Skip navigation.

God gave u 2 legs to walk...2 hands to hold.....2 ears to hear....2 eyes to see.....But why did God give u only 1 Heart? Probably because God wants you to look for the other Love

100 PRECIOUS DAYS

100 PRECIOUS DAYS by alam
You Don't Know What You Got 'Till It's gone

> >
> > Peter dan Tina sedang duduk bersama di taman kampus
> > tanpa melakukan apapun, hanya memandang langit
> > sementara sahabat-sahabat mereka sedang asik
> > bercanda ria dengan kekasih mereka masing-masing.
> >
> > Tina: "Duh bosen banget. Aku harap aku juga punya
> > pacar yang bisa berbagi waktu denganku."
> >
> > Peter: "kayaknya cuma tinggal kita berdua deh yang
> > jomblo. cuma kita berdua saja yang tidak punya
> > pasangan sekarang."
> >
> > (keduanya mengeluh dan berdiam beberapa saat)
> >
> > Tina: "Kayaknya aku ada ide bagus deh. kita adakan
> > permainan yuk?"
> >
> > Peter: "Eh? permainan apaan?"
> >
> > Tina: "Eng… gampang sih permainannya. Kamu jadi
> > pacarku dan akujadi pacarmu tapi hanya untuk 100
> > hari saja. gimana menurutmu?"
> >
> > Peter: "baiklah… lagian aku juga gada rencana
> > apa-apa untuk beberapa bulan ke depan."
> >
> > Tina: "Kok kayaknya kamu gak terlalu niat ya…
> > semangat dong! hari ini akan jadi hari pertama kita
> > kencan. Mau jalan-jalan kemana nih?"
> >
> > Peter: "Gimana kalo kita nonton saja? Kalo gak salah
> > film The Troy lagi maen deh. katanya film itu bagus"
> >
> > Tina: "OK dech…. Yuk kita pergi sekarang. tar
> > pulang nonton kita ke karaoke ya… ajak aja adik
> > kamu sama pacarnya biar seru."
> > Peter : "Boleh juga…"
> >
> > (mereka pun pergi nonton, berkaraoke dan Peter
> > mengantarkan Tina pulang malam harinya)>
> >
> > Hari ke 2:
> > Peter dan Tina menghabiskan waktu untuk ngobrol dan
> > bercanda di kafe, suasana kafe yang remang-remang
> > dan alunan musik yang syahdu membawa hati mereka
> > pada situasi yang romantis. Sebelum pulang Peter
> > membeli sebuah kalung perak berliontin bintang untuk
> > Tina.
> >
> > Hari ke 3:
> > Mereka pergi ke pusat perbelanjaan untuk mencari
> > kado untuk seorang sahabat Peter. Setelah lelah
> > berkeliling pusat perbelanjaan, mereka memutuskan
> > membeli sebuah miniatur mobil mini. Setelah itu
> > mereka beristirahat duduk di foodcourt, makan satu
> > potong kue dan satu gelas jus berdua dan mulai
> > berpegangan tangan untuk pertama kalinya.>
> >
> > Hari ke 7:
> > Bermain bowling dengan teman-teman Peter.
> > Tangan Tina terasa sakit karena tidak pernah bermain
> > bowling sebelumnya.
> > Peter memijit-mijit tangan Tina dengan lembut.
> >
> > Hari ke 25:
> > Peter mengajak Tina makan malam di Ancol Bay.
> > Bulan sudah menampakan diri, langit yang cerah
> > menghamparkan ribuan bintang dalam pelukannya.
> > Mereka duduk menunggu makanan, sambil menikmati
> > suara desir angin berpadu
> > dengan suara gelombang bergulung di pantai. Sekali
> > lagi Tina memandang langit, dan melihat bintang
> > jatuh.
> > Dia mengucapkan suatu permintaan dalam hatinya.
> >
> > Hari ke 41:
> > Peter berulang tahun. Tina membuatkan kue ulang
> > tahun untuk Peter.
> > Bukan kue buatannya yang pertama, tapi kasih sayang
> > yang mulai timbul
> > dalam hatinya membuat kue buatannya itu menjadi yang
> > terbaik.
> > Peter terharu menerima kue itu, dan dia mengucapkan
> > suatu harapan saat meniup lilin ulang tahunnya.
> >
> > Hari ke 67:
> > Menghabiskan waktu di Dufan. Naik halilintar, makan
> > es krim bersama,dan
> > mengunjungi stand permainan. Peter menghadiahkan
> > sebuah boneka teddybear
> > untuk Tina, dan Tina membelikan sebuah pulpen untuk
> > Peter.
> >
> > Hari ke 72:
> > Pergi Ke PRJ. Melihat meriahnya pameran lampion dari
> > negeri China.
> > Tina penasaran untuk mengunjungi salah satu tenda
> > peramal. >
> > Sang peramal hanya mengatakan "Hargai waktumu
> > bersamanya mulai sekarang"
> > kemudian peramal itu meneteskan air mata.>
> >
> > Hari ke 84:
