IQMA

Ikatan Qori' Qori'ah Mahasiswa IAIN Sunan Ampel Surabaya

Subscribe to RSS feed

MOCA IQMA 2011

Alhamdulillah, MOCA IQMA sudah terlaksana dengan lancar dan sukses. Acara yang sempat diundur karena bersamaan dengan hari wisuda kampus akhirnya dapat terealisasi juga, tepatnya satu minggu yang lalu, hari sabtu dan minggu, 15-16 Oktober 2011 acara tahunan IQMA untuk menyambut calon anggota baru tersebut diselenggarakan.

MOCA kependekan dari Masa Orientasi Calon Anggota IQMA ini sebagai kaderisasi tahap pertama bagi para calon anggota IQMA. Di sini akan diperkenalkan mengenai seluk beluk IQMA dimulai dari sejarah berdirinya, pendiri, para pengurus dan program kerjanya.

MOCA kali adalah MOCA yang pesertanya terbanyak dari periode-periode sebelumnya. Data dari panitia menyatakan bahwa peserta terdaftar sebanyak 535 mahasiswa. Kendati demikian peserta yang hadir ketika pelaksanannya hanya 50%, ini dikarenakan bersamaan dengan OSMAJUR PAI, PGMI dan SJ sehingga otomatis peserta MOCA yang berasal dari jurusan terkait berhalangan ikut. Sekitar jam Sembilan acara MOCA dimulai dan dibuka oleh Bpk Noor Taufik Hidayat, SH selaku Kepala Sub Bagian Kemahasiswaan. Rencana awal acara ini akan dimulai jam delapan namun mengingat ada sebagian jurusan yang masih masuk pada hari sabtu sampai jam sebelas maka panitia mengambil kebijakan untuk menunda acara selama kurang lebih satu jam.
Dengan mengambil tema ‘Mengembangkan Potensi Menuju Nilai-nilai Qur’ani”, MOCA kali ini diharapkan dapat memberikan motivasi kepada mahasiswa baru khususnya para calon anggota IQMA untuk selalu mengembangkan potensi yang ada pada dirinya masing-masing karena pada hakikatnya seorang manusia itu lahir dengan membawa potensi tersendiri dan kemudian potensi itu diarahkan kepada nilai-nilai positif yang tidak lain berpijak pada al-Qur’an sebagai pedoman hidup manusia. Hal ini senada dengan yang disampaikan oleh ketua panitia (Fahrurrazil Baqi) dalam sambutannya. Ia mengutip perkataan filofof Cina yang menyatakan bahwa langkah seribu itu ditentukan oleh langkah pertama, begitu juga dengan Qori’ Qori’ah internasional, semua itu dimulai dari Qori’ Qori’ah dari tingkatan yang paling kecil. Demikian lanjutnya. Semoga hal ini bisa mengobarkan semangat teman-teman calon anggota IQMA.

Ada lima materi dalam MOCA ini disesuaikan dengan bidang-bidang yang ada di IQMA. Antara lain materi tilawah yang disampaikan oleh ust Qamaruddin, S.H.I, Qori’ nasional yang juga alumni IQMA dan dimoderatori oleh Haris Shofiudin selaku coordinator bidang tilawah IQMA. Dilanjutkan materi dakwah yang dipaparkan oleh ust. Ahmad Bagus Maulana, S.Sos.I, da’I muda yang terkenal dan mbak Ririn, koordinator bidang dakwah bertindak menjadi mederatornya. Setelah itu para peserta dialihkan pada materi MC yang dipandu oleh mbak Ainur Rofi’ah, koordinator bidang MC sebagai moderatonya dan kali ini pematerinya adalah mbak Masfufah, M.Pd.I, alumni IQMA yang sekarang sering menjadi pembicara dalam seminar-seminar dan pelatihan MC. Tiga materi ini menjadi agenda penting di hari pertama MOCA ditambah pula dengan materi ke-IQMA-an yang mengawali tiga materi tersebut sebagai pengenalan IQMA secara umum terlebih dahulu yang diisi oleh Pengurus Harian IQMA sendiri.

