JINTOMANK BLOG FACEBOOKERS

Kreasi Wapsite dan Seputar Berita Tentang Situs Pertemanan Facebook

Subscribe to RSS feed

Kini Ada BIN di Facebook dan Twitter

INILAH.COM, Jakarta - Badan Intelijen Negara (BIN) bakal berkoordinasi dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika untuk memantau media jejaring sosial seperti Facebook dan Twitter.

Kepala BIN Jenderal Polisi (Purn) Sutanto menegaskan sebetulnya pemantauan terhadap maraknya jejaring sosial adalah urusan Kemenkominfo. Namun, jika ada yang bersifat membahayakan dan menyerang stabilitas negara, maka BIN bersama Kemenkominfo akan bekerja sama untuk melakukan pemantauan.

"Yang membahayakan tentu kita pantau. Yang arahnya teror dan subversif tentu kita pantau. Datanya kita serahkan ke Menkominfo. Biar Menkominfo yang menentukan langkahnya. Bukan BIN yang mengambil langkah," ujar Sutanto saat ditemui usai rapat pembahasan RUU Intelejen di Komisi I DPR, Selasa (22/3/2011).

Maksud pemantauan itu, lanjut mantan Kapolri ini, bukan untuk memata-matai interaksi masyarakat di jejaring sosial. Hanya saja, BIN melakukan langkah antisipatif jika ada pihak-pihak tertentu yang memanfaatkan jejaring sosial yang menggunakan untuk provokasi.

"Kita memberikan peringatan dini terhadap instansi terkait. Kalau soal hukum ke Kepolisian, masalah penyelundupan ke Bea Cukai. Kita memperkuat supaya departemen terkait bisa berfungsi lebih kuat," tegasnya. [tjs]

Halo Matahari Heboh Dibicarakan Facebooker Padang


Padang (ANTARA)
- Fenomena Halo Matahari yang terjadi di langit Kota Padang, Sumatra Barat, Kamis, sejak pukul 10:00 hingga tengah hari, heboh dibicarakan di situs jejaring sosial facebook.

"Apakah ini suatu petanda?," tulis Sukri Umar pada "statusnya" di facebook.

"Ya salaam, matahari siang ini aneh," ungkap Fiona Clarisa pengguna facebook lainnya.

Lee Zhaa, justru merasa terkagum dan menganggap itu suatu kebesaran Tuhan sembari mengingatkan bahwa itu tidak ada kaitannya dengan bencana.

"Allahu Akbar. Cantiknya pesonamu, dan jangan lihat itu sebagai pertanda dari sebuah bencana, tetapi lihatlah sebagai tanda Keagungan-Nya," tulisnya.

Sejumlah pengguna facaebook, umumnya belum mengetahui fenomena alam yang terjadi karena efek dari sinar matahari terhadap kristal-kristal air yang menyebabkan terjadinya lingkaran yang menyerupai pelangi di sekelilingnya.

Bahkan, sejumlah foto-foto halo matahari tersebut juga di unggah ke situs karya Mark Zuckerberg itu.

Pengguna facebook juga mencoba memberitahukan kepada teman-teman yang lainnya bahwa terjadi fenomena alam yang berbeda daripada hari biasanya di Kota Padang.

"Liat matahari deh!," kata Prima di statusnya.

Sementara, fenomena matahari ini tidak dapat dilihat oleh warga di Padang Panjang dan Sawahlunto yang masih merupakan wilayah di Sumatera Barat.

"Cahaya matahari di Padangpanjang biasa-biasa saja siang ini, tapi di Padang terlihat lingkaran bulat besar mengelilingi matahari. Beberapa kawan telepon, berspekulasi tentang tanda-tanda gempa dan tsunami. Ah, saya kira warga kita sangat trauma dengan info-info yang tidak jelas," papar Muhammad Subhan pengguna facebook asal Padangpanjang, sekitar 50 kilometer dari kota Padang.

"Saya tidak melihat ada cincin matahari, yang ada hanya cahaya yang silau," ungkap Reza Desita dari Sawahlunto saat ditanya melalui fasilitas "chatting".

Kepala Seksi Informasi dan Observasi BKG Padang, Syafrizal, mengatakan fenomena halo matahari itu merupakan hal biasa dan tidak ada kaitannya dengan kemungkinan terjadinya gempa.

"Masyarakat diharap memahami hal itu, karena halo matahari merupakan fenomena alam yang tentu saja harus dijelaskan dengan sains," tambahnya.