> > Peter mengusulkan agar mereka refreshing ke pantai.
> > Pantai Anyer sangat sepi karena bukan waktunya
> > liburan bagi oranglain.
> > Mereka melepaskan sandal dan berjalan sepanjang
> > pantai sambil berpegangan tangan,
> > merasakan lembutnya pasir dan dinginnya air laut
> > menghempas kaki mereka.
> > Matahari terbenam, dan mereka berpelukan seakan
> > tidak ingin berpisah lagi.
> >
> > Hari ke 99:
> > Peter memutuskan agar mereka menjalani hari ini
> > dengan santai dan sederhana.
> > Mereka berkeliling kota dan akhirnya duduk di sebuah
> > taman kota.>
> >
> > 15:20 pm
> > Tina: "Aku haus. Istirahat dulu yuk sebentar. "
> > Peter: "Tunggu disini, aku beli minuman dulu. Aku
> > mau teh botol saja. Kamu mau minum apa?"
> > Tina: "Aku saja yang beli. kamu kan capek sudah
> > menyetir keliling kota hari ini. Sebentar ya"
> > Peter mengangguk. kakinya memang pegal sekali karena
> > dimana-mana Jakarta selalu macet.
> >
> > 15:30 pm
> > Peter sudah menunggu selama 10 menit and Tina belum
> > kembali juga.
> > Tiba-tiba seseorang yang tak dikenal berlari
> > menghampirinya dengan wajah panik.
> > Peter : "Ada apa pak?"
> > Orang asing: "Ada seorang perempuan ditabrak mobil.
> > Sepertinya perempuan itu adalah temanmu"
> > Peter segera berlari bersama dengan orang asing itu.
> > Disana, di atas aspal yang panas terjemur terik
> > matahari siang,tergeletak tubuh Tina bersimbah
> > darah, masih memegang botol minumannya.
> > Peter segera melarikan mobilnya membawa Tina ke
> > rumah sakit terdekat.
> > Peter duduk diluar ruang gawat darurat selama 8 jam
> > 10 menit.
> > Seorang dokter keluar dengan wajah penuh penyesalan.
> >
> > 23:53 pm
> > Dokter: "Maaf, tapi kami sudah mencoba melakukan
> > yang terbaik.
> > Dia masih bernafas sekarang tapi Yang kuasa akan
> > segera menjemput.
> > Kami menemukan surat ini dalam kantung bajunya."
> > Dokter memberikan surat yang terkena percikan darah
> > kepada Peter dan dia segera masuk ke dalam kamar
> > rawat untuk melihat Tina. Wajahnya pucat tetapi
> > terlihat damai. Peter duduk disamping pembaringan
> > Tina dan menggenggam tangan Tina dengan erat.
> > Untuk pertama kali dalam hidupnya Peter merasakan
> > torehan luka yang sangat dalam di hatinya.
> > Butiran air mata mengalir dari kedua belah matanya.
> > Kemudian dia mulai membaca surat yang telah ditulis
> > Tina untuknya.
> >
> > Dear Peter…
> > ke 100 hari kita sudah hampir berakhir.
> > Aku menikmati hari-hari yang kulalui bersamamu.
> > Walaupun kadang-kadang kamu jutek dan tidak bisa
> > ditebak, tapi semua hal ini telah membawa
> > kebahagiaan dalam hidupku.
> > Aku sudah menyadari bahwa kau adalah pria yang
> > berharga dalam hidupku.
> > Aku menyesal tidak pernah berusaha untuk mengenalmu
> > lebih dalam lagi sebelumnya.
> > Sekarang aku tidak meminta apa-apa, hanya berharap
> > kita bisa memperpanjang hari-hari kebersamaan kita.
> > Sama seperti yang kuucapkan pada bintang jatuh malam
> > itu di pantai, Aku ingin kau menjadi cinta sejati
> > dalam hidupku. Aku ingin menjadi kekasihmu selamanya
> > dan berharap kau juga bisa berada disisiku seumur
> > hidupku. Peter, aku sangat sayang padamu.
> >
> > 23:58
> > Peter: "Tina, apakah kau tahu harapan apa yang
> > kuucapkan dalam hati saat meniup lilin ulang
> > tahunku?
> > Aku pun berdoa agar Tuhan mengijinkan kita
> > bersama-sama selamanya.
> > Tina, kau tidak bisa meninggalkanku! hari yang kita
> > lalui baru berjumlah 99 hari!
> > Kamu harus bangun dan kita akan melewati puluhan
> > ribu hari bersama-sama!
> > Aku juga sayang padamu, Tina. Jangan tinggalkan aku,
> > jangan biarkan aku kesepian!
> > Tina, Aku sayang kamu…!"
> >
> > Jam dinding berdentang 12 kali…. jantung Tina berhenti berdetak.
>
> > Hari itu adalah hari ke 100…
> >
> >
December 2009
M T W T F S S
November 2009January 2010
1 2 3 4 5 6
7 8 9 10 11 12 13
14 15 16 17 18 19 20
21 22 23 24 25 26 27
28 29 30 31