Monday, July 9, 2012 2:27:58 PM
have you ever seen such a beautiful night?
I could almost kiss the stars, they're shining so bright!
when I see you smilin I go,
oh oh oh
I would never want to miss this
cause in my heart, I know what this is
(CHORUS)
hey now hey now
this is what drea_ms are made of
hey now hey now
this is what drea_ms are made of
ive got somewhere i belong
ive got somebody to love
this is what dreams.......are made of
have you ever wondered what life is about
you could search the world and never figure it out
you dont have to sail the oceans,
no no no
happiness is no mystery,
its here and now, its you and me...
(CHORUS)
hey now hey now
this is what drea_ms are made of
hey now hey now
this is what drea_ms are made of
ive got somewhere i belong
ive got somebody to love
this is what dreams.......are made of
open your eyes
shout to the sky
when I see you smilin I go,
oh oh oh
yesterday my life was duller,
now everything's technicolor
(CHORUS)
hey now hey now
this is what drea_ms are made of
hey now hey now
this is what drea_ms are made of
ive got somewhere i belong
ive got somebody to love
this is what dreams.......dreeeams,
this is what dreeeams.......are made of
hey now, hey now
Hey now...
this is what dreams...this is what dreams are made of
Friday, July 6, 2012 3:37:56 AM
Tak perlu diperdebatkan lagi bahwa masyarakat cukup menyadari tentang keberadaan film sebagai bukti eksistensi sebuah budaya. Sama seperti buku yang memiliki masa dan pembacanya, maka film pun memiliki jaman dan pemirsanya. Terlepas dari kualitas sebuah film, apapun jenis dan bentuknya, film tetaplah bagian dari budaya sebuah bangsa. Dan sebagai bagian dari khasanah budaya bangsa, seharusnya film juga mendapat perlakuan yang sama dengan koleksi lain. Film harus mudah diakses masyarakat luas.
bahwa film adalah sebuah proses sejarah atau proses budaya suatu masyarakat yang disajikan dalam bentuk gambar hidup. Sebagai sebuah proses, banyak aspek yang tercakup dalam sebuah film. Mulai dari pemain atau artisnya, produksi, bioskop, penonton, dan sebagainya. Film juga identik sebagai hasil karya seni kolektif yang melibatkan sejumlah orang, modal, dan manajemen. Dalam proses pembuatannya, pada dasarnya film merupakan komoditi jasa kreatif untuk dinikmati masyarakat luas. Dinilai dari sudut mana pun, film adalah acuan otentik tentang berbagai hal, termasuk perkembangan sejarah suatu bangsa. Film merupakan karya cipta manusia yang berkaitan erat dengan berbagai aspek kehidupan.
Fungsi lain tentang film adalah sebagai media informasi. Seperti halnya dengan buku atau karya cetak lainnya, fotografi, rekaman suara, lukisan atau karya seni lainnya, film merupakan media penghantar informasi kepada masyarakat. Informasi yang tersaji dalam sebuah film memberikan pengetahuan baru bagi masyarakat. Banyak aspek yang dapat disajikan dalam sebuah film, misalnya: alur cerita, karakter tokoh atau pemain, gaya bahasa, kostum, ilustrasi musik, dan setting. Apapun jenis atau temanya, film selalu meninggalkan pesan moral kepada masyarakat yang dapat diserap dengan mudah karena film menyajikan pesan tersebut secara nyata. Gambar hidup yang ditampilkan di film memberi dampak yang berbeda dari untaian kata-kata dalam sebuah buku. Mencerna sebuah film dapat dikatakan lebih mudah daripada mencerna sebuah tulisan. Maka sebetulnya film sangat strategis dijadikan media komunikasi bagi masyarakat banyak.
Pelestarian film sebagai karya cipta manusia bernilai tinggi telah mendapatkan perhatian besar baik dalam skala nasional maupun internasional. Tak kurang dari UNESCO yang telah menerbitkan rekomendasi bagi negara-negara anggotanya untuk perlindungan dan pelestarian citra bergerak sebagai khazanah budaya bangsa, yang tertuang dalam Rocommendation for the safeguarding and preservation of moving images (UNESCO, 1980).
Sebuah film dikatakan lestari jika film tersebut tetap dapat diakses dan dimanfaatkan masyarakat sebagai acuan dalam mempelajari sejarah atau budaya bangsa. Dan untuk itu film tersebut harus berada dalam jangkauan masyarakat, di tempat yang dapat dengan mudah diakses. Film seharusnya diperlakukan sama dengan koleksi buku, yang dengan mudah dapat diperoleh di perpustakaan, menjadi milik publik karena film juga mengandung nilai sejarah.
SI bukanlah satu-satunya lembaga yang bertanggung jawab terhadap pelestarian tersebut. Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (PNRI) termasuk lembaga yang memiliki kewajiban menyimpan seluruh karya cetak dan karya rekam yang ada di negeri ini.
Friday, July 6, 2012 3:32:05 AM
Iseng-iseng nh kali ni saia nge-post cerpen wkwkwk
b'hubung ni cerpen pemula jdi harap maklum hahahaha
sila....d bca
Hari ini genap sudah penantianku. Tepat di bawah pohon sakura yang selalu menemani penantianku, kebahagiaan yang ku dapat,kepedihan yang penat, pertemuan yang ku alami, dan perpisahan ku lalui kini berputar mengelilingi sel-sel otakku.
Hari ini adalah hari terakhirku berharap,setelah kejadian itu. Ia tinggalkanku deminya, demi permintaan wanita tua itu.
Ketika itu tepat pada 11 agustus ku mendapatkan kebahagiaan yang selama ini kun anti. Ia membuat diriku terkontaminasi oleh sikapnya yang memukau.
Hari demi telah dilalui. Kita laksana batu karang yang di hantam ggulungan ombak, namun kita tetap berdiri tegar pada pendirian. Bahwa ku yakini bahwa ialah yang selama ini ku cari. Perasaan itu membuatku gila. Siang bagaikan malam, tidur pun ku tak bisa tenang.
Di hari ini aku berharap keajaiban kan datang. Ketika sakura meninggalkan pohonnya, ketika Kim menjauhi Shu Qi, dan ketika semua orang meninggalkan kegiatan mereka. Tiba-tiba suara itu mengusik dendang telingaku.
“Aku mengerti ini adalah berita terburuk bagimu. Namun, kau tak usah khawtir kau kan mendapatkan keajaiban ketika hari perpisahan itu terjadi,” ungkapnya sebelum beranjak pergi meninggalkan diriku.tak
Namun aku berhasil tuk menghiraukan suara itu, hingga akhirnya kelopak mataku tak kuasa tuk menjaga bendungan air mata ini. Dan aku pun menangis sangat haru, hingga air mataku menjelajahi parasku.
“ Tuhan dimana keajaibanmu? Kini akulah budak yang telah menanti keajaibanmu,”teriak batinku. Kini tubuhku terkulai di atas tumpukan sakura-sakura yang berserakan. Dengan ketidak berdayaan ku tegakkan tubuhku dan menjauhi pohon yang tak memiliki mahkota itu.
Satu, dua hingga tiga langkah telah ku tempuh, namun sesekali ku pandangi sekeliling. Kenangan penuh kenangan yang ku lalui. Hembusan angin menerpa tubuhku hingga menyeretku ke dapan secarik kertas yang bertuliskan “ my sakura”. Ku coba tuk membaca kata yang tertulis di atas kertas.
Sebuah arti dalam kehidupan hampa
Kini yang kau rasa seiring hembusan angin
Dirimu yang terhanyut dalam kepastian jawaban
Kini yang tersisa hanyalah kenangan
Di dalam kehidupan yang pahit
Setelah ku mambaca surat itu, tak lama kemudian “Aku berani hadapi apa saja asalkan engkau tetap denganku, karna diriku bisa gila bila ku harus hidup tanpa dirimu” ucapnya tiba-tiba “inilah hari perpisahan yang dulu ku ucapkan”
Suara itu mengingatkanku terhadap seseorang. Suara itu milik shine seseorang yang kini ku nantikan. Kini keajaiban di depan mata, hingga membuat mulutku membeku tak mencair dan tak ada stu patah kata pun yang dapat ku lontarkan.
