Skip navigation.

exploreopera

| Help

Sign up | Help

photo

Journal of a Tukang Potret

Still busy and getting dizzy with bolt and nuts ...

STICKY POST

Cinta Sebagai Agama

, , , ...

Pada zaman dahulu, hidup seorang gembala yang bersemangat bebas. Dia tidak memiliki uang dan tidak punya keinginan untuk memilikinya. Yang dia miliki hanyalah hati yang lembut dan penuh keikhlasan; hati yang berdetak dengan kecintaan kepada Allah. Sepanjang hari dia menggembalakan ternaknya melewati lembah dan padang melagukan jeritan hatinya kepada Allah, "Duhai Pangeran Tercinta, dimanakah Engkau, supaya aku bisa persembahkan seluruh hidupku pada-Mu? Dimanakah Engkau, supaya aku bisa menghambakan diriku pada-Mu? Wahai Tuhan, untuk-Mu aku hidup dan bernapas, karena berkat-Mu aku hidup. Aku ingin mengorbankan dombaku ke hadapan kemuliaan-Mu."

Read more...

The Secret of Nusantara (II): The Last Stronghold

Pada abad ke-11 M dimulailah rangkaian konflik antar pemeluk agama yang dikenal sebagai Perang Salib (Crusade Wars). Diawali dengan perintah Paus (Pope) Urbanus II untuk menguasai Yerusalem yang berada dalam wilayah pemerintahan Islam. Gelombang peperangan terus berlangsung selama berabad-abad kemudian dan tahun meluas ke wilayah-wilayah lain. Konflik yang terjadi dalam Perang Salib sebenarnya tidak hanya melibatkan dua pemeluk agama tersebut karena dalam beberapa seri Perang Salib berikutnya tentara Salib juga terlibat konflik dengan pihak-pihak di luar kaum Muslim yang menjadi lawan utama.

Bagi Crusaders (tentara Salib) dan kaum Muslim, peperangan yang terjadi meninggalkan kesan yang tidak terlupakan pada masing-masing pihak. Bagi orang-orang Eropa, kekalahan pada Perang Salib terhadap Salahuddin Al Ayubi/ Saladin (Ayubbid Empire) dan kemudian terhadap Turki Utsmani (Ottoman Empire) menimbulkan kekecewaan yang mendalam. Hal ini mendorong lahirnya Renaissance Eropa pada abad ke-15. Sistem keagamaan yang dinilai menghambat kemajuan mulai ditinggalkan. Sebagai gantinya mereka mengharapkan pencapaian seperti dominasi Yunani-Romawi sebelum zaman Kristen dengan cara mengembangkan kemajuan-kemajuan yang telah dipelajari sebelumnya dari orang-orang Arab, di antaranya adalah pada pada bidang geografi, teknologi maritim, navigasi dan persenjataan.

Para perintis Renaissance bergerak ke Eropa barat menjauhi pengaruh Turki Utsmani yang telah menguasai Konstantinopel (Constantinople/ Istambul) dan sekaligus menjauhi pusat kekuasaan Kepausan/ Gereja Katholik. Dan ketika Renaissance mencapai puncaknya, orang-orang Portugis dan Spanyol di yang berada di ujung barat Eropa, siap memulai ekspansi ke seluruh dunia, baik dengan motif ekonomi, politik, maupun agama.

Inilah permulaan dari era yang disebut oleh orang-orang Eropa sebagai Age of Discovery. Target pertama adalah India sebagai starting point untuk menjelajahi dunia Timur yang misterius. Orang-orang Spanyol tertarik dengan ide Christopher Columbus menyatakan bahwa berdasarkan perhitungan-perhitungan terhadap diameter Bumi, India dapat dicapai melalui pelayaran ke Barat (Samudera Atlantik) sedangkan orang-orang Portugis meragukan efektivitas pelayaran melalui Atlantik dan tetap berusaha mencapai India dengan mengelilingi Afrika.

Selanjutnya Columbus melakukan ekspedisi menyeberangi Atlantik dan yang mencapai Amerika Tengah (yang pada awalnya dikiranya adalah India) pada tahun 1492. Melihat hasil ekpedisi Colombus, Spanyol (Castile Kingdom) dan Portugal menyepakati perjanjian Tordesillas, yang menyatakan bahwa Spanyol berhak atas ekspansi melalui arah barat (samudera Atlantik) sedangkan Portugal melalui arah timur (Afrika dan Samudera India). Maka Spanyol mengirim Ferdinand Magellan (Fernão de Magalhães) menuju ke barat hingga ia tiba di Filipina. Sedangkan Portugal mengirim Bartolomeu Dias dan Vasco da Gamma untuk membuka jalur mengelilingi Afrika menuju ke India. Dengan perjanjian ini maka Portugal tidak memiliki pesaing dalam dominasi jalur laut Eropa-Afrika-Asia.

Setelah orang-orang Eropa mencapai India maka ekspansi ke Timur dilanjutkan ke wilayah yang mereka baru ketahui keberadaannya. Mereka menyebutnya India Timur (East Indies). Untuk itu, pada awal abad ke-16 M, Raja Portugal, Manuel I, menunjuk seorang panglima Crusaders yang bertugas di Afrika Utara untuk memimpin angkatan laut Portugal melakukan kampanye militer menguasai jalur pelayaran Samudera Hindia dan membuka India Timur. Ia bernama Alfonso de Albuquerque. Dengan pasukannya yang dipimpinnya ia kemudian menguasai Pesisir Timur Afrika, Teluk Persia dan India. Ia kemudian bergerak ke timur dan pada tahun 1511 tiba di Selat Malaka dan seketika itu juga ia menyerang Kesultanan Melaka. Suatu hal yang tidak lazim dilakukan pada kontak pertama antara dua perdaban yang berbeda. Ia kemudian mengambil khazanah kekayaan kerajaan di antaranya adalah 3.000 buah meriam milik Kesultanan Melaka.

Hal ini memiliki beberapa arti sekaligus. Secara ekonomi, hal ini berarti orang-orang Portugis menguasai perdagangan rempah-rempah dan komoditas lain langsung dari sumbernya yaitu Nusantara. Sebelumnya mereka mendapatkan komoditas ini dari perdagangan di Timur Tengah dan ketika terjadi konflik dengan pengasa wilayah ini maka suplai ke Eropa akan terganggu. Secara politik, hal ini meluaskan wilayah kekuasaan Portugis (Portugesse Empire) yang meliputi pesisir barat, selatan dan timur Afrika, teluk Persia, India dan kemudian Selat Malaka. Dan sebagai seorang Crusader, ini merupakan prestasi yang sangat besar mengingat seluruh wilayah yang ia serang adalah wilayah kerajaan-kerajaan Islam. Karena itu, serangan Portugis terhadap Melaka segera mendapat reaksi dari kerajaan Islam lain di Nusantara, terutamanya Kesultanan Demak di Jawa. Peristiwa ini juga menandai mulainya masa penjajahan di Nusantara. Hal ini kemudian diikuti oleh bangsa bangsa Eropa lain.

Pada periode yang bersamaan cahaya Islam yang sebelumnya telah menaungi 3/4 dunia, secara umum mulai memudar. Perlu diketahui bahwa sejak kedatangan Nabi Muhammad SAW hingga ke saat ini, perkembangan Islam dapat dibagi menjadi dua periode. Periode pertama adalah 700 tahun pertama Hijriyah. Dalam periode ini terdapat zaman Salafussoleh, 300 tahun pertama yang disebut oleh Rasulullah sebagai sebaik-baik kurun. Islam menuju mencapai kejayaannya dan menyebar ke suluruh dunia. Kemajuan dalam iman dan ilmu telah menjadikan umat Islam sebagai Pole of Excellent. Pencapaian terakhir periode ini adalah keberhasilan Sultan Muhammad Al Fateh (Mehmed II The Conqueror) menutup sejarah 1500 tahun kekaisaran Romawi dengan menyerahnya ibukota Byzantium/ Romawi Timur, Konstantinopel.

Periode kedua adalah 700 tahun berikutnya. Pada perode ini pengamalan Islam mulai menurun drastis, berbagai perkara mulai hilang satu persatu. Jika sebelumnya kerusakan umat hanya terjadi pada bidang-bidang tertentu maka pada periode ini kemunduran umat Islam terjadi serentak di semua bidang. Dari krisis keimanan, ibadah, akhlak, pemerintahan, kemunduran ilmu hingga hilangnya faktor-faktor keberkatan dan bantuan Tuhan secara khawariqul addah (kejadian luar biasa). Jika ada yang tersisa, tidak lebih dari ritual ibadah harian, mingguan dan tahunan saja.