Akun Jimly Dipakai untuk Menipu

VIVAnews - Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), Jimly Asshiddiqie melaporkan pembobolan akun jejaring sosial miliknya di Facebook ke Bareskrim Mabes Polri. Selama dua bulan terakhir akunnya dibobol dan digunakan untuk menipu teman-teman jejaring sosialnya.

"Dibobol sejak September, modus diketahui sebulan lalu," kata Jimly saat melapor ke Bareskrim Polri, Jakarta, Kamis 21 Oktober 2010.

Menurut Jimly, dia memiliki tiga akun Facebook. Akun Facebook yang dibobol itu adalah Jimly Tiga. Akibat ulah pembobol itu, Jimly pun sering mendapatkan telpon dari teman-temannya yang telah ditipu. Sehingga, dirinya merasa terganggu.

"Beberapa kali ada yang menelpon saya, ini rupanya digunakan untuk menipu," kata dia.

Modus penipuan yang dilakukan pembobol itu dengan berbagai modus. "Untuk program beasiswa anak yatim, yang paling gawat untuk jual beli laptop selundupan dengan harga cuma 2 juta rupiah per unit," kata profesor tata hukum negara ini.

Menurut dia, sudah ada tujuh temannya yang tertipu. Namun baru satu temannya yang telah tertipu dan kehilangan uang, yaitu temannya dari Manado yang telah kehilangan uang Rp16 juta karena tertipi akun Jimly Tiga. "Ini bahaya, makanya saya memutuskan untuk melapor," tegas Jimly.

Jimly pun mengimbau teman-temannya untuk mengabaikan semua interaksi dengan akun Jimly Tiga tersebut. Selain itu, bagi yang belum berteman, Jimly meminta untuk tidak meminta maupun menerima pertemanan dengan Jimly Tiga. "Jangan sampai tertipu bahwa itu jelas penipuan. Jangan mau di-add atau pun di-confirm, karena saya masih minta bantuan ke reskrim supaya ditutup sama sekali," kata dia.

Laporan itu kini telah dilaporkan ke Bareskrim Mabes Polri dengan nomor laporan LP/658/10/2010. Undang-undang yang digunakan mengusut kasus ini adalah Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik.

Malaysia Bentuk Unit Khusus Internet

Liputan6.com, Kuala Lumpur: Pemerintah Malaysia membentuk unit khusus untuk mencari posting-postingan internet yang dapat menyulut ketegangan rasial dan perpecahan. "Departemen akan mengumpulkan unit pelaksana yang memiliki keahlian seperti, polisi, kejaksaan, dan peradilan, untuk menyelidiki kasus tersebut," kata Menteri Dalam Negeri Malaysia Hishammuddin Hussein di Kuala Lumpur, Malaysia, Jumat (3/9).

Langkah ini dilakukan menyusul ulah beberapa kelompok, seperti Federasi Mahasiswa Selangor Semenanjung Malaysia, Gagasan Pendidikan Melayu Malaysia, dan Perkasa, yang dilaporkan polisi karena menghina sensitivitas Malaysia melalu situs jejaring sosial Facebook., Rabu (1/9) lalu.

Hishammuddin menambahkan, ada pihak tertentu yang ingin mengangkat isu-isu sensitif untuk menciptakan kebencian dan perpecahan di antara rakyat.

Sementara itu, Perdana Menteri Najib Razak mengatakan, masyarakat harusnya bisa mempercayai media massa sebagai pelaporan yang didasarkan pada fakta yang tidak seperti media alternatif. "Beberapa artikel yang dipublikasikan di media alternatif, seperti portal online dan blog adalah setengah kebenaran dan tidak akurat," katanya.

Dikatakan Najib, media massa memiliki satu kekuatan yang tidak dapat ditemukan di media alternatif, karena mereka berdasarkan fakta. "Jika kita membaca media mainstream, secara intuitif kita menganggapnya sebagai laporan fakta otoritatif yang tidak bisa dipertanyakan, " katanya di kantor Straits Times New Press, Kamis (2/9).

