Skip navigation.

Heni's Helpin' Hands

my treasure for those who need it most

Jewel In The Palace 61 - 65 (Indonesia)


Young Roh memberikan kedua uang suap tersebut kepada Jang Geum dan menjelaskan dari mana uang tersebut. Jang Geum bertanya mengapa Young Roh memberikan informasi tersebut. Young Roh berkata bahwa ia tidak ingin menjadi pelarian/buronan sepanjang hidupnya, dan bahwa ia tidak dapat mempercayai Choi maupun Menteri Oh. Young Roh berkata bahwa ia mempercayai Jang Geum dan meminta bantuannya untuk menjadi Dayang Sekretaris Kerajaan, sebagai imbalannya Young Roh akan membantu Jang Geum. Jang Geum menjawab bahwa ia tidak ingin terlibat dalam hal semacam itu dan meminta Young Roh pergi. Dayang Choi datang ke rumah Duk Gu dan mencari Jang Geum. Jang Geum membawanya ke makam ibunya. Dayang Choi berlutut di depan makam Myung Ee dan meminta maaaf, kemudian memohon maaf pada Jang Geum berkali-kali sambil berlutut. Jang Geum menjawab bahwa ia akan mempercayai Dayang Choi apabila ia mau mengakui kesalahannya di Kantor Jaksa. Choi berkata ia tidak dapat melakukan hal itu karena seluruh keluarganya dapat dihukum, namun Jang Geum menjawab bahwa ia harus bertanggung jawab atas apa yang ia lakukan. Jika seseorang tidak kehilangan apapun, maka ia tidak akan pernah belajar. Young Roh menghilang dari istana. Keluarga Choi mengetahui bahwa Young Roh pergi menemui bawahan Oh. Choi Pan Sul mengirimkan seseorang untuk mencarinya ke seluruh pelosok kota.

Young Roh akan menemui bawahan Oh dan ingin mengakui semuanya di Kantor Jaksa. Ketika pegawai tersebut pergi sebentar, suruhan Choi menculik Young Roh dan menyekapnya di sebuah tempat. Choi Pan Sul dan Dayang Choi menemukan amplop dari Oh ada pada Young Roh dan bertanya apa yang Oh inginkan dari Young Roh. Young Roh mengakui rencana Oh. Keluarga Choi menyadari bahwa Oh ingin menyingkirkan mereka. Oh mengetahui bahwa Young Roh menghilang dan menduga ini adalah ulah Choi. Dibawah perintah Dayang Choi, Young Roh pergi ke kantor jaksa untuk mengadukan Oh. Dayang Choi mengunjungi Ibu Suri. Oh mengirimkan seorang pelayan untuk memanggil Dayang Choi namun Choi memerintahkan pelayan tersebut untuk berkata bahwa Choi tidak ada di tempat Ibu Suri. Choi melaporkan bahwa Oh merencanakan berbagai hal untuk menentang Kejaksaan dan bahwa ia tidak becus menangani berbagai departemen termasuk RS Kerajaan. Choi Pan Sul memerintahkan Young Roh pergi dengan dikawal seseorang. Dalam perjalanan, Young Roh merasakan adanya bahaya. Min Jung Ho memberitahu Jang Geum bahwa Young Roh telah diminta untuk pergi oleh Dayang Choi. Jang Geum menjadi khawatir akan keselamatan Young Roh.

Min Jung Ho berkata bahwa ia akan menyelidiki hal ini. Oh mencoba membersihkan namanya di Kejaksaan. Jung Ho tiba dan berkata bahwa Dayang Yoon (Young Roh) telah tewas. Dayang Choi melaporkan hal ini pada Ibu Suri dan meyakinkannya bahwa Young Roh telah diculik dan dibunuh oleh suruhan Oh. Dayang Choi juga melaporkan bahwa Jang Geum mempunyai 'surat wasiat' dari Kepala RS yang telah wafat. Dayang Choi berkata apa yang akan terjadi jika surat itu sampai ke tangan Oh dan Permaisuri.

Yun Saeng yang mendengar kematian Young Roh sangat sedih dan mengingat hari-hari mereka sebagai dayang di dapur istana. Chan Ee dan Dayang Min datang dan memberitahu bahwa Young Roh pergi menemui Jang Geum pada malam hari sebelum ia pergi dan berharap andai saja Jang Geum dapat mencegah kematian Young Roh. Dayang Choi menjelaskan pada Geum Young bahwa ia tidak punya pilihan lain selai membunuh Young Roh karena ia harus melindungi keluarga Choi. Dayang Choi berkata bahwa Geum Young yang selanjutnya harus melindungi keluarga Choi.