“Sakura” suara itu kini sedang memanggilku,” kini ku menanti janjimu tuk setia menantiku, jangan pergi dariku karena kau adalah sakura yang tumbuh saat gugur tiba”.
Wednesday, July 4, 2012 3:43:31 AM
Perubahan wujud zat
Kalor tidak hanya menyebabkan perubahan suhu namun dapat pula merubah wujud zat seperti berikut:
> Padat – Cair = Mencair
> Cair-Padat = Membeku
Mencair dan membeku
contoh : menyalakan lilin,lilin disekitar api mencair akan jatuh ke atas lantai akan berubah kembali menjadi lilin padat kembali .Dari padat berubah menjadi cair disebut melebur dan sebaliknya disebut membeku.Kalor/stan massa yang diberikan pada zat padat mencair seluruhnya disebut kalor laten peleburan (kalor lebur). Kalor laten tersembunyi karena kalor ini tidak tampak dalam perubahan suhu.Kalor yang diperlukan / diperlukan untuk melebur / membeku tergantung pada jenis zat.untuk menghitung jumlah kalor lebur Q=m.L
Pengaruh tekanan terhadap titik lebur :
Titik lebur es pada tekanan normal adlah 0 C.Penambahan tekanan terhadap suatu zat dapat menurunkan titik leburnya.
Pengaruh percampuran zat cair terhadap titik lebur :
Titik lebur es yang telah dicampuri garam lebih rendah daripada titik lebur es murni Penambahan zat lain pada suatu zat dapat menurunkan titik lebur suatu zat tersebut.
> Gas-Cair = Mengembun
Contoh : air panas dalam cangkir ditutup setelah dibuka akan tampak titik air.Karena,suhu tutup cangkir lebih rendah dari pada suhu uap sehingga uap air yang berada di tutup cangkir melepas kalor sehingga uap air mengembun ,tetesan air yang menempael pada tutup cangkir ,zat melepas kalor.
> Cair-Gas = Menguap
Contoh : spiritus yang menempel di kulit kita menguap menjadi gas (penguapan tidak selalu dengan pemanasan)
Faktor percepatan penguapan :
Pemanasan c/zat cairtersusun atas molekul yang saling berkaitan,jika zat cair mengalami pemanasan molekul yang dekat permukaan bergetar lebih cepat,melepas diri dari permukaan zat cair.
Tiupan udara di atas permukaan c/ menjemur pakaian,angin yang bertiup membawa molekul air dekat permukaan untuk meninggalkan air di atas pakaian.
Memperluas permukaan c/ teh panas dituang di atas piring cangkir karena luas permukaan air dalam piring cangkir lebih besar dari dalam cangkir jadi kesempatan air lebih besar untuk meninggalkan molekul air tersebut.
Mengurangi tekanaan di permukaan c/ tekanan alkohol pada botol tertutup lebih besar daripada terbuka. Permukaan zat cair diperkecil ,jarak antar molekul udara di atas permukaan zat cair lebih besar.zat cair akan lebih mudah untuk mengisi ruang-ruang kosong diantara molekul udara menguap atau mengembun.
> Padat-Gas/Gas-Padat = Menyublim
Contoh : es taruh di dalam gelas mencair jika dipanaskan namun jika terus-menerus akan menguap jika kita tutup gelas tersebutakan ada air yang menempel kemudian air mencair sama dengan mengembun.Suhu dan tekanan tertentu langsung berubah dari padat ke gas tanpa mencair disebut sublimasi dan menyublim contohnya es keringkarbon dioksida (padat) memyublim (gas) dengan tekanan normal 1 atm ,jika gas menyublim ke cair contohnya bunga lemari es.
> Mendidih
contoh : air dipanaskan timbul gelembung-gelembung air.Gelembung-gelembung di pinggir air mulai muncul disebut mendidih ,zat cair adalh penguapan.mendidih(zat cair menguap bukan permukaan saja atau suhu tertentu saja) titik didih air pada tekanan 1 atm (76cmHg) adalah 100 C membutuhkan zat cair tetap kalor terus menerus memberikan kalor karena mendidih jadi, kalor untuk menguap. Menghitung sejumlah zat pada titik uap Q=mu . Kalor uap suatu zat adalah banyak kalor persatuan mssa yang harus diberikan pada suatu zat pada titik didihnya supaya menjadi gas seluruhnya.
Pengaruh tekanan di titik didih
Memasak di dataran tinggi lebih cepat dibandingkan dengan mendidihkan air di daerah dataran rendah.Titik didih zat cair dipengaruhi oleh tekanan udara di atas permukaan zat cair. Makin kecil tekanan udara , titik didih rendah (dataran tinggi) air cepat mendidih.Mengalami pengurangan sebesar 1 C menaik 300 m di permukaan air laut.
Manfaat naiknya titik didih akibat pengaruh di kehidupan adalah panic bertekanan (pressure cooker).menahan keluarnya uap air tekanan uap di dalam bertambah menjadi air mendidihdiatas 100 C menyebabkan makanan daging menjadi cepat matang
Pengaruh percampuran zat lain terhadap titik didih
Dua bejana berisi air murni dengan volum yang sama. Bejana 2 ditambahkan garam,kedua bejana dipanaskan dengan nyala api yang sama. Amati suhu pada thermometer ketika air dalam bejana mendidih. Air yang telah ditambah garam mendidih pada suhu yang lebih tinggi daripada air murni. Penambahan suatu zat dapat menaikan titik didih.
MATERI TAMBAHAN
Perubahan wujud yang mudah diamati adalah peleburan es,jika bersuhu 0 C (tekanan 1 atm) es tidak bertambah sebagian mencair.Kalor tambah perlahan-lahan menjaga system kesetimbangan termal suhu tetap 0 C es mencair.Kalor tidak untuk menaikan suhu tetepi untuk mengubah wujud dari padat ke cair .1 kg es bersuhu 0 C menjadi 1kg air bersuhu 0 C pada tekanan 1 atm membutuhkan kalor 3,34x10 J .Kalor lebur es pada tekanan 1 atm Ll=3,34x10 J/kg=79,7 kal /g . Harga kalor lebur tergantung jenis bahan ,untuk bahan tertentu tergantung besar tekanan udara .meleburkan bahan yang bermasa ,kalor Ll dibutuhkan Q=m.L proses itu bersifat reversibel /dapat bolak balik .Kalor +diterima –dilepas .Suhu pembekuan /peleburan dapat muncul bersamaan paada suatu kondisi (kesetimbangan fasa).Perubahan dari wujud cair ke gas (penguapan).Kalor laten uap adalah kalor yang dibutuhkan persatuan massa yang berkaitan dengan peristiwa Lu=2,256X10 J/kg=538 kal/g.Jadi untuk mengubah 1 kg air 100 C menjadi uap air 100 C membutuhkan kalor sebanyak Q=m.c. T =(1 kg)(4190J/(kg.C))(100 C)=4,19X10 J.
Pengalaman sehari-hari adalahg air satu panci mempunyai suhu didih dalam waktu beberapa menit namun untuk menguapkan seluruh air membutuhkan waktu yang sangat lama.Kalor dilepaskan dari gas pada suhu didih gas sedang mengembun.Mengeluarkan kalor ke lingkungan jumlah penguapan yang dibutuhkan untuk menguapkannya suhu pendidihan dan pengembunan sama.Kesetimbangan fase adalah waktu cair dan gas muncul bersama.Es mempunyai suhu awal -25 C .
Perpindahan Kalor
Kalor berpindah dari benda bersuhu tinggi ke suhu rendah.
Konduksi : perpindahan kalor tanpa perpindahan pertikal zat.
Konduktor : menghantarkan kalor dengan baik, c/ besi,alumunium,tembaga,dan kuningan.
Isolator : menghantarkan kalor dengan buruk , c/ kaca,kayu,plastic,udara,dan air.
Konduksi tergantung suatu benda atau dua benda bersentuhan.
