Skip navigation.

Heni's Helpin' Hands

my treasure for those who need it most

Jewel In The Palace 16 - 20 (Indonesia)


Episode 16


Persetujuan Raja membuat Dayang Kepala dan Dayang Choi marah besar. Pasalnya, pihak yang kalah harus keluar dari dapur istana. Menemui Jang-geum, Dayang Han berjanji mengajarkan semua pengetahuan yang dimilikinya demi meneruskan cita-cita luhur Dayang Jung.

Namun, secara mengejutkan gadis itu menolak karena indra perasanya telah hilang. Melihat muridnya patah semangat, Dayang Jung memintanya supaya tidak menyerah dan menemui dokter. Diagnosa sejumlah ahli yang menyebut bahwa 'penyakit' itu sulit disembuhkan membuat keduanya panik, Dayang Han mulai kehilangan kepercayaan dirinya untuk bisa memenangkan kompetisi dengan Dayang Choi.

Sadar kalau waktunya semakin dekat, Jang-geum berusaha mencobai satu-persatu makanan untuk mengembalikan indra perasanya namun karena tidak berhasil, ia hanya bisa menangis disaksikan oleh Dayang Han yang tidak kalah sedih. Saat merenung, tiba-tiba ia teringat dengan tukang ikan buta yang mampu mengenali sekelilingnya dengan mengandalkan indra peraba.

Untuk membantu dua dayang yang berkompetisi, Dayang Jung memerintahkan Dayang Han dan Dayang Choi untuk memilih asisten. Secara mengejutkan, Dayang Han memilih Jang-geum meski ia tahu gadis itu kehilangan indra perasa. Kepada muridnya, wanita itu mengingatkan bahwa kemampuan Jang-geum memperkirakan rasa mengungguli semua dayang yang ada di istana.

Dari situ Jang-geum disadarkan bahwa sejumlah prestasi yang dibuatnya di masa lalu tidak mengandalkan indra perasa. Latihan pertama dimulai dengan membuat udang rebus dengan campuran sejumlah bahan makanan lain, gadis itu dilarang untuk menggunakan indra perasanya. Setelah dicoba, Dayang Han memintanya untuk membuat makanan lain yaitu steamboat.

Tidak mengerti dengan apa yang dimaksud gurunya, Jang-geum meneruskan tugas yang diberikan kepadanya. Reaksi Dayang Han saat mencicipi masakannya membuat Jang-geum deg-degan, dan ucapan wanita itu yang menyebut kalau dirinya berhasil memanfaatkan kelebihan yang dimilikinya membuat Jang-geum menitikkan air mata.

Episode 17

Dengan cerdik, Dayang Choi memerintahkan Yong-ro untuk pindah kamar dan tidur bersama Jang-geum dan Yeon-seng meski gadis itu, yang tertangkap bermain mahyong, protes. Rupanya ia mempunyai tujuan terselubung : memata-matai Jang-geum dan Dayang Han.

Istana kembali ditimpa masalah ketika rasa pasta kacang kedelai di kerajaan berubah karena sebab misterius. Setelah disindir oleh Dayang Kepala Yong-shin, Dayang Jung memerintahkan Dayang Han dan Dayang Choi untuk menyelidiki masalah itu. Dari sang kakak, Dayang Choi malah mengetahui masalah baru : garam yang didistribusi ke kerajaan dicampur dengan yang kualitasnya rendah.

Di dapur istana, Dayang Jung mengetahui soal kualitas garam tersebut dari pembicaraan Yeon-seng dan curiga ada sesuatu dibalik semua itu. Saat malam tiba, Duk-gu malah berulah sehingga lagi-lagi ia ditangkap pihak keamanan istana yang dipimpin Jeong-ho.

Saat diinterogasi, Jeong-ho terkejut saaat mendengar tindakan konyol pria tua itu adalah untuk membantu Jang-geum. Setelah dilepaskan dan mendengar kalau pemuda itu telah bertemu putrinya beberapa kali, giliran Duk-gu yang terkaget-kaget.