Raja mengunjungi Yun Saeng dan melihat kesedihannya. Yun Saeng memohon pada Raja untuk mengabulkan keinginan Jang Geum atau akan ada orang lain yang menjadi korban. Raja berkata bahwa hal ini menyangkut kehidupan banyak orang dan jika Jang Geum gagal maka hidupnya bisa dalam bahaya. Yun Saeng berkata bahwa Jang Geum mempunyai bukti adanya konspirasi dari surat yang ditinggalkan Kepala RS sebelum ia bunuh diri. Raja memerintahkan untuk mengambil surat itu dari Jang Geum. Permaisuri sangat terkejut dengan kabar adanya surat tersebut.

Jang Geum dipanggil oleh Ibu Suri. Ibu Suri meminta surat tersebut dari Jang Geum. Jang Geum berkata bahwa ia tidak memiliki surat tersebut. Ibu Suri bertanya pada Dayang Choi apa maksud Choi (mengatakan tentang surat itu). Choi menemui Geum Young. Choi menduga bahwa surat itu pasti ada pada Yuh Ri. Pejabat Shang Shan meminta Jang Geum memberikan surat itu pada Raja. Jang Geum menjawab bahwa ia tidak memiliki surat tersebut. Dayang Choi memanggil Yuh Ri dan memintanya menyerahkan surat itu ke Kejaksaan. Yuh Ri menolak namun Choi mengancam bahwa ia akan memberitahu bahwa Yuh Ri telah meracuni Lady Sook Won (Yun Saeng). Jang Geum mengetahui bahwa Yuh Ri menyimpan sebuah surat dan ia melaporkan hal ini pada Min Jung Ho. Raja mendengar sebuah surat telah muncul dan meminta pengawal mencari surat tersebut. Kepala Investigasi menginvestigasi Oh mengenai masalah ini. Ia menyelidiki apa Oh memerintahkan Kepala RS menaruh sesuatu di makanan Raja. Oh tertawa dan berkata bahwa Choi adalah dalang pembunuhan Dayang Yoon (Young Roh) dan mungkin juga orang yang menyuruh Yuh Ri menulis surat palsu. Saat itu Kasim tiba dan berkata Raja ingin membaca surat tersebut dan meminta semua departemen datang menghadap, termasuk anggota RS Kerajaan dan dapur istana. Pada pertemuan itu pegawai investigasi melaporkan bahwa surat itu menjelaskan perbuatan Oh namun Oh menuduh Dayang Choi jadi Oh dan Choi harus menceritakan yang terjadi menurut versi mereka sehingga yang lain dapat melihat perbedaannya dan mengetahui siapa yang berbohong. Dayang Choi membela dirin dengan mengatakan bahwa saat Raja sakit di pemandian air panas, ia berada di Hotel Kerajaan karena dihukum Dayang Han. Dayang Choi menekankan kesalahan Oh dan berkata bahwa mereka tidak seharusnya meragukan kata-kata orang yang sudah meninggal. Saat itu, dengan menyebabkan keterkejutan semua orang, Kepala RS Kerajaan yang harusnya sudah meninggal tiba-tiba muncul ditemani Min Jung Ho dan Jang Geum.

Semua orang termasuk Yuh Ri sangat terkejut melihat hal ini. Min Jung Ho berkata bahwa Kepala RS adalah satu-satunya orang yang dapat menjernihkan masalah ini. Kepala RS berkata bahwa ia perlu waktu untuk berpikir dan setuju dengan Min Jung Ho untuk membuat berita palsu akan kematiannya. Dayang Choi dan Oh tetap menyalahkan satu sama lain. Kepala RS berkata bahwa baik Oh dan Choi sama-sama bertanggung jawab dalam konspirasi melawan Raja. Oh dan Choi membela diri namun Min Jung Ho membawa saksi yaitu pelayan dari dapur kerajaan. Choi tetap membela diri namun mantan Dayang Sekretaris Kerajaan datang membawa bukti bahwa ada persekutuan antara Choi dan Oh. Dayang Choi dibawa ke ruangan terisolasi. Raja diberi laporan mengenai situasi terakhir. Ia memerintahkan semua yang dicurigai untuk dibawa ke Kantor Jaksa. Geum YOung dan Choi Pan Sul ditangkap saat akan melarikan diri. Yuh Ri dan Kepala RS juga dibawa ke Kantor Jaksa. Tiba-tiba seorang penjaga melaporkan bahwa Dayang Choi menghilang.

