahun silam.
Episode 2
Tahu kalau nasibnya sudah tak tertolong, Park Myeong memutuskan untuk pergi. Diam-diam, Chun-soo mengikutinya dari kejauhan dan membantu mulai dari memberi makan lewat seorang pemilik kedai, menyiapkan jalan yang aman, sampai mengusir dua perampok yang berniat jahat.
Nemun, kedoknya belakangan terbongkar saat Park-myeong bekerja di sebuah kedai. Melihat sejumlah pria berusaha melecehkan, Chun-soo tidak tinggal diam dan turun tangan, kemudian menarik tangan wanita itu pergi. Karena berhutang budi, Park-myeong terus mengikuti jalan pria itu, yang akhirnya menyerah.
Beberapa tahun berlalu, keduanya telah menikah, tinggal di sebuah desa dan memiliki seorang putri bernama Jang-geum. Tidak ingin identitasnya dan sang suami terbongkar, Park-myeong melarang putrinya untuk bersekolah dengan alasan tidak pantas karena mereka berasal dari golongan rakyat jelata.
Namun Jang-geum rupanya mewarisi kecerdasan kedua orang tuanya, dan kelepasan bicara bahwa ia sudah tahu kalau ayahnya adalah mantan perwira tinggi di istana. Akhirnya setelah sang suami membujuk, Park-myeong akhirnya menyerah dan berjanji mengajari putrinya baca-tulis dengan syarat Jang-geum harus menuruti semua perintahnya.
Ketenangan mereka berakhir ketika suatu hari identitas Chun-soo terungkap saat dirinya mengikuti kontes gulat atas desakan putrinya. Semua itu diawali ketika di ibukota, raja telah mendengar perihal kematian sang ibu belasan tahun lalu dan berniat membalas dendam terhadap semua orang yang terlibat. Melihat ayahnya ditangkap pasukan tentara, Jang-geum langsung berlari untuk memberitahu sang ibu.
Sadar kalau keselamatan mereka terancam, Park-myeong menyuruh Jang-geum berkemas dan sejak itu, praktis keduanya hidup dalam pelarian. Untuk menyamarkan keadaan mereka dan sambil mencari tahu keberadaan Chun-soo, gadis cilik itu diminta menyamar sebagai seorang bocah pria.
Episode 3
Ditempat pertemuan, Park-myeong dan Jang-geum disergap oleh komplotan yang ternyata merupakan orang-orang yang sama yang terlibat dalam konspirasi pembunuhan ratu belasan tahun silam. Tujuan mereka sudah jelas : membungkam mantan dayang istana tersebut.
Meski pasukan istana belakangan berhasil mengetahui keberadaan mantan dayang istana itu yang kemudian rencananya dibawa ke ibukota, saat perjalanan mereka dihadang sejumlah pembunuh bayaran bersenjatakan panah, yang salah satunya tepat mengenai dada Park-myeong.
Dalam keadaan sekarat, ia menuliskan pesan untuk Jang-geum karena sadar kalau putrinya-lah wanita ketiga yang dimaksud dalam ramalan yang pernah didengarnya dari sang suami. Disaat-saat terakhir, Park-myeong menitipkan sebuah bungkusan dan secarik surat untuk Jang-geum, dimana isinya meminta supaya gadis cilik itu bisa menjadi kepala pelayan istana.
Hidup sebatang kara, Jang-geum menggunakan pengetahuannya untuk bertahan hidup dengan memakan tumbuh-tumbuhan di hutan. Saat di kota, ia bertemu dengan Na Joo-daek, wanita yang pernah 'memeras' ibunya. Sempat dituduh pencuri, gadis cilik itu akhirnya diperbolehkan tinggal setelah ia menunjukkan barang berharga peninggalan ayahnya.
Diam-diam, wanita tamak dan penuh tipu-daya itu menyukai kehadiran Jang-geum yang selain baik hati juga rajin, dan berusaha menahannya dengan alasan untuk membayar hutang. Diam-diam gadis cilik itu telah diamati oleh sekelompok perwira tinggi yang berencana menggulingkan raja, mereka berniat menggunakan Jang-geum untuk mengirim pesan rahasia penting.
Tidak percaya begitu saja, mereka mengutus seseorang untuk mengikuti gadis kecil itu dari kejauhan. Kesempatan untuk bertemu perwira tinggi kerajaan, yang terkesan oleh kecerdasannya, dan salah satu kepala dayang istana tidak disia-siakan Jang-geum, sambil memberi hormat ia meminta supaya bisa diikutsertakan menjadi calon dayang.
