My Opera is closing 3rd of March

Luluch In OperA

the easiest way to speak Out!

Subscribe to RSS feed

Va dove ti porta il cuore

Va dove ti porta il cuore

Pergilah kemana hati membawamu – Susanna Tamaro

Dan kelak, disaat begitu banyak jalan terbentang dihadapanmu dan kau tak tahu jalan mana yang harus kauambil, janganlah memilihnya dengan asal saja, tetapi duduklah dan tunggulah sesaat.
Tariklah nafas dalam-dalam, dengan penuh kepercayaan, seperti saat kau bernapas di hari pertamamu di dunia ini.

Jangan biarkan apapun mengalihkan perhatianmu, tunggulah dan tunggulah lebih lama lagi. Berdiam dirilah, tetap heing dan dengarkanlah hatimu. Lalu, ketika hati itu bicara, beranjaklah dan pergilah kemana hati membawamu…

This is the last paragraph of Susanna Tamaro’s book, Va Dove Ti Porta Il Coure…

Kalimat ini juga tertulis di sampul belakang buku tersebut. Begitu membacanya, it reminded me to someone n also to my self. Ada seorang teman yang sangat2 percaya ma kata hati. Kalo aku mau mengambil keputusan sulit, biasanya dia cuman bilang, percayalah kata hatimu. Hati ga pernah boong

Dulu aku nganggep hati ga bisa dipercaya, tapi … kemudian aku sadar, perasaanlah yang ga bisa dipercaya. Terlalu banyak mencampur-adukkan logika ma perasaan akan menjerumuskan kita lebih dalam. I learn to do that now, to trust my “cuore”…

Va dove ti porta il cuore…

Aku baca buku ini… This is “my book”… pada sebagian karakter Olga, aku ngeliat diriku sendiri. Orang yang banyak bertanya ttg kehidupan. Hal-hal yang seharusnya sederhana malahan menjadi rumit. Mempercayai hal2 yang kita pikir akan membuat segalanya jadi lebih baik, tapi ternyata… kebalikannya… kadang2 kita harus membiarkan sesuatu berjalan secara alami, sebagai mana mestinya.

Buku ini seolah2 ngeluarin hal2 yang ada dalam pikiranku, yang ruwet… dan membingungkan diriku sendiri. Great book… selevel ma Sang Alkhemis ma Misteri Soliter… tapi… keistimewaan buku ini… buku ini “feminis” sekali…

Kehidupan itu seperti Ular Tangga. Kau dapat melakukan sesuatu, namun tidak melakukannya, kau malah mundur dan bukannya maju ke depan. Ketika jalanmu bercabang kau berpapasan dengan kehidupan lainnya. Berkenalan atau tidak dengan mereka, terlibat dengan mereka atau membiarkan mereka lewat begitu saja, semua itu tergantung semata2 pada keputusan sesaat. Meskipun mungkin kau tidak mengetahuinya, hidupmu atau hidup orang2 yang dekat denganmu dipertaruhkan saat kau memilih, entah berjalan lurus atau belok – hal 77

Kupikir itu benar, karena aku percaya klo life is options… setiap saat dalam hidupmu itu memilih. Mulai dari hal2 yang ringan, mau bangun jam berapa, mandi jam berapa, makan dengan apa… sampe ke hal2 berat, mo ngelanjutin skul dimana, kerja dimana, nikah ma sapa…

Segala yang kita alami saat ini, merupakan konsekuensi dari hal2 yang udah kita pilih sebelumnya. Sinergis dan terus2an… U’ve got to choose…

Takdir kita udah ditentuin, tapi bukan berarti kita ga bisa mengubahnya. Ada saat2 tertentu dalam hidup dimana kita harus ngambil keputusan2 besar, berat juga mungkin… dan disitulah masa depan kita dipertaruhkan. Ketidakpastian…

Seperti chaos and order… Ngambil keputusan yang bisa membawa kita kearah yang berbeda. Wajar aja sih klo dalam ngambil keputusan kita mempertimbangkan segala sesuatunya masak2… baik dan buruknya… tapi… menurutku untuk menjalani hidup dengan “fun”, kita musti berani ngambil resiko.

