My Opera is closing 3rd of March

f.a seorang

masjid menara kudus

Sejarah Menara Kudus
=============================

Sebagai salah satu kota
penyebaran islam pertama di Jawa
Tengah, Kota Kudus banyak
memiliki peninggalan sejarah
islam.
Salah satunya adalah
Masjid Al Aqsa yang lebih dikenal
dengan Menara Kudus yang
terletak di Desa Kauman,
Kecamatan Kota, Kabupaten
Kudus, Provinsi Jawa Tengah.
Menurut sejarah masjid ini
didirikan pada tahun 956 Hijriah
atau 1549 Masehi yang dibangun
oleh Ja’far Sodiq atau yang
kemudian dikenal sebagai Sunan
Kudus.
Hal ini dapat diketahui
dari enkripsi ( sandi ) pada batu
yang lebarnya 30 cm dan panjang
46 cm yang terletak pada mihrab
masjid yang ditulis dalam bahsa
Arab. Konon kabarnya batu
tersebut berasal dari Baitulmakdis
( Al Quds ) di Yerussalem -
Palestina.
Masjid ini tergolong unik karena
desain bangunannya, yang
merupakan penggabungan antara
Budaya Hindu dan Budaya Islam.
Sebagaimana kita ketahui,
sebelum Islam masuk ke daerah
Jawa, agama Budha dan Hindu
terlebih dahulu berkembang
dengan peninggalannya berupa
Candi dan Pura. Masjid Menara
Kudus menjadi bukti, bagaimana
sebuah perpaduan antara
Kebudayaan Islam dan
Kebudayaan Hindu telah
menghasilkan sebuah bangunan
yang tergolong unik dan bergaya
arsitektur tinggi.
Sebuah bangunan masjid, namun dengan menara dalam bentuk candi dan berbagai ornamen lain yang
bergaya Hindu.
Usia menara juga
merupakan keunikan tersendiri,
seperti diungkapkan Pijper bahwa
Menara Kudus merupakan menara
masjid tertua di Jawa.
Pencampuran budaya Hindu dan
Budha dalam dakwah yang
dilakukan Sunan Kudus, salah
satunya dapat kita lihat pada
masjid Menara Kudus ini.
Bangunan menara, sebagai salah
satu elemen yang menonjol,
mengadopsi model bangunan
ibadah umat Hindu dan Budha.
Bangunan menara, tersusun dari
batu bata dengan bagian kepala
menara berbentuk atap tumpang
atau tajuk dari kayu jati dengan
empat saka guru. Dibagian atas
menara, diletakkan bedug dan
kentongan sebagai pertanda waktu
dan even tertentu.
SELAIN menara, masih banyak
elemen unik lainnya yang bisa
ditemukan pada kompleks masjid
dan makam ini. Masjid Menara
Kudus ini terdiri dari 5 buah
pintu sebelah kanan, dan 5 buah
pintu sebelah kiri. Jendelanya
semuanya ada 4 buah. Pintu besar
terdiri dari 5 buah, dan tiang
besar di dalam masjid yang
berasal dari kayu jati ada 8 buah.
dilingkungan masjid Menara
Kudus, terdapat gapura yang
mirip dengan bangunan candi,
yang tersusun dari batu bata
tanpa semen, yang merupakan
ciri khas candi di Jawa Timur. Ada
juga tempat wudlu yang berupa
pancuran yang berjumlah delapan
dengan arca yang diletakkan
diatasnya. Di dalam masjid
terdapat 2 buah bendera, yang
terletak di kanan dan kiri tempat
khatib membaca khutbah. Di
serambi depan masjid terdapat
sebuah pintu gapura, yang biasa
disebut oleh penduduk sebagai
"Lawang kembar", konon
kabarnya gapura tersebut berasal
dari bekas kerajaan Majapahit
dahulu, gapura tersebut dulu
dipakai sebagai pintu spion.
Selain masjid, di belakang masjid
adalah komplek makam Kanjeng
Sunan Kudus dan para
keluarganya. Komplek-komplek
makam tersebut terbagi-bagi
dalam beberapa blok, dan tiap
blok merupakan bagian tersendiri
dari hubungannya terhadap
Kanjeng Sunan. Ada blok para
putera dan puteri Kanjeng Sunan,
ada blok para Panglima perang
dan blok paling besar adalah
makam Kanjeng Sunan sendiri.
Uniknya adalah semua pintu
penghubung antar blok berbentuk
gapura candi-candi. Tembok-
tembok yang mengitarinya pun
dari bata merah yang disusun
berjenjang, ada yang menjorok ke
dalam dan ke luar seperti
layaknya bangunan candi.
Panorama yang nampak adalah
komplek pemakaman Islam
namun bercorak Hindu.
Demikian cerita saya tentang
Mesjid, Menara dan Makam Sunan
Kudus yang mudah-mudahan
bermanfaat dan dapat menambah
wawasan kawan-kawan yang
membacanya. Dan jangan lupa
untuk mampir kekota Kudus.

Image

Write a comment

New comments have been disabled for this post.

February 2014
M T W T F S S
January 2014March 2014
1 2
3 4 5 6 7 8 9
10 11 12 13 14 15 16
17 18 19 20 21 22 23
24 25 26 27 28