My Opera is closing 3rd of March

...Siapa kamu?

Kamu siapa?

...rindu? rindu itu apa?

rindu?

rindu itu apa?

alasan seseorang membuat puisi sebelum tidur untuk kemudian disimpan di kotak pandora bernama kenangan.

boleh aku menyebutnya bantal kata?

bantal terlalu kecil dan lembut.

lalu apa? rahim kata?

godam raksasa, yang memukul keras kepalamu, memaksa kau memuntahkan isi hatimu meski kadang kau tak mau.

ha! apa tak terlalu keras hanya untuk sebuah kata terpendam?

rindu tak pernah gagal membuatku ingin muntah dan merasa pusing berkepanjangan.

juga membuat genangan jernih, lalu jatuh pelan. kau tak memperdulikan itu. di tanganmu hanya ia.

sampai kemudian aku sadar bahwa tiada apapun di genggaman. aku tersenyum & menikmati pukulan demi pukulan dgn senyum kemenangan.

itu mudah? atau sebenarnya kau buat nyaman ia di taman pikirmu?

percayalah tidak semudah menuliskannya. kubiarkan ia terbaring mati pada puncak keakuanku.

ia mati untuk lahir kembali. membentuk yang tak kau inginkan. mimpi buruk lebih mudah membuatmu sadar dari lelap khayal.

ia lahir dalam mimpi-mimpi tergelapku. karenanya kini aku lebih memilih terjaga. menjaga yang tak ada agar tak menjadi ada.

pedih? atau kau lupa ada rasa itu? kamu terjaga untuk rasa yang sebenarnya ada.

aku tak akan lupa, rasa itu selalu ada, hanya saja saat aku terbiasa, bahagia justru terasa hampa. itu kau sebut apa? mati rasa?

aku menyebutnya kesiaan. sia-sia kau mengurungnya dalam hampa. sia-sia kau membunuhnya. lalu apa? kedirianmu yang hilang.

aku telah lama kehilangan diriku sejak teduh matanya merasuk jauh kedalam hati dan merampas segala akal logika yang ada.

namun hatimu tetap utuh? logikamu belum dikembalikannya, atau kau serahkan begitu saja? kemana dirimu?

aku tdk memberi apa yg tdk pernah kupunya. aku tak punya cinta, kuberi ia logika. aku terbakar bersama dusta yang menyulut duka.

kau tak punya cinta? ah, dusta! dimana kau simpan? masa lalu? atau kau iris-iris untuk menutupi lukamu?

sudah habis kuberi pada buaya. dimakannya semua yang kupunya. aku tinggal raga dan nyawa, tanpa jiwa.

dan kau masih punya tanya. dan jawab berputar-putar bagai burung pemangsa berkeliling diatas isi kepala. ia-kah pemakan logikamu?

ya. kau jawaban dari segala tanya. segala doa. yang keparatnya datang terlambat kala aku sudah tak punya apa-apa.

kau punya. hanya saja hatimu hati-hati dengan hati yang juga hati-hati.

hati yang terlalu hati-hati sama dengan mati, bukan?

hati-hati tak berarti mati, ia hidup dalam pertimbangan logikamu.






myo & sin

disaat gue gak tau mesti berbuat apa untuk ......rahim kata

Write a comment

New comments have been disabled for this post.

February 2014
M T W T F S S
January 2014March 2014
1 2
3 4 5 6 7 8 9
10 11 12 13 14 15 16
17 18 19 20 21 22 23
24 25 26 27 28