Skip navigation.

by Muhammad Nahar

catatan dan kajian

[KISAH DAN HIKMAH] - Membuang Kebencian

, , , ...

Membuang Kebencian

sebagian isi posting diambil dari acara Mutiara Pagi - The Power of Life dengan narasumber Bapak Zainal Abidin

Untuk dapat membuang kebencian, kita perlu menyadari penyebab kebencian tersebut:

Minimal ada dua penyebab kebencian:

Penyebab pertama adalah Harapan yang tidak sesuai dengan kenyataan. Sering kali, apabila sesuatu yang diharapkan tidak terjadi, orang mencari penyebabnya. Masalahnya, banyak yang mencari penyebab kegagalan tersebut di luar dirinya.

seperti kisah sufi yang termasyhur:

Suatu malam, seorang wanita sedang berada di bawah lampu penerangan jalan. dia tampak sedang mencari-cari sesuatu. Beberapa saat kemudian, datanglah beberapa orang penjaga malam.

Salah satu dari para penjaga tersebut bertanya kepada sang wanita "Cari apa mbak?"

Sang wanita menjawab "saya sedang mencari cincin saya yang hilang".

"Hilangnya di sekitar sini?" tanya penjaga yang lain.

"Bukan" jawab si wanita "di dalam rumah".

Para penjagapun tertawa terbahak-bahak.

Seorang penjaga berkata "Mbak, kenapa gak dicari di dalam rumah?".

"di dalam rumah gelap mas, di sini terang" jawab si wanita.

sambil geleng-geleng kepala, penjaga yang lain berkata "Mbak, biar gelap tetap harus dicari di dalam rumah, kalau di sini biarpun lampunya ditambah juga gak bakalan ketemu". Teman-temannya mengangguk tanda setuju sambil tersenyum.

Bahkan ada yang menambahkan "Mbak, emangnya itu cincin bisa jalan sendiri keluar ya?"

Mungkin jika kita bertemu dengan orang seperti wanita itu, kita akan menganggapnya gila. Tetapi, tidakkah kita juga seirng melakukan kegilaan yang sama. Kita seringkali menyalahkan orang lain atas kegagalan yang terjadi pada diri kita. Kita juga seringkali menuntut orang lain berubah. Bahkan yang lebih buruk lagi, kita menuntut orang lain berubah sesuai dgn keinginan kita, bukan agar dia berubah menjadi lebih baik menurut syariat dan sunnatullah.

Padahal bukan tidak mungkin penyebabnya ada dalam gelapnya relung hati kita. Terkadang kita terlalu memanjakan diri, memperturutkan hawa nafsu sehingga kita menjadi pribadi yang tidak bisa diharapkan dan diandalkan oleh orang lain. Bukan tidak mungkin

Jangan sampai kita mengharapkan hasil yang berbeda dengan sebab (usaha, strategi dll) yang sama. Hal itu adalah suatu kegilaan yang sangat nyata.


Penyebab kedua adalah karena banyak diantara pakai prinsip dagang. Terkadang orang berbuat kebaikan karena ingin mengharapkan orang yang menerima kebaikannya melakukan hal yang sama. Sehingga, apabila orang yang menerima kebaikan tidak membalas sesuai harapan, yang timbul adalah kebencian dan kekecewaan.

Padahal, ada yang disebut dengan hukum kekekalan energi

Menurut bapak Jamil Azzaini dari Kubik Leadership, apabila seseorang berbuat baik, kebaikan itu akan tersimpan dalam bentuk energi positif. Suatu saat energi positif itu akan cair dalam bentuk harta (uang/kekayaan) tahta (kedudukan), kata (ilmu pengetahuan) dan cinta (kasih sayang dari sesama).

Sebaliknya, jika kita berbuat keburukan, hal itu akan tersimpan dlm bentuk energi negatif. Suatu saat energi tsb akan cair dalam bentuk musibah, bencana dan hal-hal buruk lainnya.

Dengan benar-benar menyadari adanya hukum kekekalan energi dalam kehidupan kita, Insya Alloh kita akan terhindar dari menerapkan prinsip dagang dalam segala aspek kehidupan kita.

Semoga bermanfaat,

Acara The Power of Life adalah hasil kerjasama Radio Trijaya 104,6 FM dengan Institut Kemandirian, suatu lembaga jejaring Dompet Dhuafa Republika yang mengajarkan ketrampilan Wirausaha dan Teknis secara gratis. Alamat Institut Kemandirian: Kompleks PT Panasonic/Yayasan Matsushita Gobel, Gedung Techno School Lt. 3, Jl. Raya Bogor, Km 29, Jakarta Timur. Telp: 021-88710408, 91261823

Ring in RED -- HOAX atau beneran?