Contoh kalor logam dipanaskan di atas api,ujung logam menjadi panas.Kalor berpindah melalui batang logam dari bagian yang panas ke bagan yang lebih dingin , tetapi partikel-partikel dari logam tidak ikut berpindah.Energi kalor dipindahkan melalui interaksi diantara atom meskipun atom tidak berpindah,atom yang dipanaskan bergetar dengan energy yang lebih besar disbanding ujung yang dingin. Atom panas menabrak atom terdekat yang kemudian member energy,atom terdekat kembali menabrak atom yang lain.perpindahan panas ini terjadi antara dua bagian yang berbeda suhunya dan arah aliran kalor selalu terjadi dari suhu yang lebih tinggi ke yang lebih rendah,gradient suhu adalah suhu akhir dikurang suhu awal dibagi ketebalan bahan menunjukan perbedaan suhu persatuan panjang. K tergantung pada jenis bahan. Bahan bahan yang mempunyai k besar konduktor baik dan sebaliknya.Arus panas H adalah energy persatuan waktu atau daya dan satuan lainnya dalam SI adalah watt atau J/s. satuan konduktivitas termal k adalah W/(mK)
Konveksi/Aliran : perpindahan kalor disertai dengan perpindahan partikel zat disebabkan perbedaan massa jenis zat.
Konveksi tergantung gerakan massa fluida dari satu tempat ke tempat lain.
Konveksi yang berada pada :
Pada zat cair c/ air dipanaskan akan memuai sehingga massa jenisnya berkurang.Air yang bergerak naik diganti air yang suhunya lebih rendah bergerak turun karena massa jenisnya lebih besar. Aliran air tampak jelas .Jika,kedalam air ditambah pewarna seperti kalium pemangat (berwarna ungu)
Pada gas c/ ketika udara naik dan yang lebih dingin turun menyebabkan terjadi angin darat dan laut di pantai.Pada siang hari daratan lebih panas, udara di atas daratan dan udara sejuk di atas laut bergerak ke daratan karena tekanan udara di atas permukaan laut lebih besar. Angin laut yang bertiup dari permukaan laut ke daratan menyebabkan udara udara panas di atas laut bergerak naik ke udara sejuk, di atas daratan bergerak ke lautan karena tekanan udara di atas daratan lebih besar daripada angin darat yang bertiup dari daratan ke permukaan laut.
Konveksi paksa adalah bahan yang dipanaskan bergerak dengan alat peniup/pompa.
Konveksi alamiah/koveksi bebas adalah udara panas yang bergerak naik.
Panas secara konveksi merupakan proses yang sangat kompleks dan melibatkan perhitungan matematis yang sangat rumit.Arus panas konveksi H berbanding lurus dengan luas permukaan benda A dan perbedaan suhu antara benda fluida T (H sebanding dengan A. T).
Radiasi : perpindahan panas tanpa memerlukan medium dan melalui radiasi elektromagnetik.
Siang hari ketika cuaca cerah, kamu dapat merasakan panasnya sinar matahari.Kalor pun dapat berpindahan tanpa melalui zat perantara.
Radiasi kalor dipancarkan/diserap tergantung warna benda:
Warna terang/mengkilap adalah penyerap/pemancar kalor yang buruk.
Warna gelap adalah penyerap/pemancar kalor yang baik.
Ketika suhu naik, panjang gelombang berubah menjadi lebih pendek.Pada suhu yang tinggi sebuah benda akan mengeluarkan radiasi yang cukup kuat sehingga berpendar sendiri dan tampak membara. Sebab laju energy berbanding lurus dengan pangkat empat suhu mutlaknya.Laju energi radiasi juga tergantung pada sifat permukaan yang dideskripsikan oleh besaran e disebut amisivitas bahan dan harganya terletak antara 0-Emisivitas adalah besaran yang menunjukan besarnya pancaran radiasi kalor suatu benda dibandingkan dengan besar pancaran radiasi benda hitam sempurna.Ia tidak mempunyai satuan.Benda yang sangat hitam mempunyai emisivitas mendekati 1,dan benda yang sangat terang mempunyai emisivitas mendekati 0.Harga emisiitas tergantung pada suhu.Arus panas H=dQ/dt akibat radiasi benda yang luas permukaan A dengan emisivitas e pada suhu mutlak T.
RUMUS WAJIB INGAT!!!!
Konduksi
Q/t (H)=K.A. T
Konveksi
Q/t (H)=h.A. T
Radiasi
H=Aeo.T
Keterangan :
Q=kalor
t = ketebalan bahan
K = konduktivitas termal bahan
T = suhu (suhu akhir –suhu awal )
h = kalor yang digunakan
o =
e = emisivitas
H = konsep hambatan termal
A = ketebalan bendaKALO MO COPAS CANTUMIN NAMA-NAMA INI!!!
AYU AGUSTIN MAULIDA
MAIDA RIZKIYANI
TAZKIYATUN NISA
ROBIYATUN SATIAWATI
KIKI RIZKIYAH
Monday, July 2, 2012 5:19:08 AM
Othman was born six years after the prophet.his father’s name was Affan and his mother’s name was Arwa. He come from the omayya branch.he become a cloth merchant and his business grew quickly and he become a top business man of the city. He got the tittle of ‘Zun-Noorain’ or ‘the possessor of two lights’ because he married with The Holy Prophet’s daughters, Ruqayya and Umm Kulthum. He had excellent devotion and loyalty to The Prophet and islam there are: He bought awell by a Jew for the mslims get water from it, he bought the adjoining peace of land Prophet’s mosque, he gave one thousand camels, fifty horses and one thousand pieces of gold to Byzantium which prepared a march on Madina, he and Ruqayya were the first muslim to leave Abyssinia, they left for Medina and live there, he not follow Badr battle because Ruqayya was ill, he one of the ten Campions who gave the good news of the Kingdom Heaven. Othman choosed be the third Caliph by selection from nominated six man council from Omar. In his life many battles such as Cypress Occupied, Occoupation of North Africa, The first Naval Battle and Persia and Tabristan, the victory was came to islam. When he be Chaliphate he has many riot because Othman very gantle, kind heart, etc. Egyption was finding the mysterious letter. In that letter written for killing the Governor, said in it cme from Othman. They laid siege to Caliph house. His family keeped him and keeped the gate other man they are Hasan, Husain, Muhammad binTalha, Abdullah bin Zubair, Abu Huraira, Marwan, etc. Mughira bin Shaaba said “Caliph please come out of the house, fight the rioters, or go to Mecca ( The Holy City ) or to Syria and Muawia’ll to protect you.” But Othman said “I disagree with your opinion becasu I don’t wanna be the first Caliph whose kill islam, I don’t want make The Holy City in dangerous.” The rioters to his house but he was reciting The Qur’an and Naila his lovely wife was keeping him from the rioters but her fingers cut by riot’s sword and The Caliph passed away.
Reflections:
- Be the just and smart leader
- The rich man whose also kindess man
- He always think about his member before he think about him
- The honest man
Sunday, July 1, 2012 2:10:31 PM
Tubuh manusia memiliki lima alat indra utama yang di sebut panca indra, yaitu mata, telinga, kulit, lidah, dan hidung
Mata
Mata berfungsi sebagai fotoreseptor, yaitu reseptor yang mendeteksi atau mengenali stimulus yang berupa cahaya.