Sedangkan pada hari kedua, hari minggu MOCA sudah dimulai pada jam 05.30 dengan materi senam vokal sebagai bagian dari materi tilawah yang juga menjadi rutinitas IQMA setiap sabtu pagi. Senam pagi ini dipandu oleh ust. Imron Hamid, S.H.I, Qori’ berbakat yang juga ket. umum IQMA periode 2003/2004. Materi selanjutnya adalah kaligrafi. Kali ini para peserta diperkenalkan dengan kaligrafer handal, pembina MKQ Jawa Timur, ust. Atho’illah, S.Pd.I dengan didampingi ca’ Tashim selaku koorditaor bidang kaligrafi sebagai moderatornya berlanjut pada materi terakhir yaitu shalawat. di materi ini teman-teman peserta MOCA dihipnotis oleh suara lembut ust Sueib Efendi, M.Pd.I, ketua umum IQMA periode 2002/2003 yang sekarang menjabat ketua LPTQ Mojokerto.

Selain menerima banyak materi, peserta MOCA juga bisa menyaksikan performance dari tiap-tiap bidang karena lima belas menit sebelum materi disampaikan masing-masing pengurus bidang memberikan show terbaiknya pada peserta sebagai gambaran kecil dari bidangnya masing-masing.
MOCA ini kemudian ditutup dengan penampilan dari masing-masing kelompok tentunya seputar dunia IQMA sebagai latihan mental awal sekaligus evaluasi dari pelaksanaan MOCA selama 2 hari. Antusias dan semangat para peserta terlihat mulai awal acara sampai akhir apalagi ketika inagurasi. Tiap-tiap kelompok berusaha untuk menjadi yang terbaik.

Terkait acara MOCA ini, kami ucapkan terimakasih kepada banyak pihak yang telah ikut berpartisipasi untuk menyukseskannya. Kepada pihak rektorat yang selama ini senantiasa membimbing dan mengarahkan kami. Para panitia yang hampir satu bulan bekerja dan berjuang mempersiapkan acara ini, para alumni IQMA yang masih setia memberikan dukungannya dan tidak lupa kepada semua peserta MOCA yang sudah memberikan apresiasinya yang sangat luar biasa terhadap IQMA. (Lim)

KAMI UCAPKAN SELAMAT DATANG KEPADA PARA CALAON ANGGOTA IQMA, SELAMAT BELAJAR DAN BERPROSES DI IQMA.
IQMA KE DEPAN ADA DI TANGAN-TANGAN AJAIB KALIAN.

Eloknya Seni Kaligrafi

By: M. Afwan Ramdlani
(The crew of Calligraph Division)

Barang siapa yang meraut pena untuk menulis ilmu, maka Allah akan memberinya pohon di surga yang lebih baik daripada dunia dan seisinya (hadis)

Salah satu seni yang berkembang pada zaman modern ini salah satunya adalah seni kaligrafi. Seni ini adalah sebuah seni yang murni lahir dari bangsa muslim. Dan perlu diketahui bahwa kaligrafi ialah suatu corak atau bentuk seni menulis secara indah.

