Skip navigation.

exploreopera

| Help

Sign up | Help

photo

TUJUHBELAS

Aku gugup, aku takut memikirkan kehidupan baru yang akan kumasuki.

Rasa Aman (Ayah)

Ketika masih berumur 6 tahun, keluarga kami tinggal di daerah terpencil. Alm.Ayahku membuka pelayanan disana. Rumah kami dibangun tepat di depan kuburan tua serdadu Belanda. Orang-orang bilang, tempat itu kramat. Mungkin ayah ingin membuktikan tak ada tempat keramat yang patut ditakuti oleh orang percaya, maka dia mendirikan rumah disitu. Kuburan tua itu bersebelahan dengan sungai. Airnya jernih, aku suka sekali bermain disana.

Alm.Ayah melarang aku bermain ke sana tanpa pengawasannya. Selain arus deras dan dalam, konon sungai itu dihuni buaya. Suatu waktu, aku bermain di sungai sendirian, dan ayah sangat marah mengetahui itu. Mengetahui kecintaan akan sungai itu, ayah jadi sering mengajakku ke sana. Maklumlah, di tempat itu minim sekali fasilitas bermain, sungai menjadi salah satu tempat bermain favorit.

Biasanya, tiap kali sebelum meninggalkan sungai seusai bermain, aku diceburkan.. (mungkin lebih tepat dicelupkan) ke sungai.. Dia memegangi kedua tanganku.. memasukkan seluruh tubuhku ke sungai dan lalu mengangkatku.. Aku tak tahu, mengapa aku selalu menjalani 'ritual' seperti itu..

Yang paling kuingat dalam 'ritual' itu adalah; rasa aman dan damai. Andai saja ayah lengah.. dan aku terlepas dari pegangannya, aku pasti hanyut. Tapi sedikitpun aku mengkhawatirkan bahaya itu. Aku menyakini, ia tak akan melepaskan pegangannya. Aku merasa sangat aman dalam bahaya itu.

Hmm.. kalau dipikir-pikir.. perasaan aman itu ternyata sangat 'mahal'. Aku sudah lupa kapan terakhir kali aku merasa seaman/sedamai itu. Pasti sudah lama sekali.

Sekarang, meskipun tak ada bahaya yg mengancam, aku seringkali khawatir (terlalu khawatir malah), entah untuk alasan apa. Aku merindukan rasa aman! Aku merindukan ayah!

Kini aku mengerti, mengapa setiap ayah itu 'hebat' bagi anak-anaknya. Itu karena sosok ayah sanggup memberi rasa aman kepada anaknya. Lalu, bisakah kita memberi rasa aman kepada orang lain sementara kita dilingkupi perasaan khawatir?

Terimakasih ayah.. Meskipun kebersamaan kita tak lama, tapi semua yang kudapat darimu sungguh tak terukur. Rasa damai, aman, percaya dan semua ajaranmu akan tetap kuingat!

Melihatmu DisanaMengapa Opera?

Comments

avatar
Postingnya bagus,lam kenal ya ! :smile:

By Qyiude, # 25. March 2008, 09:46:57

avatar
Salam kenal juga yah Qyiude, btw, avatarnya sangat cute.. he..he..he..he nggemasin...!

By lumbantoruan, # 25. March 2008, 12:19:18

avatar
Makasih,itu buah hatiku :smile:

By Qyiude, # 25. March 2008, 13:30:25

Write a comment

You must be logged in to write a comment. if you're not a registered member, please sign up.