*Perbedaan antara Partikel Wa dan Ga dalam Bahasa Jepang
Tuesday, 6. January 2009, 15:56:30
*..However [for my part] this article is still under construction..*
___
Sebenarnya pembahasan tentang partikel wa dan ga ini saya ambil dari salah satu artikel Namiko Abe yang berbahasa Inggris.
Namun karena ada beberapa kata Bahasa Inggris yang sepertinya rancu ditambah keterangan tentang wa dan ga ini gampang-gampang-sulit
..
Penunjuk Topik dan Penunjuk Subyek
Secara kasar, wa adalah penunjuk topik, dan ga adalah penunjuk subyek. Topik sering sama dengan subyek, tapi hal itu tidaklah penting. Topik bisa tentang apa saja yang diinginkan si pembicara [ini bisa saja tentang obyek, lokasi atau unsur tata bahasa lainnya]. Dalam Bahasa Inggris, hal ini artinya sama dengan "As for ~" atau "Speaking of ~."
Attau dalam Bahasa Indonesia, mungkin artinya seperti “Bagi ~” atau “Berbicara tentang~”
Misal:
Watashi wa gakusei desu.
Saya adalah seorang pelajar. [Bagi saya, saya seorang pelajar.]
Nihongo wa omoshiroi desu.
Bahasa Jepang menarik. Berbicara tentang Bahasa Jepang, Bahasa Jepang menarik.
Perbedaan Mendasar antara Ga dan Wa
Wa dipakai untuk menandakan bahwa sesuatu sudah diperkenalkan pada percakapan, atau sudah dikenal baik oleh si pembicara maupun si pendengar [kata benda atau nama seseorang]. Ga dipakai pada keadaan atau kejadian baru saja diberitahukan atau baru diperkenalkan. Misal:
Mukashi, mukashi, ojii-san ga sunde imashita. Ojii-san wa totemo shinsetsu deshita
Suatu hari, tinggalah seorang kakek-kakek. Sang Kakek adalah orang yang sangat ramah.
Pada kalimat pertama, kata ojii-san diperkenalkan pada pertama kali pembahasan. Pada kalimat kedua, menggambarkan tentang bagaimana sosok ojii-san yang disebutkan pada awal kalimat. Ojii-san di sini sekarang adalah topik dan ditandai dengan wa sebagai pengganti ga.
Wa yang Menunjukkan Bentuk Perlawanan/Pertentangan
Selain sebagai penunjuk topik, wa dipakai untuk menunjukkan pertentangan atau memberi penekanan pada subyek. Misal:
Biiru wa nomimasu ga, wain wa nomimasen.
Saya minum bir tapi tidak minum anggur.
Suatu kalimat bisa mengandung unsur perlawanan baik yang disebutkan atau tidak disebutkan, tapi dengan pemakaian yang seperti ini, tersirat bentuk pertentangan. Misal:
Ano hon wa yomimasen deshita.
Saya tidak membaca buku itu [walaupun saya membaca buku yang satunya lagi].
Partikel seperti ni, de, kara dan made dapat digabungkan dengan wa [dua partikel] untuk menunjukkan pertentangan. Misal:
Osaka ni wa ikimashita ga, Kyoto ni wa ikimasendeshita.
Saya telah pergi ke Osaka tapi tidak pergi ke Kyoto.
Koko de wa tabako o suwanai de kudasai.
Mohon tidak merokok di sini.
Apakah wa menyatakan topik atau bentuk pertentangan, hal itu tergantung pada konteks atau intonasi kalimat.
Ga Dipakai pada Kalimat Pertanyaan
Ketika sebuah kata tanya "siapa" dan "apa" adalah subyek dalam sebuah kalimat, maka akan selalu diikuti dengan ga, dan bukan dengan wa. Ketika menjawab pertanyaan pun, juga harus diikuti dengan ga. Misal:
Dare ga kimasu ka?
Siapa yang datang?
Yoko ga kimasu.
Yoko yang datang.
Ga sebagai Penegas
Ga dipakai untuk menegaskan atau membedakan dengan jelas pada seseorang atau sesuatu dari lain hal yang bersifat umum. Kalau sebuah topik ditunjukkan dengan wa, penafsiran adalah bagian yang terpenting pada kalimat. Di sisi lain, kalau subyek ditandakan dengan ga, maka subyeklah yang menjadi bagian penting dari kalimat. Misal:
Taro wa gakkou ni ikimashita.
Taro sudah berangkat ke sekolah.
Taro ga gakkou ni ikimashita.
Tarolah yang [sudah] berangkat ke sekolah./Yang [sudah] berangkat sekolah adalah Taro.
Ga yang Dipakai dalam Keadaan Khusus
Obyek dalam sebuah kalimat biasanya ditandai atau diikuti dengan partikel o, tapi pada beberapa kata kerja dan kata sifat [yang menyatakan perasaan suka/tidak suka, keinginan, kemampuan, kebutuhan, perasaan takut, iri dan lain-lain] memakai ga dipakai sebagai pengganti o. Misal:
Kuruma ga hoshii desu.
Saya ingin sebuah mobil.
Nihongo ga wakarimasu.
Saya mengerti Bahasa Jepang.
Ga pada Anak Kalimat Kedua [*subordinate bisa diartikan sebagai 'anak kalimat kedua' kan yah
Subyek pada anak kalimat kedua, biasanya memakai ga untuk menunjukkan bahwa subyek pada anak kalimat pertama dan anak kalimat kedua berbeda.
