Skip navigation.

Al-Qolb

Hati yang ingin berkata-kata

Adik

ini Surat buat adek gw yang gak jadi gw kirim.. gw ganti yang lain. daripada di masukin ke trubus, mending gw posting..

kepada:dewi
di mana aja

Ada sebuah cerita.
Di sebuah kota kecil yang damai, hiduplah seorang gadis berumur 12 tahun. Ia duduk di bangku MTSN, (itu lho, sekolah islam yang setara SMP). Namanya Wi. Nama yang singkat, membuat siapapun yang mendengarnya tidak mudah melupakannya.

Ia suka tersenyum kalo gak sakit gigi, dan wi juga senang membantu sesamanya. Selain itu, wajahnya yang manis berpaut dengan budi pekertinya yang luhur, sehingga orang-orang di sekitarnya senang bergaul dengannya. Baik yang kaya maupun yang miskin. Baik yang ber ekor ataupun tidak. Hehe.

O iya, wi itu anak bungsu dari lima saudara. Kakaknya yang pertama bernama vi, kedua bernama yan, dan ketiga bernama la, serta keempat bernama ko. Wi anak ke lima.

Di kota kecil itu, Wi tinggal bersama kedua orang tuanya yang sudah paruh baya, sedangkan kakak-kakaknya berada di luar kota untuk keperluan akademi atau keperluan dinas mereka. Oleh karena itu, selama kakaknya belum pulang, Wi menjadi andalan kedua orang tuanya untuk membantu pekerjaan sehari-hari di rumah, seperti mencuci piring, baju, atau memanjat untuk memetik buah mangga di belakang rumah. Hehe. Wi memang hebat.

Begitulah nasib anak bungsu. Mau gak mau, wi harus membantu ortu tanpa bantuan kakak-kakaknya. Namun, ia dengan tekun membantu pekerjaan-pekerjaan itu, walau terkadang rasa malas menghinggapinya atau terpaksa mengorbankan waktu bermainnya.

Wi pernah minta ke ortu, biar dibuatin adik lagi dengan alasan agar gak sepi (padahal biar adiknya bisa di suruh-suruh bantuin kerja), tapi mamanya malah kaget,. “Hah? Minta adik lagi?” katanya sambil melongo.
Permintaan Wi langsung ditolak. (kaciaan deh loe).

Suatu saat, di atas pohon cerri di depan rumahnya (kenapa di atas pohon yah?), terjadi percakapan antara wulan (temannya Wi) dan Wi.

Wi: wulan, gak enak jadi anak bungsu. Suka di suruh-suruh sama ortu.
Wulan: masa’?
Wi: iya, mana aku Cuma sendiri. Kadang-kadang jadi jengkel juga.
Wulan: masa?
Wi: iya. Sebenarnya aku sih, ikhlas-ikhlas saja, tapi terkadang bisa juga jadi jengkel.
Wulan: masa?
Wi: iya. Coba, misalnya, baruu aja habis di suruh bikin kopi sama bapak, dan setelah itu aku mau nonton tivi, tiba-tiba bapak memanggil lagi, “wiiii, tolong pijitin bapak ya?” panggilnya. Nah, sehabis memijit, setelah itu aku capek dan mau nonton tivi, eh mamaku lagi yang memanggil dari dapur, “wiii, tolong mama belikan ketumbar sama minyak tanah ya?” katanya. Nah, aku gak mungkin menolak, kan? Tapi juga terasa gak enak, kan?”
Wulan: masa’?
Wi: iya. Tetep aja gak enak. Ikhlas sih ikhlas, tapi rasa capek dan tidak nyaman tetap aja ada. Begitulah jadi anak bungsu, gak enak kan?
Wulan: masa’?
Wi: eh, kamu gimana sih, kok masa’-masa’ terus?
Wulan: masa’?

Pergakapanpun dihentikan. Rupanya si wulan sedang asyik mencari buah cerri yang masak, sampai-sampai gak mendengarkan ocehan si Wi. Ya ampyuun.

Wi terus-terusan merasa gak enak jadi anak bungsu. Ia benar-benar anak bungsu yang harus mau membantu orang tua, meskipun sendirian. Tapi, Wi benar-benar gak tahu harus melakukan apa untuk menghilangkan rasa tidak enak ini.

“Kenapa harus jadi anak bungsu? Kenapa harus di suruh-suruh?”.Wi bertanya terus dalam hati, seakan-akan menjadi anak bungsu yang di suruh-suruh adalah nasib paling buruk sedunia. Sehingga suatu saat ia menemukan jawabannya.

Wi menemukan jawabannya di waktu yang lain, saat tanpa sengaja wi bertemu dengan mila dan wiwit di kantin sekolahnya. Mila dan wiwit adalah dua orang teman sekelasnya yang benar-benar berbeda nasibnya. Tapi wi gak tau nasib kedua temannya itu.

Si mila adalah anak orang tak punya, ayah dan ibunya telah meninggal. Ia bersama pamannya yang petani tinggal dalam gubuk reot gak anti hujan, di buluperindu, sebuah desa kecil seberang sungai. jadi, kalo ia hendak berangkat ke sekolah, gak sempat sarapan pagi dan harus rela berdayung pagi-pagi (jam lima pagi) pakai perahu menyebrangi sungai, sampe bajunya dan buku-bukunya terkadang basah karena kecipratan air sungai. Belum lagi kalo ada buaya yang mengintip dari permukaan sungai.

