My Opera is closing 3rd of March

sanggar fantasi

artikel ringan promo dan album aktifitas

keistimewaan madu

1. Keistimewaan Madu
dalam Menyembuhkan Penyakit
Setelah dilakukan penelitian
terhadap kandungan kimia yang terdapat
pada madu dan berbagai macam
manfaatnya, bisa dijelaskan secara ringkas
keistimewaan pengobatanmenggunakan
madu dari penyakit- penyakit yang
menimpa tubuh manusia. Berikut ini
penjelasannya.
a. Menyembuhkan Penyakit
Anemia (Kurang Darah)
Madu mengandung zat-zal kimia
yangsangat bermanfaat untuk menambah
jumlah hemoglobin pada sel darah merah.
Hal ini telah dibuktikan berdasarkan
penelitian ilmiah. Jadi, dapat disimpulkan
bahwa madu adalah obat yang sangat
bermanfaat bagi penderita anemia.
b. Menyembuhkan Pengakit
InfeksiSaluran Pernafasan
Cara penyembuhan penyakit infeksisaluran
pernapasan dengan madu adalahcukup
dengan menghirup larutan
madu 10%(dicampur air panas) selama
lima menit. Hasil penelitian ilmiah telah
menetapkan bahwa persentase keberhasilan
pengobatan dengan cara ini adalah 90%.
Hal ini karena madu mengandung zat
yang mudah menguap dan sangat
bermanfaat untuk pengobatan.Demikian
juga dengan persentase keberhasilan untuk
menyembuhkan penyakitinfluenza.
c. Menyernbuhksn Penyakit Paru-paru
(TBC)
Kita mungkin telah membaca sejarah ilmu
kedokteran bahwa dahulu, Ibnu Sina telah
menggunakan madu untuk
pengobatanpertolongan pertama dalam
mengobatipenyakit paru-paru (TBC). Begitu
pun parailmuwan barat, di antaranya
adalah dokter-dokter yang mengajar di
Universitas Kuyaif di Ukraina. Pada
tahun80-an mereka meyakini bahwa madu
adalah obat mujarab untukmenyembuhkan
penyakit paru-paru (TBC), radang
tenggorokan, serta radang jaringan paru-
paru. Pengobatan dengan
menggunakan madu sungguh telah
menampakkan hasil yang sangat
menakjubkan, khususnya untuk
menyembuhkan penyakit paru-paru (TBC)
pada pertolongan pertama.
Bagaimana madu itu bisa menyembuhkan
penyakit? Di sisi lain, para ilmuwan belum
berhasil mengetahui kandungan zat dalam
madu yang bisa membunuh mikroba TBC.
d. Madu Bermanfaat untuk Otot Jantung
Madu bermanfaat bagi otot jantung
dalam hal keterbatasannya saat bekerja.
Untukjantung lemah, madu yang kaya akan
zat gula, garam mineral, enzim, dan
vitamin mampumembuat otot jantung
menjadi kuat. Jadi, tidaklah salah jika madu
diibaratkan sebuahapotek yang lengkap
dengan obat-obatan untuk mengobati
berbagai macam penyakit.
e. Menyembuhkan Gangguan Urat Syaraf
Penyakit susah tidur, pusing, dan
ketegangan urat syaraf dapat diatasi
denganmengonsumsi madu. Oleh karena
itu, banyak orang yang merasakan
kesehatannya kembali pulih setelah
meminum madu.
f. Menyernbuhkan Penyakit Lambung
Madu merupakan zat yang
mampu melakukan reaksi alkali. Reaksi ini
bisa menetralisasi asam dengan cara
membentuk garam. Dengan demikian, madu
merupakan obat utama yang mampu
menetralkan asam lambung dan penyakit
yang ditimbulkannya, seperti infeksi
lambung dan usus dua belas jari. Waktu
yang paling tepat untuk mengonsumsi madu
adalah saat lambung kosong dari makanan.
Berdasarkan penelitian ilmiah, madu
menyebabkan berkurangnya zat asam dan
hilangnya nanah infeksi setelah pengobatan
dengan cara diminum dalam beberapa
minggu sejak masa pengobatan.
g. Menyembuhkan Pengakit Hati
Hati merupakan salah satu organ
tubuh yang paling penting. Hal ini
karena seluruh proses metabolisme dan
reaksi metabolis terjadi di dalamnya. Tidak
diketahui secara pasti zat penyembuh hati
pada madu. Akan tetapi, madu
meminimalkan tingkat keracunan bagian
dalam tubuh yang dihasilkan hati. Yang
pasti, di dalam madu terdapat bahan-bahan
obat sebagian penyakit hati, seperti hati
yang berminyak. Madu juga membantu
perbaikan kondisi fungsi hati saat
menghadapi virus radang hati.
h. Menyembuhkan Penyakit Diare Ktritis
dan Disentri
Pada uraian sebelumnya, kita
sudah membahas tentang adanya zat-
zat pembunuhmikroba pada madu. Kita
juga telah menyebutkan hadits Rasulullah
saw. Yang mulia yang menunjukkan hal itu.
Jadi, jelas bahwa madu adalah obat terbaik
untuk penyakit-penyakit ini dan penyakit
lainnya, seperti penyakit usus dan usus
besar.
i. Menyembuhkan Penyakit Diabetes
Meskipun mengandung banyak zat
gula,madu berkhasiat mengobati gejala
penyakit gula dan komplikasinya.
Sesungguhnya, mengonsumsi zat-zat
kimia selain gula berguna untuk
membersihkan makanan dan minuman bagi
para pasien diabetes, seperti zat sokrol yang
rasanya enak. Akan tetapi, zat tersebut
memiliki efek samping bagi tubuh. Oleh
sebab itu, banyak para ilmuwan berusaha
meneliti zat lain selain sokrol dan gula
putih (gula tebu).
Banyak para ilmuwan menyebutkan
bahwa para pasien diabetes jika
mengonsumsi madu akan mengalami
perubahan di dalam hati menjadi gula
hewan/gula otot (glikogen). Setelah itu,
biasanya tubuh akan mendapatkan manfaat
secara alami. Terdapat perbedaan besar
antara gula hewan/gula otot dengan gula
anggur (glukosa). Disebutkan bahwa gula
buah (sukrosa) membentuk sebagian besar
madu (45%).
Pada tahun 1953, para ilmuwan
Jerman: Karneim dan kawan-kawannya
menyatakanbahwa 50% gula buah (sukrosa)
di dalam tubuh akan berubah menjadi zat
glikogen yang bermanfaat bagi pasien
diabetes. Kenyataan ini sampai kepada para
ilmuwan Eropa, seperti Hatsnison, Amoes,
dan Toebys. Mereka menyebutkan bahwa
madu obat adalah bahan pembersih
makanan dan minuman terbaik. Pemberian
madu kepada pasien diabetes sebanyak 20
gram saat berbuka puasa, 20 gram setelah
waktu zhuhur, tanpa perubahan apa pun
pada pengobatan harian mereka, tidak akan
meningkatkan kadar gula darah. Madu
yang digunakan harus alami, bukan
sebaliknya.
Madu terbaik bagi penderita diabetes adalah
madu musim panas karena lebah pada saat
itu mengonsumsi manisan bunga tanpa gula
putih. Adapun lebah musim
dingin,mengonsumsi gula putih karena
minimnya bunga pada musim dingin. Dua
tokoh ilmuwan,Strews dan Ruzenfeld,
menyatakan bahwa gula yang berbeda akan
menghasilkan hasil yang beragam.
Mengonsumsi gula buah yang sesuai dengan
tubuh pasien, lebih baikdibandingkan gula
anggur (glukosa) dan gula putih (gula tebu).
Hal itu disebutkan pada buku Traete
Biologie de L’adeille di tahun 1968.
Pada tahun 1971, di Negara
Kakuta, wilayah Wisconsin, Amerika,
tersebar kisah insinyur Amerika penderita
diabetes. Setiap pengobatannya selalu
mengalami kegagalan karena komplikasi