Ungkapan kaligrafi sendiri diambil dari bahasa Inggris (caligraphy) yang berarti tulisan yang indah. Bahasa latinnya “kalios” yang bearti indah dan “graph” yang berarti tulisan atau aksara. Dalam bahasa Arab disebut dengan istilah khat (tulisan indah). Dengan demikian, kaligrafi dapat diartikan dengan seni merangkai garis-garis dan titik-titik dengan berbagai bentuk dan irama yang tidak pernah berhenti, yang merangsang ingatan manusia kepada Allah. Oleh karena itu, kaligrafi merupakan suatu seni yang sangat penting untuk dikembangkan. Banyak peran dalam kehidupan sehari-hari karena kaligrafi tidak sekedar sebagai penghias suatu ruangan. Lebih dari itu, kaligrafi berisikan kata-kata hikmah yang akan mendekatkan seorang hamba kepada Kholiqnya.
Menurut Syekh Syamsuddin al-Akhfani dalam kitab beliau Irsyad al-Qasid, kaligrafi/khat adalah sebuah ilmu yang memperkenalkan bentuk-bentuk huruf tunggal, letak-letaknya, dan cara-cara merangkainya menjadi sebuah tulisan yang tersusun; atau apa-apa yang ditulis di atas garis-garis, bagaimana cara menulisnya dan menentukan mana yang tidak perlu ditulis; merubah ejaan yang perlu digubah dan menentukan cara bagaimana untuk mengubahnya.
Dengan adanya kaligrafi ini para penggemarnya mampu mengurangi kepenatannya dari aktivitas sehari-hari, menenangkan hati dan menentramkan jiwa. Keindahan dalam kaligrafi berasal dari sumber dari segala keindahan hati dan jiwa seorang hamba sebagai wujud maha indahnya ciptaan Allah itu.
Seni kaligrafi yang merupakan kebesaran seni dalam Islam, lahir di tengah-tengah dunia arsitektur dengan segar bugar. Hal ini dapat dibuktikan dengan adanya berbagai macam hiasan kaligrafi yang memenuhi masjid-masjid dan bangunan-bangunan pada masa tersebut. Yang ditumpahkan dalam paduan ayat-ayat yang mulia, hadis, atau kata-kata hikmah oleh para ulama. Demikian pula dengan mushaf-mushaf al-Qur’an banyak ditulis dengan berbagai model kaligrafi yang disapu dengan corak-corak hiasan nan mempesona.
Pada waktu Islam berkembang pesat, banyak bangsa yang berduyun-duyun masuk agama Islam. Diantaranya orang Persia, Syria, Mesir dan India yang memilih Islam sebagai panutan terakhir. Pada saat itu, banyak seniman ternama di negerinya masing-masing. Sehingga, keadaan itu telah mendorong seni kaligrafi menjadi semacam “tempat penampungan” karya arsitektur yang dikagumi. Dengan pengaruh untuk mempelajari al-Qur’an, seni kaligrafi menjadi sebuah tren dan primadona yang merata di sebagian kalangan umat Islam. Hanya dengan pena, kertas, tinta alat-alat atau materi pokok untuk menyalurkan sapuan kaligrafi akan menjadikan sebuah karya yang sangat menakjubkan.
Ragam atau bentuk dunia kaligrafi sesungguhnya sangat banyak sekali. Akan tetapi yang paling populer dan berkembang sampai saat ini hanyalah enam bentuk, yang dikenal dengan Shisha qolam atau al-aqlam as-Sittah. Keenam tersebut adalah khat khufi, khat naskhi, khat tsuluts, khat diawani, khat riq’ah, dan khat farisi.

Khat Khufi. Menurut para sejarawan bangsa Arab sebagai peletak pertama khat ini adalah nabi Ismail as. Kemudian disempurnakan pada abad I H oleh Qutbah al-Muharrir di Damaskus. Istilah lain khat ini adalah khat muzawwa (kubisme) karena khat ini mempunyai bentuk yang tegak, kaku (anggular), berukuran seimbang dengan sifat bersudut-sudut, serta memiliki garis vertikal pendek dan garis horisontal yang panjang dalam ukuran yang sama lebar.
Khat Naskhi. Tulisan ini memiliki bentuk yang kursif (tulisan miring). Rumus-rumusnya ditemukan oleh seorang kaligrafer ternama yang bernama Ibnu Muqlah (272 H). Khat ini memiliki karakter bentuk lengkungan-lengkungan dengan hurufnya yang mirip busur/berbentuk setengah lingkaran seperti huruf wawu, nun dan ra’ za’.
Khat Tsuluts. Tulisan ini termasuk kelompok kursif klasik, bahkan khat ini dijuluki dengan ibu dari seluruh tulisan arab kursif. Seorang kaligrafer belum sempurna sebagai seniman tulisan yang piawai jika belum mampu menguasai rumus-rumus pada khat tsuluts ini. Rumus-rumus tersebut juga ditemukan oleh Ibu Muqlah (272 H) di Bagdad Irak.
Khat Diawani, yang tumbuh dan berkembang pada masa Turki Usmaniyah di penghujung abad 15 M. Tulisan ini di temukan oleh Ibrohim Munif pada masa Sultan Muhammad II. Kaligrafi ini memiliki karakter tulisan yang sangat miring ke kiri, saling tumpang tindih antara satu huruf dengan huruf yang lain, serta mayoritas hurufnya bulat melengkung, elastis serta jarang menggunakan harokat.
Khat Riq’ah, berkembang pada masa Dinasti Usmani di Turki pada abad 12 H yang diciptakan oleh kaligrafer Turki bernama Abu Bakar Mumtaz Bek. Kemudian disempurnakan oleh Hamdullah al-Amasi (833-926 H). Tulisan ini memiliki keistimewaan tulisanya yang kecil-kecil dan halus, bentuknya sangat sederhana dan sangat ringkas sehingga sangat mudah dan cepat untuk ditulis.
Khat Farisi. tulisan ini banyak digunakan oleh para raja sebagai penulisan berbagai macam surat. Bentuk khat ini ditemukan oleh Mir Ali Sultan Attabris yang kemudian disempurnakan oleh Taj-I Salmani seorang kaligrafer dari Isfahana (Persia). Ciri khas yang mendasari khat ini adalah tulisannya yang miring ke kanan sehingga posisi pena harus berubah-ubah karena ada suatu huruf yang mempunyai ukuran dan lebarnya berlainan.