Semua prinsipnya didasarkan pada fakta, jelas Najib, dibandingkan dengan blog yang pribadi. "Biasanya hanya menunjukkan satu orang dan berdasarkan pendapat. Harusnya ada masyarakat yang dapat melihat kekuatan media massa," tambahnya.(StraitsTimes/JAY/SHA)

Protes di Dunia Maya, "Drop-Out" Didapat



Liputan6.com, Probolinggo: Rosdiana dan Mega Ayu hingga kini masih belum bisa melanjutkan pendidikannya. Bersama dua rekannya, beberapa hari lalu mereka diberhentikan dari Sekolah Menengah Atas Negeri 2 Kota Probolinggo, Jawa Timur. Mereka dituduh telah mencemarkan nama baik sekolah lewat jejaring sosial Facebook.

Seminggu lalu, Rosdiana dan Mega Ayu menanggapi status yang ditulis dua temannya, Devi Rizky serta Anissa. Mereka membicarakan soal pencurian helm dan perusakan sepeda motor yang kerap terjadi di sekolah mereka.

Hanya berselang beberapa hari, secara bertahap, Rosdiana, Mega Ayu, Devi Riski dan Anissa, mendapat panggilan dari pihak sekolah. Selain medapat teguran mereka juga langsung diberhentikan dari SMAN 2 tersebut. Menurut Rosdiana dan Mega Ayu, mereka sebenarnya bermaksud memprotes dan meminta pertanggungjawaban pihak sekolah atas lemahnya sistem keamanan di sekolah mereka.

"Mungkin karena kata-katanya, namanya juga anak-anak apa saja diungkapkan. Misalnya, kepala sekolahnya dan bagian kesiswaan yang tidak bertanggung jawab soal keamanan sekolah, banyak helm yang hilang dan jok sepeda motor yang sobek karena disilet. Yang berkomentar enam orang, tapi kok yang dikeluarkan cuma empat orang," jelas Mega Ayu.

"Saya hanya mengomentari status, bukan membuat status. Mungkin karena ikut mengomentari saya diberhentikan. Saya sempat syok ketika itu," tambahnya lagi.

Sementara itu, pihak sekolah yang dihubungi sejumlah wartawan enggan memberikan banyak keterangan. Menurut Wakil Kepala Sekolah SMAN 2 Bidang Hubungan Masyarakat Muhamad Zaini, tindakan keempat siswanya tersebut sudah dianggap melampaui batas. "Mereka tidak saja memprotes berulang kali di Facebook, namun juga menghujat dengan kata-kata kotor," jelas Zaini.

Kondisi ini tentu saja membuat wali murid merasa diperlakukan tidak adil oleh pihak sekolah. Menurut mereka, pihak sekolah telah berlaku sewenang-wenang dengan begitu saja memberhentikannya tanpa ada proses pembinaan terlebih dahulu.(CHR/ANS)

Facebooker akan Demo Saat Sidang Susno

Liputan6.com, Jakarta: Kelompok yang mengaku sebagai Forum Silaturahmi "Facebookers" (laman jejaring sosial di internet) Indonesa akan berdemonstrasi pada saat sidang putusan gugatan praperadilan yang diajukan oleh pihak Komjen Pol Susno Duadji. Menurut informasi dari Traffic Management Center (TMC) Polda Metro Jaya di Jakarta, Senin pagi, forum tersebut dijadwalkan akan menggelar unjuk rasa di depan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada sekitar pukul 09.00 WIB.

Selain Forum "Facebookers", kelompok lainnya yang akan berdemo pada saat sidang praperadilan tersebut adalah Majelis Mudzakaroh, Solidaritas Nasional Anti Makelar Kasus, Majelis Laskar Langit, serta Komite Aksi Mahasiswa Pemuda untuk Reformasi dan Demokrasi.

Gugatan praperadilan dilayangkan pihak kuasa hukum Susno antara lain karena mereka menilai penangkapan Susno hanya didasarkan pada satu alat bukti yaitu pengakuan Sjahril Djohan sehingga tidak memenuhi ketentuan sebagaimana yang diamanatkan oleh Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP).

Sidang praperadilan yang telah dimulai sejak tanggal 24 Mei itu kerap dipenuhi oleh para pengunjuk rasa yang terbagi atas mereka yang pro dan mereka yang anti-Susno. Unjuk rasa yang dilakukan di depan PN Jaksel tersebut juga kerap menghambat dan memacetkan arus lalu lintas di Jalan Ampera Raya, Cilandak.