Struktur dan fungsi bagian-bagian mata
1. Sklera
Lapisan pembungkus bola mata yang tersusun atas jaringan ikat yang kuat yang berwarna putih buram dan tidak tembus cahaya
Melindungi dan mempertahankan bola mata
2. Kornea
Lapisan yang transparan di bagian depan sklera
Membelokkan (membiaskan) cahaya untuk membantu pemfokusan (pemusatan) cahaya ke retina
3. Koroid
Lapisan sel-sel berpigmen hitam yang terletak di belakang retina
Mencegah pantulan (refleksi) cahaya di bagian dalam bola mata retina dengan cara menyerap semua cahaya yang masuk ke mata
4. Badan siliaris (korpus siliaris)
Struktur melingkar yang menonjol ke dalam mata terletak di antara ora serrata dan limbus
Menyokong lensa dan mengandung otot yang memungkinkan lensa untuk beroakomodasi
5. Retina (selaput jala)
Lapisan terdalam penyusun bola mata dan tersusun atas sel-sel saraf serta sel-sel fotoreseptor
Mendeteksi ada tidaknya cahaya
6. Fovea (pusat mata)
Bagian kecil pada bagian tengah retina yang tersusun atas sel-sel kerucut
Memberikan ketajaman penglihatan yang tinggi
7. Iris (selaput pelangi)
Jaringan berbentuk cakram melingkar yang terdapat persis di depan lensa
Mengatur jumlah cahaya yang masuk ke mata dengan cara mengatur ukuran pupil
8. Pupil
Lubang di tengah iris
Menentukan kuantitas cahaya yang masuk ke bagian mata yang lebih dalam
9. Lensa mata
Struktur yang transparan, elastis, dan berbentuk bikonveks
Mengatur cahaya untuk membentuk bayangan
10. Saraf optik
Sekumpulan serabut saraf sensori yang meninggalkan bagian bagian belakang mata
Membawa rangsang dari retina menuju otak
Prinsip Kerja Mata
Prinsip kerja mata sama dengan prinsip kerja kamera, yaitu
• Pengaturan jumlah cahaya yang masuk oleh iris
• Pemusatan (pemfokusan) cahaya oleh lensa mata untuk menghasilkan bayangan yang lebih jelas atau tajam
• Pendeteksian bayangan oleh retina
Kelainan atau Gangguan pada Mata
a. Miopia
Miopia atau rabun jauh merupakan kelainan yang disebabkan bola mata terlalu panjang atau kornea terlalu bulat sehingga bayangan benda atau objek yang jaraknya jauh akan jatuh atau difokuskan di depan retina. Akibatnya, penderita tidak dapat melihat dengan jelas benda atau objek yang jaraknya jauh. Untuk dapat melihat normal, penderita miopia membutuhkan kacamata berlensa cekung (negatif).
b. Hipermetropia
Hipermetropia atau hiperopia atau rabun dekat terjadi karena bola mata terlalu pendek atau terlalu kecil atau lensa mata terlalu pipih sehingga bayangan benda jatuh di belakang retina. Akibatnya, penderita tidak dapat melihat dengan jelas benda-benda yang jaraknya dekat. Kelainan hipermetropia dapat diperbaiki dengan kacamata berlensa cembung (positif).
c. Presbiopia
Presbiopia disebut juga mata tua karena terjadi seiring dengan penuaan. Penderita presbiopia dapat ditolong dengan kacamata berlensa rangkap (bifokal) yang terdiri atas lensa negatif (cekung) dan lensa positif (cembung).
d. Astigmatis
Astigmatis merupakan kelainan yang terjadi karena kornea mata memiliki kecembungan yang tidak merata sehingga berkas cahaya yang masuk ke mata tidak merata pembiasannya. Akibatnya, bayangan benda jatuh pada tempat yang tidak sama. Astigmatis dapat di bantu dengan kacamata berlensa silindris (memiliki beberapa fokus), yaitu kacamata yang diasah secara khusus sehingga dapat mengimbangi ketidakmerataan itu.
e. Katarak
Katarak merupakan kelainan pada mata yang terjadi karena adanya pengapuran pada lensa sehingga elastisitasnya berkurang dan pandangan menjadi tidak jelas (kabur). Katarak dapat dihilangkan dengan jalan operasi.
f. Buta warna
Buta warna diyakini berhubungan dengan defisiensi atau kekurangan sel-sel kerucut pada retina.
g. Rabun senja
Rabun senja, buta senja, atau buta ayam merupakan kelainan pada mata yang ditandai dengan ketidakmampuan melihat pada saat cahaya redup. Rabun senja merupakan salah satu tanda kekurangan vitamin A.
h. Glaukoma
Glaukoma adalah munculnya bular (lingkaran) hijau pada iris karena tekanan pada mata meningkat. Peningkatan tekanan tersebut disebabkan oleh bertambahnya sekresi dan penurunan absorpsi aqueous humour. Namun, pada beberapa kasus hal itu disebabkan oleh penebalan lensa mata, peradangan, atau faktor-faktor fisik yang menekan atau menyumbat aliran resorpsi. Sebab-sebab lain belum diketahui.
Telinga
Di dalam telinga terdapat reseptor yang dapat mengenali getaran suara. Di samping telinga sebagai indra pendengar, telinga juga berfungsi sebagai alat keseimbangan.
Struktur Telinga
> Telinga luar
Telinga luar meliputi daun telinga (pinna), saluran telinga, dan gendang telinga (membran timpanum). Daun telinga merupakan tulang rawan elastis yang dibungkus oleh kulit. Daun telinga berfungsi untuk menangkap dan mengumpulkan getaran suara. Saluran telinga merupakan saluran yang membawa gelombang suara menuju gendang telinga. Di dalam saluran telinga terdapat rambut-rambut halus yang berfungsi mencegah benda-benda asing. Selain itu, terdapat pula kelenjar lilin yang menyekresi cairan semacam lilin. Cairan itu berfungsi menjaga agar permukaan saluran telinga ataupun gendang telinga senantiasa lembap. Gendang telinga merupakan membran yang tersusun atas jaringan elastis yang tipis dan kuat.
> Telinga tengah
Telinga tengah merupakan sebuah rongga yang berisi udara. Di dalam telinga tengah terdapat saluran Eustachio yang berfungsi menjaga keseimbangan tekanan udara di dalam faring. Antara telinga tengah dan telinga luar dihubungkan oleh gendang telinga, sedangkan antara telinga tengah dan telinga dalam dihubungkan oleh jendela oval dan jendela bundar. Gendang telinga berhubungan dengan jendela oval melalui tiga tulang pendengaran, yaitu tulang martil (malleus), tulang landasan (incus), dan tulang sanggurdi (stapes). Ketiga tulang pendengaran itu berfungsi mengirimkan gelombang suara dari gendang telinga menyebrangi rongga telinga tengah menuju jendela oval.
> Teling dalam
Telinga dalam merupakan suatu rongga berisi cairan yang dikelilingi oleh tulang yang sangat keras, yaitu tulang tengkorak (cranium). Telinga dalam memiliki susunan yang rumit berupa rongga-rongga atau saluran-saluran yang disebut labirin tulang dan labirin membran. Labirin membran merupakan membran yang melapisi labirin tulang. Labirin membran terdiri atas rumah siput (koklea), sakulus, utrikulus, dan saluran setengah lingkaran. Koklea merupakan alat pendengaran, sedangkan sakulus, utrikulus, serta saluran setengah lingkaran merupakan alat keseimbangan.
Proses Pendengaran
Suara sampai pada lubang telinga karena getarannya diterima oleh gendang suara (membran timpani). Getaran di membran timpani ini akan diteruskan ke bagian tengah telinga yaitu ke tulang martil, landasan, kemudian sanggurdi. Impuls suara diteruskan ke telinga bagian dalam yaitu ke rumah siput dan merangsang saraf di sekitar cairan rumah siput dan dikirim ke otak. Selanjutnya di otak, suara tersebut diolah sehingga kita dapat mendengar dan mengartikannya.
Kelainan atau Gangguan pada Telinga
a. Radang telinga
Penyakit ini disebabkan karena virus atau bakteri dan sering menyerang pada anak-anak. Gejalanya adalah sakit pada telinga, demam, dan pendengaran berkurang. Telinga akan mengeluarkan nanah dan kelainan ini dapat memecahkan gendang telinga.
b. Labirintitis
Labirintitis merupakan gangguan pada labirin dalam telinga. Penyakit ini disebabkan oleh infeksi, gegar otak, dan alergi. Gejalanya antara lain telinga berdengung, mual, muntah, vertigo, dan berkurang pendengaran.
c. Mabuk perjalanan
Dalam perjalanan di laut, udara maupun darat kadang-kadang terjadi semacam rasa mual, pusing, dan muntah-muntah. Orang mengatakan ini adalah mabuk perjalanan. Hal ini terjadi karena gangguan pada fungsi keseimbangan (vestibulum) yang terjadi karena gerakan atau getaran kendaraan.
d. Otosklerosis
Penyakit ini merupakan tuli konduksor yang menahun karena tulang sanggurdi kaku dan tidak dapat bergerak secara leluasa. Penyakit ini harus ditangani oleh dokter THT.
