Skip navigation.

Ngeblog dengan jempol

Berceloteh gojeg guyon namun wagu

Demo batik

,

Ini postingan telat.Oleh-oleh dari pameran SMESCO Festival2009 di Jakarta Convention Centre beberapa pekan lalu. Demo batik.Panitia pameran menyediakan tempat bagi peserta pameran maupun pengunjung yang ingin mencoba belajar membatik.

Harga batik tulis bisa sangat mahal.Ini mungkin karena cara membuatnya yang susah.Kesusahan dimulai dari cara memegang canting.Alat untuk menorehkan tinta(malam) ini panas karena kelamaan di rendam dalam kuali.Kuali harus terus di panaskan agar tinta tetap cair dan bisa di torehkan di kain.Saat di torehkan ke kain, kadang tinta yang keluar kebanyakan mbleber kemana-mana,kadang gak mau keluar.Sebelum di torehkan ujung canting harus di tiup lebih dahulu agar tinta yang keluar lancar.Kalau niupnya pelan tinta gak mau keluar,kalau terlalu kencang tinta bisa muncrat kemana-mana.Lha...kalau kena diri sendiri sih gak masalah, seumpama kena orang di samping kita tentu akan jadi perkara.Bisa repot urusannya.

Untuk menggambar motif batik yang mudah, seperti gambar cacing atau boa mungkin butuh waktu hanya beberapa menit,tapi untuk motif yang sulit seperti gambar gajah atau jerapah beserta kandangnya bisa berjam-jam lamanya.Selembar kain batik dengan motif bunga beserta pot dan tukang bunganya tentu butuh waktu berhari-hari menyelesaikannya.Tiap motif ada makna dan landasan filosfinya,tidak asal bikin gitu aja.Karena inilah selembar kain batik bisa jauh lebih mahal di banding dengan batik cetak.Tanggal 2 oktober lalu UNESCO mengakui batik sebagai warisan budaya dunia.Sebagai orang Indonesia saya tentu bangga.

Melihat pengunjung yang antusias belajar membatik, saya jadi pengen ikut-ikutan juga,tapi begitu melihat papan pengumuman ini saya mengurungkan niat.Padahal saya sudah siap membawa kaos polos untuk di batik.

Anak-anak

Siang,jembatan penyebrangan Tosari,jl Mh Thamrin.Beberapa ratus meter dari bundaran HI.

Anak-anak ini tampak menikmati makan siangnya.Si ibu dengan sabar menyuapi keduanya.Mereka tidak menghiraukan orang yang berlalu lalang melintas.Mereka ini tidak sedang liburan,ini hanya makan siang biasa.

Kelak 10 atau 20 tahun lagi anak-anak ini mungkin bisa jadi dokter,insinyur atau lurah,siapa tau? atau juga tidak jadi apa-apa.Masa depan gak ada yang tau.Bagi orang tua terutama ibu,apapun yang akan terjadi pada anaknya,dimanapun,sampai kapanpun pasti akan selalu ingat.Anak yang dulu pernah di kandung,dilahirkan dan di besarkan.Tetapi kadang anak-anak begitu mereka beranjak dewasa lalu merantau dan punya kehidupan sendiri jadi lupa sama ibunya.Jangankan bertemu,menelepon apalagi sms pun tidak.Bisa berbulan-bulan tidak memberi kabar.Emang ada anak yang seperti ini? ada sih...tapi tak banyak.Kampret yang lagi nulis post ini contohnya.

Pada sebuah bangku

,


Bila malam hari,keindahan dan suasana romantis bundaran HI akan lebih jelas terlihat dari sudut sini.Dengan atau tanpa air mancur dan nyala lampunya.Sayang, foto di ambil siang hari(Sisi timur bundaran HI)

Mulai malam ini

,

*Jakarta,malam minggu yang cerah *
"Mulai malam ini,kawasan monas akan di tutup mulai pukul 00.00-04.30 wib.Jadi,yang mau dan akan berbuat mesum di monas sebaiknya cari tempat lain.Cari hotel sono gih! atau kuburan.Kalau kebon kosong jakarta sudah gak ada."celetuk seorang jomblo yang malam minggunya hampa.

Sendal siapa?


