Perang Iklan Pemilu Kian Sengit dan Menarik... : PD vs PDI-P
Thursday, January 29, 2009 4:59:39 AM
Rupanya, pernyataan Ketua Umum PDI-P Megawati SP dalam pembukaan Rakernas di Solo, Selasa, 27/1, tentang permainan yoyo, tidak hanya mendapat tanggapan sengit dari jubir kepresidenan Andi Malarangeng. Hari ini, Partai Demokrat beriklan satu halaman penuh di hal 13 Harian Kompas (yang kebetulan saya baca).
Di antara berbagai klaim yang dikemukakan Partai Demokrat, dalam klaim "Apa yang turun?", ada beberapa hal yang menarik perhatian: (saya salin dan kutip dengan sebenar-benarnya bunyi iklan itu)
1) Angka pengangguran terus berkurang, 9.9% pada tahun 2004 menjadi 8.5% pada tahun 2008. (Sumber: Badan Pusat Statistik)
2) Angka kemiskinan semakin menurun, 16.7% pada tahun 2004 menjadi 15.4% pada tahun 2008. (Sumber: Badan Pusat Statistik)
3) Anggaran program-program pro-rakyat naik 3x lipat seperti BLT, BOS, Beasiswa, Jamkesmas, PNPM Mandiri dan KUR tanpa agunan tambahan, Rp 19 triliun tahun 2004 naik menjadi Rp 58 triliun tahun 2008. (Sumber Badan Pusat Statistik)
4) Penghasilan rakyat meningkat 18% pada tahun 2008 dibandingkan tahun 2004. (Sumber: Badan Pusat Statistik, PDB per kapita)
Tetapi ternyata, pada hari ini, juga di Harian Kompas, PDI-P beriklan di hal. 4, di antaranya berbunyi: (juga, saya salin dan kutip dengan sebenar-benarnya bunyi iklan itu)
...
3. Kesenjangan ekonomi semakin lebar**
4. Pemerintah gagal penuhi target menurunkan kemiskinan dan pengangguran***
** Kesenjangan kaya dan miskin bertambah lebar diukur dari Gini Ratio dari 0.32 (2004) menjadi 0.36 (2007) dan diprediksi bertambah buruk lagi di tahun 2008
*** Janji pemerintah di Peraturan Presiden RI No. 07/2005 tak tercapai, diuji dengan data BPS 2004-2008:
Jumlah kemiskinan saat ini 15,4% (34,96 juta jiwa), padahal pemerintah BERJANJI menurunkan hingga 8,2% (18,19 juta jiwa) di tahun 2009.
Jumlah pengangguran saat ini 8,5% (9,43 juta jiwa), meleset jauh dari JANJI pemerintah untuk menurunkan hingga 5,1% (5,65 juta jiwa) di tahun 2009.
Menarik juga kedua iklan yang menggunakan data yang sama, tetapi dengan cara pandang berbeda.
Nah lho...
Di antara berbagai klaim yang dikemukakan Partai Demokrat, dalam klaim "Apa yang turun?", ada beberapa hal yang menarik perhatian: (saya salin dan kutip dengan sebenar-benarnya bunyi iklan itu)
1) Angka pengangguran terus berkurang, 9.9% pada tahun 2004 menjadi 8.5% pada tahun 2008. (Sumber: Badan Pusat Statistik)
2) Angka kemiskinan semakin menurun, 16.7% pada tahun 2004 menjadi 15.4% pada tahun 2008. (Sumber: Badan Pusat Statistik)
3) Anggaran program-program pro-rakyat naik 3x lipat seperti BLT, BOS, Beasiswa, Jamkesmas, PNPM Mandiri dan KUR tanpa agunan tambahan, Rp 19 triliun tahun 2004 naik menjadi Rp 58 triliun tahun 2008. (Sumber Badan Pusat Statistik)
4) Penghasilan rakyat meningkat 18% pada tahun 2008 dibandingkan tahun 2004. (Sumber: Badan Pusat Statistik, PDB per kapita)
Tetapi ternyata, pada hari ini, juga di Harian Kompas, PDI-P beriklan di hal. 4, di antaranya berbunyi: (juga, saya salin dan kutip dengan sebenar-benarnya bunyi iklan itu)
...
3. Kesenjangan ekonomi semakin lebar**
4. Pemerintah gagal penuhi target menurunkan kemiskinan dan pengangguran***
** Kesenjangan kaya dan miskin bertambah lebar diukur dari Gini Ratio dari 0.32 (2004) menjadi 0.36 (2007) dan diprediksi bertambah buruk lagi di tahun 2008
*** Janji pemerintah di Peraturan Presiden RI No. 07/2005 tak tercapai, diuji dengan data BPS 2004-2008:
Jumlah kemiskinan saat ini 15,4% (34,96 juta jiwa), padahal pemerintah BERJANJI menurunkan hingga 8,2% (18,19 juta jiwa) di tahun 2009.
Jumlah pengangguran saat ini 8,5% (9,43 juta jiwa), meleset jauh dari JANJI pemerintah untuk menurunkan hingga 5,1% (5,65 juta jiwa) di tahun 2009.
Menarik juga kedua iklan yang menggunakan data yang sama, tetapi dengan cara pandang berbeda.
Nah lho...




