masa kecil
Sunday, November 16, 2008 1:31:09 PM
Pertengahan tahun 1993 tepatnya hari Senin, tanggal 12 Juli jam.08.00 WIB,aku dilahirkan di sebuah Rumah Sakit,tepatnya di RS Bumi Waras, salah satu rumah sakit swasta di kotaku Bandar Lampung tercinta.
Aku sangat bersyukur karena dilahirkan dalam keadaan sehat dan normal,dengan berat badan 3 kg serta panjang 50 cm. Dan aku tidak lupa pula untuk berterima kasih kepada Allah SWT karena aku dibesarkan dalam keluarga yang sederhana dan bersahaja.
Ayah dan ibuku jauh-jauh hari telah mempersiapkan nama untukku, nama yang bernafaskan Islam karena aku hidup di tengah-tengah keluarga muslim. Nama lengkapku Maghfirandy As Syaugi,di dalam nama tersebut terselip doa dan harapan ayah dan ibuku, agar aku kelak menjadi anak yang soleh dan sukses. Aku anak pertama dari 2 bersaudara.Ayah ku bekerja sebagi Pegawai Negeri Sipil di suatu instansi pemerintahan, ibu ku seorang Pegawai Negeri Sipil yang berprofesi sebagai seorang dokter. Aku mempunyai seorang adik perempuan bernama Istghfariza Shaqina yang saat ini duduk di bangku kelas 3 pada SMPN2 Bandar Lampung
TAMAN KANAK – KANAK
Seperti yang telah aku tulis di halaman sebelumnya, aku dilahirkan dirumah sakit di kota Bandar lampung, namun setelah beberapa hari, aku yang masih bayi merah, diboyong ibuku menuju desa Bakauheni Kecamatan Penengahan Kabupaten Lampung Selatan, tempat ibuku bertugas.
Ibuku bertugas sebagai Kepala Puskesmas pada salah satu Puskesmas di Kabupaten Lampung Selatan, yakni desa di ujung pulau Sumatera,tepatnya di desa Bakauheni Kecamatan Penengahan Kabupaten Lampung Selatan.
Masa kecilku habis kulewati di pedesaan, hari-hariku penuh kesederhanaan, setiap hari aku mendengar seruling kapal yang akan berlabuh dan seruling kapal yang akan sandar, sehingga telingaku telah faham seruling masing – masing kapal, selain itu hari - harikupun kuiisi dengan berkebun, berternak ayam, dan sesekali ibuku mengajakku pergi ke Posyandu - posyandu di desa tempat ibuku bertugas, di sana aku bertemu dengan sahabat-sahabat kecilku. Di Posyandu itu sahabat – sahabat kecilku ditimbang, diimunisasi dan diberikan vitamin A, juga diberikan makanan tambahan, sebagai wujud salah satu program kesehatan. Hari – hariku di masa kecil kulewati hanya ditemani ibu karena saat itu ayahku masih bertugas di Palembang,ayah baru bisa datang dan berkumpul bersama kami untuk bercengkerama, berbagi suka dan duka hanya pada akhir bulan, namun semua itu tidak mengurangi kebahagiaanku, karena setiap saatpun aku masih dapat berkomunikasi dengan ayah, walaupun untuk berkomunikasi tersebut, aku dan ibuku harus pergi ke Warung Telkom yang berada di Pelabuhan Bakauheni, karena saat itu desa kami belum ada jalur untuk telephon apalagi Handphone.
Saat usiaku menginjak 5 tahun, tepat nya tahun 1998 aku dimasukkan ibu dan ayahku sekolah di Taman Kanak - kanak Bhakti Ibu, yakni sebuah Taman Kanak – kanak Yang dikelola oleh Ibu – ibu Dharma Wanita PT ASDP ( Angkutan Sungai Danau dan Pelabuhan ) Bakauheni. Di Taman Kanak – Kanak ini aku mempunyai banyak sahabat dan guru, disinilah aku belajar mengenal huruf, angka, lagu – lagu, mewarnai, menggambar dan permainan – permainan yang mendidik. Masa Taman kanak – kanak ini sangat indah untuk aku kenang. Aku teringat betapa sabar dan telatennya ibu guruku menghadapi kami murid – muridnya yang nakal, ada yang menangis, mengompol di ruang kelas, memberontak, menolak tugas – tugas yang ibu guru berikan bahkan ada juga yang tidak mau masuk ke dalam kelas karena takut ditinggal mamanya, juga ada yang tidak mau masuk kelas karena ingin bermain – main saja di halaman sekolah. Sungguh kenangan yang sulit aku lupakan, kadang – kadang aku sering tertawa sendiri bila mengingat tingkah laku sahabat – sahabatku semasa Taman kanak – kanak dulu, yah... kenakalan – kenakalan anak usia dini, kenakalan yang dilandasi rasa keingin tahuan anak – anak terhadap sesuatu yang baru mereka kenal.
