Friday, 4. July 2008, 15:25:34
segar, BBM, manusia, hemat
...
Lumayan barusan sekitar jam 7-9 malem di ciamis ada hujan, walau ga terlalu besar, tapi lumayan lah bikin cuaca jadi rada segeran, ga seperti belakangan ini yang rada panas.
Ini berkah sekaligus merupakan suatu teguran buat kita semua untuk selalu bersyukur atas apa yang telah terjadi dan kita alami selama ini. Coba aja selama ga ada hujan turun cuaca jadi panas, bukan hanya itu sumber air jadi kering, petani jadi sulit bercocok tanam, kolam-kolam ikan mulai surut dan masih banyak lagi.
Tapi dengan setetes air hujan yang Allah turunkan Malam ini, membuat suasana jadi lain. Kesegaran nampak dimana-mana. semua mahluk hidup bersyukur menerima situasi ini. Ini berkah dari Allah.
Mudah-mudahan dengan kondisi cuaca yang seperti ini membuat kita tetap bersemangat untuk menjalani hidup ini mencari Ridhlo Allah.
Makannya mulai sekarang setiap individu mahluk hidup termasuk saya dan anda, untuk bisa menjaga dan melestarikan sumber daya alam yang telah Allah berikankepada kita semua untuk dapat dipergunakan sebaik mungkin demi kelangsungan umat manusia.
Kita tidak perlu mencari siapa yang salah, tapi mulailah kita perbaiki lingkungan sekitar kita yang dimulai dari diri kita sendiri. Hal-hal kecil mungkin akan menjadi sangat berarti kalo ternyata membawa manfaat untuk orang banyak.
Mari lestarikan lingkungan kita, jaga dan pelihara sumber daya alam kita, jangan pernah untuk merusak dan menghabiskan semuanya, karena itu semua hanya membuat Allah murka dengan kelangkuan dan tingkah laku umatnya.
Buat yang sekarang sedang pergi liburan, tolong untuk tidak merusak kondisi alam kita. TErutama bagi yang berlibur ke pantai atau pergi berlibur kemana aja, jangan pernah membuat tempat-tempat yang sudah indah dan bagus ini menjadi tidak berarti hanya karena tingkah laku kecil kita yang tidak berasa akan membawa dampak sangat berarti bagi kelangsungan hidup umat manusia.
Jangan pernah membuat tulisan-tulisan di tempat-tempat yang dapat merusak keadaan alam, jangan buang sampah sembarang, hematlah penggunaan BBm anda, jangan boros dengan pemakaian listrik anda, lakukanlah semua itu demi untuk generasi yang akan datang dan ihlas dan semata-mata karena kehendak Sang Maha pencipta.
Tuesday, 1. July 2008, 17:01:02
dunia, 1001, tuntunan, manusia
...
Adapun terjadinya peristiwa Israk dan Mikraj adalah kerana bumi merasa bangga dengan langit. Berkata dia kepada langit, "Hai langit, aku lebih baik dari kamu kerana Allah S.W.T. telah menghiaskan aku dengan berbagai-bagai negara, beberapa laut, sungai-sungai, tanam-anaman, beberapa gunung dan lain-lain."
Berkata langit, "Hai bumi, aku juga lebih elok dari kamu kerana matahari, bulan, bintang-bintang, beberapa falah, buruj, 'arasy, kursi dan syurga ada padaku."
Berkata bumi, "Hai langit, ditempatku ada rumah yang dikunjungi dan untuk bertawaf para nabi, para utusan dan arwah para wali dan solihin (orang-orang yang baik)."
Bumi berkata lagi, "Hai langit, sesungguhnya pemimpin para nabi dan utusan bahkan sebagai penutup para nabi dan kekasih Allah seru sekalian alam, seutama-utamanya segala yang wujud serta kepadanya penghormatan yang paling sempurna itu tinggal di tempatku. Dan dia menjalankan syari'atnya juga di tempatku."
Langit tidak dapat berkata apa-apa, apabila bumi berkata demikian. Langit mendiamkan diri dan dia mengadap Allah S.W.T dengan berkata, "Ya Allah, Engkau telah mengabulkan permintaan orang yang tertimpa bahaya, apabila mereka berdoa kepada Engkau. Aku tidak dapat menjawab soalan bumi, oleh itu aku minta kepada-Mu ya Allah supaya Muhammad Engkau dinaikkan kepadaku (langit) sehingga aku menjadi mulia dengan kebagusannya dan berbangga."
Lalu Allah S.W.T mengabulkan permintaan langit, kemudian Allah S.W.T memberi wahyu kepada Jibrail A.S pada malam tanggal 27 Rejab, "Janganlah engkau (Jibrail) bertasbih pada malam ini dan engkau 'Izrail jangan engkau mencabut nyawa pada malam ini."
Jibrail A.S. bertanya, " Ya Allah, apakah kiamat telah sampai?"
Allah S.W.T berfirman, maksudnya, "Tidak, wahai Jibrail. Tetapi pergilah engkau ke Syurga dan ambillah buraq dan terus pergi kepada Muhammad dengan buraq itu."
Kemudian Jibrail A.S. pun pergi dan dia melihat 40,000 buraq sedang bersenang-lenang di taman Syurga dan di wajah masing-masing terdapat nama Muhammad. Di antara 40,000 buraq itu, Jibrail A.S. terpandang pada seekor buraq yang sedang menangis bercucuran air matanya. Jibrail A.S. menghampiri buraq itu lalu bertanya, "Mengapa engkau menangis, ya buraq?"
Berkata buraq, "Ya Jibrail, sesungguhnya aku telah mendengar nama Muhammad sejak 40 tahun, maka pemilik nama itu telah tertanam dalam hatiku dan aku sesudah itu menjadi rindu kepadanya dan aku tidak mahu makan dan minum lagi. Aku laksana dibakar oleh api kerinduan."
Berkata Jibrail A.S., "Aku akan menyampaikan engkau kepada orang yang engkau rindukan itu."
Kemudian Jibrail A.S. memakaikan pelana dan kekang kepada buraq itu dan membawanya kepada Nabi Muhammad S.A.W. Wallahu'alam.
Buraq yang diceritakan inilah yang membawa Rasulullah S.A.W dalam perjalanan Israk dan Mikraj.