Skip navigation.

Heni's Helpin' Hands

my treasure for those who need it most

Jewel in the Palace Eps. 66 - Final (Indonesia)


Raja dan Permaisuri pergi untuk mengunjungi pangeran yang sedang sakit. Tabib Jung berkata bahwa pangeran mengalami demam tinggi. Permaisuri sangat khawatir dan meminta Tabib Jung segera menyembuhkan anaknya. Tabib Jung berkata ia perlu waktu mendiagnosa penyakitnya. Permaisuri sangat kecewa namun Raja menenangkannya. Raja menyarankan agar Permaisuri meminta Jang Geum mengobati pangeran, namun Permaisuri semakin kecewa dan berkata bahwa Raja tidak peduli pada anaknya, hanya peduli pada putra mahkota. Ia juga berkata bahwa ia meminta Jang Geum membunuh putra mahkota karena Raja tidak menjaga posisi Permaisuri dan putranya di istana, bahwa jika Raja memperhatikan putranya, Permaisuri tidak akan mengambil tindakan tersebut.

Jang Geum menemui Min Jung Ho yang bertanya mengapa ia tidak ingin menjadi tabib Raja. Jang Geum menjawab bahwa ia tidak ingin gurunya (Tabib Shin) pergi dari istana. Jang Geum mengemasi barangnya dan meninggalkan istana, namun hal ini diketahui Raja. Raja berkata bahwa saat Jang Geum cilik memohon untuk dijadikan dayang istana, ia merasa heran mengapa ada orang yang ingin tinggal di istana, karena sebenarnya Raja sendiri pada awalnya tidak ingin tinggal di istana (menjadi Raja). Raja bergurau dengan mengatakan bahwa karena anggur yang disajikan Jang Geum cilik dahulu ia menjadi mabuk sehingga mau-maunya menjadi Raja. Karena itu, Jang Geum harus bertanggungjawab karena secara tidak langsung ia yang menyebabkan beliau mau tinggal di istana. Raja tertawa dan Jang Geum tersenyum mendengar gurauan Raja.

Kasim memberitahu Raja bahwa Min Jung Ho adalah satu-satunya orang yang mendukung keputusan Raja menjadikan Jang Geum sebagai tabib. Raja memerintahkan Min Jung Ho untuk menghadap. Raja mengingatnya sebagai pelajar yang sangat cerdas. Raja bertanya mengapa Min Jung Ho mendukung Jang Geum menjadi tabib. Hal ini kata Min Jung Ho, karena meskipun seorang wanita Jang Geum sangat ahli, berintegritas, dan percaya diri. Ini dibuktikan dari kemampuannya membuktikan perbuatan Menteri Oh dan Dayang Choi. Raja setuju dengan hal ini. Kualitas terpenting yang harus dimiliki tabib adalah keahlian dan integritasnya, bukan masalah pria atau wanita. Min Jung Ho memohon pada Raja untuk tetap menjadikan Jang Geum sebagai tabibnya. Mengetahui hal ini, jenderal lain menjadi marah dan bermaksud memecat Min Jung Ho.

Jang Geum dan perawat lain pergi keluar istana untuk menyembuhkan rakyat yang sakit dan mereka menemukan adanya penyakit menular. Jang Geum sedang merawat seorang anak lelaki tanpa peduli bahwa ia juga bisa tertular. Permaisuri dan Raja mengetahui bahwa putranya terkena penyakit menular. Permaisuri sangat khawatir namun dayang istana mencegahnya menemui outranya supaya tidak tertular. Permaisuri berdoa di kuil dan memohon pada dewa agar lebih baik dirinya yang meninggal namun jangan putranya. Jang Duk meminta istri Kang Duk Gu untuk membantunya menyiapkan ramuan obat untuk mengobati penyakit tersebut. Istri Duk Gu menangis teringat kedua anak lelakinya meninggal karena penyakit yang sama. Doktor RS Kerajaan bertanya-tanya dimana Jang Geum berada karena ia tidak terlihat. Seorang pegawai RS Kerajaan membawa mereka ke kota. Disana mereka melihat suami-istri Kang sedang mengajari rakyat yang miskin dan para pengemis cara mengatasi penyakit menular tersebut.

Para staf RS Kerajaan bertanya kepada para pengemis mengapa mereka melakukan pembersihan. Ternyata mereka melakukan ini atas instruksi seorang perawat. Para pengemis membawa staf RS Kerajaan ke pondok di mana Jang Geum berada. Shin Bi meminta Jang Geum untuk keluar. Namun Jang Geum tidak mau karena ia 'dikelilingi' penyakit dan belum menemukan obat untuk penyakit tersebut. Shin Bi berkata bahwa Pangeran juga menderita penyakit serupa. Jang Geum menjawab bahwa ia masih belum menemukan obatnya dan memintanya untuk pergi.

Permaisuri memohon pada Raja untuk menyelamatkan putranya. Keadaan pangeran terus memburuk. Permaisuri terus memohon pada Raja dan para tabib untuk menyelamatkan putranya. Raja memerintahkan kepada para pejabat istana untuk melakukan apapun untuk menyelamatkan Pangeran. Tabib Shin memperhatikan Jang Geum yang sedang menghibur seorang anak yang bertanya apakah mereka semua akan meninggal. Jang Geum menjawab itu tidak benar karena ia akan menyembuhkan mereka. Tabib Shin pergi diam-diam.

Permaisuri menolak makan. Dayang Min memintanya untuk makan namun Permaisuri menjawab bahwa tubuhnya tidak berguna karena ia tidak dapat melakukan apapun untuk menyelamatkan putranya. Dayang Min Min berkata bahwa ia tidak boleh menjadi orang yang pertama menyerah. Permaisuri teringat akan nasehat yang sama dari Jang Geum.

Jang Geum berhasil menemukan cara menyembuhkan anak-anak. Para pengemis sangat berterima kasih pada Jang Geum. Jang Duk tiba dan memuji Jang Geum dan bertanya apakah ia menemukan obatnya. Jang Geum menjawab ia tidak menemukan obatnya, namun ia menemukan cara untuk mengatasi gejala-gejalanya. Saat para pengemis sedang merayakan keberhasilan Jang Geum, tiba-tiba banyak prajurit bermunculan.

Para pengemis ketakutan dan memohon agar prajurit tidak membawa anak-anak mereka, karena anak mereka sudah sembuh. Permaisuri muncul dari balik kerumunan prajurit dan bertanya apakah anak-anak sudah benar-benar sembuh. Para pengemis menjawab ya, dan berkata bahwa seorang perawat (yaitu Jang Geum) yang menyembuhkan mereka. Permaisuri pergi menemui Jang Geum dalam pondok, ia memohon pada Jang Geum untuk menyelamatkan putranya. Jang Geum kembali ke istana dan merawat Pangeran. Shin Bi berkata pada perawat lain karena Jang Geum sudah tiba maka mereka bisa istirahat. Perawat lain berkata bahwa mereka mulai menyukai Jang Geum dan Shin Bi. Bahkan perawat seperti Eun Bi yang biasanya suka memarahi Jang Geum datang membantunya. Min Jung Ho melaporkan pada Raja bahwa Jang Geum sudah menyelamatkan para pengemis, dan Kasim tiba untuk melaporkan bahwa Permaisuri membawa Jang Geum kembali ke istana untuk merawat Pangeran.

Jang Geum, Tabib Jung, Shin Bi, Eun Bi, dan perawat lain bekerja siang malam untuk merawat Pangeran. Akhirnya Pangeran pulih. Permaisuri dan Raja tiba untuk melihat kondisi Pangeran. Permaisuri berkata bahwa ia tidak tahu harus berkata apa pada Jang Geum, karena ia (Permaisuri) pernah meminta Jang Geum untuk membunuh Pangeran lain, tanpa menyadari bahwa putranya sendiri bisa mengalami penyakit berbahaya. Permaisuri meminta maaf pada Jang Geum. Raja berkata bahwa ia ingin memberi penghargaan pada Jang Geum dengan menjadikannya salah seorang pejabat tinggi istana. Semua pejabat (kecuali Min Jung Ho) memprotes keputusan Raja. Para pejabat mengadakan pertemuan dan mereka semua setuju bahwa keputusan Raja tidak bisa dibiarkan. Kemudian, Kepala RS Kerajaan, yaitu Tabib Shin, datang menghadap Raja dan berkata bahwa dirinya dan seluruh staf RS Kerajaan mendukung keputusan Raja. Raja bertanya mengapa ia mendukung Jang Geum. Hal ini ternyata karena Tabib Shin telah melihat bahwa Jang Geum merawat pasiennya seperti seorang ibu merawat anaknya, dengan pengorbanan diri dan harapan. Hal inilah yang tidak dimiliki tabib dan perawat lain.