Sewaktu Taman kanak – kanak, aku termasuk anak yang mudah bergaul, sehingga dalam sekejap aku sudah banyak mendapat teman, di hari ke duaku bersekolah, aku sudah tidak diantar dan ditunggui ibuku lagi, karena aku tahu ibu juga harus melaksanakan tugasnya di puskesmas, ibu banyak dibutuhkan oleh masyarakat desa, aku berangkat ke sekolah diantar dan dijemput oleh om ku yang bernama Budi. Dia adalah sopir ibuku yang tugasnya membawa mobil puskesmas, Om Budi sehari – harinya tinggal bersama kami, sehingga aku cukup dekat dengannya, dia sudah kuanggap seperti om ku sendiri, diapun demikian denganku, dia sangat sayang denganku, kalau dia pergi ke Bandar lampung atau ke mana saja, aku selalu dibawakannya oleh – oleh makanan dan buah – buahan kesukaanku.
Semasa Taman kanak – kanak ini, aku mempunyai seorang sahabat yang juga tetangga depan rumahku, dia bernama Ona Nabila, dia anak pak Syahril yang memiliki rumah makan di pelabuhan Bakauheni, aku memanggilnya kak Ona, karena Kak Ona saat itu sudah duduk di kelas nol Besar, kami selalu bersama – sama saat pergi dan pulang sekolah, Kak Ona pun sering main ke rumahku kalau sore hari maupun hari libur, kami sering bermain dan belajar bersama, kami belajar menulis, membaca dan lain – lain. Selain Ona, akupun punya sahabat lain yang bernama Arif, dia anak teman ibuku, ibunya Arif bekerja di puskesmas yang sama dengan ibuku. Namun aku tidak terlalu dekat dengan Arif, karena Arif sering tidak mau masuk ke dalam kelas., dia hanya senang bermain – main di halaman sekolah, sehingga lama kelamaan aku tidak lagi bermain dengannya. Ah...kalau aku ingat masa – masa itu.ingin rasanya aku kembali ke masa itu, untuk bermain kembali dengan sahabat – sahabat lamaku
Dua tahun sudah aku menuntut ilmu di Taman Kanak - kanak Bhakti Ibu, dua tahun aku berguru dan bermain dengan sahabat – sahabat kecilku, tak terasa waktu harus memisahkan kami , karena kami telah menyelesaikan pendidikan Taman Kanak – kanak, kami harus melanjutkan ke sekolah yang tingkatannya lebih tinggi yakni ke sekolah dasar. Memang, seperti kata pepatah, dimana ada pertemuan disana ada perpisahan..... walaupun dengan rasa berat hati.. perpisahan itu harus kami jalani demi pendidikan kami ke jenjang yang lebih tinggi.
Di penghujung tahun ajaran, akhirnya tiba juga hari perpisahan Taman Kanak - kanak Bhakti Ibu, semua murid dan wali murid berkumpul di Aula Taman Kanak - kanak Bhakti Ibu, karena Taman Kanak - kanak Bhakti Ibu mengadakan acara perpisahan di sana. Setiap kelas mempersembahkan tarian, lagu dan puisi. Saat itu aku mendapat tugas untuk membacakan puisi Dan pada saat tiba waktunya aku naik ke atas panggung, aku merasa sangat gugup, aku demam panggung...maklumlah aku belum pernah membaca puisi disaksikan banyak orang seperti hari itu. Tapi dari atas panggung aku melihat ibuku yang duduk diantara wali murid lain memberiku semangat dan seakan menyuruhku untuk tenang, sehingga akupun berusaha untuk tenang. Akhirnya..... alhamdulillah... aku berhasil menenangkan diriku, aku dapat membacakan puisi dengan baik. Waahhh....., pengalaman yang sangat mengesankan dan tak mungkin aku lupakan semasa aku Taman Kanak - kanak. It was unforgetable experience. I’ll never forget it…
Aku sangat bersyukur karena dilahirkan dalam keadaan sehat dan normal,dengan berat badan 3 kg serta panjang 50 cm. Dan aku tidak lupa pula untuk berterima kasih kepada Allah SWT karena aku dibesarkan dalam keluarga yang sederhana dan bersahaja.
