Jewel In The Palace 26 - 30 (Indonesia)
Saturday, 4. February 2006, 09:31:50
Episode 26
Sesampai disana Jang-geum terkejut melihat tempat itu telah dibongkar, dan mulai menduga-duga siapa dayang yang juga adalah sahabat baik ibunya. Tak jauh dari sana, Dayang Choi dan Geum-young juga telah menyiapkan makanan yang akan disajikan.
Waktu kompetisi yang semakin dekat membuat sahabat masing-masing pihak berusaha mengorek keterangan dari pihak lawan namun tidak berhasil. Diam-diam, Choi Pan-sool punya rencana sendiri untuk memuluskan langkah Dayang Choi menduduki jabatan puncak. Lewat bawahannya, ia meminta bantuan Yong-ro untuk merusak bahan yang telah dipersiapkan Dayang Han.
Begitu mendapati dapur dalam kondisi berantakan ditambah bahan makanan yang sudah rusak, Dayang Han akhirnya memutuskan untuk mencari bahan baru dengan bantuan Duk-gu di sisa waktu yang semakin tipis. Namun sampoai pagi tiba, wanita itu belum juga mendapatkan yang diinginkannya sehingga Jang-geum dan Yeon-seng yang menunggu mulai kuatir.
Saat menaiki sebuah kapal, Dayang Han malah diculik oleh segerombolan orang. Atas saran istrinya, Duk-gu yang panik melaporkan hal itu kepada Jeong-ho, namun penjelasannya malah membuat pria itu bingung setengah mati. Dengan menggunakan kuda, Jeong-ho berpacu dengan waktu untuk menemukan guru Jang-geum itu.
Dari Yong-ro, Dayang Choi akhirnya mengetahui bahwa penculikan tersebut adalah atas ulah Pan-sool. Meski sedikit lega, namun wanita itu menyesalkan tindakan sang kakak karena menurutnya, kemampuan yang dimiliki sudah cukup untuk mengalahkan rival beratnya tersebut.
Ketika kedua dayang yang berkompetisi dikumpulkan, Dayang Kepala Yong-shin kontan marah besar saat tahu kenapa Dayang Han tidak ada disana dan memutuskan untuk memberitahu Ibu Suri menentukan Dayang Han sebagai pemenang. Namun Jang-geum dengan nekat memotong pembicaraan wanita itu, dan mengatakan siap menggantikan posisi sang guru sampai Dayang Han kembali.
Episode 27
Hasil tersebut kontan membuat Yeon-seng panik, Jang-geum hanya bisa menggenggam cuka peninggalan ibunya sambil memohon Park-myeong membantunya dari alam sana. Berkat 'bantuan' bawang putih, harapan tersebut akhirnya terkabul.
Absennya Dayang Han akhirnya diketahui oleh Ibu Suri, yang langsung berniat memenangkan Dayang Choi. Namun berkat bujukan menantunya, Jang-geum akhirnya diperbolehkan meneruskan kompetisi. Namun, kehebatan Dayang Choi dalam memasak masih belum bisa dikalahkan. Ditempatnya disekap, Dayang Han berhasil meloloskan diri berkat bantuan Jeong-ho dan pasukannya.
Meski berusaha tenang didepan Yeon-seng, Jang-geum sebenarnya gugup setengah mati dan hanya bisa pasrah menghadapi semuanya. Apalagi, masakan terakhir adalah spesialisasi Dayang Choi. Keajaiban akhirnya terjadi tepat pada saat kemunculan kembali Dayang Han, Jang-geum berhasil membuat Ibu Suri terkesan dengan resep peninggalan sang ibu.
Seluruh dayang yang menonton dari luar kontan bersorak begitu mendengar hasil tersebut, mereka mendesak Dayang Han untuk membantu namun ia menolak karena kompetisi tersebut dianggapnya sebagai milik Jang-geum. Di ronde penentuan, gadis itu kembali 'berulah' dengan menghadirkan makanan dengan cara yang tidak biasa. Cara itu nyatanya sukses menyamakan kedudukan.
