tugas met.fils
Friday, January 18, 2008 1:22:26 AM
NAMA : MOCHAMMAD HANAFI
NIM : E01205012
MAT.KUL : MET.PEN.FILSAFAT
FAK/JUR/SMT: USH/AF/V
DOSEN PEMB : SAMSUL HUDA.M.FIL
JAWABANNYA:
4. Untuk menentukan topik dan fokus penelitian dengan cara :
a. Pengamatan sosial
b. Partisipasi terhadap aktivitas social
c. Kajian Literatur
d. Perenungan
e. Pengalaman Pribadi
f. Hasil diskusi
g. Pembacaan terhadap penelitian terdahulu
h. Nalar kritis
1. Paradigma penelitian filsafat yaitu :
a. Filsafat sebagai pandangan hidup (philosophy as a way of life)
b. Filsafat sebagai cara berfikir (philosophy as a methode)
c. Filsafat sebagai ilmu (philosophy as a science)
2. Langkah-langkah untuk menentukan topic dan focus penelitian yaitu :
a) Tetapkan sekian banyak masalah pilihan.
Setiap calon peneliti akan mempunyai banyak sekali persoalan yang ingin diteliti. Dari hasil diskusi, membaca, mendengar berita dan sebagainya. Masalah-masalah itu pasti muncul. Dengan demikian kita telah mempunyai catatan kecil untuk di jadikan sebuah calon topik.
b) Telaah kepustakaan yang berkaitan dan adakan penelitian pendahuluan.
Ada banyak keuntungan yang bisa kita peroleh yaitu dari mengadakan telaah kepustakaan dan study pendahuluan sebelum rencana penelitian disusun secara pasti.
c) Pilih salah satu masalah yang lebih memenuhi syarat.
Dengan berbekal pemahaman teoritik maupun empiric mengenai masalah yang akan dijadikan topic yaitu dengan mengadakan pemilihan atau seleksi. Masalah manakah yang belum diteliti maupun yang sudah diteliti.
d) Adakan telaah kepustakaan lebih mendalam dan study pendahuluan khusus.
Masalah ini sangat penting sekali untuk membantu mahasiswa dalam menentukan topic dengan melihat atau menelaah kepustakaan.
e) Fahami kedudukan masalah dalam kerangka masalah yang lebih luas.
Setiap gejala tidak ada yang berdiri sendiri melainkan dengan berpihak pada teori system, sebenarnya tidak ada sesuatupun yang berdiri sendiri lepas dari yang lain.
f) Tetapkan masalah yang tidak terlampaui luas dan juga tidak yerlampaui sempit.
Satu masalah yang telah kita pilih dari berbagai macam pilihan masalah. Masalah terswebut telah kita kaji berdasarkan pemikiran sendiri dengan didasari konsep pemikiran orang lain.
5. Rancangan penelitian filsafat sesuai tugas kami.yaitu
UPAYA MENINGKATKAN INTERAKSI SISWA DENGAN GURU DALAM PROSES BELAJAR-MENGAJAR
BAHASA INGGRIS DI SMP NEGERI I MLATI
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Bahasa memiliki peran sentral dalam perkembangan intelektual, social, dan emosional siswa dan merupakan kunci penentu menuju keberhasilan dalam mempelajari semua bidang studi. Didalam bahasa Inggris terdapat berbagai macam aspek yang harus diperhatikan dalam upaya penguasaan kompetensi berbahasa Inggris. Berbagai macam aspek tersebut saling berkaitan satu sama lainnya, seperti mendengarkan, berbicara, membaca, dan menulis. Untuk mencapai kompetensi berbahasa tersebut kurikulum sekarang sekarang ini, yaitu Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP), berangkat dari seperangkat rasional teoritis dan praktis yang mendasari semua keputusan perumusan standar kompetensi, kompetensi dasar dan indicator dalam kurikulum.
B. Identifikasi Masalah
Guru memiliki peran yang sangat signifikan dalam proses belajar-mengajar bahasa Inggris, kompetensinya guru-guru SMP N 1 MLATI masih kurang dalam proses belajar-mengajar bahasa Inggris. Masih banyak guru yang menggunakan metode-metode yang tidak sejalan dengan kurikulum sekarang ini.