Sedangkan si wiwit adalah anak orang kaya, bapak dan ibunya adalah anggota DPR. mereka tinggal di kota, di rumah yang cantik dan gede. Kalo berangkat ke sekolah pas jam tujuh pagi diantarin sama sopir bapaknya. Tentu sudah sarapan roti keju dan segelas susu pakai strawberry di atasnya dan baju yang senantiasa rapi oleh setrikaan pembantunya.

Nasib perut dan perjuangan hidup mila dan wiwit benar-benar berbeda. Tapi, sekali lagi, si Wi gak tahu. Sampai mereka bertemu di kantin itu.

Wi, mila dan wiwit duduk satu meja di kantin itu. Tidak banyak orang di sekitar mereka, entah kemana. Terjadilah percakapan di antara mereka bertiga:

Wi: mila, wiwit, gak enak ya jadi anak bungsu. Di suruh-suruh terus sama bapak dan mama. Capek dan gak enak di hati.
Mila: ah, masih enakan kamu, punya ortu. Aku sudah gak punya. Aku malah kangen untuk disuruh-suruh sama mama. Seandainya tuhan mau mengembalikan mamaku padaku, aku berjanji untuk di suruh seumur hidup olehnya. Aku rela. Aku gak akan membantah. Itu kalo tuhan mau.
Wi: hah? (melongo)
Wiwit: iya. Masih enakan kamu wi. Biar aku ini anak orang kaya, tapi aku jarang banget ketemu sama ortuku. Mereka sibuk sekali dengan pekerjaannya. Mereka pergi ke kota ini, kota itu. Seminggu sekali baru pulang. Setiap hari, aku hanya bersama mamang, sopir bapakku, bibi sarinah, pembantu kami dan sama si belang, kucing kesayanganku. Untuk mengusir sepi, aku undang teman-teman untuk bermain game di kamarku. Tapi tetap aja aku ingin berkumpul sama keluargaku. Aku ingin dekat selalu bersama mereka, tapi mereka pergi terus.
Wi: hah?(melongo)

Rupanya, kedua temannya itu malah ingin bisa dekat dengan orang tua mereka, walaupun di suruh-suruh. Sebab kedua temannya itu, sama-sama kehilangan kehangatan keluarga. Tanpa ayah dan bunda di samping mereka. Mereka hidup tidak normal, sedang wi hidup normal. Setelah tahu begitu, wi memohon maaf pada teman-temannya dan wi menawarkan kepada mereka untuk mau bermain-main ke rumah wi, untuk berkenalan sama ortunya. Mila dan wiwit menerima tawaran itu dengan senang hati. “okee, minggu depan kami main ke rumahmu wi...” kata mereka serempak.

Sepulang sekolah, sepanjang perjalanan, wi benar-benar gak sabar ketemu ortunya yang ternyata sangat berharga itu. setiba di rumah, wi langsung memeluk bapak dan mamanya dengan perasaan yang lebih mendalam. Ia semakin sadar, semua orang butuh orang tua untuk dicintai dan dibantu hidup mereka…

TAMAT
-----------------------------------------------------------------
Oke, ceritanya bagus yah? (muji diri sendiri nih). Met nikmatin.

Pa kabar dewi? Semoga adek baik-baik saja. Mas joko punya dua kabar gembira.
Pertama, mas joko masih hidup dan masih tetap ganteng (ehm).
Kedua, mas joko titip buku sama mas heri. Selamat baca ya.

Pa kabar mama dan bapak? Semoga baik-baik saja. Ya. Maaf joko belum sempat buat surat khusus buat mama sama bapak, selain karena tulisannya makin jelek aja juga karena komputernya mau dipakai sama yang punya. Hehe.

Surat ini khusus buat dewi seorang. Ciee.

Begini, adek, ada beberapa hal yang mas ingin sampaikan.
Pertama, mas mau Tanya, sebenarnya dewi suka sama buku apa sih? Hehe. Biar nanti kalo mas kasih buku, dewinya jadi senang gembira.
Kedua, mas mau beritahu, agar bisa sukses di dunia dan akhrat dewi harus banyak-banyak beribadah dan berbuat amal sholeh.
Ketiga, mas juga mau kasih resep biar jadi orang pintar. Jangan kasih tahu siapa-siapa ya.
1. Senang membaca. Terutama al-quran. Orang yang gak rajin membaca gak akan bisa pintar kaya’ dian sastro atau agnes monica. Mereka gemar membaca lho.
2. Senang menulis. Belilah buku diari, kemudian tulislah pengalaman-pengalaman yang berkesan yang dewi alami. Baik pengalaman yang menyedihkan, menakutkan, menyenangkan, mengagetkan ataupun menjijikan. Semuanya ditulis di diari. Ceritakan di diari.
3. Senang tampil di depan umum. Bicara di depan umum. Percaya diri di depan umum. Berusahalah. Kalo ada kesempatan untuk untuk tampil di depan umum, maka ambil kesempatan itu. Segepat mungkin.

Gitu deh. Selanjutnya, ntar mas kasih photo adi firmansyah dan photo mas joko firmansyah ya. Selamat membedakan kegantengannya. Ehm.

LaparKematian

How to use Quote function:

  1. Select some text
  2. Click on the Quote link

Write a comment

Comment
(BBcode and HTML is turned off for anonymous user comments.)

If you can't read the words, press the small reload icon.


Smilies

Download Opera, the fastest and most secure browser
December 2009
S M T W T F S
November 2009January 2010
1 2 3 4 5
6 7 8 9 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28 29 30 31