Ketika ditanya makanan yang dihidangkan oleh masing-masing kontestan, ucapan Jang-geum yang menyebutkan bahwa persembahan terbaiknya adalah buah yang diberikan pada sang ibu menjelang ajalnya membuat semua trenyuh. Padahal, buah tersebut tidak dibumbui apa-apa. Raja langsung memutuskan : Jang-geum adalah pemenangnya.
Terkesan dengan kecerdasan gadis itu, Ibu Suri meminta supaya dipertemukan dengan Dayang Han yang sudah kembali. Meski mengaku jengkel dengan sikap wanita itu, namun demi mempertimbangkan kehebatannya mempunyai murid yang begitu cerdas ditambah sikap Raja, akhirnya ia memutuskan Dayang Han-lah yang berhak menjadi pengganti Dayang Utama Jung.
Episode 28
Ucapan itu kontan membuatnya tersipu-sipu. Paginya Jeong-ho mendapatkan bahwa tahanan yang diduga menculik Dayang Han telah dibebaskan, penjelasan yang diberikan darti kepala tahanan membuatnya sadar ada orang kuat dibalik semua kejadian itu.
Merasa sudah tidak kuat lagi, Dayang Utama Jung menghadap Ibu Suri dan meminta supaya dirinya bisa mundur dari istana. Diberitahu bahwa acara penggantian tersebut bakal digelar besar-besaran dan akan terjadi tiga hari kemudian, Dayang Choi berusaha mempengaruhi para dayang senior lain untuk mendukungnya, mempengaruhi bawahan mereka, dan menggulingkan Dayang Han yang ditunjuk sebagai pengganti.
Diam-diam mulai terjadi pergolakan menjelang pergantian posisi Dayang Utama di dapur istana, dan bisa ditebak, Yeong Seng adalah orang yang paling sedih dengan kepergian Dayang Utama Jung yang telah dianggapnya sebagai orang tua sendiri.
Di malam sebelum kepergiannya, Dayang utama Jung memanggil Dayang Han untuk menitipkan pesan supaya penggantinya itu bisa bersikap welas asih menghadapi lawan-lawannya. Ucapan itu kontan membuat Dayang Han tidak kuasa menahan rasa harunya.
Kemudian, wanita tua itu mendatangi Dayang Kepala Yong-shin dan Dayang Choi supaya mereka mau berkompromi dan tidak memberi kesulitan pada Dayang Han di masa depan. Namun kejutan malah didapat di hari pesta kepergiannya, Dayang Utama Jung sangat kaget begitu mendapati tidak ada satupun dayang yang muncul di tempat perjamuan makan.
Rupanya, semua dayang senior yang telah termakan hasutan Dayang Choi berkumpul di kediaman Dayang Kepala Yong-shin dan mendesak atasannya tersebut menemui Ibu Suri untuk mengubah keputusannya. Saking shock dan marahnya, Dayang Utama Jung pingsan dan penyakitnya semakin memburuk.
Sadar kalau tantangan yang dihadapi penerusnya sangat berat, Dayang Utama Jung melarang Dayang Han menemaninya keluar istana. Begitu rival terberatnya tersebut keluar dari istana, Dayang Kepala Yong-shin langsung melaporkan keberatan para bawahannya kepada Ibu Suri. Selain dianggap tidak mengikuti kompetisi, Dayang Han juga dianggap berasal dari keluarga miskin.
Episode 29
Sayang bantuan tersebut terlambat, saat sampai disana wanita itu sudah meninggal dan membuat semua sedih bukan main. Begitu mendengar kabar tersebut, Dayang Utama Han yang sudah berusaha menahan diri akhirnya bersimpuh di lantai dan menangis sejadi-jadinya.
Atas permintaan mendiang yang menginginkan dirinya bisa berkeliling ke seluruh penjuru dunia, Jang-geum menaburkan abu Dayang Jung diatas pegunungan. Saat berjalan, kenangan akan wanita yang eksentrik namun baik hati itu terus muncul.
