Skip navigation.

Info Darul Hadits Dammaj

http://dammaj.wordpress.com

Info 8 Syawal 1429 H

Setelah selesainya sebagian besar penuntut ilmu di Darul Hadits Dammaj menunaikan puasa 6 hari di bulan Syawal, maka mereka tidak perlu menunggu lama... Puluhan pelajaran langsung diumumkan akan segera dimulai pada tanggal 8 Syawal 1428 H.
Syaikh Yahya bin Ali akan segera melanjutkan pelajaran Subulus Salam serta memulai pelajaran kitab baru yaitu Ar-Risalah Imam As-Syafi'i. Syaikh Muhammad Hizam memulai dengan membuka pelajaran Syarah Aqidah Wasithiyah DR. Kholil Haras, Syaikh Nahwu Abu Bilal Al-Hadromi membuka pelajaran Mulhatul I'rob Syarah Bahroq Al-Hadromi. Syaikh Ma'mar Qodasi bahkan sudah memulai pelajaran-pelajaran beliau semenjak tanggal 2 Syawal 1429 H. Sebagian Masyaikh lainnya yang saat ini masih atau sudah berada di Darul Hadits Dammaj seperti Syaikh Abul Hasan Ali Rojihi Insya Allah akan segera meneruskan silsilah pelajaran Mustholah Hadits yang kemungkinan akan segera memasuki pelajaran Nuzhatul Fikr, adapun Syaikh Abu Amr' Al-Hajuri Insya Allah akan segera membuka Pelajarn Qothfu Tsamar dan Mukhtasor Showaiqul Mursalah. Sebagian Masyaikh lainnya seperti Syaikh Jamil As-Silwi, Syaikh Zayd Al-Wushobi sedang ditunggu-tunggu pelajaran apa yang akan segera mereka buka.

Sedangkan sebagian Pengajar senior lainnya belum kembali dari safar mereka seperti Al-Akh Abul Abbas As-Sihri dan Al-Akh Fathul Qodhasi.

Berikut Daftar Pelajaran-pelajaran yang telah diumumkan pekan pertama Syawal 1429 H.

1 Subulus Salam (Lanjutan) oleh Syaikh Yahya bin Ali Al-Hajuuri
2 Ar-Risalah oleh Syaikh Yahya bin Ali Al-Hajuuri
3 Syarah Aqidah Wasithiyah oleh Syaikh Muhammad Hizam
4 Qo'idah fil Qiro'ah wal Kitabah oleh Syaikh Ma'mar Qodhasi
5 Muroja'ah Tuhfatul Wusobiyah oleh Syaikh Ma'mar Qodhasi
6 Kutubul Madinah Jilid 3 oleh Syaikh Ma'mar Qodhasi
7 Durotu Nadiyah Syarah Al- Mu'thamimah (Lanjutan) oleh Syaikh Ma'mar Qodhasi
8 Mulhatul I'rob oleh Syaikh Abu Bilal Al-Hadromi
9 Ushul min ilmil Ushul oleh Ahmad Ar-Rojihi
10 Al-Jazairiyah oleh Husain Al-Khaulany
11 Fathul Majied fil Tajwid oleh Abu Turob Al-Indunisy
12 Sifat Sholat Nabi oleh Muhammad As-Son'ani
13 Ushulus Tsalatsah oleh Kosim Al-Yafi'i
14 Tuhfatus Tsaniyah oleh Mahmud Al- Ba'dawi
15 Al Mumtie Syarah Al-Jurumiyah oleh Doyfullah
16 Mu'thamimah oleh Ibrohim Al-Abasy
17 Ar-Ro'id oleh MUhammad bin Abdul Wahab
18 Talqin Al-Qur'an oleh Sulaiman As-Shon'ani
19 Tuhfatul Wushobiyah oleh Jamil Al-Maliki
20 Qowa'idul Fiqhiyah As-Sa'di Hasan Al-Jazairy
21 Fathul Wadhud fil shorof oleh Mahmud As-Shumali
22 Al-Mu'tamimah (lanjutan) oleh Yunus Al-Khotib
23 Baitsul Hatsits oleh Abu Ali Al-Hadromi
24 Kutubul Madinah oleh Abu Nur

Tunggu Info berikutnya dari Kami, Insya Allah segera akan dibuka puluhan pelajarn lainnya.


Dimana Allah ??

, , , ...

oleh : As Syaikh Al Allamah Al Muhaddits Muqbil bin Hadi Al Wadi’i

Soal : Apa hukumnya orang yang mengatakan; sesungguhnya Allah tidak di bawah, tidak di atas, tidak di sebelah kanan, tidak di sebelah kiri, tidak di luar alam dan tidak di dalamnya, dan …dan…?

Jawab : Orang yang demikian termasuk mubtadi' (ahlul bid'ah). Kita wajib beriman bahwa sesungghnya Allah beristiwa' (menempati) di atas arsy-Nya dengan istiwa' yang sesuai dengan kebesaran dan keagungan Allah, sebagaimana yang difirmankan oleh Allah ta'ala yang artinya :
"(Allah) yang Maha Rahman beristiwa' di atas Arsy". (QS. Thahaa: 5)
Kita beriman dengan apa yang difirmankan oleh Allah dan kita mengkufuri (mengingkari) dengan perkataan golongan mu'tazilah. Dan saya nasehatkan kepada kaum muslimin untuk membaca kitab al 'Ulu lil 'aliyyil ghoffar (ketinggian dzat Allah yang Maha Pengampun) yang ditulis oleh al Hafidz Imam Adz Dzahabi, dan diringkas oleh Syaikh Muhammad Nashiruddin al Albani.

Kitab “Ijaabatus As Saail ‘ala Ahammi Al Masaail
Sumber : Buletin Da'wah Al Atsary, Semarang Edisi IX/Th.I

url : http://www.darussalaf.org/myprint.php?id=225

Permasalahan Seputar Sholat Jum'at


Penulis: Syaikh Al-’Allamah Al-Muhaddits Muqbil bin Hadi al Wadi’i رحمه الله

Soal : Apakah disyariatkan dalam sholat Jum’at seorang dikhususkan menjadi khotib dan seorang lagi dikhususkan menjadi imam?

Jawab : Ini bukan perkara yang masyru’ (disyariatkan) mengkhususkan seorang menjadi khotib dan seorang lagi menjadi imam dalam sholat Jum’at atau sholat Ied, tidak ada perkara yang demikian dari hadits Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam , demikian juga pada zaman sahabat. Maka, jika seorang khotib telah selesai berkhutbah, kemudian memimpin shalat jamaa’h bersama kaum muslimin dan membaca surat dalam al-Quran semampu yang telah dia hafalkan.

(Diterjemahkan dari kitab Ijabatus Sail ‘ala Ahammi Al Masail oleh Ustadz Abu ‘Isa Nurwahid)
Sumber: Buletin Da'wah Al Atsary, Semarang Edisi 4/1427H


url : http://www.darussalaf.org/stories.php?id=167