penyakit. Para tetangga menasihatinya
untuk mengonsumsi madu sebagai zat
pembersih makanan dan minumannya. Dia
disarankan untuk menghindari gula putih.
Dia menyerahkan urusannya kepada para
dokter. Akan tetapi, mereka menolaknya
dan mengatakan bahwa madu akan
menambah buruk keadaannya. Meskipun
dicegah, dia tetap mengonsumsi madu
sebagai bagian dari makanan
dan minumannya. Dia mengatakan bahwa
setelah mengonsumsi madu sebagai bahan
pembersih makanan dan minumannya
disertai penjagaan (controling), kadar gula
di dalam darahnya menurun drastis dan
keadaannya juga semakin membaik.
Ketika hal itu dipublikasikan, dua
orang berkebangsaan Amerika (suami istri)
yangmenderita diabetes beralih
mengonsumsi banyak madu dan buah. Pada
akhirnya, sepasang suami-istri tersebut
sembuh dari penyakit diabetes. Dengan
demikian, jelaslahbahwa mengonsumsi
madu dan banyak buah sangat bermanfaat
bagi penderita diabetes.
Dengan judul Rihlatun Ilallahi wa Rasulihi
(Rihlah menuju Allah Swt. Dan Rasul-Nya)
pada majalah Hadharatul Islam (Peradaban
Islam), jilid lima, edisi tiga, Dr. Musthafa
Siba’i menyebutkan pengalaman pribadinya
ketika sembuh dari penyakit
diabetes dengan menggunakan madu.
Tidak hanya itu, dia menjaga makanan
dengan memakan buah segar. Nyatalah
sudah kebenaran hadits Rasulullah saw.
yang mulia berikut ini.
“Hendaklah kalian menggunakan
dua penyembuh ini, AI Qur’an dan madu.”
Berikut ini firman Allah Swt.
‘… di dalamnya terdapat obat
yang menyembuhkan bagi manusia….’ (QS
An Nahl, 16: 69)
Beliau mengatakan bahwa setelah
lima bulan sejak mulai menggunakan
aturan ini dalam pengobatan, kadar gula
pada saluran kantong kemih menghilang
dengan sempurna. Kadar gula darahnya
berkurang drastis hingga mendekati batas
alami.
Tokoh pertama yang menyatakan
manfaat madu adalah Defedoerf dari Rusia
pada tahun1915 M. Dia menyebutkan
bahwa gula madu lebih utama
dibandingkan dengan gulalainnya sebagai
makanan para penderita diabetes. Gula
madu mencegah zat asam padadarah. Para
ilmuwan Rusia menemukan zat pada madu
yang melakukan aktivitas insulindan
bekerja menyembuhkan kadar gula.
Seorang ilmuwan Universitas
Otawa, Kanada, menetapkan bahwa zat ini
merupakan salah satu zat alkohol yang
terdapat di dalam madu. Akan tetapi,
mereka tidak mengenalnya lebih jauh. Di
dalam madu, tersusun zat yang memotivasi
aktivitas sel penghasil insulin. Insulin
sendiri, secara alami dihasilkan di
pankreas.
j. Mernperbaiki Aktivitas Penyakit Ginjal
Madu mengandung gula fruktosa,
minyakuap, dan zat-zat organik yang
banyak.Semuanya bekerja menyembuhkan
ginjaldari sebagian gangguan aktivitas yang
dihadapinya. Zat-zal ini sama sekali
belumditemukan di dalam madu. Akan
tetapi,pengamatan medis menetapkan
adanya perubahan yang dirasakan saat
berkurangnya aktivitas secara total dan
keadaan membaik yang luar biasa saat
radang mikroba terhadap kantong kemih
dan saluran kantong kemih’
k. Mengandung Zat Antikanker
Para ilmuwan mengamati
bahwa Penyakit kanker jarang terjadi pada
peternak lebah. Mereka belum menemukan
zat-zatpenyebab hal itu sehingga
berkembanglah teori-teori yang
menafsirkannya berikut ini.