Ada pepatah yang bilang, orang yang paling beruntung adalah orang2 yang berani ngambil resiko. Klo udah tahu resikonya, jangan setengah2 klo melangkah…

Ya, ada saatnya aku jadi pengecut banget, cant accept the fact n wanna run from troubles. Ada juga saatnya dimana aku jadi ngerasa bodoh n so stupid… karena sifat ngototanku n sebodo teuing… mutusin sesuatu n ngelakuin hal kurang pake nalar. Yah… bisa ditebaklah hasilnya…

Tapi tidaklah buruk menjadi orang yang pernah gagal… Karena… kita bisa belajar untuk jadi lebih baik lagi… n bagaimanapun ntar… kita pasti akan mengalami suasana “semuanya baik2 saja” n u’ll forget the storm in ur life. Order n chaos…

Aku pernah ngalamin kehidupan yang kacau, semuanya kerasa begitu buruk, ngerasa sendirian… dan… nyalahin orang lain. Saat itu sebenernya aku udah tahu… klo keadaan itu ga akan berlangsung lama, coz somehow… time will heals ur life, everything will be ok… akan ada saatnya klo semua itu jadi ga berarti lagi. Tapi bukannya ambil sisi positifnya, aku malah ngebiarin diriku terjerumus, get stumbled, drowning, drowning and so drowning… itu malah memperpanjang masa2 ga bahagia n cant accept the fact… Itu salah…

Kupikir dalam hidup ini, keadaan kita bisa dikategorikan dalam 5 level. Level 1-5 mulai dari sangat tidak bahagia, tidak bahagia, biasa saja, bahagia dan sangat bahagia. Dan seharusnya 80 % nya cuman berkisar diantara level 2-4, tidak bahagia, biasa aja n bahagia (40 % alokasi untuk bahagia!!). Level 1 dan 5, dengan “sangat” nya… itu ga wajar klo berlebihan… he he he matematik yah…

Hidup itu seperti garis pantai mungkin… variasi yang tajam seperti tanjung dan teluk itu hanyalah beberapa saja. Seperti kembang api yang meledak diangkasa, pasti ada beberapa diantaranya yang lebih tinggi dari yang lainnya, sangat tidak bahagia atau sangat bahagia… tapi tetep aja itu lebih sedikit daripada yang “normal”, wajar2 saja…

Aku sering bertanya, how to be happy?

Susah… karena… bisa tergantung hormon (yah… coz im woman…PMS’ thing….), juga suasana hati kita saat itu… Kutanyakan pada temen2ku, mereka juga ngasih jawaban yang berbeda…

Pada suatu titik, aku cenderung untuk menjawab, aku akan bahagia klo aku bisa nerima segalanya, nerima kenyataan… tapi kadang… ada juga sisi diriku yang berpendapat, aku akan lebih bahagia klo aku bisa ngubah kenyataan… aku ga ngalamin apa yang aku alamin sekarang…

Moody…

hal 68 :
Kebetulan. Dimana ada Tuhan, tak mungkin ada kebetulan, bahkan untuk bunyi sederhana untuk mendeskripsikannya sekalipun.

Nggak ada namanya kebetulan… kita bilang itu kebetulan, karena kita ga tahu gimana mekanisme terjadinya. Tuhan tentu udah ngarahin kita dengan tangan-Nya…

Mungkin hidup memang harus dihadapi dengan possitive thinking. Apa yang akan terjadi, terjadilah… [Qui sera sera...]dan sementara itu, kita terus mempersiapkan diri kita…

Entahlah… mungkin suatu saat aku akan berpikir dari sudut pandang yang berbeda, dengan bertambahnya umurku… mungkin aku bisa lebih memahami segalanya lebih baik, dan… mengambil kesimpulan yang berbeda ttg semuanya. Tapi… karena manusia harus punya pegangan dalam hidupnya… Inilah hal yang kupercaya saat ini.

Don’t let go of hope. Coz hope give u the strength to undergo ur life, storm or spring… Do not givin up…

Va dove ti porta il cuore



February 2014
M T W T F S S
January 2014March 2014
1 2
3 4 5 6 7 8 9
10 11 12 13 14 15 16
17 18 19 20 21 22 23
24 25 26 27 28