Berserakan.Beda warna,ukuran,model dan ini yang penting:Harga.Semua sepasang.Tapi derajatnya sama.Yang pasti ada yang punya.Siapa yang tau sendal sang Khatib?
ndak penting sih...
(Menjelang sholat jum'at ,masjid Ad da'wah)

Sebuah undangan kopdar

"Nolak undangan rak yo podo karo nolak rejeki to le...ora apik kuwi le..."begeitulah petuah simbok saya yang masih saya ingat sampai sekarang.Wanita luar biasa yang telah melahirkan saya.

Jum'at malam,waktu saya lagi main catur sama kang Kahono,henpon tiba-tiba berdering.Berdering untuk pertama kalinya dalam satu minggu ini."Hapemu muni dhus!!" teriak kang Kahono.Aha...dari jazzy yang di sambung sama mas arjuna dan mas stef/toridei. Inti pembicaraan mau ngajak kopdar di JCC hari minggu jam 10.00 wib

Tidak seperti kebanyakan orang yang libur di hari minggu,saya tidak.Biasanya kalau hari minggu saya di rantai,tidak di perbolehkan keluar kandang sama majikan saya.Kalaupun nekat keluar,bisa di jual saya nanti...halah.Bolos sehari pun tak mengapa,akan ada sejuta alasan buat si majikan.Baiklah saya akan hadir

Trotoar

,


Entah apa orang menyebutnya.Ibu-ibu yang berpapasan dengan saya tadi menamakannya tanggulan (Sebuah cerita dari jl.bulevard,kelapa gading).Ibu kota selama ini memang tak pernah bersahabat dengan pejalan kaki.

Idaman

Suatu siang...

IDAMAN belum tentu ideal,belum tentu juga aman dan nyaman.Masih banyak copet di sana-sini.Apalagi menjelang lebaran seperti sekarang ini,ada aja orang cari kesempatan dalam kesempitan.saya pernah lihat orang nyopet,pernah lihat juga copet di gebukin.Alhamdulilah belum pernah kecopetan,semoga tidak (foto:Terminal kali deres,metro mini kali deres-kota..)

Pengemis dadakan

Jakarta di banjiri pengemis.Adalah hal yang lumrah apabila tiap bulan ramadhan terutama menjelang lebaran,jakarta semakin banyak pengemis.Ibarat ada gula ada semut,itulah jakarta.Tradisi yang berulang dari tahun ke tahun.Mereka kebanyakan berasal dari daerah pinggiran jakarta dan sebagian jawa barat dan jawa tengah.Pengemis sendiri ada dua golongan,pertama yang mengemis semata karena terpaksa atau mempertahankan hidup.Misalnya sudah tua atau cacat fisik,sehingga tidak bisa bekerja atau mencari nafkah."Untuk golongan seperti ini tidak ada salahnya kalau kita ngasih sedekah".yang lainya golongan yang menjadikan mengemis sebagai profesi atau bisnis,sehingga ada orang yang menjadi agen pengemis.Hal inilah yang menjadi sumber pokok permasalahan ketertiban DKI.Perda DKI nomor 8 tahun 2007 melarang masyarakat memberi sumbangan bagi gelandangan dan pengemis di jalanan.yang tertangkap memberkan sedekah di jalanan bisa kena sanksi kurungan tiga bulan atau denda maksimal 20 juta.
Di jalanan ada pengemis
Di pasar ada pengemis
Di mall ada pengemis
Di masjid ada pengemis
Di gereja ada pengemis
Di rumah makan ada pengemis
Di kuburan ada pengemis
itulah pengemis di jakarta.Selalu menyisakan masalah buat pemerintah DKI.Dan untuk urusan penertiban,satpol pp keparat ahlinya.

Pergi taraweh

Malam itu tidak seperti biasa,gendut keluar rumah.Dandan necis,pakai minyak wangi pula.Saya yang lagi nongkrong di perempatan deket kios rokok mencoba tuk menyapa.

tindak pundi mbakyu..?


gendut mlengos,cuek bebek,ngak nanggepin saya.Berlalu sambil pencet-pencet hape dan sesekali mbenerin celananya yang mlorot.Bau minyak wanginya masih tersisa,wangi yang bikin saya eneg,pengen muntah.
"Duh...nduk,mau traweh kok pakai dandan dan minyak wangi,bawa-bawa henpon segala"Kata pakdhe yang duduk di sebelah saya.
Download Opera, the fastest and most secure browser
M T W T F S S