Penemu Teknologi 4G Ternyata Orang Indonesia
Thursday, March 15, 2012 7:58:19 AM
BEIJING - Wacana akan hadirnya teknologi Long Term Evolution (LTE) tentu dinantikan masyarakat luas. Broadband yang dikenal dengan 4G (generasi ke-4) ini sangat membantu semua pihak, terutama dalam hal pekerjaan.
Dengan LTE, siapa pun tidak perlu menggunakan satelit saat mengirim data, baik teks, voice, video dan foto. Semua proses pengiriman dapat dilakukan dengan cepat.
"Satelit tidak dibutuhkan dalam LTE. Teknologi ini sangat membantu semua pihak dalam menyelesaikan pekerjaan yang menyangkut data," kata pengamat telekomunikasi ITB, Joko Suryana di Beijing, Kamis (21/7/2011).
Hal itu disampaikan Joko kepada okezone dalam acara Telkomsel Media Education 2011, LTE Implementation in China. Joko menilai media massa dewasa ini yang paling membutuhkan layanan LTE. Semua data bisa dikirim dan diterima dengan cepat sesuai keinginan perusahaan.
Bukan hanya itu, lanjut Joko, operasi jaringan LTE juga memudahkan pelaku bisnis media massa dalam melakukan live streaming dan layanan lain yang berkembang dewasa ini.
Joko juga meminta pemerintah dan operator harus memperhatikan perubahan budaya dalam masyarakat ini. Apalagi masyarakat saat ini cenderung tidak puas hanya dengan menggunakan layanan pesan singkat dan suara (voice).
"Masyarakat butuh terobosan, termasuk konten yang lebih banyak. Sudah saatnya menuju teknologi yang menguntungkan operator dan pengguna," imbuhnya.
(tyo)
Adalah Prof. Dr. Khoirul Anwar, yang menemukan dan sekaligus pemilik paten teknologi 4G berbasis OFDM (Orthogonal Frequency Division Multiplexing). Kalau yang pernah nonton Acara Kick Andy minggu lalu, pasti sudah tidak asing lagi dengan sosok Khoirul Anwar tersebut.
Khoirul Anwar adalah alumni Teknik Elektro ITB dengan cumlaude di tahun 2000, kemudian melanjutkan pendidikan di Nara Institute of Science and Technology (NAIST) dan memperoleh gelar master di tahun 2005 serta doktor di tahun 2008. Beliau juga penerima IEEE Best Student Paper Award of IEEE Radio and Wireless Symposium (RWS) tahun 2006, di California.
Penemuan teknologi 4G berbasis OFDM diawalinya dengan “ide nyeleneh” mengurangi daya transmisi untuk meningkatkan kecepatan transmisi data. Penurunan daya dilakukan hingga 5dB saja (100.000 = 10 pangkat 5 kali lebih kecil dari teknologi sebelumnya) dan hasilnya kecepatan transmisi meningkat.
Pada paten keduanya, Khorul Anwar kembali membuat dunia kagum, kali ini adalah menghapus sama sekali guard interval/GI, tentu saja ini malah membuat frekuensi yang berbeda akan bertabrakan, alih-alih menambah kecepatan. Namun, anak Indonesia asli asal Kediri ini mengkompensasi resiko tersebut dengan mengembangkan algoritma khusus di laboratorium, hasilnya interferensi tersebut dapat diatasi dengan unjuk kerja yang sama seperti sistem biasa dengan adanya GI.
Asisten Professor di JAIST ini masih terus mengasah kemampuannya. Meski berprestasi cemerlang di Jepang, Khorul Anwar menyimpan keinginan untuk kembali ke Indonesia jika telah menjadi salah satu tokoh terkemuka di bidang telekomunikasi.
Dengan LTE, siapa pun tidak perlu menggunakan satelit saat mengirim data, baik teks, voice, video dan foto. Semua proses pengiriman dapat dilakukan dengan cepat.
"Satelit tidak dibutuhkan dalam LTE. Teknologi ini sangat membantu semua pihak dalam menyelesaikan pekerjaan yang menyangkut data," kata pengamat telekomunikasi ITB, Joko Suryana di Beijing, Kamis (21/7/2011).
Hal itu disampaikan Joko kepada okezone dalam acara Telkomsel Media Education 2011, LTE Implementation in China. Joko menilai media massa dewasa ini yang paling membutuhkan layanan LTE. Semua data bisa dikirim dan diterima dengan cepat sesuai keinginan perusahaan.
Bukan hanya itu, lanjut Joko, operasi jaringan LTE juga memudahkan pelaku bisnis media massa dalam melakukan live streaming dan layanan lain yang berkembang dewasa ini.
Joko juga meminta pemerintah dan operator harus memperhatikan perubahan budaya dalam masyarakat ini. Apalagi masyarakat saat ini cenderung tidak puas hanya dengan menggunakan layanan pesan singkat dan suara (voice).
"Masyarakat butuh terobosan, termasuk konten yang lebih banyak. Sudah saatnya menuju teknologi yang menguntungkan operator dan pengguna," imbuhnya.
(tyo)
Adalah Prof. Dr. Khoirul Anwar, yang menemukan dan sekaligus pemilik paten teknologi 4G berbasis OFDM (Orthogonal Frequency Division Multiplexing). Kalau yang pernah nonton Acara Kick Andy minggu lalu, pasti sudah tidak asing lagi dengan sosok Khoirul Anwar tersebut.Khoirul Anwar adalah alumni Teknik Elektro ITB dengan cumlaude di tahun 2000, kemudian melanjutkan pendidikan di Nara Institute of Science and Technology (NAIST) dan memperoleh gelar master di tahun 2005 serta doktor di tahun 2008. Beliau juga penerima IEEE Best Student Paper Award of IEEE Radio and Wireless Symposium (RWS) tahun 2006, di California.
Penemuan teknologi 4G berbasis OFDM diawalinya dengan “ide nyeleneh” mengurangi daya transmisi untuk meningkatkan kecepatan transmisi data. Penurunan daya dilakukan hingga 5dB saja (100.000 = 10 pangkat 5 kali lebih kecil dari teknologi sebelumnya) dan hasilnya kecepatan transmisi meningkat.
Pada paten keduanya, Khorul Anwar kembali membuat dunia kagum, kali ini adalah menghapus sama sekali guard interval/GI, tentu saja ini malah membuat frekuensi yang berbeda akan bertabrakan, alih-alih menambah kecepatan. Namun, anak Indonesia asli asal Kediri ini mengkompensasi resiko tersebut dengan mengembangkan algoritma khusus di laboratorium, hasilnya interferensi tersebut dapat diatasi dengan unjuk kerja yang sama seperti sistem biasa dengan adanya GI.
Asisten Professor di JAIST ini masih terus mengasah kemampuannya. Meski berprestasi cemerlang di Jepang, Khorul Anwar menyimpan keinginan untuk kembali ke Indonesia jika telah menjadi salah satu tokoh terkemuka di bidang telekomunikasi.