Selain di depan PN Jaksel, aksi unjuk rasa lainnya di ibukota juga dijadwalkan terjadi di Apartemen Senayan Bangkit, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Mahkamah Konstitusi (MK), Mabes Polri, dan Kementerian Pendidikan Nasional. Terdapat pula agenda aksi damai oleh Komisi Nasional Pengadilan Tembakau di Bundaran HI, Jakarta Pusat.(Ant/AYB)

Pria Tampan di Facebook Bisa Menipu

Liputan6.com, Bangkalan: Seorang pemuda yang menipu 15 remaja putri lewat jejaring sosial Facebook di Bangkalan, Madura, Jawa Timur, Ahad (23/5), diringkus. Dari aksinya Anam telah membawa kabur sepeda motor para korban.

Aksi Anam terungkap dari laporan Putri Rahmawati. Ia mengatakan sepeda motornya dicuri teman barunya yang dikenal lewat Facebook. Polisi lalu memancing tersangka dengan mengajak berkenalan di Facebook dan minta bertemu di Bangkalan. Modus Anam saat beraksi yakni mengajak korban berjalan-jalan dan membawa kabur sepeda motor.

Anam kerap memasang foto orang lain berwajah tampan di Facebook untuk mengelabui para korban. Sepeda motor yang dicuri lalu dijual. Uangnya kemudian dipakai untuk berfoya-foya.(AIS)

Anas Urbaningrum: Saya Blogger Juga

Anas Urbaningrum tersenyum menyambut Andi Mallarangeng. Keduanya bersalaman, lalu berpelukan sambil menempelkan pipi. Andi tertawa lebar.

Inilah dua dari tiga calon ketua umum Partai Demokrat. Rabu (19/5) itu, di Wisma Nusantara Jakarta Pusat, keduanya berpapasan saat hendak diwawancara terpisah dalam sebuah acara di satu stasiun teve. Akhir pekan ini, Anas (Ketua Fraksi Demokrat di DPR), Andi (Menteri Pemuda dan Olahraga) dan Marzuki Ali (Ketua DPR) akan bertarung di Kongres II Partai Demokrat di Bandung.

Marzuki adalah yang tertua di antara tiga calon bos partai terbesar ini. Usianya 54 tahun. Andi kini 47 tahun, sementara Anas akan berusia 41 pada Juli nanti.

Para calon muda, yaitu Andi dan Anas, sama-sama tercantum di Wikipedia. Tapi hanya si calon termuda, Anas, yang nongol di Twitter dan menulis sejumlah konten blog. Yahoo! Indonesia menemui Anas untuk berbincang-bincang. Ini petikannya.

Yahoo! Indonesia: Sebentar lagi Kongres Partai Demokrat memilih ketua umum. Seberapa besar dukungan terhadap Anda?

Anas Urbaningrum: Melihat acara silaturrahim, kehadiran mereka (pengurus cabang-cabang Partai Demokrat) boleh dibilang tulus dan sukarela. Jika bisa dijaga baik, saya kira dukungan sudah lebih 70 persen. Jadi, sebetulnya, agenda sekarang tinggal menjaga (dukungan itu).

Y!: Putra SBY, Edhie Baskoro, mendukung Andi Mallarangeng.

AU: Itu bagian kompetisi demokratik. Isu utamanya sebenarnya bagaimana memajukan Partai Demokrat. Pilihan Mas Ibas adalah sikap politik yang demokratis yang harus dihargai. Sama juga dengan kader yang lain. Lumrah saja.

Y!: SBY dipersepsikan dominan di Demokrat. Artinya Anda tak didukung presiden?

AU: Sebelum deklarasi, saya sudah sowan ke Pak SBY, boleh dikatakan sebagai mohon izin, mohon doa restu. Beliau memberi izin, mempersilakan maju berkompetisi. Arahan beliau, agar berkompetisi dengan sehat, dewasa, tidak serang-menyerang, tidak kampanye hitam.

Y!: Ketua umum partai itu ngapain sih?

AU: Ketua umum, juga jajaran pengurus, adalah pelaksana manifesto politik dan kebijakan partai yang ditetapkan kongres.

Di lapangan, dibutuhkan kreativitas dan inisiatif (ketua umum) yang membuat partai menjadi lebih hidup, dinamis, lebih komunikatif dengan publik. Salah satu segmen penting tentu segmen anak-anak muda. Komunikasi di segmen ini harus lebih luwes, rileks, substantif, atraktif, tidak ketinggalan isu-isu baru.

Y!: Itukah makanya Anda aktif lagi di Twitter, setelah sempat vakum? Itu benar Anda atau staf lain?