Proklamasikan dalam hati, “aku bershalawat karena cinta rosul From Pengurus Sholawat

sing Sebagaimana dijelaskan dalam prespektif Islam, manusia merupakan wakil Tuhan di dunia yang diberi amanah sebagai khalifahNya. Salah satunya adalah bertugas untuk melestarikan kebudayaan Islam dengan bekal potensi yang dimilikinya.
Selain itu, seiring dengan kegemaran kita melantunkan shalawat, cenderung diri ini berupaya untuk melantunkannya dengan lengkuk suara semerdu mungkin. Apalagi jika suara emas itu sudah diaduk lembut dalam suatu gabungan paduan suara yang bergemuruh lincah. Lalu, dibungkus dengan iringan musik penunjang yang melapisi setiap sisinya sehingga berkolaborasi menjadi senandung penggetar jiwa. Setuju atau tidak, disadari atau tidak, dan diakui atau tidak, ketika semua itu dibawa ke medan kompetisi dan berhasil melahirkan nilai kemenangan, pasti “saudara sombong” selalu ingin berusaha untuk memasuki relung hati.
Dan lebih hebohnya lagi, saat ini para grup pengibar bendera shalawat al-banjari sedang marak-maraknya berkompetisi dalam musabaqoh shalawat al-banjari yang diselenggarakan di berbagai even. Dan tak elak kemudian sang pemenang akan menjadi bintang kejora di antara tentara-tentara saingannya.
Meskipun demikian, tak selayaknya jika kita bershalawat tetapi hati kita hanya menginginkan kemenangan atau ketenaran saja. Namun, niat buruk tersebut akan terhapus jika hati kita terpatri dengan selogan “Aku bershalawat karena cinta Rasulullah.” Oleh karenanya ini akan menjadi salah satu kiat jitu untuk memupuk rasa ikhlas kita ketika bershalawat kepada Nabi. Telah disebutkan dalam sebuah hadits Nabi SAW yang artinya, “Barang siapa yang memperbanyak membaca shalawat atasku (Nabi) semasa hidupnya, niscaya Allah akan memerintahkan semua makhlukNya untuk memintakan ampun baginya setelah ia mati.”
Selain itu, Allah SWT juga berfirman dalam kitabNya, “Innallaha wa malaikatahu yushalluna alannabiy” (sesungguhnya Allah dan malaikatNya membentuk atas diri Nabi). Kalau dikaitkan dengan shalawat yang biasa kita lantunkan, Allahumma shalli ‘ala sayyidina Muhammad wa ‘ala ali sayyidina Muhammad, dapat diartikan Ya Allah, bentuklah diriku sebagaimana Engkau membentuk Nabi Muhammad dan keturunannya.
Selain itu, kita juga dapat memahami bahwa bershalawat kepada Nabi bukan hanya mendo'akan Nabi saja, akan tetapi sebenarnya kita juga telah mendo'akan diri kita sendiri. Pengertian seperti ini sekaligus membantah tuduhan ahli kitab (Yahudi dan Nasrani) yang mengatakan bahwa Nabi Muhammad saja dido'akan oleh ummatnya, bagaimana bisa dia menyelamatkan ummatnya.
Huft,,, ternyata banyak sekali arti dan faedah dari shalawat itu sendiri??? Bukan hanya sekedar kata terucap, bukan hanya sekedar menjadi lantunan yang disenandungkan dengan variasi lagu, atau juga bukan hanya sekedar salah satu terowongan untuk keluar dan menjelma menjadi the winner dalam kompetisi. Akan tetapi demi terwujudnya hati yang berkumpul untuk mencurahkan mahabbahnya hanya untuk rasul semata, bertemu untuk taat kepada sunnahnya, bersatu dalam rangka menyuruh dakwah, dan berjanji setia untuk selalu mengharap syafaatnya. Hanya cinta yang akan menjadi landasan betapa nikmatnya kita bershalawat kepada rasul. Dan ingat sobat!!! Proklamasikan dalam hati, bahwasanya “aku bershalawat karena cinta rasulullah dan hanya mengharap syafaatnya, bukan karena embel-embel atu iming-iming lain” 
Keep spirit...... and lope IQMA.............. 
by; Urwah Al-Wutsqo
(Bendahara Bid. Shalawat)

