Skip navigation.

Al-Qolb

Hati yang ingin berkata-kata

Lapar



Bayangkan, pengalaman kelaparan sang nabi..........

Sejarah Nabi dan Rasa Laparnya


Muslim dan tirmidzy meriwayatkan dari nukman bin basyir katanya, “bukankah kamu sekarang ini dapat makan dan minum sepuasmu? Sedangkan aku pernah melihat nabi pada suatu hari sedang kelaparan tidak punya buah kurma yang dapat dimakannya” (targhib jilid 5 halaman 154)

Abu nu’aim meriwayatkan dalam kitab al hilyah dari abu hurairah katanya, “pernah ada suatu hari aku melihat nabi sedang shalat duduk maka aku bertanya pada beliau, “ apakah gerangan yang menyebabkan engkau shalat duduk ya rasulullah?
Jawab beliau, “aku tak kuat berdiri karena lapar”.
Ketika mendengar ucapan nabi yang sedemikian ini, abu hurairah menangis dan nabi berkata, “hai abu hurairah janganlah kamu menangis, sesungguhnya sulitnya hisab di dunia kiamat tidak sebanding dengan kesulitan lapar di atas dunia.” (kanzul ummal jilid 4 halaman 41)

Ahmad meriwayatkan dari aisyah r.a. katanya, “pernah pada suatu malam keluarga abu bakar mengirim keluarga nabi sepotong daging. Daging tersebut dimakan oleh beliau sedangkan aisyah tidak turut makan, kami makan itu dengan tidak pakai penerangan sedikitpun karena tidak punya minyak, karena gajih (lemak) yang ada sudah habis kami makan.”

Abi ya’la meriwayatkan dari abu hurairah r.a. katanya, “pernah kami lewat rumah keluarga nabi selama beberapa bulan, tapi tidak pernah kami lihat salah satu dari rumah keluarga beliau yang menyalakan lampu atau api, karena bila mereka mempunyai minyak dan gajih maka dipakai untuk berminyak dan..dimakan.” (targhib jilid 5 halaman 154)

Ahmad meriwayatkan dari anas bin malik r.a. katanya, pernah ketika fatimah datang memberikan sepotong roti kepada nabi, beliau berkata, “roti ini adalah makanan yang pertama kali sampai ke tangan ayahmu selama tiga hari ini.”

Baihaqi meriwayatkan dari abu hurairah katanya, ketika nabi diberi semangkuk makanan yang panas maka beliau makan dan berkata, “alhamdulillah, yang telah memberi makanan ini sesudah beberapa hari,”. (targhib jilid 5 halaman 149)

Bukhari meriwayatkan dari sahal bin sa’ad r.a. katanya, “sejak nabi diutus sampai wafatnya belum pernah sedikitpun merasakan roti yang putih” (targhib jilid 5 halaman 153)

Thabrany meriwayatkan dari aisyah katanya, “ tidak pernah sedikitpun aku mengangkat hidangan nabi yang tersisa sedikitpun (selalu habis)” (targhib jilid 5 hal. 151)

Ibnu hidupnya meriwayatkan dari abu talhah r.a. katanya, “ kami mengeluh kepada nabi tentang lapar yang kami derita dan kami letakkan dua batu pada perut kami untuk menahan lapar sedang nabi juga menaruh dua batu pada perut beliau.” (targhib jilid 5 hal. 156)

Bukhary meriwayatkan dari aisyah r.a. katanya, “musibah pertama yang menimpa umat ini setelah wafatnya nabi adalah kenyang, di mana suatu umat bila kenyang maka badan mereka akan menjadi gemuk dan hati mereka akan lemah sedangkan syahwat mereka akan bertambah” (targhib jilid 3 halaman 420).

Bukhary meriwayatkan dari saat bin abi waqash, katanya “ aku adalah orang yyang pertama yang melemparkan panah di jalan Allah, pernah kami berjuang bersama nabi SAW, sedangkan kami tidak punya makanan kecuali dau pohon samar seperti ternak yang makan daun.”

Abu nu’aim meriwayatkan dalam kitab al hilyah jilid 1 halaman 93 dari sa’ad bi abi waqash, katanya, “ ketika kami masih berada di mekkah, bersama nabi kami telah biasa menghadapi lapar, karena itu setiap kali mendapatkan ujian kami akan bersabar”.

---------------------------------Tamat---------------------------------------------------------

Rasa lapar yang kita bicarakan di sini, adalah rasa lapar yang berlarut-larut, bukan rasa lapar yang bisa segera dihilangkan dengan pergi ke kantin. Rasa lapar yang gw maksudkan di sini adalah rasa lapar karena memang gak ada duit buat beli makan, jadinya berlarut-larut, sampai datangnya keajaiban (hutangan atau "di sogok" sama temen. hehe).

