*Origami
Thursday, 8. October 2009, 17:09:55
Dahulu, ketika kertas dianggap sebagai salah satu bagian dari kesakralan yang bernilai tinggi, origami tidak dipergunakan untuk tujuan hiburan. Diperkirakan seni ini bermula di zaman Heian [794-1185]. Perkembangan origami sebagai seni melipat tanpa menggunting/memotong dikembangkan pada zaman Muromachi [1333-1568]. Pada zaman Edo [1600-1868] teknik melipat, memotong dan mencelup kertas berkembang. Dan pada zaman Taisho [1912-1926] 150 patron origami dikembangkan. Origami kontemporer saat ini terdiri dari gabungan teknik memotong, menggurat dan kumigami [menggabungkan kertas]. Kreativitas baru dalam seni origami saat ini umumnya tidak menggunakan teknik pemotongan atau pun pewarnaan dengan patron dasar berbentuk kotak.
Origami tertua di Jepang dijumpai dalam bentuk KATASHIRO, lipatan kertas yang digunakan dalam keperluan upacara ritual kepercayaan Shinto di kuil Ise. Katashiro adalah representasi lipatan kertas khusus yang juga disebut jingo yooshi [kertas kuil]. Katashiro dari masa lalu yang tersisa hingga kini dapat ditemukan dalam bentuk lipatan kertas berbentuk manusia yang masih digunakan dalam berbagai upacara. Selain itu, ada juga bentuk berupa boneka kertas yang masih dipamerkan saat festival boneka di bulan Maret. Ada pula gohei atau pun shide, pelengkap upacara ritual Shinto yang terbuat dari kertas dengan potongan dan lipatan khusus.
Origami juga memainkan peranan penting dalam etiket dan formalitas. Terdapat berbagai teknik melipat kertas pembungkus kado yang dipersembahkan dalam upacara seremonial atau hari-hari khusus dalam kegiatan tahunan. Pada upacara perkawinan dan upacara kematian terdapat botol sake yang dihiasi kupu-kupu jantan dan betina yang terbuat dari origami. Seni melipat kertas ini sama pentingnya dengan bagian ritual masyarakat misalnya noshi, ornamen yang ditempelkan pada bingkisan, dan tatoo, semacam dompet kertas yang diselipkan di bagian dada saat memakai kimono.
Pada akhir periode Meiji [1868-1912], dan periode Taishoo, origami digunakan sebagai pelengkap bahan pengajaran di sekolah taman kanak-kanak dan sekolah dasar. Pada awal era Showa [1926-1989], terjadi penekana kreativitas dalam sistem pendidikan di Jepang. Pengajaran origami mendapat kecaman karena anak-anak diajarkan melipat kertas dengan cara yang telah ditentukan. Belakangan ini origami justru kembali dihargai sebagai bagian dari pendidikan. Di Jepang, bentuk origami yang terkenal adalah bentuk TSURU [burung bangau]. Ada kepercayaan di sana, rangkaian tsuru sebanyak seratus buah dapat menghalau penyakit. [
-
Penulis: -
Sumber : Buletin Informasi NUANSA
Agustus ~ September 2002









Anonymous # 2. November 2009, 04:47
arigatou atas infonya
ulan # 5. November 2009, 15:36
Eh, keliru.
Hai, kochirakoso Anonymous-san.. =)
Ini, saya kasih gambar cara membuat Tsuru atau burung bangau hasil copas dari situs lain..