C. Batasan Masalah
Untuk tidak meluasnya masalah dalam penelitian ini maka penelitian lebih ditekankan pada penelitian interaksi siswa dengan guru dalam proses belajar-mengajar bahasa Inggris di SMP N 1 MLATI.
D. Rumusan Masalah
Penelitian tindakan (Action Research) mengenai interaksi siswa dengan guru dalam proses pembelajaran bahasa Inggris di SMP N 1 MLATI hendaknya dapat menjawab masalah-masalah yang berkaitan dengan masalah tersebut.
E. Tujuan Penelitian
Tujuan dari penelitian ini ialah untuk meningkatkan interaksi siswa dengan guru dalam proses pembelajaran mendengarkan di SMP N 1 MLATI. Karena dengan kurangnya interaksi siswa dengan guru dalam proses pembelajaran di SMP N 1 MLATI kompetensi dalam bahasa Inggris (listening, speaking, reading, writing) kurang.
F. Manfaat Penelitian
Hasil penelitian ini diharapkan dapat:
a)Berguna bagi para guru, mereka dapat memperbaiki proses pembelajaran bahasa Inggris di SMP N 1 MLATI.
b)Berguna bagi siswa, agar mereka dapat mengetahui dimana kelemahan mereka dalam bahasa Inggris dalam berbagai kompetensi , dan bagaimana memperbaiki dan meningkatkan kemampuan berbahasa mereka.
KAJIAN PUSTAKA
A. Deskripsi Teori
Dalam perkembangannya penelitian tindakan tidak dapat melepaskan diri dari pengaruh aliran-aliran dalam dunia penelitian ilmiah tentang cara pandang atau perspektif terhadap gejala yang ada. Dengan demikian ada sedikitnya tiga model penelitian tindakan, yaitu model positivisme, model interpositivisme, dan model teori kritik social (Social Critical Theory). Sejalan dengan ketiga model tersebut, definisi penelitian tindakan menjadi sangat bervariasi sesuai masalah dan perspektif yang ada.
B. Kerangka Berfikir
Untuk dapat meningkatkan interaksi siswa dengan gurunya dalam proses pembelajaran bahasa Inggris, perlunya suatu proses yang baik dan berjalan baiknya komponen-komponen dalam pengajaran di SMP N 1 MLATI VII. Proses pembelajaran dapat lebih mencapai hasil yang maksimal jika guru dan siswanya terjdi interaksi diantara mereka. Jika hal itu tidak terjadi, maka proses belajar-mengajar akan sia-sia, tidak adanya kebermaknaan
METODE PENELITIAN
A. Desain Penelitian
Dalam hal ini yag harus diperhatikan hendaknya ialah input, proses, dan output. Jika dalam proses pembelajaran bahasa Inggris terjadi ketidaksesuaian dengan tujuan pendidikan atau kurikulum maka proses tersebut harus segera diperbaiki, guna keberhasilan tujuan pendidikan di Indonesia.
B. Teknik Pengumpulan Data
1. Observasi, berbagai masalah yang hadir dalam proses belajar-mengajar bahasa Inggris di kelas VI SMP N 1 MLATI. Dari hasil observasi peneliti mencatat, mengakategorisasikan dan menentukan masalah yang akan menjadi focus penelitian.
2. In-depth interview, peneliti mengumpulkan data dengan meng-in-depth interview 30 siswa kelas VI dan guru bahasa Inggris di SMP N 1 MLATI, interview dilakukan berdasarkan pada kategorisasi pertama
C. Instrument Penelitian
Instrument yang digunakan pada penelitian ini adalah :
•Satu kelas berisi 30 siswa dan guru bahasa Inggris SMA kelas VI SMP N 1 MLATI.
•Tabel penelitian, berupa table quesioner
D. Teknik Analisis Data
Teknik analisis data melalui prosedur dibawah ini:
1. Membuat kuesioner berdasarkan data, berdasarkan bobotnya masing-masing.
2. Mengkategorisasikan data, dari hasil reduksi data di atas, kemudian peneliti mengkategorisasikan data tersebut menjadi data Sangat Urgen (SU), Urgen (U) dan Tidak Urgen (TU). Kemudian memilih yang Sangat Urgen (SU), karena hal ini sangat penting sekali untuk dilakukan ‘action’.
