Skip navigation

Lost password? | Help

Lumbantoruan

Ricardo Gomes

Lukisan Kematian

Temanku Lukas, seorang pelukis. Dia bisa membuat sketsa wajah dalam sekejab. "Semakin cepat, semakin banyak penghasilan," begitu kata 'bujang lapuk' yang buka praktek di lobby sebuah hotel di kotaku itu. Meskipun temanan, tapi ia tak pernah mau buat skesta wajahku (padahal aku memintanya lebih dari dua kali).

Akhir Juni lalu, ia menumpang di rumahku. Kontrakannya habis, ia belum menemukan rumah baru. "Ayolah, cuma sebulan," katanya tapi aku bersikeras memperbolehkannya seminggu. He..he..he.. padahal, kalau, aku tak akan mengusirnya andai ia menginap lebih dari sebulan.

Dengan wajah yang memelas dan lucu, ia memohon. Akhirnya aku memperbolehkannya menginap dua minggu ditambah dia harus membuat sketsa wajahku dengan gratis, plus dia tak boleh pakai handuk dan sikat gigiku!

Sore, di hari kesebelas dia menginap aku mendapatinya mengangkat ransel dan tas lukisnya, dia sudah mendapat rumah baru. Buru-buru ia naik ke taksi. Aku pun berteriak "Hey, bagaimana dengan sketsaku?". "Liat saja dinding kamarmu, tepat di atas cermin," balasnya lalu wajahnya menghilang dibalik pintu taksi.

Semangat, aku pun buru-buru masuk kamar. Lama aku memandangnya. Ia bahkan sudah membingkainya. Itu bukan sketsa wajah, tapi lukisan aku yang sedang tertidur. Rupanya dia mengambil kesempatan melukisku ketika aku tertidur (biasanya baru terbangun jelang tengah hari).

Semakin lama aku aku memandang lukisan itu, aku merasa ada yang ganjil. ASTAGA, aku tertidur seperti ORANG MATI. Yah, itu aku yang sedang MATI.

Yah, itu bukan lukisan orang yang tertidur, tapi lukisan orang mati. Aku tak mendapati ada nyawa dalam tubuhku pada lukisan itu. Lukas salah melukis? Rasanya tidak. Ia sengaja membuat kesan mati? Rasanya juga tidak.

Kesal, marah! Aku berpikir, bertanya; begitukah pandangan orang lain tentang diriku? Aku yang mati?

Aku pun mengambil lukisan itu, melepaskannya dari frame lalu merobeknya dan melemparnya ke tong sampah. Aku tak marah pada Lucas. Tidak! Ia memberikan perspektif yang benar dalam lukisannya. Banyak hal dalam diriku memang telah mati!

Cara Mudah Mengakses YouTube(Terlalu) Banyak Warga Medan Korupsi

Comments

maria 19. July 2008, 13:09

waduh om... sepintas ngeri bacanya... tapi kenapa berfikir banyak yang mati pada diri om...???


btw om udah terima kaos operanya gk...??? keren loh om design-nya...:hat:

Ricardo Gomes Lumbantoruan 19. July 2008, 13:44

He..he..he.. udah dunk.. Cuma, aku salah ukuran.. harusnya XL eh, aku pesan yang L...

Ah, mungkin aku cuma terlalu merasa gamang dan gugup menghadapi rencana menikah.

maria 19. July 2008, 14:19

wow.... mau nikah ya...??? pantesan ngilang2 terus... hehehe

congrats ya om... smoga pernikahannya untuk sekali seumur hidup, berjodoh sampe kakek nenek dengan wanita impiannya... amiiinnn...

:hat: :hat: :hat:

Vea 25. July 2008, 14:53

Sama y kemaren juga yah? Hi2..congratz!

Ikanhiupegelpegel 29. September 2008, 08:42



Qyiu MENGUCAPKAN

Mìñå£ Aîdín Wäl Fäídzîn,
Möhön Määf Lähîr dän Bäthín

How to use Quote function:

  1. Select some text
  2. Click on the Quote link

Write a comment

Comment
(BBcode and HTML is turned off for anonymous user comments.)

If you can't read the words, press the small reload icon.


Smilies