Tuesday, June 12, 2012 1:38:45 PM
Kata Kangen
itulah kata saat aku menulis puisi ini, mungkin
rindu ini melebihi yang aku tulis sekarang. Aku
tidak tahu akan kelebihan mu tapi mengapa,
setiap kita bertemu cinta in tak berani kamu
ungkapkan. Hanya kata rindu dan kangen
yang kamu ucapkan selama ini.
Aku datang ke tempat ini hanya untuk
melihatmu.
Karena di dalam jiwaku yang lemah ini
aku bisa mendapatkan kekuatan baru dalam
menghadapi hidup darimu.
Apakah kamu masih ingat hari pertama kita
bertemu?
Ketika lingkaran ruh mengitari kita dan malaikat
cinta
melayang di udara sambil menyanyikan lagu
indah untuk jiwa kita?
Dimana hari-hari berlalu laksana mimpi dan
malam-malam layaknya pesta pora.
Engkau adalah perempuan pertama yang
mampu menggugah
perasaanku dengan kecantikanmu dan
meluluhkan aku dalam kasih yang agung.
Engkau adalah seseorang yang dapat
mengajariku memuji
keindahan dengan pancaran kelembutan
dan menguak rahasia cinta bagiku dengan
cintamu.
Di hadapanku telah terbentang sebuah
kehidupan
yang mampu aku hias menjadi sesuatu yang
lebih indah,
kehidupan yang telah terbangun sejak pertama
kali kita bertemu dan akan terus ada hingga
akhir zaman.
Berhentilah sejenak, biarkan aku memandang
wajahmu
dan memandangi diriku sekejap,
mungkin aku dapat mempelajari rahasia-rahasia
hatimu melalui tatapanmu yang misterius.
Tuhan telah memberimu jiwa dengan sayap di
atasnya untuk
mengarungi cakrawala tanpa tepi demi cinta
dan kebebasan.
Kesetiaan tak akan memiliki makna apapun jika
tidak di rangkai dalam cinta,
sebab cinta itu sendiri adalah wujud kesetiaan
yang paling sejati.
Hatiku menolak untuk menyembunyikan
rahasia darimu.
Karena semua yang aku lakukan adalah
untukmu.
Jika kamu tahu sebenarnya aku Kangen kamu
dan kata kangen itu lah yang kamu genggam
selama ini untuk ku.
itulah kata saat aku menulis puisi ini, mungkin
rindu ini melebihi yang aku tulis sekarang. Aku
tidak tahu akan kelebihan mu tapi mengapa,
setiap kita bertemu cinta in tak berani kamu
ungkapkan. Hanya kata rindu dan kangen
yang kamu ucapkan selama ini.
Aku datang ke tempat ini hanya untuk
melihatmu.
Karena di dalam jiwaku yang lemah ini
aku bisa mendapatkan kekuatan baru dalam
menghadapi hidup darimu.
Apakah kamu masih ingat hari pertama kita
bertemu?
Ketika lingkaran ruh mengitari kita dan malaikat
cinta
melayang di udara sambil menyanyikan lagu
indah untuk jiwa kita?
Dimana hari-hari berlalu laksana mimpi dan
malam-malam layaknya pesta pora.
Engkau adalah perempuan pertama yang
mampu menggugah
perasaanku dengan kecantikanmu dan
meluluhkan aku dalam kasih yang agung.
Engkau adalah seseorang yang dapat
mengajariku memuji
keindahan dengan pancaran kelembutan
dan menguak rahasia cinta bagiku dengan
cintamu.
Di hadapanku telah terbentang sebuah
kehidupan
yang mampu aku hias menjadi sesuatu yang
lebih indah,
kehidupan yang telah terbangun sejak pertama
kali kita bertemu dan akan terus ada hingga
akhir zaman.
Berhentilah sejenak, biarkan aku memandang
wajahmu
dan memandangi diriku sekejap,
mungkin aku dapat mempelajari rahasia-rahasia
hatimu melalui tatapanmu yang misterius.
Tuhan telah memberimu jiwa dengan sayap di
atasnya untuk
mengarungi cakrawala tanpa tepi demi cinta
dan kebebasan.
Kesetiaan tak akan memiliki makna apapun jika
tidak di rangkai dalam cinta,
sebab cinta itu sendiri adalah wujud kesetiaan
yang paling sejati.
Hatiku menolak untuk menyembunyikan
rahasia darimu.
Karena semua yang aku lakukan adalah
untukmu.
Jika kamu tahu sebenarnya aku Kangen kamu
dan kata kangen itu lah yang kamu genggam
selama ini untuk ku.







