PUISI BJ HABIBIE UNTUK ISTRINYA AINUN
Sunday, February 17, 2013 4:18:30 AM
>> PUISI BJ HABIBIE UNTUK ISTRINYA AINUN
Sebenarnya ini bukan tentang kematianmu, bukan
itu ... Karena, aku tahu bahwa semua yang ada
pasti menjadi tiada pada akhirnya ...
Dan kematian adalah sesuatu yang pasti ... Dan kali
ini adalah giliranmu untuk pergi, aku sangat tahu
itu ... Tapi yang membuatku tersentak sedemikian
hebat ... Adalah kenyataan bahwa kematian benar-
benar dapat memutuskan kebahagiaan dalam diri
seseorang, sekejap saja, lalu rasanya mampu
membuatku menjadi nelangsa setengah mati,
hatiku seperti tak di tempatnya, dan tubuhku
serasa kosong melompong, hilang isi ...
Kau tahu sayang, rasanya seperti angin yang tiba-
tiba
hilang berganti kemarau gersang ... Pada airmata
yang jatuh kali ini, aku selipkan salam perpisahan
panjang ...
Pada kesetiaan yang telah kau ukir, pada kenangan
pahit manis selama kau ada ... Aku bukan hendak
mengeluh, tapi rasanya terlalu sebentar kau di
sini ...
Mereka mengira aku lah kekasih yang baik bagimu
sayang ... tanpa mereka sadari, bahwa kaulah
yang menjadikan
aku kekasih yang baik ... Mana mungkin aku setia
padahal memang kecenderunganku adalah
mendua, tapi kau ajarkan aku kesetiaan, sehingga
aku setia, kau ajarkan aku arti cinta, sehingga aku
mampu mencintaimu seperti ini ...
Selamat jalan ... Kau dari-Nya, dan kembali pada-
Nya ... kau dulu tiada untukku, dan sekarang
kembali tiada ...
Selamat jalan sayang ... cahaya mataku, penyejuk
jiwaku ... selamat jalan ... calon bidadari surgaku ..
Sebenarnya ini bukan tentang kematianmu, bukan
itu ... Karena, aku tahu bahwa semua yang ada
pasti menjadi tiada pada akhirnya ...
Dan kematian adalah sesuatu yang pasti ... Dan kali
ini adalah giliranmu untuk pergi, aku sangat tahu
itu ... Tapi yang membuatku tersentak sedemikian
hebat ... Adalah kenyataan bahwa kematian benar-
benar dapat memutuskan kebahagiaan dalam diri
seseorang, sekejap saja, lalu rasanya mampu
membuatku menjadi nelangsa setengah mati,
hatiku seperti tak di tempatnya, dan tubuhku
serasa kosong melompong, hilang isi ...
Kau tahu sayang, rasanya seperti angin yang tiba-
tiba
hilang berganti kemarau gersang ... Pada airmata
yang jatuh kali ini, aku selipkan salam perpisahan
panjang ...
Pada kesetiaan yang telah kau ukir, pada kenangan
pahit manis selama kau ada ... Aku bukan hendak
mengeluh, tapi rasanya terlalu sebentar kau di
sini ...
Mereka mengira aku lah kekasih yang baik bagimu
sayang ... tanpa mereka sadari, bahwa kaulah
yang menjadikan
aku kekasih yang baik ... Mana mungkin aku setia
padahal memang kecenderunganku adalah
mendua, tapi kau ajarkan aku kesetiaan, sehingga
aku setia, kau ajarkan aku arti cinta, sehingga aku
mampu mencintaimu seperti ini ...
Selamat jalan ... Kau dari-Nya, dan kembali pada-
Nya ... kau dulu tiada untukku, dan sekarang
kembali tiada ...
Selamat jalan sayang ... cahaya mataku, penyejuk
jiwaku ... selamat jalan ... calon bidadari surgaku ..