Ayah dan ibuku jauh-jauh hari telah mempersiapkan nama untukku, nama yang bernafaskan Islam karena aku hidup di tengah-tengah keluarga muslim. Nama lengkapku Maghfirandy As Syaugi,di dalam nama tersebut terselip doa dan harapan ayah dan ibuku, agar aku kelak menjadi anak yang soleh dan sukses. Aku anak pertama dari 2 bersaudara.Ayah ku bekerja sebagi Pegawai Negeri Sipil di suatu instansi pemerintahan, ibu ku seorang Pegawai Negeri Sipil yang berprofesi sebagai seorang dokter. Aku mempunyai seorang adik perempuan bernama Istghfariza Shaqina yang saat ini duduk di bangku kelas 3 pada SMPN2 Bandar Lampung
TAMAN KANAK – KANAK
Seperti yang telah aku tulis di halaman sebelumnya, aku dilahirkan dirumah sakit di kota Bandar lampung, namun setelah beberapa hari, aku yang masih bayi merah, diboyong ibuku menuju desa Bakauheni Kecamatan Penengahan Kabupaten Lampung Selatan, tempat ibuku bertugas.
Ibuku bertugas sebagai Kepala Puskesmas pada salah satu Puskesmas di Kabupaten Lampung Selatan, yakni desa di ujung pulau Sumatera,tepatnya di desa Bakauheni Kecamatan Penengahan Kabupaten Lampung Selatan.
Masa kecilku habis kulewati di pedesaan, hari-hariku penuh kesederhanaan, setiap hari aku mendengar seruling kapal yang akan berlabuh dan seruling kapal yang akan sandar, sehingga telingaku telah faham seruling masing – masing kapal, selain itu hari - harikupun kuiisi dengan berkebun, berternak ayam, dan sesekali ibuku mengajakku pergi ke Posyandu - posyandu di desa tempat ibuku bertugas, di sana aku bertemu dengan sahabat-sahabat kecilku. Di Posyandu itu sahabat – sahabat kecilku ditimbang, diimunisasi dan diberikan vitamin A, juga diberikan makanan tambahan, sebagai wujud salah satu program kesehatan. Hari – hariku di masa kecil kulewati hanya ditemani ibu karena saat itu ayahku masih bertugas di Palembang,ayah baru bisa datang dan berkumpul bersama kami untuk bercengkerama, berbagi suka dan duka hanya pada akhir bulan, namun semua itu tidak mengurangi kebahagiaanku, karena setiap saatpun aku masih dapat berkomunikasi dengan ayah, walaupun untuk berkomunikasi tersebut, aku dan ibuku harus pergi ke Warung Telkom yang berada di Pelabuhan Bakauheni, karena saat itu desa kami belum ada jalur untuk telephon apalagi Handphone.
Saat usiaku menginjak 5 tahun, tepat nya tahun 1998 aku dimasukkan ibu dan ayahku sekolah di Taman Kanak - kanak Bhakti Ibu, yakni sebuah Taman Kanak – kanak Yang dikelola oleh Ibu – ibu Dharma Wanita PT ASDP ( Angkutan Sungai Danau dan Pelabuhan ) Bakauheni. Di Taman Kanak – Kanak ini aku mempunyai banyak sahabat dan guru, disinilah aku belajar mengenal huruf, angka, lagu – lagu, mewarnai, menggambar dan permainan – permainan yang mendidik. Masa Taman kanak – kanak ini sangat indah untuk aku kenang. Aku teringat betapa sabar dan telatennya ibu guruku menghadapi kami murid – muridnya yang nakal, ada yang menangis, mengompol di ruang kelas, memberontak, menolak tugas – tugas yang ibu guru berikan bahkan ada juga yang tidak mau masuk ke dalam kelas karena takut ditinggal mamanya, juga ada yang tidak mau masuk kelas karena ingin bermain – main saja di halaman sekolah. Sungguh kenangan yang sulit aku lupakan, kadang – kadang aku sering tertawa sendiri bila mengingat tingkah laku sahabat – sahabatku semasa Taman kanak – kanak dulu, yah... kenakalan – kenakalan anak usia dini, kenakalan yang dilandasi rasa keingin tahuan anak – anak terhadap sesuatu yang baru mereka kenal.