Tabib Shin melaporkan bahwa seluruh RS Kerajaan mendukung keputusan Raja. Para menteri memprotes keputusan ini dengan mengatakan bahwa Raja tidak boleh melanggar tradisi, namun Raja tetap memutuskan bahwa ia menjadikan Jang Geum sebagai Tabib utama dan pejabat yang membawahi RS Kerajaan. Atasan Min Jung Ho meminta Jung Ho untuk 'merayu' Raja untuk mengubah keputusannya, namun ia menolak. Atasan Min Jung Ho menjadi marah dan berkata bahwa hubungan guru dan murid di antara mereka sudah usai.

Di RS Kerajaan, Tabib Shin meminta para tabib dan perawat untuk menerima Jang Geum sebagai atasan mereka yang baru. Jang Geum merawat Pangeran muda dengan Tabib Jung sebagai asistennya. Pangeran menolak untuk makan namun Jang Geum berjanji bahwa ia akan menemai Pangeran bermain. Pangeran setuju untuk makan, kemudian Jang Geum menemaninya bermain. Ibu Suri tiba di kediaman Raja. Ibu Suri berkata bahwa ia telah salah mendidik putranya, karena Raja telah berani memberi jabatan yang tinggi pada seorang wanita. Min Jung Ho melihat semua ini dan kembali ke kantornya.

Permaisuri mengadakan pertemuan dengan Jang Geum. Permaisuri berkata bahwa akan sulit menentang keinginan Ibu Suri sehingga sebaiknya Jang Geum mengalah. Jang Geum tersenyum dan berkata bahwa ketika ia kecil, ibunya memarahinya karena menangkap kelinci bersama anak lelaki dan berkata bahwa itu bukan pekerjaan anak perempuan. Shin Bi menemui Jang Geum pada malam hari dan menyemangatinya dengan berkata bahwa semua orang mengakui keahlian Jang Geum meski tanpa jabatan tinggi apapun.

Raja pergi menemui Jang Geum. Min Jung Ho baru akan menulis sebuah surat dengan alat tulis pemberian Jang Geum, namun ia membatalkannya dan pergi ke kediaman Jang Geum. Di luar, Min Jung Ho melihat pengawal pribadi Raja berada di luar kediaman Jang Geum. Di dalam, Raja meminta maaf pada Jang Geum. Jang Geum memperhatikan bahwa Raja selalu mengepalkan tangannya saat berbicara. Jang Geum menyarankan Raja untuk berjalan-jalan di luar karena saat ini adalah malam musim semi. Raja dan Jang Geum berjalan-jalan di sekeliling istana. Jang Geum menjelaskan bagaimana cuaca mempengaruhi kesehatan rakyat dan bagaimana alam menjadi kunci penyakit. Raja sangat terkesan akan pengetahuan Jang Geum. Jang Geum juga menyarankan pada Raja untuk berjalan-jalan setiap malam saat mengalami kesulitan untuk tidur. Raja bertanya bagaimana Jang Geum tahu mengenai penyakit sulit tidurnya. Jang Geum menjawab bahwa Raja selalu mengepalkan tangan saat ia berbicara. Ini menandakan bahwa orang tersebut tertekan dan mengalami kesulitan untuk tidur. Jang Geum juga menyarankan bahwa saat Raja merasa tertekan ia harus membicarakannya dengan orang yang dapat dipercaya, janga menyimpannya seorang diri. Sekali lagi Raja sangat terkesan dengan Jang Geum. Keesokan harinya, para menteri meminta Raja untuk menghukum Min Jung Ho. Namun Raja menjadi marah dan meminta mereka pergi, namun para menteri berkata bahwa mereka akan kembali lagi besok.