AU: Saya tak punya staf. Twitter saya isi sendiri. Masalahnya adalah membagi waktu dan kesempatan. Twitter, Facebook, dan lainnya, adalah sarana komunikasi yang efektif. Saya juga minta maaf bila tak sempat melihat permintaan berteman di Facebook yang sudah 30 ribu lebih. Jumlah teman saya sudah lima ribu. Sepertinya harus buka fan page saja…

Y!: Kenal internet sejak kapan?

AU: Belum lama, sekitar tujuh tahun terakhir. Email pertama saya di sebuah lembaga, sebelum saya bertugas di Komisi Pemilihan Umum. Saya punya dua email Yahoo! yang saya gunakan lima tahun terakhir ini. (Anas mempersilakan alamat emailnya dipublikasikan: urbaningrum@yahoo.com)

Di internet, saya mengikuti perkembangan berita, browsing. Itu sudah seperti memberi garam ke sayur. Akhirnya jadi tradisi keluarga. Anak-anak saya sudah sangat familiar dengan internet.

Y!: Indonesia cukup bebas dalam hal akses di internet. Sejauh apa kebebasan ini bisa dinikmati?


AU: Menurut saya, setiap bangsa harus punya strategi kebudayaan. Kalau kita punya, maka panduan teknis memudahkan mengantisipasi dampak kurang baik. Kebebasan mengakses di internet tidak bisa ditiadakan. Tapi pemerintah harus mengatur sesuai strategi kebudayaan itu, mana yang kontributif dan mana yang destruktif. Yang destruktif harus direstriksi.

Ini bukan merusak kebebasan, tapi pilihan untuk mengambil jalan yang baik. Mengatur bukan mematikan kebebasan. Kalau tidak diatur, satu isu saja: pornografi, saya kira akan merusak generasi baru yang makin familiar dengan internet. Yang dibaca bukan ilmu, teknologi, informasi, tapi menjadi porno-minded. Bahaya.

Y!: Di rumah, bagaimana melindungi anak-anak Anda dari konten berbahaya di internet?

AU: Anak-anak dikontrol, diajarkan apa yang boleh dan tidak. Diblokir juga, tapi ini urusan istri saya yang lebih canggih soal ini. Kami juga selalu melacak jejak alamat situs yang sudah mereka kunjungi.

Y!: Apakah Anda juga kerap menerima pesan sampah atau tawaran produk langsung ke telepon seluler?

AU: Tiap hari. Dari layanan kartu kredit, keanggotaan hotel, paling sering adalah tawaran investasi. Padahal, entah apa yang mau diinvestasikan.

Nomor hape sepertinya sudah kehilangan privasi.

Saya pikir, dibutuhkan aturan yang makin baik dan lengkap soal hal-hal seperti ini. Ke depan makin kompleks, cara-cara baru makin canggih. Privasi dan etika harus menjadi bagian penting, lalu diterjemahkan menjadi aturan.

Y!: Bicara soal aturan, saat ini ada rancangan peraturan menteri soal konten di internet. Rencananya ada tim yang menyeleksi konten, termasuk konten yang dibuat orang Indonesia sendiri.

AU: Isu nasionalisme penting, termasuk dalam hal konten di internet. Trauma terhadap masa lalu (Orde Baru) makin tak relevan. Hampir mustahil pemerintah mengambil jalan atau cara memperlakukan publik seperti Orde Baru. Lingkungannya saja tak mungkin. Tentu, pemerintah perlu meyakinkan bahwa ini (RPM Konten) bukan dalam rangka kembali ke gaya yang lama, bukan mematikan, bukan membatasi, tapi meregulasi.

Saya punya garis pikiran: pengaturan untuk hal yang baik harus dilakukan. Tugas pemerintah itu. Kalau tidak dijalankan, pemerintah kehilangan fungsinya. ‘Baik’ itu didefinisikan bersama, sehingga pemerintah tak dicurigai.

Y!: Apakah Anda tahu tentang Pesta Blogger?

AU: Saya ingin datang nanti. Kita (=Anas) ini komunitas blogger juga! Dulu, waktu zaman Soekarno, kan pakai surat-menyurat. Sekarang, zamannya beda.

Saya punya blog di http://blog.bunganas.com. Itu isinya dari saya sendiri. Saya juga mulai posting di Politikana.com, ingin mencoba menulis yang lebih ringan. ID saya di situ: urbaningrum. Baru satu posting. Dari sekian banyak komentar, hal yang bagus adalah: yang mengingatkan (saya) makin banyak. Tapi, konsekuensinya itu dimaki-maki, ya. Dibilang lambat, sombong, tak direspon. Haduh.