Dayang Choi bersembunyi di ruang pendingin untuk menunggu orang suruhan Ibu Suri. Dayang Choi memohon untuk diperbolehkan menemui Ibu Suri namun Ibu Suri menolak dan meminta Choi menyerahkan diri. Dayang Choi meminta pertolongan dayang lain namun mereka melaporkan dimana Dayang Choi. Dayang Choi bersembunyi di ruang pasta kacang. Seorang dayang istana mendengar ada suara aneh dan melaporkan pada Dayang Min. Jang Geum menemui Dayang Choi di ruang pasta kacang. Choi mengangkat tangan untuk menampar Jang Geum namun menangkap tangannya dan berkata jika ia tidak muncul maka Geum Young yang harus menanggung semuanya. Di luar, Dayang Min dan Chan Ee berkata harusnya mereka memanggil penjaga. Namun Jang Geum berharap Choi akan menyerah atas keinginannya sendiri. Dayang Choi keluar dan berjalan, dalam setiap langkah ia teringat pada Dayang Jung dan Dayang Han yang memohon padanya untuk melakukan hal yang benar, sebelum keduanya meninggal dunia.

Dayang Choi berlutut di depan makan Myung Ee dan 'berbicara' padanya. Dayang Choi berangan-angan bahwa hidupnya akan menjadi sangat berbeda jika Myung Ee tidak pernah melihatnya memasukkan racun ke makanan Permaisuri dahulu kala, dan keadaan akan berbeda jika ia dan Myung Ee bertukar tempat. Ia mengingat kenangan masa kecilnya dengan Myung Ee dan Dayang Han, ia melihat seutas pita merah terikat di sebuah pohon, sama seperti saat ia kecil dan ia mencoba mengambil pita tersebut. Dayang Choi berhasil mengambil pita itu namun ia terpeleset dan hampir jatuh ke jurang. Ia bergantung pada sebuah dahan di tebing jurang dan mengingat kejadian yang sama seperti saat ia kecil. Saat itu, Dayang Choi sangat takut untuk melompat naik namun Myung Ee dan Dayang Han menangkapnya, jadi Dayang Choi tersenyum dan melepaskan pegangannya dan ia pun jatuh ke jurang.

Min Jung Ho memberitahu Jang Geum dimana tubuh Dayang Choi ditemukan. Jang Geum berkata bahwa tempat itu dekat dengan makam ibunya. Dayang Min dan Chan Ee sedih mendengar kematian Dayang Choi namun Yun Saeng mengingatkan mereka bagaimana Dayang Jung dan Dayang Ha wafat. Menteri Oh dan Choi Pan Sul dijatuhi hukuman mati dan Geum Young diusir selamanya dari istana. Sebelum pergi, ia memanggil Jang Geum. Ia menyerahkan sebuah surat dan berkata bahwa itu adalah surat yang ditulis Myung Ee (ibu Jang Geum) untuk Jang Geum. Dayang Choi sudah menyuruhnya menghancurkan surat tersebut namun Geum Young tetap menyimpannya. Min Jung Ho berkata pada Geum Young ia sangat menyesal akan hal ini. Geum Young berharap jika di kehidupan mendatang mereka bertemu lagi, Min Jung Ho akan mengucapkan hal lain selain maaf/menyesal. Raja memanggil Jang Geum untuk memberinya penghargaan.

Jang Geum berkata bahwa ia mempunyai tiga permintaan. Permintaan pertama yaitu untuk menyatakan Dayang Han tidak bersalah. Raja menyetujui hal ini. Kedua, Jang Geum bercerita bahwa ibunya adalah dayang istana yang menjadi kambing hitam atas apa yang tidak dia lakukan. Bahwa ibunya melihat perbuatan Dayang Choi dahulu. Permaisuri terkejut dan bertanya apakah karena hal ini Dayang Choi sangat membenci Jang Geum. Raja berkata ia akan membesihkan nama baik ibunya dan bertanya apa permintaan terakhirnya.

Di dapur istana para dayang bertanya-tanya siapa yang akan menjadi Dayang Utama. Saat itu, Jang Geum muncul di dapur istana dan berpakaian sebagai Dayang Utama. Seorang pelayan meminta semua dayang untuk menghormati Jang Geum yang menjadi Dayang Utama. Jang Geum meminta dayang dapur kerajaan untuk menyiapkan makanan untuk Raja dan meminta Chan Ee untuk membantunya. Staf RS Kerajaan terkejut mendengar hal ini namun Min Jung Ho berkata bahwa Jang Geum menjadi Dayang Utama hanya untuk sementara waktu. Raja memuji masakan Jang Geum dan terkesan karena masakannya tetap enak walaupun sudah lama ia tidak berada di dapur kerajaan. Di dapur istana, Jang Geum dikunjungi oleh para perawat RS Kerajaan. Mereka memuji Jang Geum yang terlihat cantik dengan penampilan barunya.

Dayang Min dan Chan Ee bertanya pada Jang Geum apa yang ia rencanakan. Seorang perawat berkata bahwa Jang Geum akan menjadi Dayang Utama sampai Dayang Utama yang baru dipilih. Dayang Min merasa heran namun Jang Geum berkata ada hal yang harus ia lakukan. Sendiri, Jang Geum membaca surat dari ibunya. Dalam suratnya, Myung Ee meminta Jang Geum menjadi Dayang Utama dan menegakkan keadilan di sana. Jang Geum berkeliling dapur istana dan melihat para dayang cilik belajar beradaptasi di lingkungan dapur istana. Jang Geum menghentikan seorang anak yang berlari dan menasehatinya untuk tidak berlari di dapur istana karena debu dapat menempel ke makanan. Jang Geum membayangkan Dayang Han kembali. Saat ia ingin menggapainya, Jang Geum neyadari bahwa ia hanya mengkhayal. Jang Geum pergi ke tempat di mana Dayang Han mengubur cukanya dan ia menangis. Min Jung Ho menyaksikan hal ini. Kemudian mereka berdua berjalan-jalan di sekitar dapur istana. Jang Geum berkata bahwa saat ayahnya ditangkap ia merasa sangat bersalah. Ketika ibunya meninggal ia juga merasa bersalah. Jang Geum menangis mengingat masa-masa kecilnya bersama orang tuanya. Min Jung Ho menghiburnya dan Jang Geum menangis di pundaknya.

Raja memanggil Jang Geum dan bercerita bahwa saat ia masil seorang pangeran ada seorang anak kecil menyajikan anggur padanya dan memohon untuk dijadikan dayang istana. Raja bertanya apakah anak tersebut adalah Jang Geum dan Jang Geum menjawab ya. Jang Geum berterima kasih pada Raja yang telah mengabulkan impian masa kecilnya. Raja berkata bahwa ia sering memikirkan apa yang terjadi pada gadis kecil pemberani tersebut. Sangat ajaib bahwa gadis cilik tersebut kini telah menyelamatkan hidupnya. Raja merasa sangat senang dan bertanya apakah Jang Geum punya permintaan lain. Jang Geum meminta izin untuk keluar istana dan mempraktekkan ilmu pengobatannya.

Saat pertemuan staf RS Kerajaan, Jang Geum mengumumkan bahwa ia telah meminta izin Raja untuk mempelajari ilmu pengobatan lebih lanjut. Jang Geum berkata pada para tabib bahwa Dayang Han meninggalkan resep obat dan ia ingin mempelajarinya. Yun Saeng kecewa karena Jang Geum tidak dapat menemaninya saat melahirkan. Jang Geum meyakinkan bahwa Shin Bi akan melakukan pekerjaan yang baik dan ia tidak perlu khawatir. Keluarga Duk Gu menyalahkan keingintahuan Jang Geum dan menasehati harusnya Jang Geum berkata pada Raja ia tidak punya keinginan apa-apa lagi. Namun Jang Duk memuji Jang Geum yang memiliki keinginan meningkatkan keahliannya.

Jang Geum tiba di kota dan melihat Min Jung Ho ada di sana sedang membuat layangan dan mengajar kaligrafi pada anak-anak. Jang Geum bertanya pada Jung Ho apa yang ia lakukan di tempat ini. Min Jung Ho menjawab dengan nada profesional bahwa ia punya urusan yang harus diselesaikan. Ketika Jang Geum mendesaknya apakah ia punya alasan lain, Min Jung Ho tidak tersenyum dan menjawab bahwa ia tidak punya alasan lain, kemudian mengucapkan selamat tinggal dan pergi. Jang Geum kecewa melihat sikap Min Jung Ho. Namun ia kembali mengobati orang yang sakit. Malam harinya, Jang Geum menemui Jung Ho. Jang Geum tersenyum kepadanya namun Jung Ho dengan dingin bertanya apa yang Jang Geum lakukan disini dan memintanya pergi. Setelah Min Jung Ho pergi, Jang Geum berguman sendiri bahwa sebenarnya ia merindukan Min Jung Ho. Kemudian ia pergi.

Keesokan harinya, Jang Geum menyaksikan Min Jung Ho mengajarkan puisi pada anak-anak. Setelah itu, Jang Geum berkata bahwa ia berharap bisa bertemu Jung Ho setiap hari. Jung Ho berkata harusnya Jang Geum mengerti penderitaan yang dialaminya. Jang Geum yang terkejut bertanya mengapa Jung Ho bersikap seperti itu. Jung Ho berpura-pura marah dan pergi. Hal ini membuat Jang Geum terdiam. Namun tiba-tiba Min Jung Ho berbalik dan tertawa. Jang Geum tersenyum dan menyadari Jung Ho hanya mempermainkannya.

Di dapur istana, para dayang menduga-duga siapa yang dipilih Raja sebagai Dayang Utama. Dayang Min bergurau bahwa Chan Ee yang harus menjadi Dayang Utama. Dayang Min menyiapkan makanan untuk Raja selama festival dan Raja memuji masakannya. Dayang Min kemudian dipilih sebagai Dayang Utama. Dayang Min sangat terkejut dan tertekan mendengar hal ini. Dayang Min menemui Jang Geum. Ketika melihatnya, Dayang Min langsung memeluknya. Jang Geum memberinya buku resep yang ditinggalkan Dayang Han dan menyemangati Dayang Min. Jang Geum berkata bahwa Dayang Min akan melakukan tugasnya dengan baik. Dayang Min kembali dan menyiapkan masakan pertamanya sebagai Dayang Utama. Saat ia menyajikan makanan tersebut, ia sangat tegang dan berkata bahwa ia tidak cukup ahli. Namun Raja berkata bahwa masakannya sangat enak.

Jang Geum dipanggil Permaisuri ke pertemuan rahasia. Permaisuri bercerita bahwa posisinya di istana tidak aman karena ada seorang pangeran yang lebih tua dari anak lelakinya. Pangeran tersebut akan menjadi putra mahkota, namun pangeran tersebut menderita penyakit yang akan membuatnya meninggal entah kapan. Permaisuri meminta Jang Geum membalas pertolongannya dahulu. Jang Geum harus memeriksa pangeran tersebut dan secara rahasia berusaha membunuhnya. Jang Geum sangat terkejut akan hal ini. Ia setuju untuk mengunjui pangeran tersebut. Setelah memeriksanya, Jang Geum pulang dan bingung mengenai apa yang harus ia lakukan. Jang Geum mengunjungi Min Jung Ho dan keduanya berkeliling kota. Jung Ho berkata bahwa ia ingin memberikan Jang Geum sebuah hadiah. Ia membelikan Jang Geum sebuah perhiasan. Jang Geum tersenyum dan sangat menyukainya. Kemudian Jang Geum memberikan alat tulis milik ayahnya dahulu pada Jung Ho. Jang Geum berkata bahwa ini adalah miliknya yang paling berharga dan ia ingin memberikannya pada Min Jung Ho.

Min Jung Ho berkata bahwa ia menyukai kehidupan di luar istana. Mereka berdua bisa membuka toko alat tulis dan klinik pengobatan. Jang Geum berkata bahwa ia sepertinya tidak bisa melakukan hal itu setelah apa yang diminta Permaisuri, dan ia tidak ingin sebuah klinik kecil. Jung Ho berkata bahwa Jang Geum akan mempunyai klinik pengobatan yang lebih besar dari toko alat tulisnya. Jang Geum tersentuh dan matanya berkaca-kaca.

