(1st Part) Susbintal Program
Saturday, February 8, 2014 5:41:47 AM
Petikan lagu yg sedikit menggambarkan
Pusdikhub, Pusat Pendidikan Perhubungan. Terletak di Cimahi, Jawa Barat. Bisa dibilang dekat dengan kota Bandung, sekitar 30 menit jika naik angkot, atau bisa menggunakan alat transportasi kereta api.
Bagi seperti saya yg ga pernah naik kereta, hal ini sangat mengesankan, dan waktu yg ditempuh hanya lima belas menit.
Kegiatan saya dan teman-teman disana ga ada habisnya. Masa susbintal adalah tahap pertama pendidikan kami disana. Dibilang kaget juga ga, ga juga capek banget ngejalaninnya. Sebenarnya ga jauh beda sama di Melati
Pukul 04.00 am kami harus sholat ke masjid, bla..bla.. pukul 10.00 pm kami baru istirahat. Bisa dibilang setersiksa-siksanya saya di Melati, cuman seperlimanya disini.
Sistem waktu ketika pendidikan susbintal di buat mepet, tiap kegiatan dibuat ngos-ngosan, dan juga keringatan. Ngomong-ngomong soal keringat, kegiatan binsik adalah kegiatan susbintal yang paling berat. Lari siang panas-panasan, stretching di bawah terik matahari dan lain sebagainya.
Hari pertama, ketika itu mos. Mendung, it was gonna be raining. We had to jump, push up, sit up, running, and others. Then thunderstorm, saya pikir bakal diberhentikan sementara. Ternyata meskipun hujan badai petir menerpa, acara guling-guling dilapangan tetep lanjutkan. “Oh ya Allah, don’t let me see a worm” satu-satunya doa yg waktu itu selalu saya panjatkan -.-
Cerita ga berhenti sampai disini. Ketika itu satnight atau harusnya sadnight? Entahlah. Malam itu malam praktik mitigasi, tapi saya dan teman-teman tidak mengetahui rencana tersebut. Pembina memberi kejutan. Mereka memberi order untuk tidur pukul 08.00 pm. Ga ada kecurigaan sama sekali di benak saya, ga tau kalau temen-temen. Tenyata pukul sekitar 11.00 pm kami dibangunkan paksa dengan sirine dimana-mana. Keadaan benar-benar dibuat sedimikian rupa seperti mitigasi, kayak ada bencana beneran. Intinya kami masuk kolam, pembina menyebutnya itu pantai, nyatanya itu kolam pencucian mobil, dengan air yang sangat.. keruh.
Sekian hari kami terkurung, akhirnya kami dibawa jalan-jalan. Kami melaksanakan Outbone di Cikole, Lembang. Pagi itu udara sangat dingin. Memang tiap hari disana udaranya dingin. Ngomong aja sampai keluar
Dan singkat cerita alhamdulillah tiga minggu terlewati.
Banyak kejadian-kejadian lain yg ga terduga, ga bakal bisa terlupa. Kekonyolan sana-sini. Miss this moment sebenarnya, tapi ga mau ngulangin lagi haha.
Terima kasih kepada para komandan, sudah memberikan pengalaman yang sangat mengesankan













