Saturday, 24. November 2007, 16:38:35
Deare aku mau curhat nih

pertama deare:( aku sebenarnya punya penyakit tapi aku membiarkannya berkembang di tubuhku deare.aku enggak mau merepotkan keluarga aku deare:worried: ini uda penyakit keturunan deare,penyakit*paru-paru kering*.dan kayaknya penyakit aku kambuh lagi deare.tapi aku enggak mau kasih tahu ortu aku deare supaya dia enggak cemas.apakah itu jalan terbaik deare aku menyembunyikan penyakitku kambuh lagi?
Saturday, 24. November 2007, 09:08:06
Pohon selasih tumbuh melata
Tumbuh diperdu pokok sena
Sepasang kekasih mabuk bercinta
Siang merindu malam merana
Dinda cantik tinggi lampai.
Dada bidang rambut mengurai.
Putih melepak lembut gemalai.
Kekanda melihat rasa terkulai
Rindu dendam keluh kesah
Seolah sembilu menusuk kalbu
Rinduku dalam hatiku resah
Terasa pilu tidak bertemu
Bunga saya bunga Melati
Bunga-bungaan harum baunya
Kasih saya sepenuh hati
Kasih tuan mana hinggapnya?
Bagus enggak pantun ini kasih pendapatnya ok:) .............
Saturday, 24. November 2007, 08:59:47
Malam Pengantin
Seorang lelaki bernama Baskon yang baru saja menjalani malam pertama bersama isterinya, menceritakan tentang kemuskilannya kepada seorang kawan, Abon.
"Wah, gila juga! Ternyata memang benar," ujar Baskon. "Kebiasaan yang sering kita lakukan ketika masih bujang, boleh berulang pada malam pengantin."
"Sebenarnya apa yang berlaku semalam?" si Abon ingin tahu.
"Begini. Kau kan tau kalau sewaktu bujang aku suka melanggan perempuan."
"Ho oh."
"Nah, terus malam pengantin semalam, setelah selesai melakukan hubungan, tanpa sengaja aku memberikan wang RM 100 pada isteri aku."
"Wah, gila kau!" Abon terperanjat. "Bagaimana? Isteri kau marah?"
"Itulah masalahnya," Baskon menjawap. "Dia malah memberikan pulangan wang RM 25 kat aku!"
Tolong kasih pendapat ya kalau uda baca cerita ini
Saturday, 24. November 2007, 08:47:34
Deare ini pertama kali aku bisa buat blog,

setelah aku bisa membuat ini hati:heart: aku senang sekali,soalnya aku bisa curhat senang:) dan sedih:( aku pasti curhat disini
deare aku membuat puisi
Jiwa Nan RapuhKadang kutatap kehidupan penuh misteri
Kucoba berlari mencari jawaban atas diri ini
Memikirkan yang tidak dapat kupikirkan
Kuterjebak dalam jaring-jaring kegelapan
Kealpaanku dalam kebaikan
Cahaya kegelapan begitu menyilaukan mataku
Tak mampu lagi diri ini menatap sang waktu
Rasa pegal, nyeri, putus asa telah datang
Sang juru kunci tak mau menjamahku
Menjamah tubuh yang kotor ini
Atau karena aku tidak pernah lagi memberikan senyum kepadaNya
Senyum seorang hamba
Entah berapa kali aku coba
Tetap raga ini rapuh juga
Tuhan tetap menang dalam permainannya
Kupu-Kupu Penuh PertanyaanIa menatapku dengan diam
Guratan dahinya penuh beribu pertanyaan
Kupu-kupu terbang dengan indahnya
Begitupun wajah itu begitu indah
Siapakah ia?
Akupun tak tahu
Apa maunya?
Ia yang hanya tahu!
Aku masih mencari tahu tentangnya
Tentang ia
Tentang kediamannya
tentang Kemauannya
Hampa
kosong
Diam
Tak bergerak
Dan kenyataannya diam dalam pertanyaan
Mata itu.....
Sorotanya......
Masih memendam pertanyaan
Aku masih tidak tahu....
Apa maunya.....
indah enggak puisi ini:)