Jang Geum sepanjang waktu mengkhawatirkan permintaan Permaisuri. Keesokan harinya ia menolak keinginan Permaisuri dan berkata bahwa ibunya dan Dayang Han selalu melarang memasak makanan yang membahayakan orang lain, dan ia adalah seorang perawat yang tidak boleh membahayakan nyawa orang lain. Permaisuri menjawab bahwa ini satu-satunya cara mengamankan posisinya dan meminta Jang Geum melakukannya karena ia telah menyelamatkan hidup Jang Geum. Jang Geum berkata ia lebih baik menyerahkan nyawanya. Di luar, Raja tidak sengaja mendengar pembicaraan ini namun ia berpura-pura tidak mendengar apa-apa. Permaisuri berkata pada Raja bahwa ia ingin menjadikan Jang Geum sebagai dayang istimewa. Raja berkata bahwa itu ide yang bagus.

Raja meminta Jang Geum menceritakan apa yang diinginkan Permaisuri. Jang Geum menolak mengatakan apapun. Raja memerintahkan Kasim menyelidiki hal ini. Jang Geum menjadi tertekan dengan rahasia yang disimpannya. Jang Geum pergi mencari Min Jung Ho namun tidak berhasil menemukannya. Saat mereka bertemu pada malam hari Jang Geum menangis dan bertanya mengapa ia tidak dapat menemukan Min Jung Ho saat ia membutuhkannya. Jang Geum meminta Min Jung Ho untuk membawanya pergi dari istana. Min Jung Ho segera membuat rencana untuk melarikan diri. Jang Geum menulis surat pengunduran diri dan berkemas-kemas.

Raja mengumumkan bahwa ia berencana menjadikan Jang Geum sebagai tabib pribadinya. Min Jung Ho mendengar hal ini. Jang Geum yang telah berkemas meninggalkan surat untuk keluarga Kang. Min Jung Ho menyampaikan pengunduran diri pada atasannya. Jang Geum dan Jung Ho meninggalkan kota Han Yang dengan perahu. Atasan Jung Ho mengutus seseorang mencari mereka segera. Permaisuri kaget mendengar bahwa seorang perawat akan menerima posisi setinggi itu. Jenderal yang mengepalai RS Kerajaan marah mendengar seorang perawat menjadi tabib pribadi Raja. Ibu Suri berkata pada Permaisuri bahwa kejadian ini tidak bisa dibiarkan. Pegawai istana sedang mendiskusikan keputusan Raja. Beberapa orang berkata bahwa seorang wanita tidak dapat menerima posisi setinggi itu, pegawai lain berkata bahwa mereka harus menghormti keputusan Raja. Atasan Min Jung Ho khawatir Jung Ho dan Jang Geum akan dihukum karena melarikan diri. Shin Bi memberitahu Na Ju Deuk mengenai keputusan Raja. Jang Geum terus bertanya apa yang dipikirkan Min Jung Ho mengenai mereka harus hidup dalam kesulitan. Namun Min Jung Ho berkata bahwa semua akan baik-baik saja bila Jang Geum bersamanya. Jang Geum tersenyum dan menggandeng tangan Min Jung Ho. Keduanya bergandengan tangan saat berjalan melintasi salju.

Min Jung Ho meminta Jang Geum naik ke gendongannya karena sulit baginya (Jang Geum) berjalan di tengah salju. Jang Geum tertawa di gedongan Min Jung Ho karena teringat masa kecilnya. Mereka tiba di tepi sungai dimana sebuah perahu telah disiapkan untuk mereka. Namun seorang prajurit muncul dan meminta mereka kembali ke istana. Min Jung Ho menghunus pedangnya dan berkata bahwa sekarang ia bukan lagi pelayan Raja. Namun atasan Jung Ho tiba dan berkata bahwa mereka harus kembali atau dianggap membangkang pada Raja. Min Jung Ho memintanya untuk memberinya waktu. Atasan Jung Ho meminta prajurit untuk tidak menghentikan Jung Ho karena ia percaya Jung Ho akan kembali. Min Jung Ho meminta Jang Geum untuk mengikutinya dan membawanya ke sebuah rumah di gunung. Ia menunjukkan rumah yang dapat digunakan Jang Geum sebagai klinik pengobatan. Jang Geum mengkhawatirkan keadaan Min Jung Ho dan berkata ia tidak ingin menjadi penyebab masalah bagi Min Jung Ho. Min Jung Ho mengabaikannya dan meminta Jang Geum menceritakan masa kecilnya. Jang Geum tersenyum teringat masa kecilnya namun senyumnya menghilang saat teringat masalah yang dihadapinya.

