Terimakasih Ayah Ibu - Maafkan aku
Wednesday, May 23, 2007 5:33:30 PM
Pernahkah kita menatap orang terdekat
ketika sedang tidur......???.
Kalau belum, cobalah sekali saja menatap
mereka ketika sedang tidur.
Saat itu yang tampak adalah ekspresi
paling wajar dan paling jujur dari
seseorang.
Seorang artis yang ketika di panggung
begitu cantik dan gemerlap pun bisa jadi
akan tampak polos dan jauh berbeda jika
ia sedang tidur.
Orang paling kejam di dunia pun jika ia
sudah tidur tak akan tampak wajah bengisnya.
ketika sedang tidur......???.
Kalau belum, cobalah sekali saja menatap
mereka ketika sedang tidur.
Saat itu yang tampak adalah ekspresi
paling wajar dan paling jujur dari
seseorang.
Seorang artis yang ketika di panggung
begitu cantik dan gemerlap pun bisa jadi
akan tampak polos dan jauh berbeda jika
ia sedang tidur.
Orang paling kejam di dunia pun jika ia
sudah tidur tak akan tampak wajah bengisnya.
Perhatikanlah ayah kita saat beliau
sedang tidur. Sadarilah, betapa badan
yang dulu kekar dan gagah itu kini
semakin tua dan ringkih, betapa
rambut-rambut putih mulai menghiasi
kepalanya,betapa kerut merut mulai
terpahat di wajahnya. Beliaulah yang
tiap hari bekerja keras untuk
kesejahteraan kita, anak-anaknya.
beliaulah, rela melakukan apa saja asal
perut kita kenyang dan pendidikan kita
lancar.
Sekarang, palingkan wajah…...Lihatlah
ibu kita. Hmm...kulitnya mulai keriput
dan tangan yang dulu halus
membelai-belai tubuh bayi kita itu, kini
kasar karena tempaan hidup yang keras.
Beliau-lah yang tiap hari mengurus
kebutuhan kita. Beliau juga yang paling
rajin mengingatkan dan mengomeli kita
semata- mata karena rasa kasih dan
sayang,dan sayangnya itu sering kita
salah artikan.
Cobalah menatap wajah orang-orang
tercinta itu...Ayah, Ibu, Suami, Istri,
Kakak, Adik, Anak, Sahabat, Semuanya...
Rasakanlah sensasi yang timbul sesudahnya.
Rasakanlah energi cinta yang mengalir
perlahan, namun pasti…..disaat menatap
wajah lugu yang terlelap itu.
Rasakanlah getaran cinta yang seketika
akan mengalir deras ketika mengingat
betapa banyaknya pengorbanan yang telah
dilakukan orang-orang itu untuk
kebahagiaan kita.
Pengorbanan yang terkadang ditutupi oleh
kesalahpahaman kecil yang entah kenapa
selau saja nampak besar.
Secara ajaib Allah mengatur agar
pengorbanan itu bisa tampak lagi melalui
wajah-wajah jujur mereka saat sedang tidur.
Pengorbanan yang kadang melelahkan namun
enggan mereka ungkapkan...Dan ekspresi
wajah ketika tidur-pun mengungkap segalanya.
Tanpa kata, tanpa suara…………seolah mereka
berkata... "betapa lelahnya aku hari
ini". Dan penyebab lelah itu? Untuk
siapa dia berlelah-lelah? Tak lain
adalah kita.
Suami yang bekerja keras mencari nafkah,
istri yang bekerja keras mengurus dan
mendidik anak, juga rumah. Kakak, adik,
anak, dan sahabat yang telah melewatkan
hari-hari suka dan duka bersama kita.
Resapilah kenangan-kenangan manis dan
pahit yang pernah terjadi dengan menatap
wajah-wajah mereka. Rasakanlah betapa
kebahagiaan dan keharuan akan membuncah
seketika jika mengingat itu semua.
Selanjutnya, bayangkanlah apa yang akan
terjadi jika esok hari mereka
"orang-orang terkasih itu"………. tidak
lagi membuka mata untuk selamanya ...
Kemudian, ada satu pertanyaan yang patut
direnungkan bersama..”apakah kita sudah
membalas semua pengorbanan mereka,
walaupun hanya sekedar membuat mereka
tersenyum bahagia?”….
maafkan aku Ayah Ibu ku
maafkan anakmu belum bisa membahagiaakanmu
ayah ibuku
maafkan aku
____
jacg
nb:original message from post bulletin fs by snooker





