My Opera is closing 3rd of March

Pendidikan Sekarung Pasir

Sanghiang, sebuah desa di Lebak-Banten, dengan mayoritas penduduk tidak melanjutkan pendidikannya ke jenjang SMP, mereka beralasan pendidikan cukup sampai tingkat Sekolah Dasar/ sederajat saja, mereka cukup puas dengan kemampuan baca-tulis Indonesia/ Arab saja, dan berharap anak mereka membantu orang tua di ladang maupun sawah.

Tibalah kami di sebuah sekolah dasar di desa tersebut, tim terdiri dari DR. Sunaryo, M.Pd, Yusron, Deby, dan Jawir. Kami tertegun karena waktu ketika itu sudah menunjukkan pukul 15.00 WIB, dan sekolah masih tampak ramai oleh siswa lalu lalang dan ditambah dengan suara alat matrial yang beradu, ternyata sekolah sedang dibangun RKB (Ruang Kelas Baru).

Mata kami terpaku dan terpukau dengan sosok-sosok anak yang perkasa, satu persatu anak-anak itu hilir mudik memikul sekarung pasir dengan salah seorang seolah menjadi mandor mereka sambil mencentang daftar hadir. Pak Sunaryo bertanya kepada salah seorang dari mereka, “ nak, isi karung yang kamu pikul itu apa?” “isinya pasir pak”, jawab si anak.. “untuk apa? Sergah Pak Naryo. “untuk itu”, sambil jari telunjuk imutnya menunjuk ke arah bangunan kelas yang sedang dibangun, jawab anak perkasa itu.

(ADM)

Howalah..soal agama kok ngono, dalil ...

Write a comment

New comments have been disabled for this post.

February 2014
M T W T F S S
January 2014March 2014
1 2
3 4 5 6 7 8 9
10 11 12 13 14 15 16
17 18 19 20 21 22 23
24 25 26 27 28