Namun ternyata pada periode inilah wilayah Nusantara memainkan peranan penting sebagai benteng pertahanan yang kuat bagi umat Islam dan ajaran Islam. Sebagaimana yang disebutkan sebelumnya, bahwa imperialisme Eropa pada abad pertengahan memliki tujuan ekonomi, politik dan agama sekaligus. Lebih dikenal dengan istilah 3G: Gold, God/Gospel, Glory. Namun sungguh ajaib. bangsa Melayu tetap menjadi bangsa Muslim dengan jumlah terbesar dan menyatu walaupun mengalami penjajahan selama hampir empat abad. Berkebalikan dengan apa yang terjadi di kawasan lain, misalnya Spanyol/Andalusia yang telah kehilangan identitasnya sebagai bangsa Muslim atau bangsa Arab yang kini telah terpecah-pecah seolah kembali ke sistem kesukuan (tribal state) zaman jahiliyah (pra Islam). Di Nusantara, Islam terus berkembang pesat dan menjadi pendorong bagi berbagai perlawanan terhadap penjajah. Sebagai contoh adalah Perlawanan Pangeran Diponegoro yang perlawanan terberat yang dihadapi Belanda. Pangeran Diponegoro adalah putra raja Jawa, Sultan Hamengkubuwono III, yang menolak menjadi putra mahkota dan kemudian menjadi ulama tarekat Naqsyabandiyah. Begitu juga dengan berbagai ulama di daerah lain. Perlawanan-perlawanan mereka yang didorong motivasi spiritual untuk membela kebenaran dan bukan kepentingan diri atau kelompok semata, selalu menjadi ancaman no.1 terhadap penjajah.

Tidak hanya berperan besar dalam menghadapi ancaman langsung dari luar berupa penjajahan dan berbagai interfensi asing, namun juga berperan besar dalam menghadapi berbagai pergolakan di antara umat Islam sendiri hasil campur tangan pihak asing. Di antaranya adalah konflik politik dan madzhab yang terjadi pada abad ke-18 di Hijaz yang membawa dampak ke seluruh dunia Islam. Karena antara mazdhab baru yang mendapat dukungan pemerintahan baru di Makkah dan Madinah, dengan madzhab-madzhab klasik yang telah mapan terdapat perbedaan tidak hanya pada perkara furu’ (cabang)
yaitu fiqh syariat, namun juga dalam beberapa perkara pokok aqidah/ iman, maka mayoritas ulama di seluruh dunia menolak kehadiran madzhab baru ini. Di Nusantara, pada tahun 1926, para ulama yang dipimpin oleh Syeikh Hasyim Asy’ari mendeklarasikan berdirinya Nahdlatul Ulama (Kebangkitan Ulama) yang dengan tegas mempertahankan pengamalan keempat madzhab fiqh yang telah ada (madzhab Imam Maliki, Imam Hanafi, Imam Syafi’i dan Imam Hambali) berserta pegangan aqidah atau keimanannya: Ahlus Sunnah wal Jamaah. Dengan 45 juta pendukungnya saat ini, Nahdatul Ulama (NU) adalah organisasi Islam terbesar di dunia.

Perbagai peristiwa telah terjadi sepanjang sejarah Islam di Bumi Nusantara. Hingga ke saat ini, dapat kita saksikan bahwa saat ini semangat pengamalan ajaran Islam di kawasan Asia Tenggara oleh rumpun bangsa Melayu terlihat paling kuat dibandingan dengan kawasan lain di dunia termasuk di Timur Tengah atau bahkan kedua kota suci Makkah dan Madinah. Fenomena ini mulai tampak jelas sejak memasuki kurun (abad) baru yaitu tahun 1400 H (1979 M) terutama di Malaysia, juga Indonesia. Walaupun tiada henti mendapat tantangan dari luar secara aqidah, pemikiran, budaya, politik, ekonomi dan sebagainya namun kemudian pengamalan Islam sepanjang awal kurun Hijriyah ini terus berkembang dengan pasti.