Saya masih belajar (membalas komentar dengan efisien). Me-review komentar saja masih dicetak dulu, baru dibaca satu-satu.

Gara-gara Status FB, Mahasiswa ITB Dikecam

VIVAnews- Hati-hati bila menulis status di facebook. Seorang mahasiswa ITB dikecam oleh Solidaritas Mahasiswa Papua Peduli Anti Rasis di Indonesia, karena tulisannya yang berbau rasisme. Rakyat Papua menuntut kasus ini diselesaikan secara hukum.

Kronologis kejadian berawal dari status facebook Dzulkiflry Imadul Bilad yang tercatat sebagai mahasiswa ITB program studi kimia. Statusnya itu di up date pada 3 Mei 2010 seusai pertandingan Persib vs Persipura.

Walaupun si mahasiswa telah meminta maaf pada 4 Mei 2010 lewat status facebook-nya, Koordinator Solidaritas Mahasiswa Papua, Yohanes Okdinon menganggap perlakukan mahasiswa ITB tetap tidak etis, karena seakan-akan memaksa orang Papua untuk memahami kalimat tersebut.

"Kami meminta agar yang bersangkutan diberi sanksi tegas oleh ITB dan secara institusi ITB menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh masyarakat Papua," tuturnya.

"Sebenarnya kita menyesalkan kenapa pernyataan rasis seperti itu bisa keluar dari mahasiswa universitas ternama," ia menambahkan.

Menurutnya, kasus ini menunjukan bahwa sistem pendidikan di Indonesia telah gagal membangun bangsa ini. Ia meminta agar pemerintah segera menyikapi dengan melakukan pembenahan pendidikan di dalam institusi dari tingkat dasar hingga perguruan tinggi.

"Pemerintah memberikan perhatian khusus terhadap kasus-kasus rasis yang bersifat nasional karena mengancam kehidupan berbangsa dan bernegara," ujar Mahasiswa Unikom Bandung ini.

Mereka memprotes dengan cara menggelar aksi di depan kampus ITB Bandung. Mereka menyanyikan lagu daerah Papua dan tarian tradisional Papua.

Mereka membawa poster "Rasisme Terhadap Orang Papua=Melanggar HAM orang Papua" "Tidak Ada Perbedaan Diantara Kita, Kita Satu RI" "Selama Anak-Anak Kandung Pertiwi Masih Rasis, Selama Itu Pula Bumi Pertiwi Indonesia Berjalan di Tempat". (umi)

Tombol "Like" Facebook Serbu Web Lain

Facebook melakukan langkah besar untuk meningkatkan pengalaman orang berbagi "Like" tidak hanya di situsnya sendiri, tetapi juga merambah ke situs lain yang saling terkoneksi. Itulah mimpi supersosial yang akan dilakukan Facebook dengan merilis paradigma baru yang disebut Open Graph dan Social Plugin.

"Kami akan menyebarkan satu miliar tombol 'Like' di jagat web (dalam 24 jam)," kata CEO Facebook Mark Zuckerberg saat membuka konferensi F8 di San Francisco, California, AS, Rabu (21/4/2010), seperti dilansir Wall Street Journal.

Tombol "Like" yang biasanya hanya digunakan di layanan Facebook kini akan tersedia bebas di situs web mana pun yang menginginkannya. Menurut Zuckerberg, fitur tersebut merupakan salah satu bagian penting untuk mewujudkan rencana Facebook membagi kesenangan semua pengguan web.

Mulai saat ini, orang bisa saling berbagi rekomendasi atas bebagai hal. Melalui situs berita, mereka mungkin berbagi artikel menarik, berbagi lagu favorit melalui situs musik, atau merekomendasikan film melalui situs review film.

Saat tombol tersebut ditekan, secara otomatis di halaman Facebook pengguna akan muncul link ke halaman web terkait. Selain itu, jumlah teman yang merekomendasikan informasi tersebut juga akan secara otomatis diperbarui dan muncul di halaman situs web yang dimaksud.

Selain menyebarkan "Like" ke semua web, Facebook juga menambah fitur Social Plugin yang bisa ditanam di situs web. Dengan fitur tersebut, pemilik web bisa mengatur rekomendasi apa yang akan ditampilkan dari jaringan pertemanan di Facebook.

February 2012
M T W T F S S
January 2012March 2012
1 2 3 4 5
6 7 8 9 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28 29