IQMA Berduka

INNAA LILLAH WA INNAA ILAIHI ROJI'UN

Telah meninggal dunia Drs. KH. Chiznullah AR. pada hari Sabtu malam, 10 Januari 2010.
"Semoga amal baik dan perjuangan beliau diterima oleh Allah dan diampuni dosa-dosa beliau"

Jasa-jasamu akan jadi inspirasi
Semangat juangmu akan jadi motivasi

SELAMAT JALAN Ustad..........! doa kami mengiringimu....
Kami akan lanjutkan perjuanganmu

Pelantikan Pengurus IQMA periode 2009-2010

Asslm. Wr. Wb.
Salam hormat dari kami keluarga besar IQMA. Alhamdulillah IQMA telah melakukan reformasi kepengurusan yang dilaksanakan bertepatan dengan pelaksanaan MTI (Musyawarah Tahunan IQMA)pada tanggal 3-5 Juli 2009, di rumah salah satu anggota IQMA (Aqidatur Rofiqoh), daerah Candi Sidoarjo.
Pada tanggal 20 Agustus 2009, setelah terbentuknya kepengurusan IQMA yang baru periode 2009-2010, diadakanlah acara pelantikan pengurus IQMA bertempat di gedung SAC. Adapun nama-nama pengurus IQMA periode 2009-2010 adalah:

SUSUNAN PENGURUS
IKATAN QORI’ QORI’AH MAHASISWA (IQMA)
BEM IAIN SUNAN AMPEL SURABAYA
PERIODE 2009-2010

PELINDUNG
Prof. DR. Nur Syam, M.Si.
(Rektor IAIN Sunan Ampel)

PENASEHAT
Drs. H. A. Hamid Syarif, MH.
Prof. DR. Hj. Istibsjaroh, SH., MA.
Prof. DR. H. M. Ali Aziz, M.Ag.
Drs. H. Mahmud Mannan, MA.

PEMBINA
Ust. Hamid Abdullah, SH., M.Si.
Ust. Habib Ahmad Darmawan, M.HI.
Ust. Qomaruddin Ahmad, S.HI.
Ust. Ahmad Djumali, S.Ag.
Ust. Amin Iskandar, S. Sos. I.
Ust. M. Khadafi, M. Fil.
Ust. Nafi’ Mubarok, SH., M.HI
Ustzh. Hj. Nur Cita Qomariyah, S. Ag.
Ustzh. Yuli Astutik, S. Sos. I.
DEWAN PERTIMBANGAN IQMA :
1. Badrut Tamam, S.HI
2. Fairus Al-Habsyi
3. Farid As’ad
4. Ibnu Hajar Ansori, S.Th.I
5. Athourrahman, S.S
6. M. Amin Baihaqi
7. Edi Susilo, S.Hi
8. Aqidatur Rofiqoh, SS
9. Anwar Sanusi
10.Haidar Matin, S.HI
11.Ambadri Ma’ruf