Dalam penyelidikannya, Dayang Han dan Jang-geum mulai mengira-ngira apa yang menyebabkan pasta kacang kedelai di sejumlah tempat terasa normal sementara di istana berbeda. Saat mencoba mencicipi, mendadak Jang-geum teringat dengan penuturan sang ibu angkat Joo-daek padanya, dan mulai bisa menebak apa penyebab semua kekacauan itu.

Berpacu dengan waktu, keduanya bergegas kembali ke istana untuk memberitahu penemuan mereka. Ternyata, semua itu berkaitan dengan pohon yang biasa tumbuh di istana. Reaksi Raja saat mencicipi makanan membuat Dayang Choi sadar kalau dirinya lagi-lagi dikalahkan.

Episode 18

Saat sampai disana, rupanya pria eksentrik itu sedang mencoba pengobatan baru lewat sengatan lebah. Jang-geum dengan semangat meminta dirinya dijadikan kelinci percobaan namun ditolak, obrolan keduanya terdengar oleh Jeong-ho yang juga ada disana.

Bersimpati dengan penderitaan gadis itu, saat menemani berjalan pulang Jeong-ho menceritakan tentang legenda seorang tuli yang malah mampu menciptakan musik terindah. Saat kembali ke istana, Jang-geum kembali dipinjamkan buku pengobatan, gadis itu menerimanya sambil tersipu-sipu. Ia tidak sadar bahwa setiap buku yang dibacanya dimata-matai oleh Yong-ro untuk kemudian dilaporkan ke Geum-young.

Namun, Geum-young mengetahui soal Dayang Han yang berusaha mempertajam perasaan Jang-geum dalam meramu makanan. Penuturan Yong-ro bahwa Jang-geum tidak boleh mencicipi makanan yang diberikan membuat Dayang Choi, yang telah menanyakan pada dokter istana, curiga kalau indra perasa Jang-geum belum pulih sepenuhnya. Obrolan dengan Yeon-seng yang polos membuat kecurigaannya semakin terbukti.

Menjelang kontes berikutnya, para dayang ditugaskan untuk meramu masakan hasil kreasi sendiri. Geum-young memanfaatkan pengetahuan yang didapat rivalnya dengan menggunakan kubis, namun Jang-geu tetap selangkah lebih maju dengan nasi bambu. Begitu mencoba, wajah Dayang Choi langsung berubah. Namun, siasat berikutnya membuat Jang-geum mati kutu ketika ia salah menafsirkan rasa makanan Yong-ro.

Saat diuji di depan Dayang Jung, rahasia yang berusaha ditutupinya terbongkar. Namun, ia masih mendapat satu kesempatan lagi berkat 'peluang' yang diberikan Dayang Choi meski dengan syarat kalau gagal, baik dirinya dan Dayang Han harus dihukum berat. Kini, satu-satunya harapan baginya adalah pengobatan lewat sengatan lebah.

Meski begitu, indra perasa Jang-geum tidak serta-merta langsung sembuh. Bahkan, sang ayah angkat Duk-gu menyuruhnya mencicipi limpa binatang. Masalah bertambah ketika ia diminta Dayang Choi menyiapkan masakan dengan bahan utama daging ikan paus.

Episode 19

Tidak tahu sama sekali bagaimana rasa daging paus, terpaksa Jang-geum hanya mengira-ngira untuk menemukan bahan apa yang cocok untuk bumbu. Dari keempat masakan yang dibuat, hanya buatan Jang-geum yang dicicipi Dayang Jung sampai dua kali.

Mendengar ucapan Yeon-seng yang menyebut masakannya terasa seperti daging sapi, Jang-geum mencicipi dan langsung tersenyum senang karena sadar indra perasanya sudah kembali. Saat disajikan, Raja mengakui kalau sate ikan buatan Jang-geum lah yang paling lezat. Saat kembali, Dayang Han terkejut campur senang saat tahu indra perasa muridnya telah kembali.

Dayang Choi masih belum menyerah, ia berusaha supaya Jang-geum didepak dari dapur istana dengan menggelar tes untuk membuktikan bahwa indra perasa gadis itu sudah hilang. Yang terjadi malah sebaliknya, di depan para dayang ia dipermalukan karena Jang-geum bisa menebak semua kuah udang yang disajikan sebagai bagian dari tes.

