UBASUTE no HANASHI
Saturday, 14. March 2009, 02:55:06
Disarikan dari : Diary Kehidupan, Abu Aufa
Dahulu kala di Jepang terdapat sebuah kebiasaan yang dilakukan oleh para petani miskin yang disebut ‘Ubasute’, yaitu membuang orang tua mereka yang telah lanjut usia di daerah pegunungan. Hal ini dilakukan karena mereka terlalu miskin untuk menghidupi orang tua mereka. Cerita ini adalah cerita kuno dan di masa kini tentu saja tidak dilakukan hal seperti ini.
Dahulu kala di Jepang terdapat sebuah kebiasaan yang dilakukan oleh para petani miskin yang disebut ‘Ubasute’, yaitu membuang orang tua mereka yang telah lanjut usia di daerah pegunungan. Hal ini dilakukan karena mereka terlalu miskin untuk menghidupi orang tua mereka. Cerita ini adalah cerita kuno dan di masa kini tentu saja tidak dilakukan hal seperti ini.
Ceritanya: Pada hari itu, seorang ibu tua dengan digendong oleh puteranya berangkat menuju gunung untuk ‘disisihkan’. Namun selama perjalanan ia mematahkan ranting-ranting dan menjatuhkannya. Ketika ditanya oleh puteranya, ia menjawab,”Agar kau tidak tersesat ketika kembali ke desa.” Mendengar hal itu, puteranya terharu dan menangis lalu menggendong ibunya dan kembali ke rumah mereka.
Hikmah apa yang didapat dari cerita di atas?
Tentu banyak sekali, melimpah bagaikan air yang mengucur, mengalir deras ke sebuah telaga hati. Hikmah betapa kasih sayang orang tua kita tidak akan luntur sepanjang zaman, walaupun mungkin kita sendiri telah menjadi orang tua.
Kita bisa sekolah, disebut mahasiswa, jadi sarjana, bahkan lebih tinggi lagi, semua karena ridha orang tua kita, bukankah ridah orang tua juga ridha ALLAH Swt? Mudah-mudahan kita tidak jadi sombong, mentang-mentang lebih kaya, lebih terhormat, lantas jadi durhaka hanya karena orang tua kita berpendidikan lebih rendah dan hidup lebih sederhana. Bagaimana pun, kepintaran, kesuksesan dan kemewahan yang kita peroleh saat ini adalah karena jerih payah, penderitaan dan terutama keikhlasan serta doa orang tua.









Ochalieya # 18. March 2009, 21:50
Sebuah renungan untuk saya, apa saya sudah bisa membalas budi orang tua saya.
jajoen # 19. March 2009, 17:24
Ochalieya # 20. March 2009, 11:27
jajoen # 20. March 2009, 16:32
Ochalieya # 21. March 2009, 03:36
jajoen # 30. March 2009, 16:29
myagu # 31. March 2009, 12:59
jajoen # 31. March 2009, 15:56
maria2309 # 21. May 2009, 13:46
jajoen # 22. May 2009, 11:39
maria2309 # 22. May 2009, 12:18
jajoen # 22. May 2009, 16:44
Bli sendiri kalo itu.
daengtamka # 28. July 2009, 07:11
maria2309 # 29. July 2009, 15:12
jajoen # 29. July 2009, 23:29
maria2309 # 30. July 2009, 02:58
jajoen # 6. August 2009, 15:21
lupa. ....
hehehehe....
maria2309 # 7. August 2009, 12:41
jajoen # 7. August 2009, 13:44
Bru mulai merintis usaha baru, jd butuh kerja keras.
maria2309 # 8. August 2009, 04:46
tak pikir pak jajoen jaringannya nurdin m top
jajoen # 8. August 2009, 06:41
busyet, jaringan MLM nurdin m top???
maria2309 # 8. August 2009, 15:42
daerah jawa tengah banyak yg perdalaman n terpencil seperti temanggung ya pak? masih belum pasti yg mati d serbu itu si nurdin
maria kasihan bnget ma DANi anak yg bru lulus ujian sma tapi jadi eksekutor bom bunuh diri d jw marriot,..
jajoen # 8. August 2009, 16:21
Kalo iya bego banget dia, btahun2 g pnah ktangkep tp skalinya ktangkep lsg mati.
Cuma aku heran, knapa hanya ada dtemukan 1 org drumah itu. Padahal djelasn di tv kalo ada 3org drumah itu sebelumnya. Yg 2 kmana? Bisa ngilang y?
maria2309 # 8. August 2009, 23:58
kalo maria gk percaya dia punya ilmu begitu, cz gk pernah lihat manusia yang bisa menghilang
saya juga berharap si nurdin tertangkap hidup2 supaya bisa mengorek informasi teroris lainnya...
jajoen # 9. August 2009, 00:39
maria2309 # 9. August 2009, 00:50
di malaysia dia punya istri and anak gk??
jajoen # 9. August 2009, 04:59
maria2309 # 9. August 2009, 08:06
Rangga818 # 11. October 2009, 16:16
Rangga818 # 11. October 2009, 16:24