Raja sangat marah sehingga ia duduk sambil mengepalkan tangannya. Kasim bertanya pada Raja apakah malam ini beliau hendak berpergian. Raja berkata ia ingin menemui Jang Geum. Raja tiba di kediaman Jang Geum, namun ia berubah pikiran dan pergi ke kediaman Selir Yun Saeng. Namun sekali lagi ia berubah pikiran dan akhirnya ia berjalan-jalan sendiri. Keesokan harinya, Raja menceritakan semua masalahnya pada Jang Geum. Raja berkata bahwa sebenarnya ia tidak pernah ingin menjadi Raja, dan selalu berkhayal apa yang akan terjadi jika ia dulu menolak menjadi Raja. Jang Geum dan Raja terus berbincang-bincang mengenai masa kecil mereka. Min Jung Ho memperhatikan saat Jang Geum dan Raja tertawa bersama. Jang Geum meminta Kasim untuk memberi buah apel untuk Raja karena aroma apel baik untuk beliau. Ia juga meminta Dapur Istana untuk menyiapkan air kimchee dan tidak memberikan teh untuk Raja pada malam hari.

Raja bertanya pada Min Jung Ho bagaimana ia bertemu Jang Geum. Min Jung Ho menjelaskan bahwa ia telah mengenal Jang Geum sejak ia masih menjadi dayang istana. Min Jung Ho menjelaskan bagaimana ia bertemu Jang Geum di perpustakaan, namun Jang Geum pernah menyelamatkan nyawanya sebelum itu di luar istana. Raja berkata bahwa cerita Min Jung Ho dan Jang Geum memiliki sejarah yang panjang, namun ceritanya (Raja) bersama Jang Geum jauh lebih panjang. Raja menjelaskan bagaimana Jang Geum cilik menghidangkan anggur ke kediamannya ketika ia masih seorang pangeran. Saat itu Jang Geum memohon untuk dijadikan dayang istana. Raja bertanya pada Min Jung Ho apakah ia setuju bahwa beliau dan Jang Geum memiliki takdir yang sama. Min Jung Ho mengangguk. Min Jung Ho menemui Jang Geum dan berkata bahwa ia mengerti usahanya menolong Raja, namun berjalan-jalan dengan Raja setiap pagi akan menimbulkan prasangka dari orang-orang. Jang Geum menjawab bahwa ia menyadari hal itu. Ibu Suri bertanya pada Raja mengapa ia selalu menemui Jang Geum setiap pagi. Raja menjawab bahwa Jang Geum 'menyembuhkan' masalah yang mengganggunya selama ini. Ibu Suri menjawab bahwa itu alasan yang tidak masuk akal dan menyarankan Raja untuk leih baik menjadikan Jang Geum sebagai selir.

Di dapur istana, Dayang Min sedang mengajarkan cara memasak pada dayang istana baru. Chan Ee datang dan menyampakan berita mengejutkan pada Dayang Min. Dayang Min membawa Chan Ee ke kediamannya dan Chan Ee berkata bahwa Ibu Suri telah menyarankan untuk menjadikan Jang Geum sebagai selir. Dayang Min melaporkan hal ini pada Yun Saeng. Chan Ee melaporkan hal ini pada keluarga Kang yang menjadi terkejut dan khawatir. Suami istri Kang berdebat mengenai apa yang akan terjadi pada Min Jung Ho. Chan Ee yang tidak mengetahui 'hubungan' Jang Geum dan Min Jung Ho bertanya apa yang terjadi. Kang Duk Gu membisikkan hubungan antara Jang Geum dan Min Jung Ho.

Kang Duk Gu menemui Jang Duk. Mereka berdua setuju bahwa Jang Geum tidak akan merasa senang akan hal ini. Di RS Kerajaan, Min Jung Ho, Tabib Jung, Tabib Shin, dan si Ahli Obat mendiskusikan bagaimana Jang Geum tidak dapat menjadi tabib lagi apabila ia menjadi selir. Para perawat bertanya pada Jang Geum apakah ia ingin menjadi selir. Shin Bi membelanya dengan mengatakan bahwa yang Jang Geum inginkan hanyalah mempraktekkan ilmu pengobatan. Jang Geum pergi menemui Min Jung Ho. Mereka saling berpandangan namun tidak dapat mengatakan apapun. Jang Geum pergi menemui Permaisuri dan menjelaskan perasaannya. Permaisuri meyakinkan Jang Geum bahwa bila Raja tidak menginginkan hal ini maka tidak ada yang dapat dilakukan Ibu Suri.