Saat sampai di dapur istana, Jang-geum melihat sang guru nampak begitu putus asa di bawah derasnya hujan. Teringat akan pesan Dayang Jung, gadis itu meminta Dayang Utama Han untuk kembali ke kamar dan meneruskan pekerjaan meski hanya dibantu oleh para calon dayang yang berhasil dihimpun.
Keadaan mulai berubah ketika terjadi sesuatu menjelang disajikannya makan pagi bagi Ratu Soo-waen. Meski sudah berusaha keras, tidak ada satupun dayang yang mau membantu. Dayang Utama Han akhirnya memutuskan untuk melaporkan masalah tersebut kepada Kasim Jung Yoon-soo, yang langsung mendatangi Dayang Kepala Yong-shin.
Mendengar semua dayang berkumpul di kediaman Dayang Choi untuk memboikot pelantikan Ratu Soo-waen, Dayang Utama Han yang sudah habis kesabarannya melabrak kediaman sang rival. Namun Dayang Choi dkk ngotot untuk tidak muncul kecuali Dayang Utama Han mundur dari jabatannya.
Memutuskan menyerah dan membuat surat pengunduran diri, niat Dayang Utama Han dihalangi oleh Jang-geum yang menyebut kalau sang guru belum melakukan tugasnya seperti yang dipesankan oleh Dayang Jung.
Dayang Utama Han akhirnya memutuskan untuk menghadap Ibu Suri dan Permaisuri, dan meminta supaya kompetisi dengan Dayang Choi diulang. Namun ia juga mengajukan syarat : bila menang, ia meminta otoritas untuk diijinkan mengusir dayang yang membangkang.
Episode 30
Kompetisi kali ini adalah memasak nasi yang disaksikan langsung oleh Permaisuri, yang jurinya adalah para dayang yang diminta mencicipi. Mengira dirinya sudah menang karena sebagian besar dayang berpihak padanya, lagi-lagi Dayang Choi kecele.
Secara mengejutkan meski para dayang yang mencoba menyukai rasa nasi yang dibuat Dayang Choi, mereka lebih memilih hasil karya Dayang Han. Setelah diselidiki, ternyata guru Jang-geum itu hapal betul dengan satu-persatu rasa favorit para rekannya karena mereka telah tumbuh bersama. Sambil tersenyum, Permaisuri mengumumkan Dayang Han-lah pemenangnya.
Permaisuri juga melarang Dayang Kepala Yong-shin ikut campur dengan masalah dapur istana dan memberi kebebasan bagi Dayang Han untuk menghukum siapapun yang membangkang. Hal itu kontan membuat para dayang senior ketar-ketir dan kuatir posisi mereka bakal digeser.
Dengan penuh haru, Dayang Utama Han memberi penghormatan terakhirnya pada arwah Dayang Jung di atas gunung sambil bertekad menjalankan pesan wanita yang dihormatinya itu. Setelah menemani sang guru 'menemui' Dayang Jung, Jang-geum mengajak Dayang Utama Han untuk mengunjungi makam ibunya yang letaknya tersembunyi.
Ikut memberi penghormatan, Dayang Han Ga-be masih belum sadar kalau yang terbaring di makam tersebut adalah sahabatnya Park-myeong. Bersama-sama, keduanya menuju kota dan sambil melihat-lihat, merencanakan makanan istimewa apa yang bakal dihidangkan ke Raja.
Penasaran dengan identitas sahabat ibunya di istana, Jang-geum memasukkan surat didalam botol cuka peninggalan Park-myeong. Bertemu dengan Jeong-ho saat hendak kembali, keduanya mengobrol panjang-lebar dan pria itu menceritakan kalau dirinya baru dipindahtugaskan.
Rupanya, Jeong-ho mencurigai ada manipulasi harga dan monopoli yang dilakukan Pan-sool terhadap barang-baang yang dijual di istana. UNtuk itu, ia menghadap Dayang Utama Han dan memohon bantuannya. Dengan bijaksana, wanita itu berhasil meredam konflik saat memberi penugasan baru pada para dayang dan menempatkan Jang-geum sebagai auditor.
Source: http://indosiar.com