, , , ...

Ring in RED -- HOAX atau beneran?

Percaya enggak kalau SMS nomornya warna merah, yang buka bisa mati? Kalau saya percaya, soalnya yang buka ada di jalanan dan gak lihat kiri-kanan sehingga ketabrak truk, he he he *maaf, becanda*

Memang beberapa hari ini kita dihebohkan dengan adanya berita-berita seperti itu. Dalam era informasi sekarang ini, yang katanya dimulai dari runtuhnya Tembok Berlin, informasi seakan tak terbedung, sehingga sulit bagi kita semua untuk menyaring informasi mana yang benar atau mana yang HOAX (kebohongan tingkat parah). Namun, bila kita paham prinsip-prinsip dasarnya, Insya Alloh hal seperti itu tidak perlu terlalu merisaukan kita.

1. Islam mengajarkan pada para pengikutnya untuk mempercayai hal-hal yang ghoib seperti setan, jin, sihir dan sebagainya namun Islam tidak mengajarkan para pengikutnya untuk takut secara berlebihan terhadap hal-hal tersebut.

2. Pertahanan diri yang paling efektif untuk membentengi diri dari hal-hal tersebut adalah dengan mendekatkan diri kepada Alloh SWT dengan cara menambah kualitas dan kuantitas ibadah kita seperti sholat, shaum atau puasa, dzikir dll.

3. Hal-hal seperti Ring in RED tadi dapat kita gunakan sebagai ujian bagi keimanan kita sendiri. Apabila kita masih takut tentu saja ada yang salah dengan keimanan kita. Mungkin kita kurang ilmu, terlalu banyak maxiat atau ibadah kita kurang baik.

Pertanyaan selanjutnya, apakah zaman teknologi canggih seperti sekarang ini setan-setan masih gentayangan? Pertanyaan seperti itu bisa dijawab dengan beberapa hal berikut ini:

1. Setan dari golongan jin tentu saja gak peduli sekarang ini zaman batu atau zaman teknologi canggih. Mereka hanya peduli pada tugas-tugas yang diberikan sang Maharaja segala setan yaitu Iblis Laknatullah. Si Iblis ini ingin agar semua manusia masuk neraka menemani dia disiksa selama-lamanya. Para setan itu sendiri terbagi menjadi berbagai peringkat atau pangkat. Pangkat-pangkat mereka dijelaskan di sini:

http://kopiradix.multiply.com/journal/item/31/Jenis-Jenis_Setan_kritik_untuk_film_Horor_Indonesia

2. Orang yang tidak percaya pada mereka sama rentannya dengan orang yang takut pada mereka secara berlebihan. Kedua jenis manusia tersebut bisa jadi sasaran empuk setan-setan dari golongan jin ini. Yang sama sekali tidak percaya bisa jadi atheist, liberal dan materialistik, gak peduli halal-haram, pahala-dosa. Yang takut berlebihan bisa jadi klien para dukun, paranormal dan kyai gadungan, serta mengoleksi jimat dari ujung rambut sampai ujung kaki.

3. Setan dari Golongan Manusia ternyata jauh lebih mengerikan dari yang berasal golongan Jin. mereka bukan apa-apa dibandingkan Adolf Hitler, Benito Mussolini, Stalin, Ariel Sharon, George W. Bush dan diktator-diktator lainnya. Mereka juga bukan apa-apa dibandingkan kaum Kapitalis yang merampok harta benda dan uang rakyat di negara-negara berkembang. Setan-setan Jin enggak bisa bikin perang dunia seperti Perang Dunia Pertama dan Kedua. Jin-jin itu juga tidak bisa bikin penjara-penjara seperti Abu Ghuraib dan Guantanamo. Paham mereka dijelaskan dalam tulisan ini

http://kopiradix.multiply.com/journal/item/47/KONSEP_RAS_UNGGUL

Semoga bermanfaat, jangan sampai kita tertipu oleh hal-hal kecil seperti Ring in RED tadi dan melupakan musuh-musuh kita yang sebenarnya.

RED
December 2009
M T W T F S S
November 2009January 2010
1 2 3 4 5 6
7 8 9 10 11 12 13
14 15 16 17 18 19 20
21 22 23 24 25 26 27
28 29 30 31