E. Langkah-langkah
Melakukan observasi ke SMP N 1 MLATI untuk:
1.Mencari data tentang proses, komponen, atau hambatan yang ada disekolah
2.Menganalisa proses, komponen, atau hambatan yang ada disekolah
3.Membuat deskripsi tentang proses, komponen, atau hambatan yang ada disekolah
4.Membuat solusi yang tepat untuk dipakai sebagai pemecahan masalahnya.
F. Format Pelaporan :
II.Kajian Pustaka
A. Deskripsi Teori
B. Kerangka Berfikir
III.Hasil Penelitian
6. Secara umum metode pengumpulan data terbagi atas :
a. Metode pengamatan langsung (observasi langsung), yaitu suatu cara pengambilan data dengan menggunakan indra tanpa adanya bantuan alat lain untuk keperluan tersebut dan mempunyai kreteria sebagai berikut :
- Pengamatan digunakan untuk penelitian yang sudah direncanakan secara sistematis.
- Penganmatan harus berkaitan dengan tujuan penelitian yang telah direncanakan.
- Pengamatan dapat dicek dan dikontrol atas validitas dan reabilitasnya.
b. Metode pengamatan melalui daftar pertanyaan, hal ini merupakan bagian dari alat atau metode untuk mengumpulkan data yang disebut dengan nama kuesioner.
c. Metode proyektif, hal ini berdasarkan pada sifat manusia untuk memproyeksikan kebutuhan, nilai-nilai, kedalaman prilaku ataupun obyek di luar manusia sendiri.
d. Metode sosiometri, suatu metode analisis data yang berkenaan dengan pola memilih, berkomunikasi dan berinteraksi dengan individu-individu.
8. Dengan menggunakan metode penelitian secara Deskriptif
a. Menentukan arah berpikir secara mendalam
b. Membuat rancangan kecil kemudian di kembangkan di dalam rumusan masalah
c. Menggunakan metode nalar berfikir kritis.
NIM : E01205012
MAT.KUL : MET.PEN.FILSAFAT
FAK/JUR/SMT: USH/AF/V
DOSEN PEMB : SAMSUL HUDA.M.FIL
JAWABANNYA:
4. Untuk menentukan topik dan fokus penelitian dengan cara :
a. Pengamatan sosial
b. Partisipasi terhadap aktivitas social
c. Kajian Literatur
d. Perenungan
e. Pengalaman Pribadi
f. Hasil diskusi
g. Pembacaan terhadap penelitian terdahulu
h. Nalar kritis
1. Paradigma penelitian filsafat yaitu :
a. Filsafat sebagai pandangan hidup (philosophy as a way of life)
b. Filsafat sebagai cara berfikir (philosophy as a methode)
c. Filsafat sebagai ilmu (philosophy as a science)
2. Langkah-langkah untuk menentukan topic dan focus penelitian yaitu :
a) Tetapkan sekian banyak masalah pilihan.
Setiap calon peneliti akan mempunyai banyak sekali persoalan yang ingin diteliti. Dari hasil diskusi, membaca, mendengar berita dan sebagainya. Masalah-masalah itu pasti muncul. Dengan demikian kita telah mempunyai catatan kecil untuk di jadikan sebuah calon topik.
b) Telaah kepustakaan yang berkaitan dan adakan penelitian pendahuluan.
Ada banyak keuntungan yang bisa kita peroleh yaitu dari mengadakan telaah kepustakaan dan study pendahuluan sebelum rencana penelitian disusun secara pasti.
c) Pilih salah satu masalah yang lebih memenuhi syarat.
Dengan berbekal pemahaman teoritik maupun empiric mengenai masalah yang akan dijadikan topic yaitu dengan mengadakan pemilihan atau seleksi. Masalah manakah yang belum diteliti maupun yang sudah diteliti.
d) Adakan telaah kepustakaan lebih mendalam dan study pendahuluan khusus.
Masalah ini sangat penting sekali untuk membantu mahasiswa dalam menentukan topic dengan melihat atau menelaah kepustakaan.
e) Fahami kedudukan masalah dalam kerangka masalah yang lebih luas.
Setiap gejala tidak ada yang berdiri sendiri melainkan dengan berpihak pada teori system, sebenarnya tidak ada sesuatupun yang berdiri sendiri lepas dari yang lain.
f) Tetapkan masalah yang tidak terlampaui luas dan juga tidak yerlampaui sempit.
Satu masalah yang telah kita pilih dari berbagai macam pilihan masalah. Masalah terswebut telah kita kaji berdasarkan pemikiran sendiri dengan didasari konsep pemikiran orang lain.
5. Rancangan penelitian filsafat sesuai tugas kami.yaitu
UPAYA MENINGKATKAN INTERAKSI SISWA DENGAN GURU DALAM PROSES BELAJAR-MENGAJAR
BAHASA INGGRIS DI SMP NEGERI I MLATI
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Bahasa memiliki peran sentral dalam perkembangan intelektual, social, dan emosional siswa dan merupakan kunci penentu menuju keberhasilan dalam mempelajari semua bidang studi. Didalam bahasa Inggris terdapat berbagai macam aspek yang harus diperhatikan dalam upaya penguasaan kompetensi berbahasa Inggris. Berbagai macam aspek tersebut saling berkaitan satu sama lainnya, seperti mendengarkan, berbicara, membaca, dan menulis. Untuk mencapai kompetensi berbahasa tersebut kurikulum sekarang sekarang ini, yaitu Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP), berangkat dari seperangkat rasional teoritis dan praktis yang mendasari semua keputusan perumusan standar kompetensi, kompetensi dasar dan indicator dalam kurikulum.
B. Identifikasi Masalah
Guru memiliki peran yang sangat signifikan dalam proses belajar-mengajar bahasa Inggris, kompetensinya guru-guru SMP N 1 MLATI masih kurang dalam proses belajar-mengajar bahasa Inggris. Masih banyak guru yang menggunakan metode-metode yang tidak sejalan dengan kurikulum sekarang ini.
C. Batasan Masalah
Untuk tidak meluasnya masalah dalam penelitian ini maka penelitian lebih ditekankan pada penelitian interaksi siswa dengan guru dalam proses belajar-mengajar bahasa Inggris di SMP N 1 MLATI.
D. Rumusan Masalah
Penelitian tindakan (Action Research) mengenai interaksi siswa dengan guru dalam proses pembelajaran bahasa Inggris di SMP N 1 MLATI hendaknya dapat menjawab masalah-masalah yang berkaitan dengan masalah tersebut.
E. Tujuan Penelitian
Tujuan dari penelitian ini ialah untuk meningkatkan interaksi siswa dengan guru dalam proses pembelajaran mendengarkan di SMP N 1 MLATI. Karena dengan kurangnya interaksi siswa dengan guru dalam proses pembelajaran di SMP N 1 MLATI kompetensi dalam bahasa Inggris (listening, speaking, reading, writing) kurang.
F. Manfaat Penelitian
Hasil penelitian ini diharapkan dapat:
a)Berguna bagi para guru, mereka dapat memperbaiki proses pembelajaran bahasa Inggris di SMP N 1 MLATI.
b)Berguna bagi siswa, agar mereka dapat mengetahui dimana kelemahan mereka dalam bahasa Inggris dalam berbagai kompetensi , dan bagaimana memperbaiki dan meningkatkan kemampuan berbahasa mereka.
KAJIAN PUSTAKA
A. Deskripsi Teori
Dalam perkembangannya penelitian tindakan tidak dapat melepaskan diri dari pengaruh aliran-aliran dalam dunia penelitian ilmiah tentang cara pandang atau perspektif terhadap gejala yang ada. Dengan demikian ada sedikitnya tiga model penelitian tindakan, yaitu model positivisme, model interpositivisme, dan model teori kritik social (Social Critical Theory). Sejalan dengan ketiga model tersebut, definisi penelitian tindakan menjadi sangat bervariasi sesuai masalah dan perspektif yang ada.
