Kematian
Thursday, 21. June 2007, 03:05:21
Entah banyak atau sedikit, entah diketahui atau tidak, semua orang pasti akan bertemu kematian. Berarti, mati itu wajar. Sama seperti wajarnya dengan keberadaan orang melarat, orang jahat, orang biadab, di dunia.
Walau begitu, masih saja ada orang-orang yang tidak ingin berjumnpa kematian, atau, minimal, dapat menundanya selama mungkin. Alasannya pun bermacam-macam, dari sekedar alasan hedonis hingga alasan teologis. Dari sekedar ingin berhura-hura lebih lama, hingga karena ingin berbakti kepada Tuhan lebih lama lagi. Dari sekedar tidak ingin membuat orang bersedih, atau karena tidak ingin berdosa. Pokoknya, pasti ada alasan untuk tidak mati. Orang gila saja, tanpa sadar akan alasan apapun, tetap berusaha untuk terus hidup (walau mengais sampah)
Semua orang ingin hidup selama-lamanya.
"Tidak mungkin, yang hidup selama-lamanya hanya tuhan" sanggah si kucing dalam karung.
Kematian, terkadang menjadi cerita yang membuat orang terdiam dan merenung dalam-dalam, dan seringnya menjadi kenyataan yang dilirik sebentar lalu diacuhkan.
Kematian, terkadang adalah cerita yang cukup berarti untuk menyadarkan jiwa yang telah remuk redam. Namun seringnya malah membuat jiwa itu menjadi semakin terurai hingga sirna.
Kematian, seringnya menjadi cerita pengiring surat wasiat. Namun, terkadang, menjadi sekedar postingan…. ;P
Kematian itu, misteri alam gaib alias misteri banget, oleh karena itu ia menjadi inspirasi bagi cerita-cerita manusia.
"Kematian, adalah mesin pemindah dimensi kehidupan, bukan mesin pemusnah kehidupan" kata si kucing dalam karung.
Kalau begitu, semua orang akan hidup selama-lamanya…?
kalau begitu, apa yang kita artikan dengan kehidupan dan kematian?
"kehidupan itu layaknya kau bermimpi. kematian itu layaknya beberapa detik fase sebelum kau terbangun, dan tuhan tidak pernah melarang manusia hidup selama-lamanya, karena surga dan neraka sudah dibuatnya" kata si kucing dalam karung lagi.
weis.















Alhadist # 21. June 2007, 04:01
Supras # 25. June 2007, 04:30
barang kali tidak pernah ada orang yang kumpul-kumpul, apakah di warung kopi, di kampus-kampus, di kantor-kantor atau dimana saja yang, ngobrol asyik tentang kematian. Hampir tidak pernah kita mendengarnya ? mengapa obrolan tentang kematian ini jarang kita dengar ? karena kematian dianggap sesuatu yang menakutkan.
Joozu # 29. June 2007, 03:50
coba, masa' orang-orang hidup hanya untuk menerima, bahwa mereka akan mati.. sama lucunya dengan orang-orang berperang demi nilai duit yang mereka sepakati bersama-sama, atau seperti memberi kuasa pada presiden untuk diperintah-perintah, atau memberi senjata pada tentara untuk ditembak, atau semacam itulah.. absurd..