Episode 4
Tes seleksi pertama bagi para calon dayang, yang semuanya adalah gadis cilik, cukup unik dengan menggunakan tetesan darah burung betet. Sempat nyaris tidak lolos, tugas berat telah menanti Jang-geum dan teman-temannya, mereka diharuskan menghapal sejumlah aturan dayang istana.
Selain mendapat seorang sahabat bernama Yon-seng, kecerdasan Jang-geum yang diatas rata-rata diam-diam juga membuat iri seorang rekannya Yong-non. Saat tahu gadis cilik itu bukan berasal dari keluarga pejabat istana, ia langsung mengolok-olok dan mengusirnya dari kamar karena dianggap tidak sederajat.
Sempat terpikir untuk mengungkapkan jati dirinya, Jang-geum mengurungkan niatnya setelah teringat dengan apa yang terjadi pada ayah dan ibunya. Berniat mengambil buku resep rahasia yang terdapat di dapur istana, ia bertemu dengan Yon-seng dan bersama-sama keduanya mengendap-endap keluar.
Melihat adegan mengejutkan antara dayang dan prajurit istana serta berpapasan dengan orang yang tidak diduga, keduanya berhasil mencapai dapur. Namun karena ceroboh, barang-barang disana (termasuk makan malam kaisar) pecah berantakan, Yon-seng terluka, dan mereka tertangkap basah oleh Dayang Han dan salah seorang anak buahnya.
Ketika hendak menghukum, Dayang Han sadar bahwa perlu cara cepat untuk menggantikan makanan Kaisar yang harus disajikan dalam waktu beberapa saat lagi. Jang-geum terkesima melihat kehebatan wanita itu meramu resep, yang berhasil membuat pemimpin negara itu memakan jahe yang semula tidak disukainya.
Disekap di gudang, Jang-geum terkejut saat melihat tangan Yon-seng mengeluarkan banyak darah. Dengan cepat ia menggunakan bahan-bahan yang ada untuk mengobati lukanya. Keesokan harinya saat 'dibebaskan', Dayang Han mulai terkesan oleh kepandaiannya. Namun hukuman telah dijatuhkan : Jang-geum diusir dari istana karena melanggar peraturan.
Episode 5
Siapa sangka, niat Jang-geum untuk menjadi seorang dayang begitu kuat sampai-sampai ia mampu menghapal setiap pelajaran yang diberikan oleh dayang kepala. Dibantu oleh Yon-seng yang diam-diam membuka jendela, gadis cilik itu bisa melihat setiap aturan yang diajarkan.
Meski kerap dihalang-halangi Yong-non yang iri, pengetahuan yang dimiliki Jang-geum diam-diam melampaui semuanya. Namun, peluangnya terancam ketika suatu hari ada kabar bahwa para calon dayang itu akan diberikan tes penempatan. Sambil menangis tersedu-sedu, ia memohon supaya diberi kesempatan untuk ikut.
Karena kasihan, dayang kepala mengiyakan dengan syarat Jang-geum harus mengangkat pot berisi air sampai waktu tes selesai keesokan harinya tanpa tumpah sedikitpun. Bisa dibayangkan bagaimana penderitaan gadis itu, apalagi ia juga harus dalam posisi berdiri meski hujan turun.
Gara-gara Yong-non, Jang-geum yang semula hampir dilupakan akhirnya diberi kesempatan untuk mengikuti tes. Diberikan soal tersulit, secara mengejutkan gadis cilik itu mampu menjawab semuanya sampai membuat yang hadir berdecak kagum.
Jang-geum akhirnya ditempatkan dibawah pengasuhan Dayang Han. Tinggal ditempat baru, sikap wanita itu sempat membuat Jang-geum bingung pasalnya setiap pagi dan malam ia diminta untuk menyiapkan air di mangkuk. Rupanya, itu adalah salah satu cara untuk mengetes kecerdasan gadis cilik itu.
Dilanda oleh hujan berkepanjangan, dapur istana sempat dibuat geger ketika semua masakan yang dibuat untuk raja dan keluarga mendadak basi. Rupanya itu dikarenakan air yang tercampur lumpur. Namun Jang-geum yang ditugaskan untuk mencuci piring lebih cerdik, ia menggunakan air panas sehingga piring yang dicuci tidak tercemar.
Akhirnya bisa menangkap apa yang dimaksud Dayang Han, ia diberi nasehat bahwa bila seseorang lemah dan hanya bisa menangis, maka impiannya sebagai kepala dayang tidak akan pernah tercapai. Punya determinasi baru, tes berikutnya bagi Jang-geum melibatkan usaha mengalahkan salah satu tukang masak paling berbakat di istana Gun-ying.
Source: http://indosiar.com