Nah, kelaparan (kata sifat dari kata “rasa lapar”), tentu menjadi pengalaman yang tidak enak. Bukan saja ia membuat perut seperti dililit-lilit, tapi juga karena keterpaksaan menerima beban psikologis (karena menanggung hutang atau terancam mampus di kamar...) yang gimanaaa gitu.. :D

Oleh karena itu, kelaparan menjadi fenomena yang dibenci, kalo tidak ingin dikatakan kurang disukai. Tapi, bagi orang-orang miskin, ia adalah aksioma. Keniscayaan alias “mau bagaimana lagi, namanya juga orang miskin". suka tidak suka, harus dihadapi...

Menurut abraham maslow, seorang psikolog angkatan tahun berapa gw gak tau, kebutuhan dasar manusia itu ada lima, kebutuhan untuk dapat hidup, bebas dari rasa terancam, kebersamaan, keunggulan dan aktualisasi diri.

Nah, rasa lapar itu berhubungan dengan kebutuhan dasar manusia yang pertama itu, kebutuhan untuk dapat hidup.

Meskipun semua orang butuh itu, tapi semua orang belum tentu pernah merasakan rasa lapar yang kita definisikan tadi. Sebab tidak semua orang di dunia ini hidup miskin alias tak berpunya apa-apa. Ya, hanya orang yang masuk dalam kriteria miskin saja yang dapat merasakannya (atau seharusnya mencoba untuk merasakannya, biar sadar bahwa ia miskin).

Menurut standar kemiskinan indonesia, yang disebut miskin itu setidak-tidaknya berpenghasilan dibawah 200 ribuan perbulan. Menurut bank dunia, 500 ribuan. (sumber: koran republika sekitar dua atau tiga hari yang lalu, halaman dan kolomnya cari sendiri)

Kita pakai standar indonesia aja. So, bagaimanapun juga, gw ini tentu saja mutlak disebut orang miskin. Sebab masih mahasiswa dan semua kebutuhan hidup (selain bea siswa dan fee sebagai co-ass) ditanggung oleh orang tua ( kiriman). gak ada penghasilan sepeserpun yang gw hasilkan sendiri. Gw orang miskin. sekali lagi, gw urang miskin.

Oke. Karena gw orang miskin, sudah tentu wajar kalo gw juga mungkin saja mengalami rasa lapar. Entah empat kali sebulan atau satu kali seminggu. Sering atau tidak. Yang jelas pasti ada saja waktunya.

Oleh karena gw tidak mungkin menghindarinya, maka kita (kok kita?) harus dapat menikmatinya. Ya, semua permasalahan yang niscaya, tidak dapat atau sulit dihindari, harus bisa kita (gw) nikmati.

Hah? Menikmati rasa lapar. Bagaimana caranya?

Ke dugem. Hehe. Ya gak lah.
Pertama,..bersabar (basi yah?),
dan yang kedua, mencari kegiatan lain yang benar-benar menyibukkan pikiran. Misal, baca buku dari pagi sampai malam lalu malamnya tidur sampai pagi!!.

so, sebagai orang yang berpenghasilan dibawah 200 ribu alias orang miskin dan “kebetulan” terserang kelaparan, maka paginya gw ngerjain TA di perpustakaan (dan mau gak mau) ditambah baca buku-buku non-teknik(bisa sampai sepuluh buku lho..nasip..nasip..) sampe sore dan kalo malam gw besenggama sama kasur (bener, ya, bersenggama?) sampai pagi!!. lalu, kalo masih belum beruntung, ya ke perpus lagi, ngurus TA lagi, baca-baca lagi sampe sore.

but, apa hubungannya dengan sejarah kelaparan nabi di atas?

Begini, kemarin, pas gw lagi baca-baca buku dalam keadaan hungry berattt, gw ketemu sebuah buku yang berisikan hadits-hadist di atas…kontan gw jadi terharu dan..hingga mata berkaca-kaca.. :cry:

Monster KasurAdik

How to use Quote function:

  1. Select some text
  2. Click on the Quote link

Write a comment

Comment
(BBcode and HTML is turned off for anonymous user comments.)

If you can't read the words, press the small reload icon.


Smilies

Download Opera, the fastest and most secure browser
December 2009
S M T W T F S
November 2009January 2010
1 2 3 4 5
6 7 8 9 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28 29 30 31