Ketua Umum : Mu’tashim Billah
Ketua I : Iin Fribuati
Ketua II : Moch. Fuad Hasan
Sek. Umum : Ahmad Hayyan Najikh
Wakil Sekretaris : Yuni Wulandari
Bend. Umum : ‘Arifatul Khoiriyah
Wakil Bendahara : Mufida Hanim

IQMA Education Center (IEC)
Direktur : Fendika Prasetyo
Asdir I : Furaidatul Asriah
Asdir II : Sufiyah Nurul Azmi
Div. Marketing : Agus Susanto
Div. Kurikulum : Radinal Mukhtar HRP
Div. Tutor/Instruktur : Millatul Islamiyah

DEPARTEMEN

A. Dept. KAPEM
1.Washilatul Fadhilah (Ka)
2. Millatul Islamiyah
3. Fitri Nur Hidayat
4. Aminatus Sholihah
5. Fery Santoso

B. Dept. LITBANG
1. Irnawati (Ka.)
2. Rindu Setia Lestari
3. Nailissa’adah
4. Hudan Dardiri
5. Limmatus Sauda’
6. Ahmad Wahyudi
7. M. Khojin
8. Rizky Haqqul Yakin

C. Dept. HUMAS
1. M. Sholeh Anwar (Ka.)
2. Abd. Wafi
3. Budi Harianto
4. Nur Faizah
5. Robi’atul Adawiyah
6. Ummu Syafa’atud Dhukha

PENGURUS BIDANG

A. Bidang Tilawah
Anshori (Ka.)
Anis Istiqomah
Haris Sofiudin
Abdul Manab
Barikatul Hikmah
Mawaddah Idris
Abd. Muizzi

B. Bidang Shalawat
Kurnia Chasanah (Ka.)
Dwi Fitriyah
Aang Muzakki
Ali Mahrus
Dhoiful Ma’ali
Ichmami Faqih
Abidatul Ma’rufah
Annisa Nur Fadhilah

C. Bidang MC
Arijal Bakri (Ka.)
Ummi Mamlahah
Lu’luatul Hunainah
Ayu Agustin
Siti Mahmudah
Ahmad Bahrin Nada
Ayik Muayyidah

D. Bidang Dakwah
Saifullah (Ka.)
Ali Mahfudin
Khasibatun
Nur Indah A’isyah
Solihin
Ririn Indah
Muhammad Dahri

E. Bidang Kaligrafi
Ema Uzlifatul Jannah (Ka.)
Zulfa Mustaghfiroh
Muhammad Thabrani S
M. Aflah
Beni Firdaus
Nina Nurkamala

Selamat atas dilaksanakannya pelantikan pengurus IQMA periode 2009-2010, semoga amanah ini dapat engkau jalankan semaksimal mungkin. Ingat masa depan IQMA ada di tangan kalian. Mari kita bangun IQMA kedepan secara bersama-sama. Semoga dengan semangat juang kita ini, IQMA kedepan semakin baik. Amin....!!!!



















Musyawarah Tahunan IQMA

oleh: Millatul Islamiyah

Bismillahirrahmanirrahim…………..