Raja memikirkan saran ibunya. Ia bertanya pada diri sendiri apakah ia menginginkan Jang Geum lebih dari sekedar perawatnya. Raja menemui Jang Geum, dan Jang Geum memohon pada Raja untuk tidak mengikuti saran Ibu Suri. Raja berkata bahwa ia tidak mengerti perasaannya sampai Ibu Suri memeberi saran. Pejabat istana senang mengetahui bahwa Jang Geum telah diminta menjadi selir karena ia tidak bisa menjadi tabib lagi. Ibu Suri pergi menemui Permaisuri untuk bertanya mengapa ia tidak mendukung Jang Geum menjadi selir. Permaisuri menjawab bahwa Raja hanya melihat Jang Geum sebagai seorang perawat. Mendengar ini Ibu Suri menjadi jengkel dan meminta Permaisuri mendukung Jang Geum menjadi selir.

Min Jung Ho berlatih memanah hingga jari-jarinya berdarah. Ia lalu pergi menemui Jang Geum. Jang Geum merawat luka-luka Min Jung Ho. Min Jung Ho mengamati Jang Geum mengobati lukanya namun Jung Ho tidak mengatakan apapun. Ia berpikir bahwa tangan inilah yang harusnya digenggamnya, namun sekarang ia mungkin tidak dapat menggenggam tangan ini lagi. Chan Ee pergi menemui Dayang Min dan Yun Saeng dan menceritakan hubungan Min Jung Ho dan Jang Geum. Yun Saeng bertanya apakah Min Jung Ho yang dicintai Jang Geum. Jang Geum mulai menangis, malihat ini Yun Saeng ikut menangis dan bertanya apa yang akan dilakukan Jang Geum sekarang. Jang Geum hanya menggelengkan kepala dan tetap menangis. Yun Saeng menemui Raja dan berkata bahwa hidup Jang Geum adalah pekerjaannya dan bila ia menjadi selir ia tidak akan merasa bahagia. Ia juga berkata bahwa Min Jung Ho dan Jang Geum saling mencintai. Hal ini membuat Raja shock dan meminta Yun Saeng pergi. Setelah Yun Saeng pergi, Raja minum anggur sendirian dan mengingat percakapannya dengan Min Jung Ho mengenai pertemuannya dengan Jang Geum. Raja pergi menemui Ibu Suri. Ibu Suri meminta Raja dan Selir membuat persiapan untuk menjadikan Jang Geum sebagai selir.

Saat pertemuan dengan para menteri. Raja terus-menerus menatap Min Jung Ho sementara para menteri lain mendesak Raja untuk menerima saran Ibu Suri. Raja memerintahkan pengawal untuk memanggil Jang Geum. Jang Geum pergi ke kediaman Raja. Raja meminta Jang Geum duduk di dikatnya. Raja menatap mata Jang Geum dan bertanya apakah ia mencintai Min Jung Ho. Jang Geum menjawab ya. Hal ini membuat Raja jengkel.

Raja bertanya pada Jang Geum apakah ia benar-benar mencintai Min Jung Ho. Jang Geum menjawab ya. Raja menatap mata Jang Geum, berkata bahwa ia adalah penguasa negeri ini, dan bertanya apakah Jang Geum mengetahui konsekuensi dari jawabannya. Jang Geum menjawab bahwa ia sudah menyadarinya, dan berkata bahwa ia adalah seorang wanita yang telah menemukan bahwa ilmu pengobatan adalah hidupnya. Raja dengan marah berkata pada Jang Geum untuk muncul besok pagi untuk menemuinya seperti biasa. Jang Geum pergi dan menemui Min Jung Ho. Ia menceritakan apa yang terjadi dan sangat khawatir akan apa yang terjadi pada Min Jung Ho. Min Jung Ho berkata bahwa ia merasa sangat bahagia karena Jang Geum mengakui perasaannya pada Min Jung Ho di hadapan Raja. Raja dan pengawalnya tiba di kantor Min Jung Ho, Raja tidak sengaja mendengar pembicaraan mereka. Ia menjadi jengkel dan segera pergi. Kasim pura-pura batuk untuk memberi 'sinyal' pada Jang Geum dan Min Jung Ho. Keduanya keluar dan melihat Raja pergi. Keesokan harinya Raja bersikap baik dan bertanya bagaimana ia menyadari bahwa Min Jung Ho adalah orang yang ditolongnya dahulu. Jang Geum menjawab bahwa ia tidak sengaja meninggalkan kenang-kenangnya dari ayahnya saat menyelamatkan Min Jung Ho, dan kemudian hari mereka berdua menyadari hal itu lewat barang peninggalan tersebut. Raja meminta Jang Geum menunjukannya.

