Gossiiiiip… ;)
Thursday, 12. April 2007, 12:16:52
Titi DJ (40 thn) ‘jadian’ sama gitaris RIF (temen SD-Titi DJ)
Irak masih atau semakin meradang
Panglima-nya tak sadar, TNI ‘membuang-buang’ duit indonesia sebesar 1 trilyunan
Hak intelektual didengung-dengungkan
Europe Liberals and democrats alliance ‘mengunjungi’ indonesia
Rektor IPDN di non-aktif-kan ad hoc (sementara)
Korut dimarahin oleh ‘polisi dunia’ (baca:AS) karena nge-‘jam karet’-in ‘janji’-nya
Rambut Ramses II (lahir:12 SM) baru ketemu setelah 30 tahun dicari-cari...
Gw di SMS kakak gw, “kapan skripsinya selesai dek?”
Skripsi..skripsi. Bagaimanasih bentuknya, rasanya, baunya.. (hehe, kaya’ intermezzo-nya film jomblo.. udah nonton blom?).
Kalo’ ngomong soal skripsi, gw jadi ke-inget -- minimal -- sama beberapa hal:
1.Cinta pertama gw (Bener. Ada.)
2.Mr. Chow, dan
3.‘Kelemahan’ Tuhan dibandingkan kita
Nanti gw ceritain. Sekarang, gw mo curhat tenteng skripsi.
Begini, sesungguhnya, kalau tidak salah (lho?), skripsi itu adalah bagian dari tugas akhir (TA). TA itu adalah tugas yang harus kita selesaikan di akhir masa studi kuliah kita. Sekarang gw sudah berada di akhir masa studi, berarti harus ngerjain tugas ini.
Di almameter gw, bentuk TA bisa macem-macem: ngebuat robot yang bisa makan tanah, membandingkan kekuatan tarik tanah antara tanah yang dicampur ayam bakar solo dengan yang dicampur semen gresik, atau mengotak-atik rumus-rumus basic-advance dari bidang hidraulika atau mekanika tanah yang sudah dianggap sacral oleh para ahli psikologi (lho?).
Biasanya, biasa banget, para calon insinyur di almameter gw suliiiiiiit banget nyari judul yang ‘pas’. Entah karena gak menguasai pelajarannya selama kuliah atau…malas.
Alhasil, TA-nya jadi tertunda 1 atau 2 atau tiga empat lima tahun lamanya (tapi ‘kawin’nya -- baik sama pacar atau istri -- tentu sulit atau gak bisa ditunda). So, biar gak sampe kebanyakan anak tapi masih bersatuts Mahasiswa, mereka mengambil jalan pintas tapi selamat. Halal tapi makruh (jadinya kaya’ perceraian, menurut hadits, perceraian itu dibenci oleh Allah, tapi toh halal-halal aja). Apa sajakah jalan pintas itu?
a.Si Mahasiswa Nyontek TA orang lain. misal:
-judul TA yang dicontek: analisis simpang bersinyal di perempatan wirobrajan.
-judul TA-nya: analisis simpang bersinyal di perempatan malioboro.
b. Si Mahasiswa Tidak nyontek, tapi nebeng. missal:
- Dosen melakukan penelitian akademis-nya (Biasanya biar pangkatnya naik jadi kep. Jurusan atau Dekan, dan sekaligus buat jaga image sebagai seorang Akademisi)
- Mahasiswa nebeng TA sama sang Dosen. Jadi, Judul dan semua perangkat teori TA-nya (plus biaya TA) dari dosen, tapi pengujian di Lab. dan analisa hasil-nya dikerjakan oleh Si mahasiswa ini.
Nah, kalo gw...sama seperti mereka: sama-sama kesulitan cari judul!!. Tapi dasar gw ganteng (jangan muntah lagi..doain aja bener), gw gak milih dua-duanya. Gw gak mau nyontek atau nebeng. Titik. Gw maunya.. ngebuat sendiri dan melaksanakan sendiri. Gw emang jujur dan hebat alais JH !!(jangan muntah, doain aja bener). Tapi, sodara-sodara, akibat JH gw itu….ehem...
1.Judul gw sudah 5 kali ditolak mentah-mentah oleh Dosen pembimbing!!!
2.Ruang refrensi gw kunjungi saban hari buat nyari judul yang mantep!!!
3.Buku- buku teoritis yang bikin pala pusing mau gak mau gw telan dengan muka pait!!!
4.Materi-materi dasar harus gw kaji ulang dengan tetesan darah (digigit nyamuk saban malam) dan cucuran keringat (menerjemahkan english documents dari internet)!!!
5.Sudah enam bulan… gw baru bisa ngerjain 30 % !!!
Itulah akibatnya. Harga dari JH. so, Gw sms balik ke kakak bahwa gw baru ngerjain 30% TA gw. Smoga, sebelum TA gw selesai, sang kakak berhasil nyariin wanita yang rela jadi istri gw (pria juga boleh. Kekekek). Gitu.
Weis.















cahaya_malam # 13. April 2007, 04:30
anw...sebagai kakak lu, gw suport doa aja dech...+ infak... hohoho
Joozu # 13. April 2007, 17:39