Kulit
Kulit merupakan organ tubuh terbesar. Di dalam kulit terdapat ujung-ujung sel saraf sensori sehingga kulit merupakan alat indra peraba. Selain sebagai alat indra peraba, kulit juga berfungsi melindungi tubuh dari luka dan infeksi, membuat tubuh tahan air, dan mengatur suhu tubuh.
Kulit tersusun atas lapisan epidermis di sebelah luar dan lapisan dermis di sebelah dalam. Lapisan epidermis merupakan lapisan mati karena tidak memiliki pembuluh darah ataupun sel-sel saraf. Lapisan tersebut selalu mengelupas. Sedangkan lapisan dermis mengandung kelenjar keringat (glandula sudorifera) dan akar rambut. Di dalam lapisan dermis juga terdapat sebagian besar sel-sel reseptor yang sejajar dengan pembuluh darah dan kelenjar minyak (glandula sebasea).
Ujung-ujung sel saraf sensori (reseptor) yang terdapat di dalam kulit ada yang terbungkus kapsul (dinamakan korpuskel) dan ada yang tidak terbungkus kapsul (disebut ujung-ujung saraf bebas). Setiap reseptor saraf sensori mendeteksi rasa yang berbeda. Reseptor untuk sentuhan dinamakan korpuskel Meissner. Reseptor untuk tekanan dinamakan korpuskel Pacini. Reseptor untuk panas dinamakan ujung saraf Ruffini. Reseptor untuk dingin dinamakan ujung saraf Krausse.
Fungsi Kulit
Kulit berfungsi sebagai alat pelindung bagian dalam, misalnya otot dan tulang, sebagai alat peraba dengan dilengkapi bermacam reseptor yang peka terhadap berbagai rangsangan, sebagai alat ekskresi, serta pengatur suhu tubuh.
Sehubungan dengan fungsinya sebagai alat peraba, kulit dilengkapi dengan reseptor-reseptor khusus. Reseptor untuk rasa sakit, ujungnya menjorok masuk ke daerah epidermis. Reseptor untuk tekanan, ujungnya berada di dermis yang jauh dari epidermis. Reseptor untuk rangsang sentuhan dan panas, ujung reseptornya terletak di dekat epidermis.
Kelainan atau Gangguan pada Kulit
a. Jerawat
Merupakan gangguan pada kulit yang disebabkan oleh aktivitas kelenjar lemak yang berlebihan, adanya gangguan pada proses pengelupasan kulit, serta adanya bakteri di permukaan kulit.
b. Eksim atau dermatitis
Merupakan gangguan pada kulit yang disebabkan oleh alergi, stres bawaan, ataupun kontak dengan penyebab iritasi.
c. Panu dan kurap
Merupakan gangguan pada kulit yang disebabkan oleh jamur. Jamur ini biasanya tumbuh di daerah lipatan-lipatan kulit yang dipicu oleh kelembapan. Gejala yang tampak pada gangguan kulit ini antara lain gatal-gatal bersisik, berwarna putih (panu) dan kemerahan (kurap).
d. Kusta
Merupakan kelainan pada kulit yang disebabkan oleh Micobacterium leprae. Gejalanya terdapat benjol-benjol kecil berwarna merah muda atau ungu pada kulit. Benjolan ini dapat menyebar secara berkelompok hingga sampai ke mata dan hidung serta menyebabkan pendarahan.
Lidah
Lidah merupakan organ yang tersusun atas otot dan terdapat di dalam rongga mulut.
Lidah manusia mendeteksi hanya empat rasa utama, yaitu manis, asam, asin, dan pahit. Hal itu disebabkan sebagian besar kuncup pengecap lebih peka terhadap satu macam rasa dibandingkan rasa lainnya. Kuncup-kuncup pengecap yang mendeteksi rasa tertentu berkumpul atau terdapat di bagian tertentu lidah. Kuncup pengecap rasa pahit berkumpul di bagian belakang (pangkal) lidah, kuncup pengecap rasa asam berkumpul di tepi belakang kanan kiri lidah, kuncup pengecap rasa asin berkumpul ditepi depan kanan kiri lidah, dan kuncup pengecap rasa manis berkumpul di bagian ujung depan lidah.
Kelainan atau Gangguan pada Lidah
a. Oral candidosis
Penyebabnya adalah jamur yang disebut candida albicans. Gejalanya lidah akan tampak tertutup lapisan putih yang dapat dikerok.
b. Atropic glossitis
Penyakit ini juga sering ditemukan. Lidah akan terlihat licin dan mengkilat baik seluruh bagian lidah maupun hanya sebagian kecil. Penyebab yang paling sering biasanya adalah kekurangan zat besi. Jadi banyak didapatkan pada penderita anemia.
c. Geografic tongue
Lidah seperti peta, berpulau-pulau. Baik banyak maupun sedikit. Bagian pulau itu berwarna merah dan lebih licin dan bila parah akan dikelilingi pita putih tebal.
d. Fissured tongue
Lidah akan terlihat pecah-pecah. Kadang garis hanya satu ditengah, kadang juga bercabang-cabang.
e. Glossopyrosis
Kelainan ini berupa keluhan pada lidah dimana lidah terasa sakit dan panas dan terbakar tetapi tidak ditemukan gejala apapun dalam pemeriksaan. Hal ini kebanyakan karena psikosomatis dibandingkan dengan kelainan pada syaraf.
Hidung
Hidung manusia tersusun atas sel-sel reseptor pembau yang disebut sel-sel olfaktori. Sel-sel olfaktori merupakan modifikasi sel saraf dan sel biasa. Dendrit pada sel-sel olfaktori berupa silia yang berfungsi menerima rangsang zat kimia dalam bentuk gas. Sel-sel olfaktori terletak di dalam celah sempit di langit-langit rongga hidung. Oleh karena itu, sel-sel olfaktori selalu basah oleh lendir untuk menjaga kepekaannya dan melarutkan molekul-molekul bau sehingga dapat dicapai oleh silia sel-sel olfaktori di dalam selaput lendir.
Kerja hidung erat kaitannya dengan kerja lidah. Kerjasama keduanya menyebabkan kita dapat mendeteksi aroma makanan. Hidung juga menyebabkan rasa lapar saat kita menghirup bau makanan yang sedap dan mencegah kita memakan sesuatu yang berbau busuk serta menjijikan.
Kelainan atau Gangguan pada Hidung
a. Anosmia
Anosmia adalah gangguan pada hidung berupa kehilangan kemampuan untuk membau. Penyakit ini dapat terjadi karena beberapa hal, misalnya cidera atau infeksi di dasar kepala, keracunan timbel, kebanyakan merokok, atau tumor otak bagian depan. Untuk mengatasi gangguan ini harus diketahui dulu penyebabnya.
b. Angiofibroma juvenil
Angiofibroma Juvenil adalah tumor jinak pada hidung bagian belakang atau tenggorokan bagian atas (nasofaring), yang mengandung pembuluh darah. Tumor ini paling sering ditemukan pada anak-anak laki yang sedang mengalami masa puber.
Tumor ini tidak ganas, tetapi dapat merusak jaringan pada lapisan hidung dan sering menyebabkan perdarahan hidung (epistaksis, mimisan). Tumor juga bisa menghalangi saluran pernafasan.Jika tumbuh membesar, tumor bisa meluas ke jaringan di sekitarnya, kantung mata atau rongga kranial (rongga yang berisi otak).
Tumor dapat terlihat pada pemeriksaan CT scan atau MRI. Untuk memperkuat diagnosis bisa dilakukan biopsi mukosa hidung. Dengan angiografi dapat dilihat pembuluh darah yang menuju ke tumor dan kemungkinan penyebarannya ke dalam kantung mata atau rongga kranial.
Pengobatan perlu dilakukan jika angiofibroma tumbuh membesar, menghalangi saluran udara atau menyebabkan epistaksis menahun. Pembedahan dilakukan untuk mengangkat tumor. Pengangkatan tumor seringkali sulit dilakukan karena tumor terbungkus dan menyusup ke dalam, sehingga setelah pengangkatan tumor seringkali terjadi kekambuhan.Embolisasi (penyumbatan arteri dengan suatu bahan) bisa menyebabkan terbentuknya jaringan parut pada tumor dan menghentikan perdarahan.
Embolisasi dilakukan dengan cara menyuntikkan suatu zat ke dalam pembuluh darah untuk menyumbat aliran darah yang melaluinya. Embolisasi efektif untuk mengatasi perdarahan hidung dan tindakan ini bisa diikuti dengan pembedahan untuk mengangkat tumor.Jika tumor telah menyebar ke rongga kranial dan tidak dapat diangkat melalui pembedahan, kadang dilakukan terapi penyinaran.
Sunday, July 1, 2012 2:00:42 PM
Sistem saraf dibagi menjadi dua bagian utama, yaitu sistem saraf pusat dan sistem saraf tepi. Sistem saraf pusat tersusun atas otak dan sumsum tulang belakang. Fungsi sistem saraf pusat adalah menerima informasi dari semua bagian tubuh, menganilisis dan menyimpan informasi, serta mengirimkan perintah berdasarkan informasi yang diterimanya itu.
Adapun sistem saraf tepi tersusun atas serabut-serabut saraf yang membawa informasi dari semua bagian tubuh ke sistem saraf pusat dan dari sistem saraf pusat ke berbagai bagian tubuh. Sistem saraf tepi terdiri atas sistem saraf sadar (sistem saraf somatik) dan sistem saraf tak sadar (sistem saraf otonom).
Struktur Sel Saraf
Sistem saraf manusia, baik sistem saraf pusat maupun sistem saraf tepi, tersusun atas miliaran sel saraf yang disebut neuron.
Sebuah neuron atau sel saraf tersusun atas satu badan sel yang di dalamnya terdapat sitoplasma, nukleus, dan organel-organel sel lainnya, termasuk mitokondria dan granula-granula Nissl. Granula Nissl merupakan kelompok retikulum endoplasma kasar yang berhubungan dengan sintesis protein, terutama neurotransmitter (pembawa pesan kimia). Dari badan sel saraf keluar serabut-serabut yang merupakan penonjolan sitoplasmanya. Serabut-serabut itu berfungsi mengirimkan informasi atau pesan dalam bentuk rangsangan elektrokimiawi (sinyal listrik). Serabut itu terdiri atas dua macam, yaitu dendron dan akson (neurit). Setiap neuron hanya memiliki satu akson dan beberapa dendron.
Dendron merupakan serabut pendek bercabang yang meneruskan rangsang dari reseptor ke badan sel saraf. Reseptor adalah ujung-ujung saraf pada alat indra yang berfungsi sebagai penerima rangsang dari luar. Dendron tersusun atas serabut-serabut pendek yang lebih kecil, dinamakan dendrit. Ujung dendrit berhubungan langsung dengan reseptor ataupun ujung akson dari neuron lainnya.
Akson atau neurit merupakan serabut panjang yang meneruskan rangsang dari badan sel ke neuron lainnya ataupun ke efektor. Efektor adalah organ, jaringan, atau sel yang mampu bereaksi terhadap rangsangan. Akson diselubungi oleh lapisan (selubung) mielin. Selubung mielin dibentuk oleh suatu jenis sel neuroglia yang dinamakan sel Schwann. Setiap sel Schwann mampu membentuk selubung mielin dengan ketebalan 1 mm. selubung mielin mengandung fosfolipid yang sangat banyak. Fungsi selubung mielin adalah melindungi akson, memberi makanan bagi akson, dan sebagai isolator elektris.
Pada bagian teretentu akson, terdapat daerah yang tidak terbungkus selubung mielin. Daerah tersebut dinamakan nodus Ranvier yang berfungsi mempercepat penghantaran rangsang.
Sel-sel saraf berhubungan dengan sistem reseptor dan efektor. Reseptor adalah alaat-alat indra yang mendeteksi perubahan. Beberapa reseptor merupakan organ-organ yang sangat berkembang, contohnya mata dan telinga. Pada sebuah reseptor, stimulus di ubah menjadi rangsang. Rangsang dibangkitkan oleh sel-sel saraf lainnya. Efektor menghasilkan tanggapan tubuh terhadap stimulus. Adapun yang termasuk efektor adalah jaringan otot dan kelenjar-kelenjar.
Berdasarkan fungsinya dalam membawa rangsang, sel saraf dapat dikelompokkan menjadi sel saraf sensori, sel saraf motor, dan sel saraf konektor.
a. Sel saraf sensori
Sel saraf sensori adalah sel saraf yang berfungsi menghantarkan impuls atau membawa rangsang dari reseptor (alat indra) ke sistem saraf pusat, yaitu otak dan sumsum tulang belakang.
b. Sel saraf motor
Sel saraf motor adalah sel saraf yang berfungsi mengirimkan perintah dari sistem saraf pusat ke efektor (otot atau kelenjar).
c. Sel saraf konektor
Sel saraf konektor merupakan sel saraf yang berfungsi menghubungkan sel saraf sensori dengan sel saraf motor di dalam sistem saraf pusat, misalnya di dalam sumsum tulang belakang.
Sel saraf sensori menyusun bagian sensori sistem saraf tepi, sedangkan sel saraf motor menyusun bagian sadar dan tak sadar sistem saraf tepi. Tidak seperti sel-sel tubuh lainnya, sel-sel saraf tidak dapat membelah diri untuk menggantikan sel-sel saraf yang telah rusak.
Susunan Sistem Saraf
> Sistem saraf pusat
Sistem saraf pusat terdiri atas otak (ensefalon) dan sumsum tulang belakang (medula spinalis). Otak terletak di dalam tulang tengkorak, sedangkan sumsum tulang belakang terletak di dalam ruas-ruas tulang belakang. Keduanya, tersusun atas tiga materi pokok, yaitu substansi grissea (terdiri atas badan-badan sel dan kumpulan sinapsis sel-sel saraf yang membentuk materi kelabu), substansi alba (terdiri atas serabut-serabut saraf bermielin yang membentuk materi putih), serta sel-sel neuroglia (jaringan ikat diantara sel-sel saraf). Pada otak, materi kelabu terletak di bagian luar dan materi putih terletak di bagian dalam, sedangkan pada sumsum tulang belakang materi kelabu di bagian dalam dan materi putih terletak di bagian luar.
a) Otak
Otak dikelilingi oleh cairan serebrospinal yang berfungsi memberi makan otak dan melindungi otak dari guncangan. Di dalam otak terdapat banyak pembuluh darah yang berfungsi memasok oksigen dari otak.
Bagian otak manusia dan Fungsinya
- Otak depan
Otak besar (serebrum)
• mengaturan semua kegiatan sadar atau berdasarkan kehendak
• mengatur aktivitas yang berkaitan dengan kepandaian atau kecerdasan, daya ingat, serta kesadaran
Hipotalamus
• mengatur, antara lain tekanan darah, laju detak jantung, laju pernapasan, ukuran pupil, proses pencernaan, dan aktivitas tubuh yang berhubungan dengan pemeliharaan lingkungan internal tubuh
• mengatur refleks makan (rasa lapar) dan minum (rasa haus), menentukuan pola tidur dan bangun, serta mengatur tingkah laku (kebiasaan) agresif dan reproduksi
- Otak tengah
• pengaturan refleks pendengaran
• pengaturan refleks penglihatan yang meliputi pemfokusan obyek
- Otak belakang
Otak kecil (serebelum)
• mengatur keseimbangan serta posisi tubuh
• mengatur gerak otot secara sadar
jembatan varol (pons varolli)
• menghubungkan otak kecil bagian kanan dan kiri
• menghubungkan otak besar dan sumsum lanjutan
• pengiriman rangsang ke otak kecil
sumsum lanjutan (medula oblongata)
• menghantarkan rangsang dari sumsum tulang belakang ke otak
• pengendalian sistem saraf tepi yang berperan dalam mengatur laju detak jantung, laju pernapasan, tekanan darah, penelanan, pembentukan saliva, pemuntahan, serta mengatur gerak refleks.
b) Sumsum tulang belakang (medula spinalis)
Sumsum tulang belakang terdapat di dalam ruas-ruas tulang belakang (vertebrae) yang memanjang dari daerah leher sampai pinggang. Vertebrae itu berfungsi melindungi sumsum tulang belakang dari kerusakan.
Pada sumsum tulang belakang, materi kelabu terletak di bagian dalam dan tersusun atas badan-badan sel, sinapsis, serta sel-sel saraf konektor yang tidak bermielin. Sel-sel saraf konektor tersebut mengirimkan informasi dari sumsum tulang belakang ke serabut saraf spinal, atau sebaliknya. Penampang melintang materi kelabu pada sumsum tulang belakang berbentuk sepeti huruf H atau sayap kupu-kupu. Sementara itu, materi putih yang terletak di bagian luar tersusun atas serabut-serabut saraf (akson bermielin). Akson bermielin itu mengirimkan informasi dari sumsum tulang belakang menuju otak, atau sebaliknya.
Sumsum tulang belakang juga dilindungi oleh tiga lapis membran (meninges). Di bagian tengah sumsum tulang belakang, yaitu di antara membran dalam dan membran tengah terdapat saluran tengah yang berisi cairan serebrospinal. Cairan tersebut berfungsi memasok makanan bagi sumsum tulang belakang dan berperan sebagai peredam kejut atau pelindung dari goncangan.
Sumsum tulang belakang berhubungan dengan
• Gerak refleks struktur tubuh di bawah leher
• Menghantarkan rangsang sensori dari reseptor ke otak
• Membawa rangsang motor dari otak ke efektor.
> Sistem saraf tepi
Sistem saraf tepi terbagi menjadi sistem saraf sadar (sistem saraf somatik) dan sistem saraf tak sadar (sistem saraf otonom).
a) Sistem saraf sadar
Sistem saraf sadar atau sistem saraf somatik berfungsi mengatur aktivitas-aktivitas yang kita sadari. Sistem saraf sadar berhubungan dengan otot rangka (otot lurik). Sistem saraf sadar terdiri atas sistem saraf kranial (disusun oleh saraf otak) dan sistem saraf spinal (disusun oleh saraf sumsum tulang belakang). Sistem saraf kranial tersusun atas 12 pasang sistem saraf otak, yaitu 3 pasang saraf sensori, 5 pasang saraf motor, serta 4 pasang saraf gabungan sensori dan motor. Adapun sistem saraf spinal tersusun atas 31 pasang saraf dari sumsum tulang belakang, yaitu 8 pasang saraf leher, 12 pasang saraf punggung, 5 pasang saraf pinggang, 5 pasang saraf pinggul, dan 1 pasang saraf ekor.
b) Sistem saraf tak sadar
Sistem saraf tak sadar atau sistem saraf otonom berhubungan dengan pengaturan lingkungan internal tubuh dan tidak melibatkan otot-otot rangka. Sistem saraf ini bekerja tanpa kita sadari walaupun bagian-bagian tertentu dari sistem saraf tak sadar, misalnya otot sfingter anus dan otot sfingter kantong kemih, bekerja di bawah pengaturan sadar.
Sistem saraf tak sadar hanya terdiri atas sel-sel saraf motor dan tidak memiliki sel-sel saraf sensori. Sel-sel motor itu berasal dari otak dan sumsum tulang belakang.
Sistem saraf otonom dapat dibagi menjadi sistem saraf simpatetik dan sistem saraf parasimpatetik. Pada saraf simpatetik letak sinapsis antara dua sel saraf berdekatan dengan sumsum tulang belakang, sedangakan saraf parasimpatetik sinapsis terletak di dalam organ efektor.
Rangsang saraf simpatetik cenderung meningkatkan atau mempercepat kerja organ, sedangkan rangsang parasimpatetik sebaliknya. Rangsang saraf simpatetik berperan saat tubuh aktif atau stress, sedangkan rangsang saraf parasimpatetik berperan saat tubuh istirahat.
Kelainan atau Gangguan pada Sistem Saraf
a. penyakit Parkinson
Penyakit parkinson biasanya menyerang orang yang berusia 40 tahun ke atas. Penyakit ini disebabkan karena berkurangnya neurotransmitter dopanmin pada basal ganglia. Gejala penyakit ini, yaitu gemetar pada tangan, kaku otot, sehingga sulit bergerak.
b. epilepsi
Epilepsi disebabkan karena beberapa hal, antara lain karena terdapatnya jaringan parut pada otak, tumor, gangguan metabolisme, dan lain-lain. Epilepsi ditandai dengan kejang-kejang dan hilang kesadaran.
c. stroke
Stroke dapat dipicu oleh tekanan darah tinggi (hipertensi). Hipertensi dapat mengakibatkan pecahnya pembuluh darah di otak, sehingga akan mengganggu fungsi otak. Gejala stroke, antara lain pusing-pusing, apabila sudah parah diikuti dengan gejala lain, yaitu sulit berbicara, tidak dapat melihat, lumpuh, bahkan mati separuh.
d. neuritis
Neuritis merupakan penyakit radang saraf yang disebabkan karena benturan fisik misalnya pukulan, patah tulang. Ada juga yang disebabkan oleh defisiensi vitamin, antara lain vitamin B1, B6, dan B12. Gejala neuritis, antara lain kesemutan dan terasa sakit pada daerah yang disarafi.
Sunday, July 1, 2012 1:47:27 PM
Manusia memiliki sepasang ginjal yang terletak di bagian belakang rongga perut sekitar daerah pinggang, menempel pada dinding dorsal kiri dan kanan tulang belakang. Letak ginjal kiri sedikit lebih tinggi daripada ginjal kanan.
Beberapa fungsi ginjal:
• Mengekresi sisa-sisa metabolisme yang mengandung nitrogen, misalnya ammonia, urea, dan asam urat dari dalam darah
• Mengekresi kelebihan air, garam, hormon, obat-obatan, dan vitamin
• Memelihara tekanan osmosis dan pH cairan tubuh
Hasil ekresi ginjal adalah larutan yang disebut urine
Struktur Ginjal
Ginjal manusia berbentuk seperti kacang merah. Tiap ginjal terbungkus dalam selebung berserabut yang dilapisi oleh peritoneum dan biasanya dikelilingi oleh lemak. Masing-masing ginjal disuplai darah beroksigen oleh arteri renalis yang bercabang dari aorta. Dari ginjal, darah yang mengandung karbon dioksida diambil oleh vena renalis dan dibawa menuju vena kava.
Urine yang dihasilkan oleh tiap ginjal masuk ke dalam saluran atau pembuluh yang disebut ureter. Dengan cara kontraksi otot, urine menuju kantong berotot yang dinamakan kantong kemih (vesika urinaria). Jika otot sfingter yang ada di bagian bawah kantong kemih berelaksasi, urine masuk ke uretra dan keluar dari dalam tubuh.
Bagian terluar ginjal yang berwarna lebih gelap dinamakan korteks, sedangkan bagian terdalam yang berwarna lebih terang dinamakan medula (sumsum ginjal). Medula memiliki bagian yang disebut “piramid” yang mengelilingi pelvis renalis (rongga ginjal). Pelvis renalis merupakan tempat masuknya ureter ke dalam ginjal.
Pembentukan Urine
Pembentukan urine terjadi di nefron yang meliputi tahap-tahap filtrasi, reabsorpsi, dan augmentasi.
1. Filtrasi (penyaringan)
Dalam proses filtrasi, yang disaring oleh ginjal adalah darah. Setiap menit ginjal mampu menyaring darah sebanyak 1.200 ml. Penyaringan darah terjadi dari kapiler glomerulus menuju lumen kapsula Bowman karena adanya tekanan darah yang tinggi dalam glomerulus.
Proses penyaringan ini sangat dipengaruhi oleh adanya tekanan hidrolik darah serta permeabilitas dinding kapiler glomerulus dan kapsula Bowman. Dalam proses penyaringan molekul-molekul air dan molekul-molekul kecil lainnya, seperti glukosa, asam amino, urea, garam, dan ion-ion natrimu, bikarbonat, kalium, serta klorida, didesak melintasi dinding kapiler glomerulus dan kapsula Bowman menuju lumen tubulus konvolusi proksimal. Bersamaan dengan proses penyaringan, terjadi pula pengikatan sel-sel darah, keping-keping darah, ataupun protein yang terdapat pada plasma darah agar tidak ikut tersaring dan tetap tinggal di dalam darah. Hasil penyaringan itu disebut filtrat glomerulus atau urine primer.
