Ungkapan Hati
Tuesday, May 1, 2007 3:42:09 AM
nah, dulu, waktu dia masih SD (baca: seorang diri), dia satu organisasi sama gw. Iya, waktu itu, ia termasuk yang (ke-li-ha-tan-nya) tertarik sama kepribadian gw. dulu,Suka C2P dan T2P ke gw (ke-li-ha-tan-nya). Ehm.
Nah, kebetulan, di organisasi itu, dia kebagian tugas bikin artikel untuk MADING (majalah dinding) yang isinya sangaaaaaaaat menyentuh hati gw. Bener. Baru kali itu gw ngebaca sesuatu yang membuat gw GR kuadrat. Nah, sudah lama gw pengen posting-in artikelnya itu, tapi..madingnya sudah gak exist dan artikelnya sudah gak nempel lagi di situ!!!
Tapi gw itu termasuk dalam tipe pembelajar yang kinestetis, sesuatu yang menyentuh perasaan akan teringat dengan mudah oleh gw dan akan tersimpan cukup lama. so, gw berusaha scanning lagi otak gw, trus gw revisi di sana-sini, trus jadilah rekonstruksi dari artikel tersebur. Meskipun gak sempurna.
Nah, apa isi artikel-nya yang membuat gw jadi “GR kuadrat” itu?
Bunga liar
Bunga Liar, kehadiranmu tidak terlalu dihiraukan orang-orang, namun jika kupandang dengan seksama, ternyata kau indah juga. Di antara rerumputan hijau kau tumbuh setangkai diri. Warna putihmu menghibur mata dan membelai halus hatiku. Ternyata kesendirianmu begitu menawan. Tak pernah bosan aku menatapmu.
Ingin sekali aku menanammu di teras rumahku, agar lebih dekat dan lalu dapat kunikmati indahmu setiap saat. Jika kau ada di terasku, maka sepulang kuliah, sehabis mengaji atau setelah bangun tidur, aku dapat bersamamu. Tapi...
Dulu, terasku sudah dihiasi oleh sekuntum mawar merah. Kutemukan ia di semak-semak hutan, lalu kubawa ke terasku. Betapa bahagianya hatiku, setiap saat aku dapat berada di sisinya. Menikmati warna dan wanginya. Namun, semuanya tidak berlangsung lama, sebab ia layu di tempatnya. Ia tak sanggup hidup dalam wadah yang kusediakan. Ia tak dapat hidup dari keterbatasan yang kutawarkan. Ia memilih layu. Aku sedih, karena takut jika ia akan mati mongering. Aku juga bingung, tidak tahu apa yang dapat kulakukan untuknya, aku tak mengerti akan dia. Hingga akhirnya ia benar-benar mati mengering, dan hari-hariku berisikan sendu.
Aku tak ingin kau bernasib sama. aku tak ingin merusak akarmu ketika aku mencabutmu dari taman hidupmu. Aku tak ingin engkau mati mengering di terasku. Aku tak ingin membatasi kebebasanmu. Kau tumbuh di alam lepas dan kau layu di sana. begitulah seharusnya. Aku akan menghiasi hari-hariku dengan mengunjungimu, aku tetap akan menatapmu dari dekat,dari tamanmu bukan dari jendela kamarku...
-----------------------SELESAI
nah, entah loe-loe sekalian ngerasa atau gak ngerasa apa-apa, yang penting gw sudah memenuhi hasrat gw.. merekonstruksi artikel tersebut..

btw, ini ada gambar cantik, pas iseng-iseng mainin Paint....
















cahaya_malam # Friday, May 4, 2007 7:04:13 AM
dohhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh
eit..........adikku sayang af1...ane td ga s4 kebank..so..insya Allah senin aja yo.......
salamuunnnnnnnnnnnnn
Joozujoozuzuzu # Saturday, May 5, 2007 1:44:49 AM
gak usah repot-repot kak..
Anonymous # Wednesday, August 11, 2010 6:43:33 AM