karunia yeni susilowaty

^-^ Mahasiswa PGSD UNNES 2011. Senang berbagi informasi dengan sesama...

Berpidato sebagai Pembina upacara

BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Masalah

Kecakapan dalam berbahasa Indonesia yang baik mencakup empat hal utama, yaitu: menyimak, berbicara, membaca, dan menulis. Semua cakupan itu sangat berhubungan satu sama lain. Selain itu kemahiran dalam hal berbahasa lisan juga menuntut penguasaan yang baik, dalam hal ini kemahiran dalam hal lisan harus memenuhi beberapa kriteria, antara lain: ketenangan sikap, kebenaran serta kemampuan untuk menampilkan gagasan-gagasan secara lancar dan teratur. Selanjutnya kecakapan berbahasa dalam hal lisan ini dapat dituangkan dalam sebuah presentasi ilmiah maupun pidato. Dari kedua bentuk praktek ilmu Bahasa Indonesia tersebut perlu diperhatikan beberapa hal penting yang kemudian akan menjadi pegangan dan etika demi mewujudkan hasil yang sempurna.

1.2 Rumusan Masalah
1) Apa pengertian pidato?
2) Apa saja tujuan dari berpidato?
3) Apa saja jenis-jenis pidato?
4) Metode apa saja yang digunakan dalam berpidato?
5) Apa saja persiapan yang perlu disiapkan ketika berpidato?
6) Apa sajakah syarat-syarat berpidato yang baik?
7) Apa saja kriteria dan etika berpidato yang baik?
8) Bagaimana cara berpidato yang efektif?

1.3 Tujuan penulisan
Dengan disusunnya makalah ini diharapkan bisa memberi informasi tentang hal-hal yang berkaitan dengan pidato, baik itu dari segi definisinya, tujuan pidato, jenis/macam-macam pidato, metode pidato, persiapan pidato, materi pidato, serta tata cara tentang bagaimana berpidato yang baik dan benar.

1.4 Manfaat penulisan
Manfaat dari penulisan makalah ini adalah agar pembaca bertambah wawasannya mengenai hal-hal yang berkaitan dengan pidato dan mengetahui tata cara berpidato yang baik dan benar.

1.5 Metode Penulisan
Dalam penulisan makalah ini,penyusun memakai metode kepustakaan yang sumbernya mengacu pada buku,dan dari media lainnya seperti internet.


BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Pidato
Pidato adalah semacam cara penyampaian gagasan, ide-ide, tujuan, pikiran serta informasi dari pihak pembicara kepada banyak orang (audience) dengan cara lisan. Pidato juga bisa diartikan sebagai the art of persuasion, yaitu sebagai seni membujuk/mempengaruhi orang lain. Berpidato sangat erat hubungannya dengan retorika (rhetorica), yaitu seni menggunakan bahasa dengan efektif. Berpidato bukanlah suatu pekerjaan yang sederhana karena dalam berpidato menyangkut beberapa unsur penting seperti: pembicara, pendengar, persiapan, tujuan, isi pidato, serta teknik-teknik dan etika dalam berpidato. Pidato juga merupakan suatu ucapan dengan susunan yang baik untuk disampaikan kepada banyak orang. Contoh pidato yaitu: pidato kenegaraan yang disampaikan oleh Presiden, pidato menyambut hari besar, pidato sambutan acara atau event, dan lain sebagainya.
Pidato yang baik dapat memberikan suatu kesan positif bagi pendengarnya. Kemampuan berpidato atau berbicara yang baik di depan publik / umum dapat membantu untuk mencapai jenjang karir yang baik, karena lewat berpidato tersebut banyak orang bisa menilai sejauh mana kemampuan seseorang dalam menguasai hal-hal yang sesuai dengan bidang serta pengetahuannya. Selain itu kemampuan berpidato di depan umum bisa dijadikan semacam titik tolak untuk menjadi pemimpin yang hebat dan disegani serta akan menjadi panutan dalam kehidupan.
2.2. Tujuan Pidato
Adapun tujuan pidato secara umum adalah :
1) Informatif, yaitu bertujuan untuk memberikan laporan, informasi, pengetahuan atau sesuatu yang menarik untuk orang lain / pendengar.
2) Persuasif dan instruktif, bertujuan untuk mempengaruhi, mendorong, meyakinkan dan mengajak pendengar untuk melakukan sesuatu hal dengan suka rela.
3) Edukatif, yaitu berupaya untuk menekankan pada aspek-aspek pendidikan.
4) Entertain, bertujuan memberikan penyegaran kepada pendengar dan membuat pendengar itu senang dan puas dengan pidato yang disampaikan.