Tidak melupakan orang-orang yang berjasa, Jang-geum mendatangi Woon-baek dan mengucapkan terima kasih sambil membuat makanan terenak untuk pria itu. Tinggal satu orang lagi yang perlu didatangi : Jeong-ho. Berkat saran dari Yeon-seng ia memutuskan untuk membuatkan makanan spesial. Gembira dan langsung mencicipi masakan tersebut, Jeong-ho mendapat satu hadiah lagi dari Geum-young.

Mengaku kehilangan keyakinan pada kemampuan diri sendiri, gadis itu mendapat nasehat berharga dari Jeong-ho tanpa sadar kalau ucapan itu berasal dari Jang-geum. Keesokan harinya muncul kabar baru : kompetisi antara Dayang Choi dan Dayang Han dimulai pada hari ultah Pangeran, dan yang bakal menjadi jurinya bukan lagi Raja melainkan Ibu Suri.

Sadar kalau Dayang Choi bakal menyiapkan bahan-bahan terbaik, Jang-geum mengusulkan pada Dayang Han supaya tidak mengandalkan apa yang bisa didapat dari dapur istana karena bisa jadi bahan tersebut sudah tidak segar lagi. Sebagai solusi, gadis itu memutuskan untuk meminta bantuan Duk-gu.

Episode 20

Ibu Suri akhirnya meminta kedua kontestan untuk menggunakan sisa bahan makanan yang bisa ditemui dalam kehidupan sehari-hari (namun jarang dimanfaatkan) sebagai bahan dasar. Atas ide Jang-geum, Dayang Han mengambil sejumlah bahan salah satunya adalah tulang sapi.

Dasar Jang-geum, ia baru kembali keesokan harinya demi mendapatkan barang yang diinginkannya. Meski sudah diberitahu kalau waktu memasak tulang sapi memakan waktu, namun gadis itu punya cara lain untuk mempercepatnya. Setelah masakan selesai, Ibu Suri mengalami kesulitan memutuskan siapa yang menang.

Namun begitu mencoba sup yang dicampur dengan nasi, akhirnya diputuskan bahwa pemenangnya adalah Dayang Choi. Jang-geum dan Dayang Han hanya bisa menunduk lesu mendengar keputusan itu, rupanya kuncinya terletak seberapa lama tulang sapi direbus. Selain itu, kekalahan secara tidak langsung disebabkan oleh Jang-geum yang melupakan niat semulanya dan kali ini hanya mengejar kemenangan.

Tak kurang dari Ibu Suri juga menyatakan kekecewaannya pada Dayang Han dan Jang-geum yang menggunakan tulang berkualitas tinggi untuk memasak. Saat sampai di dapur, Dayang Jung terkejut mendengar Dayang Han memutuskan untuk 'mengasingkan' Jang-geum, namun alasan yang disampaikan wanita itu supaya Jang-geum tidak dipengaruhi ketamakan membuatnya mengerti.

Perginya Jang-geum membuat posisi sebagai asisten Dayang Han menjadi rebutan, Yong-ro langsung mengajukan diri. Namun seperti halnya Jang-geum, ia dan beberapa dayang lain yang nekat langsung diberi tugas yang tidak biasa mulai dari mengambil air sampai mengumpulkan 100 tipe sayur-sayuran.

Saat sampai di tempat salah seorang pembantu Ratu, Jang-geum terkejut menemui Duk-gu disana. Tanpa ia sadari, di tempat baru itu pula kelak ia bakal belajar banyak hal yang bisa membuat pengetahuannya lebih luas lagi.

Source: http://indosiar.com

Jewel In The Palace 11 - 15 (Indonesia)Jewel In The Palace 21 - 25 (Indonesia)

Write a comment

You must be logged in to write a comment. If you're not a registered member, please sign up.

December 2009
S M T W T F S
November 2009January 2010
1 2 3 4 5
6 7 8 9 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28 29 30 31