Jang Geum menjawab bahwa ia sudah memberikannya pada Min Jung Ho. Raja merasa sedikit cemburu dan mengubah topik pembicaraan. Raja memerintahkan pengawal untuk menyiapkan segala sesuatu untuk berlatih panah. Raja meminta Min Jun Ho menemaninya berlatih. Raja berkata pada Min Jung Ho bahwa mereka masing-masing akan memanah sebanyak 5 kali. Siapa yang paling banyak memanah dengan tepat akan mendapatkan barang peninggalan ayah Jang Geum sebagai hadiah. Min Jung Ho berkata bahwa ia tidak punya pilihan lain. Jang Geum menyaksikan saat kedua pria tersebut berlomba. Min Jung Ho dapat memanah target dengan tepat, demikian pula dengan Raja. Namun saat melakukan tembakkan terakhir, ternyata panah Raja meleset. Saat Min Jung Ho akan menembakkan panahnya yang kelima, Raja memegang tangannya dan bertanya apakah Min Jung Ho juga mencintai Jang Geum. Min Jung Ho mengarahkan panahnya pada target dan menjawab ya. Raja mengambil busur dan panah dan mengarahkannya pada Min Jung Ho. Semua orang menjadi terkejut. Raja bimbang sesaat, namun ia memilih menembakkan panahnya ke seekor burung dan pergi. Seharian itu, Jang Geum tidak bisa berkonsentrasi dan mengkhawatirkan apa yang akan terjadi pada Min Jung Ho. Yun Saeng memanggilnya. Yun Saeng berkata bahwa ia telah memberitahu Raja mengenai Jang Geum dan Jung Ho sehingga semuanya akan baik-baik saja. Chan Ee dan Dayang Min bertanya pada Jang Geum apa rasanya mencintai seorang pria, dan mereka tertawa geli. Jang Geum menjawab bahwa hal itu adalah perasaan yang hangat namun ia tiba-tiba menangis dan berkata apa yang harus ia lakukan.

Permaisuri meminta Raja memberinya instruksi mengenai masalah menjadikan Jang Geum sebagai selir. Permaisuri bertanya apakah ia harus melakukan persiapan atau tidak. Raja tidak menjawab dan hanya memandangnya penuh arti. Permaisuri mengerti bahwa Raja menyukai Jang Geum dan berkata bahwa besok ia akan mempersiapkan penobatan Jang Geum sebagai selir. Malam harinya, Dayang Min menyajikan apel pada Raja. Raja bertanya apakah Jang Geum memintanya melakukan hal ini. Dayang Min menjawab ya. Raja mengambil sebutir apel, menghirup aromanya dan mengatakan 'sesuatu yang sangat harum sehingga harus dibiarkan berada di dekat kita setiap waktu. Dayang Min menjawab ya, namun ia menduga Raja bicara mengenai hal lain.

Prajurit tiba untuk memberitahukan kedatangan Min Jung Ho. Dayang Min pergi dan berlari menemui Jang Geum bahwa Min Jung Ho ada di kediaman Raja. Min Jung berkata bahwa ia pernah mencoba melarikan diri dengan Jang Geum karena mereka berpikir itulah satu-satunya cara agar bisa bersama, namun mereka kembali pada hari yang sama karena Jang Geum tidak ingin berpaling dari istana dan ilmu pengobatannya. Min Jung Ho berkata bahwa ia tidak ingin menghalangi Jang Geum dengan kesedihan dan meminta Raja untuk menghukum mati dirinya.

What'll happened to Jang Geum and Min Jung Ho? Check this link
Jewel in the Palace Episode 66 - Final Episode (Indonesia) Part 2


Site Meter

What's On This Blog?Free Download Journals - A

Write a comment

You must be logged in to write a comment. If you're not a registered member, please sign up.

December 2009
S M T W T F S
November 2009January 2010
1 2 3 4 5
6 7 8 9 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28 29 30 31