Sewaktu Taman kanak – kanak, aku termasuk anak yang mudah bergaul, sehingga dalam sekejap aku sudah banyak mendapat teman, di hari ke duaku bersekolah, aku sudah tidak diantar dan ditunggui ibuku lagi, karena aku tahu ibu juga harus melaksanakan tugasnya di puskesmas, ibu banyak dibutuhkan oleh masyarakat desa, aku berangkat ke sekolah diantar dan dijemput oleh om ku yang bernama Budi. Dia adalah sopir ibuku yang tugasnya membawa mobil puskesmas, Om Budi sehari – harinya tinggal bersama kami, sehingga aku cukup dekat dengannya, dia sudah kuanggap seperti om ku sendiri, diapun demikian denganku, dia sangat sayang denganku, kalau dia pergi ke Bandar lampung atau ke mana saja, aku selalu dibawakannya oleh – oleh makanan dan buah – buahan kesukaanku.
Semasa Taman kanak – kanak ini, aku mempunyai seorang sahabat yang juga tetangga depan rumahku, dia bernama Ona Nabila, dia anak pak Syahril yang memiliki rumah makan di pelabuhan Bakauheni, aku memanggilnya kak Ona, karena Kak Ona saat itu sudah duduk di kelas nol Besar, kami selalu bersama – sama saat pergi dan pulang sekolah, Kak Ona pun sering main ke rumahku kalau sore hari maupun hari libur, kami sering bermain dan belajar bersama, kami belajar menulis, membaca dan lain – lain. Selain Ona, akupun punya sahabat lain yang bernama Arif, dia anak teman ibuku, ibunya Arif bekerja di puskesmas yang sama dengan ibuku. Namun aku tidak terlalu dekat dengan Arif, karena Arif sering tidak mau masuk ke dalam kelas., dia hanya senang bermain – main di halaman sekolah, sehingga lama kelamaan aku tidak lagi bermain dengannya. Ah...kalau aku ingat masa – masa itu.ingin rasanya aku kembali ke masa itu, untuk bermain kembali dengan sahabat – sahabat lamaku
Dua tahun sudah aku menuntut ilmu di Taman Kanak - kanak Bhakti Ibu, dua tahun aku berguru dan bermain dengan sahabat – sahabat kecilku, tak terasa waktu harus memisahkan kami , karena kami telah menyelesaikan pendidikan Taman Kanak – kanak, kami harus melanjutkan ke sekolah yang tingkatannya lebih tinggi yakni ke sekolah dasar. Memang, seperti kata pepatah, dimana ada pertemuan disana ada perpisahan..... walaupun dengan rasa berat hati.. perpisahan itu harus kami jalani demi pendidikan kami ke jenjang yang lebih tinggi.
Di penghujung tahun ajaran, akhirnya tiba juga hari perpisahan Taman Kanak - kanak Bhakti Ibu, semua murid dan wali murid berkumpul di Aula Taman Kanak - kanak Bhakti Ibu, karena Taman Kanak - kanak Bhakti Ibu mengadakan acara perpisahan di sana. Setiap kelas mempersembahkan tarian, lagu dan puisi. Saat itu aku mendapat tugas untuk membacakan puisi Dan pada saat tiba waktunya aku naik ke atas panggung, aku merasa sangat gugup, aku demam panggung...maklumlah aku belum pernah membaca puisi disaksikan banyak orang seperti hari itu. Tapi dari atas panggung aku melihat ibuku yang duduk diantara wali murid lain memberiku semangat dan seakan menyuruhku untuk tenang, sehingga akupun berusaha untuk tenang. Akhirnya..... alhamdulillah... aku berhasil menenangkan diriku, aku dapat membacakan puisi dengan baik. Waahhh....., pengalaman yang sangat mengesankan dan tak mungkin aku lupakan semasa aku Taman Kanak - kanak. It was unforgetable experience. I’ll never forget it…












maghfirandy as syaugimaghfirandy # Sunday, November 16, 2008 1:40:24 PM