Teori pertama mengatakan bahwa
racun lebah merupakan penyebab
resistensi (penghambatan) penyakit kanker
bagi para peternak lebah. Hal ini
didasaripada seringnya peternak disengat
lebah.
Teori kedua mengatakan bahwa
sesungguhnya para peternak lebah
mengonsumsimadu yang mengandung kadar
royal jelly yang tinggi.
Teori lainnya mengatakan bahwa
penyebabnya adalah konsumsi madu yang
kaya akan serbuk sari. Pendapat ini
dikuatkan dengan hasil penemuan zat-zal
kimia yang dihasilkan oleh lebah di atas
biji-bijian serbuk sari. Madu mencegah
berpencarnya sel-sel onkogen (calon
kanker) di dalam tubuh si peternak. Akan
tetapi, semua teori ini belum dipastikan
kebenarannya.
l. Mengandung Obat Gangguan Kehamilan
Pada awal masa kehamilan, ibu
hamil menghadapi rasa mual, muntah, dan
berbagaigangguan pada darah. Para dokter
belum menemukan obat penyembuh
keadaan ini. Penelitian baru-baru ini
menyebutkan bahwa ibu hamil jika
mengonsumsi madu, kondisi kesehatannya
akan dapat membaik. Hal ini merupakan
keberanian para doktermenggunakan madu
pada pengobatan. Hal itu dilakukan melalui
injeksi pada urat nadidengan konsentrasi
40%”. Banyak para dokter menyarankan
penggunaan madu ini sebagai makanan
harian ibu hamil.
m. Menyembuhkan Penyakit Kerapuhan
Pada madu terdapat zat antibiotik
pembunuh mikroba penyebab kerapuhan
padamanusia. Di dalam darah, mikroba ini
biasa menyebabkan penyakit kekurangan
kalsium.Oleh karena itu, madu bertugas
membunuh mikroba yang di dalamnya
terdapat zat-zatpenurun kadar kalsium.
Jelaslah bahwa madu sesungguhnya
merupakan zat penguattubuh yang paling
utama bagi manusia serta zat perlindungan
utama dari kerapuhan.
n. Mengandung Zat yang Memperlambat
Penuaan
Zatyang ada di dalam madu di
antaranya memiliki khasiat dalam
meminimalkan tingkat racun internal di
dalam tubuh. Hal ini berpengaruh pada
proses penuaan. Royal jelly sudah terbukti
mampu memperlambat penuaan pada ratu
lebah. Begitu juga pada manusia walaupun
penelitian ke arah itu belum dilakukan.
o. Menyembuhkan Penyakit Mata dan
Kulit
Dahulu, para dokter menggunakan madu
untuk mengobati trachoma (penyakit mata)
bernanah. Seiring dengan
perjalanan waktu, madu tidak kehilangan
fungsinya untuk mengobati penyakit mata.
Para dokter mata di Aodesa dan Ukrania
merupakan para tokoh motivator yang
paling terkenal untuk mengobati penyakit
mata dengan madu. Mereka menetapkan
bahwa madu memiliki pengaruh medis
yang baik untuk setiap penyakit radang
kornea. Di sini, madubekerja sebagai tetesan
pada mata. Penetesan mata dengan madu
menyebabkan cepatnya penyembuhan pada
banyak keadaan. Hal ini membuka pintu
bagi para dokter untuk meneliti madu
sebagai obat penting untuk seluruh penyakit
mata.
Madu juga berpengaruh baik
terhadap radang kulit. Kita telah
membicarakan hal itu sebelumnya. Madu
merupakan obat yang banyak
menyembuhkan penyakit, sebagaimanayang
ditemukan oleh para ilmuwan, sesuai
dengan firman Allah Swt. Tentang madu
berikut ini.
*… di dalamnya terdapat obat
yang menyembuhkan bagi manusia….” (QS
An Nahl, 16: 69)

Chat with me on imo!cuphez sent you an invitation

Write a comment

New comments have been disabled for this post.