2.3. Macam-Macam Pidato
Berdasarkan pada sifat dari isi pidato, pidato dapat dibedakan menjadi :
1) Pidato pembukaan, adalah pidato singkat yang dibawakan oleh pembawa acara atau MC.
2) Pidato pengarahan, adalah pidato untuk mengarahkan pada suatu pertemuan.
3) Pidato sambutan, adalan pidato yang disampaikan pada suatu acara kegiatan atau peristiwa tertentu yang dapat dilakukan oleh beberapa orang dengan waktu terbatas secara bergantian.
4) Pidato peresmian, adalah pidato yang dilakukan oleh orang yang berpengaruh untuk meresmikan sesuatu.
5) Pidato laporan, yakni pidato yang isinya adalah melaporkan suatu tugas atau kegiatan.
6) Pidato pertanggungjawaban, adalah pidato yang berisi suatu laporan pertanggungjawaban suatu kegiatan yang telah dilaksanakan.

2.4. Metode Pidato
Menurut ada tidaknya persiapan sesuai dengan cara yang dilakukan waktu persiapan ada empat macam metode pidato :
1) Impromtu ( serta merta )
yaitu membawakan pidato tanpa persiapan dan hanya mengandalkan pengalaman dan wawasan. Biasanya dalam keadaan darurat tak terduga dan banyak menggunakan teknik serta merta.
Keuntungan dari metode ini antara lain :
• Lebih mengungkapkan perasaan pembicara.
• Gagasan yang disampaikan datang secara spontanitas.
• Memungkinkan untuk terus berpikir mencari gagasan yang ingin disampaikan.
Kerugiannya :
• Menimbulkan kesimpulan yang mentah.
• Mengakibatkan penyampaian yang kurang lancar.
• Demam panggung

2) Manuskrip
Merupakan metode pidato dengan naskah, disini tidak berlaku istilah “menyampaikan pidato” tapi “ membacakan pidato”. Metode ini banyak dilakukan oleh tokoh-tokoh penting atau orang-orang yang mempunyai jabatan, sebab kesalahan sedikit saja dapat menimbulkan kekacauan atau memperburuk citra orang yang berpidato itu sendiri.
Keuntungannya :
• Kata-kata yang digunakan dapat dipilih dengan sebaik-baiknya.
• Pernyataan yang disampaikan dapat dihemat.
• Kefasihan dalam berbicara dapat dicapai.
• Tidak ngawur atau asal-asalan.
• Manuskrip dapat diperbanyak.
Kerugiannya :
• Komunikasi pendengar akan berkurang karena pembicara tidak berbicara langsung kepada mereka.
• Pembicara tidak dapat melihat pendengar dengan baik, karena harus fokus juga kepada naskah pidatonya.
• Pembuatan naskah membutuhkan waktu lebih lama.
3) Memoriter
Merupakan metode pidato dengan menulis pesan atau gagasan yang akan disampaikan dan kemudian menghafalkannya kata demi kata.
Keuntungannya :
• Kata-kata yang akan digunakan dapat dipilih dengan sebaik-baiknya.
• Gerak dan isyarat dapat diintegrasikan dengan uraian.
Kerugiannya :
• Komunikasi pendengar akan berkurang karena pembicara beralih kepada usaha untuk mengingat kata-kata yang akan disampaikan.
• Memerlukan banyak waktu untuk menghafal.