Sejarah telah mencatat bahwa bara api Islam telah menyala dan tetap terus membara dalam dekapan bangsa Melayu di Bumi Nusantara selama 700 tahun. Selama 700 tahun itu pula wilayah Nusantara menjadi incaran berbagai pihak untuk ditundukkan dan dikuasai. Namun bangsa Melayu tetap bertahan sebagai bangsa Muslim dengan jumlah dan potensi yang begitu besar untuk mengkuti jejak bangsa-bangsa muslim lain yang sebelumnya telah satu per satu tampil ke depan pentas dunia untuk memimpin langsung peradaban Islam. Bangsa Melayu adalah satu-satunya bangsa muslim yang belum mendapatkan gilirannya. Dan sekaranglah saatnya, giliran Timur untuk membuka dan memimpin periode Islam selanjutnya sebagaimana yang telah dijanjikan oleh Baginda Nabi Muhammad SAW:

“Telah berlaku zaman Kenabian ke atas kamu. Maka berlakulah zaman itu seperti yang Allah kehendaki kemudian Allah pun mengangkat zaman itu seperti yang Dia kehendaki.

Kemudian berlakulah zaman Kekhalifahan yang berjalan menurut cara zaman Kenabian. Maka berlakulah zaman itu seperti yang dikehendaki oleh Allah. Kemudian diangkat-Nya apabila Dia berkehendak mengangkatnya.

Kemudian berlakulah pula zaman pemerintahan yang menggigit. Maka berlakulah zaman itu seperti yang dikehendaki oleh Allah berlakunya. Kemudian Dia mengangkatnya seperti yang Dia kehendaki.

Kemudian berlakulah zaman pemerintah yang zalim. Maka berlakulah zaman itu seperti yang Allah kehendaki ia berlaku. Kemudian Dia mengangkatnya apabila Dia menghendaki.

Kemudian berlakulah zaman Kekhalifahan yang berlaku menurut cara zaman Kenabian.”

(Hadits riwayat Imam Ahmad - Kitab Musnad Imam Ahmad ibn Hambal)

The Secret of Nusantara (I): Blood of The Prophet


Kata ‘Nusantara’,
berasal dari kata-kata Mahapatih Kerajaan Majapahit, Gajah Mada, dalam sumpahnya yang terkenal dengan Sumpah Palapa. Bahwa dia tidak akan menikmati kesenangan dunia sebelum seluruh nusantara bersatu. Gajah Mada sendiri adalah sosok yang misterius, tidak diketahui dari mana asal-usulnya, kemudian tampil menjadi orang yang paling berpengaruh dari zaman ke zaman dengan konsep Nusantara-nya dan kemudian menghilang entah ke mana.

Wilayah Nusantara mengacu kepada kepada kawasan kepulauan Asia Tenggara, yang saat ini berada dalam wilayah negara Indonesia, Malaysia dan sekitarnya. Menurut pembagian kawasan dunia, wilayah ini terletak paling timur dalam peta dunia. Orang Eropa menyebut wilayah ini Timur Jauh. Pada abad-abad penjajahan bangsa Eropa, Nusantara biasa disebut Hindia Timur (East Indies). Begitu juga dengan orang Arab dan Timur Tengah, bila dikatakan ‘Timur’ maka dalam maksud lokal bisa bermaksud kawasan di sebelah timur Hijaz (kawasan Mekah dan Madinah), tapi dalam maksud yang lain berarti wilayah di arah timur di luar Jazirah Arab dan Teluk Persia: Nusantara.

Wilayah ini didiami oleh rumpun bangsa Melayu (Jawi). Saat ini terdapat sekitar setengah milyar penduduk mendiami wilayah ini. Dengan 300 juta orang diantaranya beragama Islam, menjadikan rumpun bangsa Melayu adalah bangsa Muslim terbesar di dunia. Bahkan lebih besar dibandingkan seluruh bangsa Arab yang merupakan menjadi bangsa Muslim pertama. Suatu fenomena yang tidak dijumpai pada bangsa manapun di dunia.

