The Motivators
Thursday, 19. April 2007, 05:49:48
Sekitar 15 menit, dua buku itu tuntas gw baca. Percaya?
Loe musti percaya, sebab buku itu sama dengan buku-buku motivasi lainnya..
1. gak ada yang baru
2. gak ada yang berat
3. gak seperti ketika kita ngebaca kalkulus tensor derajat 10-nya ruang gravitasi klein..
4. tapi selalu enak dibaca.
5. oleh karena itu ngebacanya bisa cepat. banget.
Berhubungan dengan hal tersebut...
Sekarang ini begitu banyak seminar-seminar "motivasi diri" yang harga pendaftarannya lebih mahal daripada ongkos idup orang-orang dalam sebulannya (termasuk gw). Sebutlah: ari ginanjar dengan IESQ-nya, trus Kiki dengan "self managementnya", trus arie wongso dengan "luarrr biasa"-nya, faudhil adhim dengan psikologi islam-nya, etc.
Gw pernah (sering, cos dibayar organisasi..hehe) ngikut acara-acara seperti itu, dan gw perhatikan bahwa mereka hanya mengulang-ulang saja.
Di suatu tempat, gw dengar kiki memotivasi peserta seminarnya dengan perkataan "B". di tempat lain, pas gw ikutin lagi, gw tetap mendengar hal yang sama.
begitu juga ketika gw ikut acaranya faudhil adhim, ia juga hanya mengulang-ulang.
begitu juga ketika gw ikut training organisasi, kata-kata motivasinya tetap aja sama kaya' di buku-buku dan acara-acara seminar motivasi lainnya.
"tidak ada hal yang baru dari acara-acara seperti itu" kata faudhil adhim suatu ketika mengomentari acaranya ari ginanjar "...hanya bungkusnya saja yang baru".
Benar, paling-paling, isi pesannya: anda hebat! sesungguhnya potensi anda besaaar sekali!mulailah sekarang juga! jangan pernah takut untuk mencoba dan jangan pernah menyesal! seriuslah!banyaklah berdoa setelah berusaha dengan keras! kesabaran adalah kuncinya!perjuangan adalah gerbangnya! bangkitkan potensi anda! anda adalah kesuksesan sesungguhnya!carilah dalam diri anda! be confident! be grow Up! dst.dst.dst..
Benar,sebenarnya, kalo mau jujur, kita tidak butuh bantuan para motivator untuk memproduksi secara massal kata-kata motivasi itu. Kita bisa dengan mudah membuat kata-kata motivasi seperti itu.
Namun oh namun, meskipun begitu, herannya, gw selalu terpesona pada para motivator. gw pikir, peserta lain juga merasakan hal yang sama. aneh.aneh.
Kenapa orang-orang terpesona, padahal kata-kata dan konsep motivasi itu tidak ada yang benar-benar baru? kenapa buku-buku motivasi tetap enak untuk dibaca? kenapa? kenapa?
seperti biasa kalo gw lapar, gw berpikir keras, sampe-sampe tertidur(lho?).
no,no, gw tetap berpikir keras (baca:gak ketemu-ketemu jawabannya) sampe tanpa sengaja gw ngebaca buku yang laen(judulnya: estetika Islam dan kalo gak salah nama penulisnya gw lupa)..
nah, di buku itu, ada pepatah inggris, kira-kira begini:
"Kebersamaan yang dekat dan lama dapat melunturkan pesona"
Gw pikir itu benar. Seseorang kita anggap mempesona karena kita tidak mengenalnya dengan langsung. kita terpesona karena orang lain mengatakan dia mempesona.
selain itu, seseorang yang berada lama bersama kita tidak lagi mempesona, dia akan berubah menjadi "orang biasa". kita tidak akan berdecak-decak kagum ketika melihat atau berinteraksi dengannya.
so that, gw berkesimpulan bahwa:
1. Para motivator terlihat mempesona di mata kita karena mereka tidak selalu ada di dekat kita. kita tidak banyak memiliki karib-kerabat yang perduli dengan cita-cita kita.
kita tidak selalu ada di tengah orang2 yang senang,jika kita berhasil meraih impian kita.
2. Buku-buku motivasi begitu enak dibaca karena kata-kata yang ada di dalamnya meskipun kita tahu, bahkan kita bisa buat, tapi tetap jarang kita dengar dan pergunakan dalam kehidupan sehari-hari kita.
kita jarang mendengar teman2 kita memotivasi kita.
paling2 kita hanya bergosip ria jika bertemu dengan mereka.
kita jarang berbicara antar hati-ke hati.
vice a versa.
So gw pikir, alangkah bergunanya kita, jika memperhatikan cita-cita teman kita dan membantu (atau minimal mendoakan) mereka untuk meraihnya. jika mereka tidak tahu apa cita-citanya, bantu mereka mengenalnya. jika mereka tidak inging bercita-cita, sadarkan mereka arti penting cita-cita. Berbahagialah dalam kebahagiaan mereka***..
Mari, mulai saat ini, sisihkan ruang dan waktu dalam hidup kita untuk memperhatikan cita-cita mereka..
jadikanlah diri kita sebagai the motivator bagi teman-teman kita. dan dengan begitu, semoga para "motivator sebenarnya" kehilangan mata pencaharian mereka....
-----------------------------------
*** kecuali yang merebut pacar kita..















icha # 20. April 2007, 01:39
wah..wah.. memang "Joozu The Great" (huek.... mau muntah lagi:D )
eits.... tapi kalo emang itu bener, gimana donk caranya ngebaca 2 buku tebel dengan cepet? (joo neh serius)
Joozu # 20. April 2007, 04:02
seruis. serius.kenapa gw bisa cepet ngebacanya?
karena...
pertama, kan Sudah gw bilang, kebetulan, buku yang gw baca itu ringan.
kedua, tebalnya gak tebel2 banget
ketiga, gw-nya mengidap bookaholic..
keempat, semua buku cinta sama gw(buktinya, gw pegang-pegang,gw buka-buka,pokoknya gw macem-macemin gak penah nolak.. hehe)
kelima, gak ada gangguan internal dan eksternal (sikon mendukung)
keenam, kasurnya empuk (gw baca di atas kasur)
ketujuh.. gw gak tau apa lagi...
btw, gw lagi ngenet gratis nih.. hehe
cahaya_malam # 24. April 2007, 07:19
kalo lg 'enak' baca buku lebih exspress dr dia ngelahap makanan hohoho...
ane jg gt...tapi...
kalo lg baca buku komik...
perbedaanx jozu dgn ane itu..
dia lbh enjoy dgn segudang referensi ilmiahnya..
ane lbh enjoy dgn komik&'nasehat ringan'
...serial cantik...
...serial misteri...
sekali lagi...
...serial cantik....
...serial misteri..
hohoho....(nah lho..ko jd ngebanding2in
Joozu # 25. April 2007, 04:05
maksud gw, kalo sedang memuji gw..
Anonymous # 4. July 2009, 08:00
hikssss...
kdng aq bsa lrut tuch buku jozu ap joo?
sama za..mpe q lpa bdain dia ma pmbokat d dpur...
tp aq berhtang stu kta ma anda....
THANK YOU...MAKASIH...GOOOD LUCK.
Anonymous # 10. October 2009, 04:38
pak tolong cariin solusi buat gw donk yg lg pusing cari topik buat presentasi
bls aj k email gw Rina_chan99@yahoo.com