Perbedaan Penetapan 1 Syawal
Wednesday, October 3, 2007 6:38:35 AM
Hampir setiap tahun kita dibuat berdebar dan cemas. Hati kita berdebar bahagia menati datangnya Idul Fitri dan disisi lain hati kita cemas menghadapi perbedaan 1 Syawal.
Kita sebagai orang awam menjadi bingung, kalau kita tetap melaksanakan puasa pada saat sudah Idul fitri maka haram hukumnya. Kita juga dosa besar kalau berbuka (tidak puasa) pada saat belum masuk Idul Fitri.
==================
Sebenarnya ada 3 lembaga yang setiap tahunnya rutin mengeluarkan pengumuman penetapan 1 Syawal yaitu : Muhammadiyah, NU, Depag
Ketiga Lembaga ini memiliki metode masing-masing.
*. Ru'yat adalah metode yang dipakai NU yaitu dengan cara melihat hilal atau bulan sabit pertama. Apabila sudah terlihat maka 1 Syawal sudah bisa ditentukan. Sesuai dengan hadist (Bukhari Muslim)"Jika hilal tidak terlihat pada malam ke 30 karena tertutup awan atau lainya maka bulan Ramadhan digenapkan menjadi 30 hari (istikmal).
Kelemahan metode ini adalah keterbatasan mata manusia dan alat bantu untuk melihat hilal yang sinarnya lebih redup, sering samar dengan objek lain, seperti sabitnya planet venus, atau cahaya matahari yang membias di gumpalan awan yan sering dianggap hilal, Belum lagi adanya polusi yan dialami atmosfir bumi sehingga hilal sulit terlihat.
.* Hisab adalah metode yan dipakai Muhammadiyah, metode ini menggunakan perhitungan kalender dan menggunakan rumus astronomi, keshahihan hisab juga disandarkan pada observasi berdsarkan data-data empirik.
Dalam fiqih islam ada beberapa jenis hisab diantaranya HISAB URFI yaitu sistem perhitungan kalender yang berdsar peredaran rata-rata bulan mengelilingi bumi dan ditentukan secara konvensional, metode ini digunakan sejak zaman kalifah Umar Bin Khattab. Yang lain adalah Hisab HAKIKI yaitu sistem hisab berdasar pada peredaran bulan dan bumi yang sebesarnya, menurut sistem ini umur bulan tidak sama dan tidak beraturan, tergantung posisi hilal setiap awal bulan.
Kelemahan metode ini seakan-akan tidak mengikuti hadist nabi yaitu tanda lebaran atau Idula Fitri adalah saat bulan terlihat, tapi dalam Al-Qur'an (Ar-Rahman:5)"Matahari dan bulan beredar menurut perhitungannya"
.* Imkanur Ru'yat (Visibiltas Hilal atau Kemungkinan terlihatnya Hilal) adalah metode yang digunakan oleh Depag, metode menggunkan ukuran ketinggian hilal yang mungkin untuk di ru'yat. Di Indonesia menggunakan 2 derajat, Timur tengah 5 derajat. Sementara menurut data Astronomi menunjukkan 4 dan 10 derajat bila posisi matahari dan bulan berdekatan sebagai kemungkinan hilal bisa diamati, Imkanur Ru'yat ini sampai sekarang angka derajatnya tidak bisa diseragamkan,
===========================================
www.reseter-printer.8rf.com
(Cara mudah dan cepat menjadi teknisi printer)







How to use Quote function: