Strategi Menyusun Jadwal
Wednesday, October 26, 2011 6:33:04 PM
Orang-orang yang telah sukses mengatakan “keberhasilan kita menyusun rencana kerja kita berarti kita telah meraih sebagian besar sukses dari apa yang kita akan kerjakan”. Ada pula yang mengatakan “jika kita gagal membuat rencana sebenarnya kita merencanakan gagal”.
Tulisan di bawah ini insya Allah akan membantu kita dalam meraih sukses dengan membuat perencanaan yang baik, terukur dan terarah.
——————————————-
1. Buat daftar pekerjaan yang hendak dilakukan
* Tuliskan aktifitas tetap. Mulailah mengisi jadwal mingguan dengan mengisi aktifitas tetap. Termasuk dalam aktifitas ini adalah sholat, kuliah, praktikum, makan, tidur, dan pertemuan/rapat rutin diorganisasi ekstrakurikuler.
* Masukkan waktu belajar tetap. Kita perlu memberikan waktu yang memadai untuk belajar mandiri bagi tiao SKS matakuliah yang diambil. Waktu belajar mandiri digunakan untuk membaca ulang bahan, mengerjakan tugas, dan membuat alat bantu belajar. Sebagai acuan awal gunakan rasio 2 banding 1, yaitu 2 jam belajar mandiri untuk tiap SKS. Dengan berjalannya waktu dan bahan kuliah yang semakin banyak, kita akan membutuhkan waktu lebih banyak untuk membaca ulang bahan kuliah.
* Masukkan waktu belajar fleksibel. Selain waktu belajar tetap, kita perlu menjadwalkan waktu belajar fleksibel. Ini akan sangat berguna sebagai jaring pengaman bila kita tidak dapat menyelesaikan tugas atau pekerjaan rumah pada waktu belajar tetap.
* Masukkan waktu untuk kegiaan ekstrakurikuler dan kegiatan pribadi. Luangkan waktu untuk kegiatan ekstrakurikuler karena oenting untuk melatih kita berorganisasi dan bekerjasama. Namun jangan lupa tugas utama kita saat ini adalah belajar.
* Masukkan waktu untuk rileks. Tentu saja kita butuh waktu untuk bersantai. Agar tidak lepas kendali, ada baiknya waktu untuk keperluan inipun direncanakan.
2. Buat skala prioritas dari tiap kegiatan
Untuk mengoptimumkan penggunaan waktu, kita perlu membuat skala prioritas dari seabrek kegiatan yang harus kita lakukan. Skala prioritas berbeda untuk tiap individu, tergantung pada visi dan misi hidup kita. Yang penting, tentu saja harus realistis.
3. Perkirakan waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan tiap kegiatan
Hal ini dapat diperkirakan dari pengalaman kita sebelumnya. Untuk kegiatan tertentu ada baiknya kita memberikan waktu tambahan, terutama yang memiliki tingkat kerumitan tinggi atau berhubungan dengan orang lain.
4. Alokasikan waktu untuk tiap kegiatan
Manfaatkan sebisa mungkin waktu puncak produktifitas kita untuk kegiatan yang menuntur konsentrasi tinggi seperti belajar.
5. Evaluasi penerapan jadwal
Setelah beberapa bulan, boleh jadi kita merasa perlu untuk melakukan kembali siklus pemantauan dan perencanaan waktu, kita juga dapat melakukan wvaluasi untuk selanjutnya dapat menyesuaikan perencanaan waktu.
Tulisan di bawah ini insya Allah akan membantu kita dalam meraih sukses dengan membuat perencanaan yang baik, terukur dan terarah.
——————————————-
1. Buat daftar pekerjaan yang hendak dilakukan
* Tuliskan aktifitas tetap. Mulailah mengisi jadwal mingguan dengan mengisi aktifitas tetap. Termasuk dalam aktifitas ini adalah sholat, kuliah, praktikum, makan, tidur, dan pertemuan/rapat rutin diorganisasi ekstrakurikuler.
* Masukkan waktu belajar tetap. Kita perlu memberikan waktu yang memadai untuk belajar mandiri bagi tiao SKS matakuliah yang diambil. Waktu belajar mandiri digunakan untuk membaca ulang bahan, mengerjakan tugas, dan membuat alat bantu belajar. Sebagai acuan awal gunakan rasio 2 banding 1, yaitu 2 jam belajar mandiri untuk tiap SKS. Dengan berjalannya waktu dan bahan kuliah yang semakin banyak, kita akan membutuhkan waktu lebih banyak untuk membaca ulang bahan kuliah.
* Masukkan waktu belajar fleksibel. Selain waktu belajar tetap, kita perlu menjadwalkan waktu belajar fleksibel. Ini akan sangat berguna sebagai jaring pengaman bila kita tidak dapat menyelesaikan tugas atau pekerjaan rumah pada waktu belajar tetap.
* Masukkan waktu untuk kegiaan ekstrakurikuler dan kegiatan pribadi. Luangkan waktu untuk kegiatan ekstrakurikuler karena oenting untuk melatih kita berorganisasi dan bekerjasama. Namun jangan lupa tugas utama kita saat ini adalah belajar.
* Masukkan waktu untuk rileks. Tentu saja kita butuh waktu untuk bersantai. Agar tidak lepas kendali, ada baiknya waktu untuk keperluan inipun direncanakan.
2. Buat skala prioritas dari tiap kegiatan
Untuk mengoptimumkan penggunaan waktu, kita perlu membuat skala prioritas dari seabrek kegiatan yang harus kita lakukan. Skala prioritas berbeda untuk tiap individu, tergantung pada visi dan misi hidup kita. Yang penting, tentu saja harus realistis.
3. Perkirakan waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan tiap kegiatan
Hal ini dapat diperkirakan dari pengalaman kita sebelumnya. Untuk kegiatan tertentu ada baiknya kita memberikan waktu tambahan, terutama yang memiliki tingkat kerumitan tinggi atau berhubungan dengan orang lain.
4. Alokasikan waktu untuk tiap kegiatan
Manfaatkan sebisa mungkin waktu puncak produktifitas kita untuk kegiatan yang menuntur konsentrasi tinggi seperti belajar.
5. Evaluasi penerapan jadwal
Setelah beberapa bulan, boleh jadi kita merasa perlu untuk melakukan kembali siklus pemantauan dan perencanaan waktu, kita juga dapat melakukan wvaluasi untuk selanjutnya dapat menyesuaikan perencanaan waktu.