2. Reabsorpsi (penyerapan kembali)
Pada tahap ini, zat-zat yang masih berguna yang terdapat pada urine primer diserap kembali ke dalam darah. Zat-zat tersebut antara lain air, glukosa, asam amino, serta sebagian jenis ion. Sementara zat-zat sisa yang tidak dapat digunakan, seperti urea dan kelebihan garam akan dikeluarkan dalam bentuk urine. Proses reabsorpsi terjadi di dalam tubulus konvolusi proksimal dan berfungsi untuk mempertahankan komposisi air serta garam dalam cairan tubuh.
Dalam proses reabsorpsi, sekitar 50% urea yang ada dalam urine primer berdifusi kembali ke dalam darah karena adanya perbedaan konsentrasi yang disebabkan oleh reabsorpsi air antara urine primer, sel-sel tubulus konvolusi proksimal, dan darah. Sel-sel tubulus konvolusi proksimal juga secara aktif mengekskresi bahan-bahan beracun dari dalam darah menuju urine primer bersama beberapa bahan-bahan yang mengandung nitrogen, seperti kreatinin.
Sebagian besar zat-zat yang masih berguna tadi dapat mengalami proses reabsorpsi beberapa kali. Dari proses reabsorpsi, akan dihasilkan urine sekunder. Di dalam urine sekunder sudah tidak ditemukan lagi zat-zat yang masih berguna bagi tubuh. Volume urine sekunder yang dihasilkan lebih sedikit daripada volume urine primer, bersifat isotonis terhadap cairan tubuh (darah), dan mengandung urea serta beberapa ion mineral. Selanjutnya urine sekunder itu mengalir menuju lengkung Henle. Di dalam lengkung Henle juga terjadi proses reabsorpsi bahan-bahan yang masih berguna, terutama ion-ion natrium.
3. Augmentasi
Urine sekunder yang terbentuk di dalam tubulus konvolusi proksimal akan diteruskan ke tubulus konvolusi distal. Di dalam tubulus konvolusi distal terjadi augmentasi yaitu proses penambahan zat-zat sisa yang tidak dibutuhkan oleh tubuh, misalnya urea. Dalam proses tersebut, urea yang ada dalam darah masuk ke dalam tubulus konvolusi distal dengan cara transpor aktif.
Setelah terjadi augmentasi, filtrat dialihkan ke tubulus pengumpul dan kemudian ke medula. Dari medula urine yang sesungguhnya masuk ke pelvis renalis lalu ke ureter. Dari ureter, sebelum dikeluarkan urine ditampung dalam kantong kemih. Selanjutnya urine dikeluarkan melalui proses yang dinamakan mikturisi atau urinasi. Mikturisi adalah suatu refleks sebagai tanggapan terhadap peregangan dinding kantong kemih jika penuh berisi urine.
Dari seluruh urine primer yang terbentuk (±180 liter) setiap harinya, hanya sekitar 1% yang diekskresi sebagai urine karena yang 99% direabsorpsi. Pada akhirnya, jumlah urine yang terbentuk adalah sekitar 1-1,5 liter per hari.
Banyak sedikitnya urine yang dihasilkan oleh ginjal diatur oleh hormon antidiuretik (antidiuretic hormon/ADH). Fungsi ADH adalah meningkatkan permeabilitas dinding tubulus konvolusi distal dan dinding tubulus pengumpul terhadap air.
Kelainan atau Gangguan pada Ginjal
a. Albuminuria
Pada penyakit albuminuria, terjadi kegagalan proses filtrasi (penyaringan) oleh ginjal, terutama filtrasi protein (albumin). Akibatnya, protein lolos dalam proses filtrasi dan ditemukan dalam urine.
b. Anuria
Anuria merupakan kelainan yang ditandai dengan tidak terbentuknya urine. Anuria disebabkan oleh adanya kerusakan pada glomerulus sehingga ginjal tidak mampu memfiltrasi darah. Akibatnya, tidak ada urine yang dihasilkan.
c. Batu ginjal
Batu ginjal terbentuk dari pengendapan garam-garam mineral, misalnya kalsium fosfat, di dalam ginjal atau di saluran urine (ureter dan uretra). Adanya batu di dalam saluran urine menyebabkan aliran urine terhambat. Hal itu tentu menimbulkan rasa sakit pada saat buang air kecil. Terbentuknya batu ginjal dapat dipicu oleh beberapa kebiasaan yang kurang baik, seperti sering menahan buang air kecil dan kurang minum. Selain itu, kesalahan metabolisme, khusunya metabolism kalsium sehingga kalsium terakumulasi dan mengendap, juga dapat memicu terbentuknya batu ginjal. Batu ginjal dapat dipecahkan dengan cara pengobatan. Namun, jika cara itu gagal, pengeluaran batu ginjal dengan cara pembedahan merupakan cara umum yang dilakukan.
d. Diabetes insipidus
Seseorang yang menderita diabetes insipidus menghasilkan urine yang sangat banyak dan encer (hipotonis). Akibatnya, penderita menjadi sering buang air kecil, mengalami kehausan terus-menerus dan berisiko mengalami dehidrasi serta ketidakseimbangan ion-ion dalam tubuh. Kondisi seperti itu dapat muncul karena tubuh penderita tidak dapat membuat atau melepaskan hormon antidiuretik (ADH). Akibatnya, dinding tubulus konvolusi distal dan tubulus pengumpul menjadi impermeable terhadap air sehingga air yang direabsorpsi dari bagian-bagian nefron tersebut sangat sedikit dan air tetap ada di dalam urine.
Gangguan ini juga dapat terjadi pada orang-orang yang mampu melepaskan cukup ADH, tetapi sel-sel dinding tubulus konvolusi distal dan tubulus pengumpul tidak mampu meresponnya. Hal itu mungkin terjadi karena mereka tidak memiliki reseptor (berupa protein) yang tepat dalam membran sel dinding tubulus. Jika seseorang tidak memiliki gen yang membawa kode untuk protein tersebut, reseptor tidak akan ada. Biasanya hal tersebut bersifat menurun. Sebagian besar kasus diabetes insipidus disebabkan oleh mutasi gen terpaut kromosom X. Oleh karena itu, diabetes insipidus lebih banyak diderita kaum laki-laki daripada kaum perempuan. Diabetes insipidus juga muncul jika mekanisme tanggapan terhadap ADH dirusak oleh penggunaan obat-obatan tertentu.
e. Diabetes mellitus
Diabetes mellitus merupakan gangguan yang ditandai urine penderita mengandung glukosa. Hal itu disebabkan tubuh penderita kekurangan hormon insulin sehingga proses perombakan glukosa menjadi glikogen terganggu atau berkurang. Akibatnya, kadar glukosa dalam darah meningkat dan tidak dapat direabsorpsi seluruhnya. Glukosa yang tidak dapat direabsorpsi diekskresi bersama urine.
f. Nefritis (radang ginjal)
Nefritis adalah suatu radang pada glomeruli yang disebabkan oleh infeksi bakteri. Radang tersebut menyebabkan glomeruli tidak dapat menyaring darah sehingga bahan-bahan buangan tetap ada di dalam darah. Rusaknya glomeruli menyebabkan plasma protein masuk ke dalam filtrat dan muncul di urine. Peningkatan kadar bahan-bahan buangan dalam darah menimbulkan uremia. Uremia menyebabkan penyerapan air terganggu sehingga air akan tertimbun dan menimbulkan pembengkakan, terutama di pergelangan kaki. Pembengkakan akibat penimbunan air pada organ tubuh itu dinamakan edema (oedema).
g. Sistitis dan uretritis
Sistitis merupakan radang atau infeksi pada kantong kemih, sedangkan uretritis merupakan radang atau infeksi pada uretra. Keduanya dapat menyebabkan radang ginjal (nefritis). Uretritis dapat disebabkan oleh penyakit gonorea. Karena adanya perbedaan anatomi kelamin, laki-laki lebih sedikit menderita dibandingkan perempuan. Hal itu disebabkan pada perempuan bakteri-bakteri dari feses lebih mudah masuk ke uretra.
1 2 Next »