4) Ekstemporan
Teknik berpidato dengan menjabarkan materi pidato yang terpola secara lengkap. Maksud dari terpola yaitu materi yang akan disampaikan harus disiapkan garis-graris besar isinya dengan menuliskan hal-hal yang dianggap paling penting untuk disampaikan.
Keuntungannya :
• Komunikasi pembicara dengan pendengar lebih baik
• Pesan yang disampaikan lebih fleksibel.
Kerigiannya :
• Kemungkinan gagasan yang akan disampaikan menyimpang dari garis besar.
• Kefasihan terhambat karena kesukaran memilih kata-kata.
2.5. Persiapan Pidato
Sebelum memberikan pidato di depan umum, ada persiapan yang harus dilakukan sedagai berikut ini :
(1) Menentukan Tujuan Pidato
(2) Menentukan Pokok Persoalan
(3) Mengetahui dan Menganalisa audience dan suasananya
(4) Cari tahu jatah waktu yang akan diperoleh sehingga dapat memanfaatkan dan mengantisipasinya dari awal agar pidato terselesaikan dengan tepat waktu tapi tersampaikan dengan baik.
(5) Mengumpulkan materi pidato
(6) Menyusun Kerangka Materi Pidato
(7) Melakukan Latihan Pidato
(8) Menghilangkan Perasaan “Demam” Panggung yaitu dengan cara, memfokuskan pikiran pada diri sendiri dan harus percaya diri serta menganggap audience tidak tahu tentang apa yang kita bicarakan, memperdalam materi dengan baik, mempersiapkan konsep pidato beberapa hari sebelumnya, membaca berulang-ulang materi pidato, mempersiapkan diri beberapa jam sebelum tampil dan jangan tergesa-gesa, serta istirahat yang cukup, terakhir sudah tentu adalah dengan berdoa.

2.6. Materi Pidato
Biasanya materi pidato, baik yang menggunakan naskah maupun tanpa naskah memiliki empat bagian, yaitu :
a. Pendahuluan merupakan bagian terpenting dan memainkan peranan bagi pembicara, karena bagian ini memberikan kesan pertama bagi para audience. Ada beberapa cara yang dapat digunakan seorang pembicara untuk membuka pidatonya: (a)dengan memperkenalkan diri; atau (b) Membuka pidato dengan humor; atau (d) membuka pidato dengan pendahuluan secara umum.
b. Isi, pada bagian ini pokok pembahasan ditampilkan dengan terlebih dahulu mengemukakan latar belakang permasalahannya. Pokok pembicaraan dikemukakan sedemikian rupa sehingga tampak jelas kaitannya dengan kepentingan para audience.
c. Pembahasan, bagian ini merupakan kesatuan, yang berisi alasan-alasan yang mendukung hal-hal yang dikemukakan pada bagian isi. Pada bagian ini biasanya berisi berbagai hal tentang penjelasan, alasan-alasan, bukti-bukti yang mendukung, ilustrasi, angka-angka dan perbandingan, kontras-kontras, bagan-bagan, model, dan humor yang relevan.
d. Penutup pidato
Penutup pidato ini terdiri atas bagian simpulan dan harapan-harapan.
a. Simpulan
Sebuah teks pidato yang baik harus memuat sebuah kesimpulan. Kesimpulan tersebut dapat disampaikan langsung oleh orang yang berpidato (tersurat), dapat juga pendengar menafsirkannya sendiri (tersirat). Jika berpidato di hadapan anak-anak, umumnya simpulan disampaikan secara langsung sebagai penekanan isi pidato.
b. Harapan-harapan
Dalam sebuah teks pidato, harapan-harapan dari orang yang berpidato pun sangat penting. Harapan-harapan ini berisi dampak positif yang diharapkan terjadi pada pendengar pidato setelah mendengarkan pidato yang disampaikan.
e. Salam penutup
Biasanya salam penutup ini dibarengi dengan ucapan terima kasih, permohonan maaf, dan ditutup dengan salam penutup.

2.7. Syarat-syarat berpidato yang baik
Pidato yang baik harus memperhatikan beberapa syarat, diantaranya :
1. Berbusana yang sopan dengan melihat situasi, macam latar belakang pendengarnya, dan acara yang akan disuguhkan panitia.
2. Pergunakan bahasa yang sopan dan komunikatif sesuai dengan tingkat bahasa pendengarnya. Pergunakan bahasa baku jika berpidao dalam forum resmi, misalnya : seminar, rapat, sidang dsb.
3. Materi pidato harus sesuai dengan yang diinginkan pendengar. Jangan menggunakan materi yang justru bertentangan dengan kemauan, adat, norma, agama atau tatanan yang dianut oleh masyarakat pendengar.
4. Penampilan harus dengan rasa percaya diri, tidak minder rendah diri, takut, bingung atau grogi. Jangan memfonis pendengar dengan memaksakan pendapat atau kehendak

2.8. Kriteria dan Etika Berpidato yang Baik
Kriteria dalam berpidato yang baik, meliputi:
a. Isinya sesuai dengan apa yang sedang berlangsung.
b. Bermanfaat bagi pendengar.
c. Isinya jelas dan benar serta objektif.
d. Menggunakan bahasa yang mudah dimengerti.
e. Tersampaikan secara baik dan benar.
Adapun etika dalam berpidato antara lain :
1. Etika berpidato di depan umum, meliputi :
• Mengenakan pakaian yang sesuai dengan suasana pertemuan, rapi, bersih dan sopan.
• Tampil dengan bersahaja, sopan dan rendah hati.
• Menyisipkan beberapa humor segar dalam pidato.
• Gunakan kata-kata yang sopan, halus, dan sederhana
• Sebagai kata penutup jangan sampai lupa mengucapkan maaf bila terdapat tutur kata yang kurang berkenan dan lain-lain.

2. Etika berpidato di depan pejabat, meliputi :
• Menghilangkan rasa rendah diri.
• Jangan tampil seolah-olah menggurui, sikap lebih tahu dan lainnya.
• Jangan terlalu memberikan penghormatan yang berlebihan pada audience.

3. Etika Berpidato di depan pemuka agama, meliputi ;
• Jangan mengeluarkan kata-kata yang bisa menyinggung umat beragama.
• Jangan ada nada merendahkan atau memuji agama tertentu.
• Perbanyak istilah-istilah keagamaan.

4. Etika berpidato di depan para wanita, meliputi :
• Bila yang menjadi pembicara seorang laki-laki, maka hati-hati jangan sampai menyinggung harkat martabat wanita.
• Harus menggunakan istilah-istilah yang tepat seperti ibu-ibu atau saudari sekalian.
• Hindari pemakaian kata-kata kasar, kurang senonoh atau kurang sopan.

5. Etika Berpidato di depan Pemuda/Mahasiswa, meliputi :
• Pidato harus mengutamakan penalaran yang berikaitan dengan dunia anak-anak muda.
• Jangan mengeluarkan kata-kata yang bersifat menentang.
• Jangan sampai mengkritik dan menyalahkan anak-anak muda.

6. Etika berpidato di depan masyarakat, meliputi :
• Jangan berbohong.
• Gunakan kata-kata yang sopan dan sederhana.
• Kapan perlu sisipkan beberapa istilah dalam bahasa setempat
Selain itu ada beberapa hal yang harus diperhatian didalam berpidato adalah :
a. Posisi Berbicara. Seorang pembicara harus sedapat mungkin dilihat oleh semua audience. Kalau boleh tidak duduk, usahakan untuk berdiri, agar semua audience dapat menatap wajah dan penampilan pembicara.

9
b. Mengatur Suara Dalam Berpidato. Usahakan mengeluarkan suara dengan jelas, tegas, dan nyaring dan sesuaikan dengan ruang pertemuan, apakah ruang kecil atau ruang aula yang luas dan besar.
c. Volume, Intonasi dan Pelafalan. Pada saat berpidato, usahakan untuk mengatur volume suara, intonasi, dan pelafalan.
d. Sisipkan humor yang sopan, segar dan relevan.
e. Gerak Tubuh, seperti tangan, telapak tangan, jari, kepala, raut muka, dan lain-lain juga mendukung daya tarik dalam berpidato, namun jangan terlalu berlebihan, dan harus sesuai dengan apa yang sedang dibacarakan.
f. Penggunaan mikrofon, bila ada mikrofon maka gunakanlah dengan sebaik-baiknya dan jangan menempel di mulut namun agak jauh dari mulut pada saat berbicara agar suaranya bagus.
g. Bila ada slide ( berupa OHP dan LCD), alat peraga, papan tulis, sangat efektif untuk menunjang kegiatan saat berpidato.

