My Opera is closing 1st of March

henora

hendra noer afian Blog

9 Manfaat Bermain Dgn Anak

Sudahkah Anda mengajak si kecil bermain hari ini? Sebagai orangtua, mungkin Anda berpikir si kecil tak boleh terlalu banyak main karena aktivitas itu belum tentu ada gunanya.
Jangan terjebak dengan
anggapan di atas. Justru
dengan metode bermain anak
bisa belajar banyak hal.
Berikut ini 9 manfaat bermain
bagi anak menurut buku
'Games Therapy untuk
Kecerdasan Bayi dan Balita'
yang ditulis oleh Psikolog
Effiana Yuriastien dan kawan-
kawan:
1. Memahami diri sendiri dan
mengembangkan harga diri
Ketika bermain, anak akan
menentukan pilihan-pilihan.
Mereka harus memilih apa
yang akan dimainkan. Anak
juga memilih di mana dan
dengan siapa mereka
bermain.
Semua pilihan itu akan
membantu terbentuknya
gambaran tentang diri mereka
danmembuatnya merasa
mampu mengendalikan diri.
Permainan memotong kertas,
mengatur letak atau
mewarnai misalnya dapat
dilakukan dalam beragam
bentuk. Tidak ada batasan
yang harus diikuti.
Identitas dan kepercayaan diri
dapat berkembang tanpa rasa
ketakutan akan kalah atau
gagal. Pada saat anak menjadi
semakin dewasa dan
identitasnya telah terbentuk
dengan lebih baik, mereka
akan semakin mampu
menghadapi tantangan
permainan yang terstruktur,
bertujuan dan lebih dibatasi
oleh aturan-aturan.
2. Menemukan apa yang dapat
merekalakukan dan
mengembangkan kepercayaan
diri
Permainan mendorong
berkembangnya keterampilan,
fisik,sosial dan intelektual.
Misalnya perkembangan
keterampilan sosial dapat
terlihat dari cara anak
mendekati dan bersama
dengan orang lain,
berkompromi serta
bernegosiasi.
Apabila anak mengalami
kegagalan saat melakukan
suatu permainan, hal itu akan
membantu mereka
menghadapi kegagalan dalam
arti sebenarnya dan
mengelolanya pada saat
mereka benar-benar harus
bertanggungjawab.
3. Melatih mental anak
Ketika bermain, anak
berimajinasi dan
mengeluarkan ide-ide yang
tersimpan di dalam dirinya.
Anak mengekspresikan
pengetahuan yang dia miliki
sekaligus mendapatkan
pengetahuan baru.
Orangtua akan dapat semakin
mengenal anak dengan
mengamati saat bermain.
Bahkan, lewat permainan
(terutama bermain pura-pura)
orangtua juga dapat
menemukan kesan-kesan dan
harapan anak terhadap
orangtua serta keluarganya.
4. Meningkatkan daya
kreativitas dan membebaskan
anak dari stres
Kreativitas anak akan
berkembang melalui
permainan. Ide-ide yang
orisinil akan keluar dari
pikiran mereka, walaupun
kadang terasa abstrak untuk
orangtua.
Bermain juga dapat
membantu anak untuk lepas
dari stres kehidupan sehari-
hari. Stres pada anak biasanya
disebabkan oleh rutinitas
harian yang membosankan.
5. Mengembangkan pola
sosialisasi dan emosi anak
Dalam permainan kelompok,
anak belajar tentang
sosialisasi. Anak mempelajari
nilai keberhasilan pribadi
ketika berhasil memasuki
suatu kelompok. Ketika anak
memainkan peran 'baik' dan
'jahat', hal ini membuat
mereka kaya akan
pengalaman emosi. Anak akan
memahamiperasaan yang
terkait dari ketakutan dan
penolakan dari situasi yang
dia hadapi.
6. Melatih motorik dan
mengasah daya analisa anak
Melalui permainan, anak
dapat belajar banyak gal. Di
antaranya melatih
kemampuan menyeimbangkan
antara motorik halus dan
kasar. Hal ini sangat
memengaruhi perkembangan
psikologisnya.
Permainan akan memberi
kesempatan anak untuk
belajar menghadapi situasi
kehidupan pribadi sekaligus
memecahkan masalah. Anak-
anak akan berusaha
menganalisa dan memahami
persoalan yang terdapat
dalam setiap permainan.
7. Penyaluran bagi kebutuhan
dan keinginan anak
Kebutuhan dan keinginan yang
tidakdapat dipenuhi dengan
cara lain, seringkali dapat
dipenuhi dengan bermain.
Anak yang tidak mampu
mencapai peran pemimpin
dalam kehidupan nyata,
mungkin akan memperlohen
pemenuhan keinginan itu
dengan menjadi pemimpin
tentara saat bermain.
8. Standar moral
Walaupun anak belajar di
rumah dan sekolah tentang
apa yang dianggap baik dan
buruk oleh kelompok, tidak
ada pemaksaan standar moral
selain dalam kelompok
bermain.
9. Mengembangkan otak
kanan anak
Bermain memiliki aspek-aspek
yang menyenangkan dan
membuka kesempatan untuk
menguji kemampuan dirinya
berhadapan dengan teman
sebaya serta mengembangkan
perasaan realistis akan
dirinya. Dengan begitu,
bermain memberi kesempatan
pada anak untuk
mengembangkan otak kanan,
kemampuan yang mungkin
kurang terasah baik di
sekolah maupun di rumah.
Catatan: Berikanlah pujian
kepada anak dengan
menggunakan kalimat yang
positif dan mampu menjadi
penyemangatnya dalam
melakukan sesuatu dengan
lebih baik lagi. Contoh, saat
anak diminta mengambil
spidol warna merah, awali
dengan kata 'tolong'. Jika
anak berhasil mengambilnya,
berikan pujian dan ucapkan
terimakasih.
Demikian juga ketika ia tidak
berhasil menemukannya,
ucapkanlah kalimat positif
yang tidak mematahkan
semangatnya. Tetap ucapkan
terimakasih atas hasil jerih
payahnya. Misalnya saja,
"Makasih ya adik sudah
mencarikan spidolnya.
Spidolnya ada di dekat buku
gambar adik."

CERITA ANAKPerbedaan Kebiasaan Orang Kaya dgn Orang Miskin

Write a comment

New comments have been disabled for this post.