“Setiap kamu adalah pemimpin, dan setiap pemimpin akan dimintai pertanggungjawabannya” (HR. Bukhari)
Setidaknya ada dua subtansi yang dapat kita ambil pelajaran dari kandungan hadits di atas. Yaitu 1. Bahwa sejak dilahirkan manusia telah memiliki potensi untuk menjadi seorang pemimpin. Pemimpin bagi dirinya maupun bagi orang lain. 2. Seorang pemimpin yang diberi amanah akan ditanyai pertanggungjawabannya. Berdasarkan dua pokok ide hadits tersebut, kiranya dapat dijadikan referensi bagi kami untuk menulis keIQMAan yang saat ini akan melaksanakan LPJ sebagai bentuk pertanggungjawabannya selama satu periode dan sekaligus menghadapi mekanisme demokrasi untuk memilih pemimpin baru.
Saudara ku IQMA sekalian. Tidak terasa 12 bulan telah berlalu dengan cepat. Kini roda kepengurusan IQMA periode 2008-2009 telah sampai pada penghujungnya. Masih teringat dalam memori kita, akhir bulan juni tahun lalu telah terbentuk kepengurusan IQMA untuk melanjutkan cita-cita organisasi setahun selanjutnya dengan terpilihnya ketua umum yang baru melalui mekanisme pemilihan yang demokratis. Dan saat ini, tepatnya pada awal bulan Juli nanti kepengurusan itu akan melaporkan semua program kerjanya di hadapan anggota IQMA sebagai bentuk pertanggungjawabannya kepada organisasi.
Usaha dan kerja keras yang ditopang dengan ghiroh yang tinggi untuk melaksanakan visi misi organisasi selalu mengiringi langkah kami dalam melaksanakan program kerja selama satu periode ini. Dinamika keorganisasian dengan segala problematikanya hampir telah kami lalui. Berbagai halangan dan rintangan harus kami hadapi baik dari factor kinerja internal pengurus maupun dari pihak luar. Perbedaan idealisme dan pendapat yang dipicu oleh egoisme di kalangan pengurus sering terjadi. Pujian, kritikan bahkan cemoohan telah menjadi ‘makanan’ kami sehari-hari. Terkadang cobaan itu hampir mengikis semangat kami dalam menjalankan amanah organisasi. Hingga tak sedikit pengurus yang mengeluh dan akhirnya minta untuk di resign di tengah perjalanan. Namun, Alhamdulillah dengan kembali pada niat dan tekad awal yang tertancap di hati, sampai saat ini kami masih tegak berdiri di tengah-tengah gejolak hingga dapat mengantarkan kepengurusan pada purnanya. Kami menganggap bahwa pahit getir dan suka duka yang kami rasakan justru menjadi bumbu manis untuk menghasilkan sebuah racikan karya yang luar biasa.
Kami sadar, bahwa semua cita-cita itu tidak akan terwujud dan kepengurusan ini tidak akan berhasil tanpa kerja keras dan usaha dari seluruh elemen kepengurusan. Oleh karena itu kami ucapkan beribu terimaksih atas segala pengertian dan kesabarannya selama ini. Semoga amal dan dharma bakti yang telah diberikan dibalas dengan nikmat yang tak terhingga.
Tak ada gading yang tak retak. Tidak ada manusia yang sempurna. Begitu juga dengan Kepengurusan ini. Kami menyadari bahwa kami masih sangat jauh dari kesempurnaan. Begitu banyak kekurangan yang dapat dilihat disana-sini. Kami memohon maaf kepada seluruh pihak sembari membuka lebar segala kritikan dan saran yang kostruktif demi perbaikan pada langkah berikutnya.
Selanjutnya, untuk melanjutkan tongkat estafet perjuangan organisasi diperlukan kepemimpinan yang baru. Pemimpin yang sangat diharapkan dapat merealisasikan cita-cita organisasi dan menjalankan amanah dengan baik.
Dan MTI, kependekan dari Musyawarah Tahunan IQMA adalah sebuah musyawarah tertinggi untuk menentukan arah dan nasib IQMA selanjutnya. Kegiatan MTI ini dilaksanakan rutin setiap akhir periode kepengurusan. Agenda MTI dimulai dengan laporan pertanggungjawaban dari kepengurusan periode sebelumnya. Dilanjutkan dengan peninjauan dan pengesahan AD/ART sebagai peraturan pokok dan pedoman dasar dalam segala kebijakan berorganisasi. Kemudian kegiatan ini akan ditutup dengan pemilihan ketua umum yang baru.
Oleh karena itu, kami menghimbau kepada seluruh anggota IQMA untuk mengikuti kegiatan ini dan menggunakan hak suaranya dalam menentukan nasib IQMA kedepan. Pilihlah pemimpim yang capable, accountable dalam melaksanakan amanah organisasi dan mampu memimpin dengan bijaksana sesuai dengan hati nurani anda. Akhirnya kami ucapkan selamat mengikuti pesta demokrasi ini.
February 2012
M T W T F S S
January 2012March 2012
1 2 3 4 5
6 7 8 9 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28 29