B. Kerangka Berfikir
Untuk dapat meningkatkan interaksi siswa dengan gurunya dalam proses pembelajaran bahasa Inggris, perlunya suatu proses yang baik dan berjalan baiknya komponen-komponen dalam pengajaran di SMP N 1 MLATI VII. Proses pembelajaran dapat lebih mencapai hasil yang maksimal jika guru dan siswanya terjdi interaksi diantara mereka. Jika hal itu tidak terjadi, maka proses belajar-mengajar akan sia-sia, tidak adanya kebermaknaan
METODE PENELITIAN
A. Desain Penelitian
Dalam hal ini yag harus diperhatikan hendaknya ialah input, proses, dan output. Jika dalam proses pembelajaran bahasa Inggris terjadi ketidaksesuaian dengan tujuan pendidikan atau kurikulum maka proses tersebut harus segera diperbaiki, guna keberhasilan tujuan pendidikan di Indonesia.
B. Teknik Pengumpulan Data
1. Observasi, berbagai masalah yang hadir dalam proses belajar-mengajar bahasa Inggris di kelas VI SMP N 1 MLATI. Dari hasil observasi peneliti mencatat, mengakategorisasikan dan menentukan masalah yang akan menjadi focus penelitian.
2. In-depth interview, peneliti mengumpulkan data dengan meng-in-depth interview 30 siswa kelas VI dan guru bahasa Inggris di SMP N 1 MLATI, interview dilakukan berdasarkan pada kategorisasi pertama
C. Instrument Penelitian
Instrument yang digunakan pada penelitian ini adalah :
•Satu kelas berisi 30 siswa dan guru bahasa Inggris SMA kelas VI SMP N 1 MLATI.
•Tabel penelitian, berupa table quesioner
D. Teknik Analisis Data
Teknik analisis data melalui prosedur dibawah ini:
1. Membuat kuesioner berdasarkan data, berdasarkan bobotnya masing-masing.
2. Mengkategorisasikan data, dari hasil reduksi data di atas, kemudian peneliti mengkategorisasikan data tersebut menjadi data Sangat Urgen (SU), Urgen (U) dan Tidak Urgen (TU). Kemudian memilih yang Sangat Urgen (SU), karena hal ini sangat penting sekali untuk dilakukan ‘action’.
E. Langkah-langkah
Melakukan observasi ke SMP N 1 MLATI untuk:
1.Mencari data tentang proses, komponen, atau hambatan yang ada disekolah
2.Menganalisa proses, komponen, atau hambatan yang ada disekolah
3.Membuat deskripsi tentang proses, komponen, atau hambatan yang ada disekolah
4.Membuat solusi yang tepat untuk dipakai sebagai pemecahan masalahnya.
F. Format Pelaporan :
II.Kajian Pustaka
A. Deskripsi Teori
B. Kerangka Berfikir
III.Hasil Penelitian
6. Secara umum metode pengumpulan data terbagi atas :
a. Metode pengamatan langsung (observasi langsung), yaitu suatu cara pengambilan data dengan menggunakan indra tanpa adanya bantuan alat lain untuk keperluan tersebut dan mempunyai kreteria sebagai berikut :
- Pengamatan digunakan untuk penelitian yang sudah direncanakan secara sistematis.
- Penganmatan harus berkaitan dengan tujuan penelitian yang telah direncanakan.
- Pengamatan dapat dicek dan dikontrol atas validitas dan reabilitasnya.
b. Metode pengamatan melalui daftar pertanyaan, hal ini merupakan bagian dari alat atau metode untuk mengumpulkan data yang disebut dengan nama kuesioner.
c. Metode proyektif, hal ini berdasarkan pada sifat manusia untuk memproyeksikan kebutuhan, nilai-nilai, kedalaman prilaku ataupun obyek di luar manusia sendiri.
d. Metode sosiometri, suatu metode analisis data yang berkenaan dengan pola memilih, berkomunikasi dan berinteraksi dengan individu-individu.
8. Dengan menggunakan metode penelitian secara Deskriptif
a. Menentukan arah berpikir secara mendalam
b. Membuat rancangan kecil kemudian di kembangkan di dalam rumusan masalah
c. Menggunakan metode nalar berfikir kritis.