2.9. Bagaimana cara berpidato yang efektif
Efektivitas pidato dipengaruhi oleh beberapa hal, di antaranya pelafalan, intonasi, nada, dan sikap berpidato.
a. Lafal
Lafal adalah ucapan bunyi-bunyi bahasa. Setiap bahasa cenderung mempunyai karakteristik bunyi tertentu, oleh karena itu ketika berpidato dalam bahasa Indonesia pembicara harus menggunakan lafal baku yang dimiliki oleh bahasa Indonesia.
b. Intonasi
Dalam kegiatan berpidato intonasi mempunyai dua fungsi pokok, pertama intonasi menentukan makna kalimat yang kita ucapkan, dengan intonasi yang berbeda , klausa sama dapat menjadi kalimat berita, tanya, atau perintah hanya karena perbedaan intonasi kalimat. Contohnya, Bambang duduk di pengurusan (berita), Bambang duduk di pengurusan ? (tanya), Bambang duduk di pengurusan ! (perintah). Kedua, intonasi dapat mempengaruhi daya persuasi pidato. Dengan penggunaan intonasi yang tepat pembawa pidato dapat membujuk, mempengaruhi atau meyakinkan pendengarnya. Oleh karena itu daya tarik pidato juga sangat ditentukan ketetapan penggunaan intonasinya.

c. Nada
Nada adalah tinggi atau rendahnya suara ketika berpidato. Kualitas nada biasanya ditentukan oleh cepat atau lambatnya pita suara bergetar, jika pita suara bergetar cepat maka nada yang dihasilkan akan tinggi, tetapi jika pita suara bergetar lambat, nada yang dihasilkan adalah rendah.
Dalam prose berpidato nada mempunyai fungsi yang cukup penting, walaupun dalam bahasa Indonesia nada tidak bersifat distingtif, tatapi penggunaannya dapat mempengaruhi daya tarik dan efektifitas pidato. Untuk itu penggunaan nada tertentu dalam pidato tidak bisa sewenang-wenang, penggunaannya didasari oleh kesadaran akan fungsinya di dalam mengefektifkan proses penyampaian dan pemahaman pidato.
Pidato yang efektif biasanya menggunakan nada yang bervariasi. Variasi nada ini sejalan dengan beragam kalimat yang digunakan dalam pidato itu, ketika isi pidato mengajak seseorang untuk bangkit dari keterpurukan, maka nada tinggi lebih tepat untuk digunakan. Namun manakala beralih kepada duka cita, maka nada tinggi bukanlah pilihan yang tepat. Dengan kata lain penggunaan nada yang tinggi atau rendah sangat ditentukan oleh isi kalimat yang dituturkan serta harus sesuai dengan keadaan.
d) Sikap
Sikap merupakan unsur non bahasa, tetapi sangat mempengaruhi efektifitas pidato, sikap merupakan suatu bentuk evaluasi atau reaksi seseorang terhadap diri dan lingkungannya. Berikut ini beberapa bentuk sikap yang baik dilakukan pada saat berpidato :
• Berdiri dengan rileks, jangan tegang atau kaku.
• Gunakan mimik dan gerakan tubuh secara wajar.
• Ciptakan rasa humor yang sehat.
• Hindarkan gerakan yang dapat mengganggu konsentrasi pendengar.
• Pandangan harus tertuju kepada seluruh pendengar.
• Menghargai pendengar dan menciptakan rasa bersahabat, dan
• Sopan