Watashi wa Mika ga kekkon shita koto o shiranakatta.
Saya tidak tahu kalau Mika sudah menikah.
Nah.. Sekarang mari kita ambil kesimpulan dari cara pemakaian dua partikel tersebut..
Wa
>> Sebagai penunjuk topik
>> Sebagai bentuk perlawanan/pertentangan
Ga
>> Sebagai penunjuk subyek
>> Dipakai pada saat membuat kalimat pertanyaan [dan pada saat menjawab pertanyaan tersebut, hendaknya memakai partikel ini juga]
>> Untuk menunjukkan penegasan
>> Sebagai pengganti partikel o
>> Dipakai pada untuk menghubungkan dua anak kalimat yang berbeda dalam satu kalimat.
Humm.. Humm.. Humm.. Kira-kira masih ribet tidak ya..?









maria # 7. January 2009, 15:34
ulan # 23. January 2009, 11:11
Iya ya.. Bahasa Jepang itu taihenn ne.. #_^'
Anonymous # 14. May 2009, 12:32
arigatoo
ulan # 14. June 2009, 09:15
Kochirakoso Pus-san.. =)
Anonymous # 4. July 2009, 17:09
wah......bahasa jepang emang memusingkan....pada waktu percakapan lancar2 aja menggunakan kotoba yang ada.tapi setelah masuk kuliah,ribet banget n hal2 baru banyak banget yang gak pernah kita temuin di lapangan..
artikel ini perbedaan wa dan ga sangat membantu sekali.saya sering sekali ditanyain tentang hal ini dari kohai saya.ternyata........39
ulan # 6. July 2009, 15:34
Originally posted by anonymous:
>> Kochira koso wha1-san..
Mungkin kalo dilihat dari isi artikel yang saya terjemahkan [dari Namiko Abe punya artikel] ini, udah cukup lengkap ya-walaupun terjemahannya juga masih kacau
Tapi mungkin kalau wha1-san masih butuh penjelasan yang lebih jauh lagi, wha1-san bisa cek link di sini.. >> http://www.lautanindonesia.com/forum/index.php/topic,17992.100.html
Di situ ada penjelasan yang
sedikitlebih panjang tentang pemakaian partikel wa dan ga juga.. Semoga bisa membantu ^-^Anonymous # 22. July 2009, 14:30
sumimasen. boleh tanya ga, totemo kan artinya sangat. fungsinya menyangatkan. nah totemo tuh kalo digolongkan,masuk ke kelompok kata apa? ato sebagai apa sih..? yoroshiku onegaishimasu
ulan # 23. July 2009, 16:03
Originally posted by anonymous:
>>
Betul. Dilihat dari segi arti, totemo artinya 'sangat, benar-benar, ~ sekali, bukan main.'
Totemo ini masuk ke dalam kelas adverbia atau kata keterangan. Kata keterangan dalam Bahasa Jepang disebut fukushi.
Sejauh yang saya tahu, fukushi sendiri sebenarnya masih terbagi lagi dalam tiga jenis, yaitu joutai no fukushi, teido no fukushi dan chinjutsu no fukushi.
Berhubung Anonymous-san bertanya tentang totemo, maka saya cuma akan menjelaskan totemonya saja ya
Dalam hal ini, totemo termasuk ke dalam jenis teido no fukushi.
Berbicara sedikit tentang teido no fukushi, memiliki fungsi untuk menerangkan yougen [kata kerja, kata sifat berakhiran ~i dan kata sifat berakhiran na], menyatakan standar [batas, tingkat, derajat], pada suatu keadaan atau suatu perbuatan.
[Murakami Motojiro, 1986:95 // Sudjianto 1996:95].
Contohnya:
1. Ano supaa wa totemo nigiyaka desu.
Supermarket itu sangat ramai.
2. Fuji-san wa totemo samui desu.
Di Gunung Fuji sangat dingin.
3. .. Nah, kalau yang ini, silahkan Anonymous-san yang membuat contoh kalimatnya sendiri ya
..
Kira-kira demikian penjelasan dari saya. Semoga dapat dipahami ya..
_
Anonymous-san, silahkan bertanya apa saja.
Selama mampu, saya akan berusaha menjawab sebaik mungkin.
A, arigatou ne Anonymous-san.
Saya senang Anonymous-san bertanya tentang fukushi.
Karena dulu saya sempat memiliki pengalaman tentang fukushi ini.. =)
Anonymous # 9. November 2009, 00:28
Maaf nich agak tidak ada hubungan dengan ga dan wa......
bisakah buatkan artikel tentang penjelasan partikel ni????
ulan # 17. November 2009, 04:25
Originally posted by anonymous:
>> Kamahen, kamahen..
Kalo gitu kita hubung-hubungin aja yuk
Bahwa partikel ni itu satu
keluargakelas dengan partikel wa dan ga. Kalo ngga salah ketiganya termasuk dalam joshi kan ya..Originally posted by anonymous:
>> Insya Allah bisa.
Tapi mungkin butuh beberapa hari penulisan.. Ga apa ya?
Ablaze-san, maaf banget, baru bisa balas komentar sekarang..
Tapi semoga kalau Ablaze-san mampir ke blog ini lagi, tulisan tentang partikel ni-nya udah jadi ya.
Arigatou.. =)