My life must go on...
Tuesday, 22. May 2007, 04:28:23
Tapi gw tau ini gak baik. Bisa bikin virus hepatitis sama bronchitis militus menyerang gw---> ngasal
Kalo kau punya matahari dan udara.. (lho kok nyanyi? Loe sedang emosi joo. Emosi. )
Oke. Gw esmosi.
1. Walau orang-orang menasihati dengan nada menggurui, gw seharusnya memperhatikan nasihatnya, bukan nadanya.
2. Walau gw gak butuh nasihat alias gw sudah tau alais nasihatnya sudah basi, gw seharusnya memberikan kesempatan pada mereka untuk dapat merasa berjasa.
3. Walau gw sudah ngasih kesempatan sekali sampe dua kali, tapi mereka tetep aja terus-terusan “memberikan nasihat” sehingga waktu terbuang percuma dan gw ngerasa blo’on, maka gw seharusnya menyampaikan secara efektif kepada mereka dengan menggunakan metode x y z. So, gw musti bilang ke mereka,” maaf. Gw gak suka kalo kamu melakukan x, karena bisa menyebabkan y, jadi, coba lakukan z.”
4. Walau gw sudah menerapkan komunikasi efektif itu tapi mereka malah cemberut-cemberut, maka gw harus banyak-banyak “mengangkat” diri mereka, sebab bisa jadi mereka merasa direndahkan juga oleh gw dan “mengangkat” itu adalah metode yang tepat untuk – minimal -- menetralkan jiwa mereka.
5. Walau gw sudah “mengangkat” diri mereka tapi mereka masih juga cemberut. Maka gw harus tetap fokus pada inti pembicaraan tanpa memperhatikan wajah masam mereka sambil tetap “mengangkat” mereka.
6. Walau gw sudah berupaya fokus pada inti pembicaraan tapi mereka malah merusaknya dengan sikap masam itu, maka lebih baik gw pending pertemuannya. Sehari atau dua hari.
7. Walau gw sudah pending acaranya tapi di pertemuan berikutnya mereka gak datang, maka gw harus mengkoreksi lagi diri gw kaya hari ini.
“Pandai mengipas harga diri orang lain, dan tidak mengindahkan ketololan mereka”
my life must go on...















How to use Quote function: