My Opera is closing 3rd of March

MAD STALIN

...unspoken

Kyoukotsu No Nari

, , ,

Title : Kyoukotsu No Nari
Author : Duele
Finishing : Oktober 2011
Genre : AU, Darkness
Rating : PG15
Chapter(s) : oneshot
Fandom(s) : Dir en Grey
Disclaimer : Salah satu judul dari fanfic nazaar saya dari Album Dum Spiro Spero (14 title) - Dir en Grey
Note Author : Lagi-lagi gue membuat cerita hanya berpegangan pada suara dan imajinasi. Inget sama Sa Bir di Uroboros. Kalau Sa Bir bisa, kenapa Kyoukotsu No Nari ngga bisa gue buat? Check this one smile

~*~

Lagi, satu bayi terlelap dalam perut bumi.

Perut bumi kini penuh dengan ribuan onggokan mayat yang membusuk. Ribuan tulang belulang yang bercampur dengan benih bara dan hitamnya humus. Kami kembalikan anak-anak yang mereka titipkan kepada kami. Karena tak sanggup melawan kejamnya dunia.

Kami tenggelamkan bayi-bayi kecil tanpa dosa ke dalam perut ibu pertiwi. Berharap di sana gumpalan daging tercinta kami dapat menitis kembali.

Biru langit tak lagi indah. Sawah tak lagi hijau. Ladang kami tak lagi subur. Kering kerontang. Terbalut dengan kegersangan. Asap pekat bercampur polusi, menghancurkan peradaban kami yang sederhana.

Hanya kehancuran yang tersisa dari dunia. Mayat-mayat pria yang kami cintai bercampur dengan puing-puing harta yang teronggok tak berharga. Tubuh mereka berpencar, menghilang sebagian. Senjata-senjata di kepala mereka, terhunus meminum darah.

Meninggalkan luka tak terperih bagi kami janda rapuh yang tak pernah mampu melawan kodrat. Memeluk bayi kami yang semakin kurus. Menatap desa kami yang musnah dengan perang.

Api. Darah. Daging. Tulang belulang. Kematian. Kebencian.

Hal yang seharusnya tidak kami dapatkan sebagai makhluk pengasih dan penyayang. Karena keserakahan dan kedengkian sesama menjadi terpecah. Memburu sesuatu yang fana dan kasat mata.

Kini yang tersisa dari perebutan tirani sang penguasa hanya derita. Kelaparan. Kekeringan. Kekurangan. Dan berakhir dengan kematian.

Si busung lapar yang menggali kuburnya sendiri. Seolah malaikat kematian adalah penyelamat mereka. Bertarung dengan kehidupan seolah sesuatu yang sulit untuk dijalani. Maka kematian adalah jalan yang mereka pilih.

Terlalu miskin.
Terlalu fakir.

Apa artinya kemakmuran dan kesejahteraan?
Bila mulut kami kini penuh dengan kotoran dan sampah. Tenggorokan kami radang dan membusuk. Tak ada lagi roti biji gandum yang kami panen memenuhi lumbung kami. Tak ada lagi biji padi yang dapat kami siangi. Tak ada lagi rasa nikmat dari olahan ladang kami.

Kesuburan itu kini berganti gersang. Lahan tandus yang membakar mata dengan kekeringannya. Tak ada sisa kehidupan dengan tandusnya dunia. Menyedihkan.

Apa makna kebahagiaan?
Jika bayi-bayi kami meminum darah dan menelan tinja. Menghitung hisapan demi hisapan memburu mati. Tangisan dan jeritan penderitaan yang terkurung dengan emosi.

Perlahan, bumi tak kan bisa lagi berdiri. Perlahan, ia akan muntah. Menyemburkan magma beracun yang terdiri dari darah, daging dan nanah. Apa yang terendam dan terdiam selama ini di dalamnya akan kembali ia muntahkan.

Perputaran atas dunia. Kotor dan pengap.
Menjadi debu. Darah. Dan Api.

Dunia akan kembali tertidur dengan kami melebur bersamanya. Saat itulah kami akan berbahagia, mengatakan bahwa ini adalah akhir dunia.



FINISH

New AccountYokusou ni Dreambox

Write a comment

New comments have been disabled for this post.

February 2014
S M T W T F S
January 2014March 2014
1
2 3 4 5 6 7 8
9 10 11 12 13 14 15
16 17 18 19 20 21 22
23 24 25 26 27 28