BAB III
PENUTUP
Kesimpulan
Pada saat kita membaca sebuah buku atau mendengar ceramah tentang teknik berpidato, tampaknya sangat sederhana. Akan tetapi pada saat kita ingin mempraktekkannya, kita akan menemui berbagai kendala dan kesulitan. Diantaranya kurang menguasai materi, kurang menguasai audience, tidak terbiasa berdiri di depan banyak orang, bagaimana mengatur sistematika pembicaraan, mengatur suara, dan lain-lain. Semua syarat ini akan membuat suasana menjadi rumit. Yang paling penting bahwa kita belajar dari suasana yang sederhana dan kecil. Setiap ada orang berpidato, baik sebagai pemakalah maupun menyampaikan kata sambutan, sebaiknya kita perhatikan dan mencoba menilai kelebihan dan kelemahannya. Kelebihannya kita ambil sebagai contoh, sedangkan kelemahannya kita abaikan.

Maka dari pemaparan isi makalah di atas dapat kita tarik kesimpulan :
A. Pidato adalah semacam cara penyampaian gagasan, ide-ide, tujuan, pikiran serta informasi dari pihak pembicara kepada banyak orang (audience) dengan cara lisan
B. Tujuan dari pidato antara lain, Informatif (bertujuan untuk memberikan informasi), Perusasif (mempengaruhi), Edukatif (menekankan pendidikan), Entertain (memberikan penyegaran).
C. Jenis-jenis pidato antara lain, pidato pembukaan, pengarahan, sambutan, peresmian, laporan dan pertanggungjawaban.
D. Metode pidato antara lain, impromtu, manuskrip, memoriter dan ekstemporan.

Saran
Dalam menyampaikan pidato sebaiknya kita harus mempersiapkan segala hal yang berkaitan dengan pidato dengan sebaik-baiknya. Pupuklah rasa percaya diri anda dalam meyampaikan pidato. Usahakan semaksimal mungkin dapat menguasai situasi dan kondisi para pendengar (audience), serta pastikan anda juga mengetahui jenis acara sehingga dapat menentukan jenis pidato yang dibutuhkan. Dengan begitu anda dapat dikatakan sebagai pembawa pidato (orator) yang baik.

DAFTAR PUSTAKA

Taringan, Djago.2003.Pendidikan Keterampilan Berbahasa.Jakarta:Universitas Terbuka.

S.Ago,efendi, dkk.”Makalah Bahasa Indonesia Pidato”. http://www.scribd.com/doc/32514001/Makalah-Pidato (diakses tanggal 18 Nopember 2011)

Juanda,aris. “Makalah Bahasa Indonesia Percaya Diri dalam Berpidato”.http://www.docstoc.com/docs/52166595/Makalah-Pidato (diakses tanggal 12 Maret 2012)

Catatan neng hepi.”Makalah tentang pidato”.http://nenghepi.blogspot.com/2011/08/makalah-tentang-pidato.html (diakses tanggal 14 Maret 2012)

Sumiati,ade S,Pd.”Menulis teks pidato”.http://belajar.kemdiknas.go.id/index3.php?display=view&mod=script&cmd=Bahan%20Belajar/Materi%20Pokok/SMP/view&id=531&uniq=all (diakses tanggal 14 Maret 2012)

Attayaya.”Tata cara pidato yang baik dan benar”.http://www.attayaya.net/2011/04/tata-cara-pidato-yang-baik-dan-benar.html
Diambil dari tulisan aslinya di http://www.attayaya.net (diakses 14 Maret 2012)

Islam-download.net.”Definisi & contoh naskah pidato pendidikan prolog”.http://islam-download.net/definisi-contoh-pidato-pendidikan-5546.html (diakses 14 Maret 2012)

Malin Kundang

Comments

napri ramdanimynapri Wednesday, April 18, 2012 2:53:06 AM

thx sob, atas infonya,,, smile
di tunggu kunbalnya, !!

Write a comment

You must be logged in to write a comment. If you're not a registered member, please sign up.

May 2013
M T W T F S S
April 2013June 2013
1 2 3 4 5
6 7 8 9 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28 29 30 31