Min Jung Ho menyadari perasaan Jang Geum. Min Jung Ho menggenggam tangan Jang Geum dan berkata bahwa jika tidak sekarang, maka mereka tidak dapat mewujudkan impian mereka. Mereka kembali pada atasan Min Jung Ho memberi instruksi bahwa mereka berdua harus pergi ke Han Yan secara terpisah. Shin Bi dan keluarga Kang mengkhawatirkan Jang Geum namun Jang Geum kembali tanpa berkata apapun. Jang Duk berkata Jang Geum harus menerima posisi itu untuk menunjukkan bahwa wanita dapat melakukan pekerjaan yang pria. Perawat dan tabib di RS Kerajaan berkata bahwa Jang Geum harus menolak perintah tersebut. Permaisuri berkata bahwa ia akan menjadikannya sebagai perawat pribadinya. Namun Raja berkata bahwa Jang Geum sudah menyelamatkan hidupnya. Raja mempercayai Jang Geum dan memintanya menjadi tabib pribadinya.

Jang Geum menjawab ia akan menerimanya. Ibu Suri meminta Raja menarik keputusannya karena bagaimanapun hebatnya, Jang Geum tetap seorang wanita. Asisten Permaisuri berkata bahwa Lady Sook Won (Yun Saeng) adalah sahabat Jang Geum dan ia telah mengatur pertemuan Jang Geum dengan Raja. Pegawai istana melakukan petisi untuk menolak keputusan Raja. Tabib Shin mengundurkan diri karena tidak ingin memihak siapapun. Atasan Min Jung Ho memintanya untuk menasehati Jang Geum, namun Jung Ho berkata tidak ada alasan mengapa wanita tidak bisa melakukan pekerjaan itu.

Ibu Suri memanggil Yun Saeng dan memarahinya karena telah terlibat masalah Raja dan Jeang Geum. Karena itu, Yun Saeng tiba-tiba menderita sakit dan ia memanggil Jang Geum. Jang Geum meminta Shin Bi mempersiapkan proses kelahiran. Chan Ee dan Dayang Min berkata bahwa Ibu Suri memarahi Yun Saeng yang mengadakan pertemuan untuk Raja dan Jang Geum. Yun Saeng mengalami kesulitan saat melahirkan, tiba-tiba ia pingsan. Jang Geum memulai akupuntur. Yun Saeng sadar dan Jang Geum memintanya untuk tetap bangun. Kasim melaporkan pada Raja bahwa Lady Sook Won melahirkan lebih awal, dan bahwa ia dan bayinya dalam bahaya. Raja bertanya bagaimana hal ini bisa terjadi dan Kasim melaporkan bahwa Ibu Suri memarahinya karena mengatur pertemuan Jang Geum dengan Raja. Permaisuri dan Ibu Suri diberitahu mengenai kondisi Lady Sook Won.

Yun Saeng berhasil melahirkan bayinya, namun Yun Saeng tidak sadar. Yun Saeng berhenti bernafas dan Jang Geum menangis sambil berusaha menyadarkan Jang Geum, berkata bahwa ia tidak boleh meninggal seperti ini. Yun Saeng membuka matanya dan Jang Geum menangis karena emosi. Jang Geum terguncang karena kejadian ini meskipun Yun Saeng dan bayinya selamat. Min Jung Ho pergi menemuinya. Jang Geum berkata bahwa ia akan menolak permintaan Raja. Min Jung Ho berkata Jang Geum tidak bisa melakukan hal itu, namun Jang Geum berkata bahwa ia ingin menjadi tabib yang menyelamatkan hidup banyak orang. Raja dan Permaisuri diberi laporan mengenai kondisi Lady Sook Won dan sang puteri baru. Jang Geum menemani Yun Saeng. Yun Saeng bangun dan berkata bahwa jika tidak ada Jang Geum, ia pasti sudah meninggal. Jang Geum menemui Raja dan berlutut serta berkata ia tidak dapat menjadi tabib pribadinya. Saat itu, Kasim datang melaporkan bahwa putera Permaisuri dalam bahaya.

Translated by: gryffindor29



Site Meter

Jewel In The Palace 56 - 60 (Indonesia)What's On This Blog?

Write a comment

You must be logged in to write a comment. If you're not a registered member, please sign up.

December 2009
S M T W T F S
November 2009January 2010
1 2 3 4 5
6 7 8 9 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28 29 30 31