Kembali ke Numfor
Saturday, March 15, 2008 2:46:23 AM
Pada tanggal 19 Maret, di Numfor Barat akan ada kegiatan KKR [Kegiatan Kebangunan Rohani], kami diharapkan ada sebagai bantuan kesehatan. Maunya sih tanggal 19 tuh lengkap, karena Bupati Biak akan menghadiri pembukaan acara itu
Dulu pesawat Twin Otter terbang 2 x seminggu ke Foo [Numfor], sekarang jadwalnya berubah, menjadi 1x seminggu saja. Itupun jadwalnya nggak jelas hari dan jam terbangnya, karena pesawatnya dipakai ke beberapa rute lainnya dan sering "something wrong", masalah teknis gitu... jadi, walaupun aku sudah booking seat untuk penerbangan Senin depan, karena penerbangannya sendiri belum bisa dipastikan, aku nggak mau ambil risiko pesawat batal.
Dan Cendrawasih merupakan satu-satunya kapal yang berlayar ke Numfor minggu ini. Dulu-dulu kami masih bisa mengandalkan kapal putih [kapal besar] macam papua Lima, Papua Satu untuk ke Numfor. Namun sekarang ini, Papua Satu masuk dok, sedangkan Papua Lima mengalami perubahan rute berlayar, sehingg jadwal rute Biak-Numfor jadi sebulan sekali. Pusing...
Jadinya untuk mencapai Numfor via laut ya naik feri Cendrawasih atau kapal Bintang 23. Sama-sama horrible... Kalau nggak kepaksa dan keburu aja... gak mau deh. Dua-duanya punya track record buruk. Si Cendrawasih nih pernah dihantam ombak hingga terbalik di pelabuhan [bayangkan, kapal feri segede itu terbalik!]. Sedangkan dengan si Bintang 23... aku pernah punya pengalaman pahit. Naik kapal ini menuju Numfor, baru 2 jam perjalanan tiba-tiba kapal ini putar balik ke Biak, takut badai!
Setelah pikir-pikir... akhirnya kami [aku dan Bafith] memutuskan untuk kembali ke Numfor naik kapal feri saja. Lagian masa kerjaku tinggal 1 bulan saja, jadi lebih baik aku menikmati waktu di Numfor lebih lama
[aduh, sudah mulai senang bercampur sedih bila memikirkan akan meninggalkan Numfor...]Wish me











