My Opera is closing 3rd of March

My Notes

Sebuah titipan catatan

Demam Ayat-ayat Cinta Bagian-2

, , ,

Tulisan ini seri kedua dari tulisan pertama

Sebenarnya maksud hati ingin langsung menulis setelah baca novelnya selesai, tapi qodarullah kesempatan belum datang jua.
alhamdulillah ni hari agak longgar, walaupun sebenarnya mata udah mengantuk, karena target hati ingin menyelesaikan tulisan, maka harus selesai (walaupun tidak ada paksaan juga).

Secara umum novel ini bisa dikatakan sebagai novel penyemangat untuk para pembaca agar lebih giat dalam belajar agama dan berpegang pada ilmu syariat yg telah jelas akan kebenarannya sesuai wahyu.

Hal ini digambarkan dengan peran penulis yg mengilustrasikan dirinya sebagai pelaku utama dalam novel ini (walaupun hal ini cerita apa adanya ataupun khayalan bohong belaka)

Kalau secara sepintas saya kalo boleh berkomentar ada beberapa faidah yang bisa kita petik dari novel Ayat2 Cinta ini:
1. Ilmu syar'i adalah ilmu tertinggi dan terwajib bagi manusia didunia ini, karena dengan ilmu ini kita akan mengetahui tugas pokok hidup kita didunia.
2. Berpegang teguh pada kebenaran dizaman sekarang memang kadang seperti memegang bara api.
3. Niat ikhlas hendaknya selalu mengikuti distiap amal kita, karena percuma berbuat kebaikkan tanpa dilandasi keikhlasan, seperti kebalikkannya percuma berbuat iklash tapi tanpa dilandasi cara yang baik dan benar.
4. Dinovel ini penulis menggunakan banyak metode cerita, seperti dalam al-qur'an memang banyak cerita2 dari kaum terdahulu agar dapat diambil manfaatnya oleh kaum sesudahnya.
5. Kebenaran yang dilandasi tutunan syariat yg lurus selamanya akan menang, mungkin didunia dan pasti di akhirat.

Untuk faidah yang lain mungkin dengan membacanya akan lebih terasa...

Tentang gambaran kehidupan tokoh utama dalam novel ini, diilhami oleh gaya hidup pelajar mesir yang notabene disana banyak pemuda yang ikut pergerakan, yang menamakan dirinya aktivis muslim, seperti kalo di Indonesia banyak ditemui dikampus2 sebagai aktivis kerohanian islam.
Tapi disini digambarkan oleh penulis , aktivis ini adalah moderat seperti terlihat di Mesir memang modelnya sperti itu (katanya sih...)

Masalah dalil yang dibawakan baik dari al-qur'an dan hadist oleh penulis, maka silahkan merujuk kepada ulama berkompeten dalam hal ini (kalo saya sih dak berani..., emang belum kompeten sich)

Sekian dulu, kalo penasaran silahkan dibaca sendiri novelnya yg jumlahnya sekitar 300-an halaman lebih. Jangan lupa handuk kalo matanya jadi "banjir" karena dak tahan membendungnya... smile

Ini hanya sebuah resensi dari orang biasa..., Selanjutnya terserah anda...

Demam Ayat-ayat Cinta Bagian-1

Write a comment

New comments have been disabled for this post.