Kumpulkan Kapas-Kapas Yang Tersebar
Tuesday, January 26, 2010 7:52:26 AM
Ada seorang pedagang yg kaya raya dan berpengaruh dikalangn masyarakat. kegiatannya berdagang mengharuskan dia sering keluar kota. Suatu saat karena pergaulan yg salah, dia mulai berjudi dan bertaruh. Mula2 kecil2-an. Tetapi karena tidak dapat menahan nafsu untuk menang dan ingin mengembalikan kesalahannya si pedagang semakin gelap mata. Uang hasil jerih payahnya terkuras, istri dan anak terlantar dan menjadi miskin.
Orang lain tidak tahu kebiasannya berjudi itu. Untuk menutup aib tersebut, dia mulai menyebar fitnah. Ia mengatakan bahwa kebangkrutannya karena orang kepercayaannya, yaitu sahabatnya, mengkhianati dia dan menggelapkan banyak uang.
Kabar itu semakin hari semakin menyebar, sehingga sahabat yg setia itu jatuh sakit. Ia menjadi sangat kurus, mereka sekeluarga sangat menderita. Sebab, mereka dipandang penuh kecurigaan oleh masyarakat disekitarnya, dan bahkan, akhirnya dikucilkan dari pergaulan.
Si pedagang tidak mengira bahwa dampakperbuatannya demikian buruk. Dia bergegas menjenguk sahabatnya itu, dan memohon maaf kepada si sahabat. "Sobat, aku mengaku salah! Tidak seharusnya aku menimpakan perbuatan burukku dengan menyebar fitnah kepadamu. Sungguh, aku menyesal dan minta maaf. Apakah ada yg bisa aku kerjakan untuk menebus kesalahan yg telah ku perbuat?
Si sahabat berkata, ada 2 permintaanku. Pertama, tolong ambillah bantal dan bawalah ke atap rumah, sesampainya disana, ambillah kapas dari dlm bantal dan sebarkan keluar sedikit demi sedikit.
Permintaanmu yg pertama sudah aku lakukan, dan apa permintaan mu yang kedua?"
Sekarang, kumpulkan kapas2 yang telah kau sebarkan tadi, kata sahabat dengan kondisi yg sudah lemah.
"Maaf sobat aku tak sanggup mengabulkan permintaanmu yg kedua. Kapas itu sudah menyebar kemana-mana, tidak mungkin dikumpulkan lagi,"
Kata sahabat : begitu juga dengan berita bohong yang telah kau sebarkan. Berita itu tak kan berakhir hanya dengan permintaan maaf dan penyesalaanmu saja".
Sipedagang tertegun mendengar penuturan sahabatnya itu....!
"Jauh lebih bijaksana jika kita bisa melakukan sesuatu yang membuat orang
lain senang dan berbahagia, dengan lebih banyak menceritakan
kebaikan daripada keburukan...."
"It's certainly is wiser if we do something to make others happy -
by talking more about someone's kind deeds rather than his evil deeds."