Sejarah keislaman Nusantara dan Bangsa Melayu bermula sangat awal sekali. Telah ditemukan beberapa makam Sahabat Nabi Muhammad SAW di Nusantara. Salah satu yang paling terkenal adalah makam Syeikh Rukunuddin di Barus (Fansur), Sumatera Utara. Pada makamnya tertulis bahwa beliau wafat pada tahun 48 H. Tidak diketahui siapa nama Syeikh Rukunuddin sebenarnya, tapi dari tanggal wafatnya kita bisa mengatakan bahwa kemungkinan beliau adalah salah sorang sahabat Nabi Muhammad SAW, yaitu orang yang hidup sezaman dan berjumpa dengan beliau. Para sahabat dan tabiin telah memulai gelombang awal sejarah Islam di Bumi Nusantara.

Pada periode berikutnya, Islam semakin deras mengalir khususnya ke Pulau Sumatera, Jawa, Semenanjung Malaysia, dan Kamboja (Campa). Sekitar abad ke 13 M, banyak cabang-cabang keluarga keturunan Nabi Muhammad SAW (Ahlul Bait) mulai meninggalkan Hadramaut (Yaman) di wilayah selatan Jazirah Arab, terutama setelah serbuan Bangsa Mongol ke Baghdad. Tersebutlah Sayyid Ahmad Jalal Syah yang menjadi gubernur di India Barat. Salah seorang puteranya yang bernama Sayyid Jamaluddin Al Hussein berpindah ke Campa dan kemudian lebih terkenal dengan nama Syeikh Jumadil Kubra.

Seorang putera Syeikh Jumadil Kubra yang bernama Sayyid Ali Nurul Alam mengasaskan berbagai kesultanan di Campa, Semenanjung Malaya, Pattani (Thailand Selatan), Sumatera, Kalimantan dan Brunei (Borneo) serta di kawasan Filipina. Tercatat raja pertama dinasti Islam Campa adalah anak dari Sayyid Ali Nurul Alam, yaitu Raja Wan Bo (Sayid Abdullah ibn Ali Nurul Alam).

Puteranya yang lain adalah Syeikh Ibrahim Al Akbar As Samarkand (Sunan Maulana Malik Ibrahim/ Sunan Maghribi/ Syeikh Asmarakandi). Inilah cikal bakal Wali Songo di tanah Jawa. Dari keluarga Syeikh Asmarakandi lahir Sunan Ampel, Sunan Drajad dan Jaka Tarub yang keturunannya menjadi ulama-ulama dan raja-raja Jawa (Demak, Pajang, Mataram, Cirebon, Banten dst). Keluarga Ahlul Bait ini kemudian dengan cepat membaur dan segera mencorak Nusantara dengan Islam.

Pada waktu itu keluarga ini datang ke Jawa Timur, pusat pemerintahan Majapahit, kerajaan yang mengalami kemunduruan setelah sebelumnya menjadi pemimpin Nusantara. Kehadiran Sunan Ampel diterima dengan baik oleh penguasa Majapahit saat itu. Walaupun Majapahit masih tetat kerajaan Hindu tapi tidak sedikit warganya yang telah memeluk Islam. Bahkan akhirnya Raja Majapahit, Brawijaya V (Bhre Kertabumi) kemudian memeluk Islam. Anak-anaknya dididik langsung oleh Sunan Ampel. Salah satunya adalah Raden Patah (Fatah) yang kemudian menjadi menantu Sunan Ampel dan selanjutnya mengasaskan kerajaan Islam pertama di Pulau Jawa: Kesultanan Demak. Raden Patah menjadi raja Demak dengan gelar Sultan Alam Akbar Al Fatah.

Hampir bersamaan dengan itu, salah seorang ahlul bait keturunan ke-31 dari Sayidina Hussain (cucu Nabi Muhammad SAW) yang lahir dan dibesarkan di daratan Cina, mengadakan ekpedisi pelayaran ke berbagai tempat di dunia, dan secara satah satunya khusus datang ke Nusantara dengan puluhan kapal bersama hampir 30.000 orang anggota armadanya. Inilah satu ekpedisi pelayaran terbesar dalam sejarah. Dia bernama Zheng He, dan lebih terkenal dengan nama Laksamana Ceng Ho.
‘Show force’ Laksamana Ceng Hodengan armadanya yang luar biasa besar namun membawa misi perdamaian, membantu menstabilkan kondisi politik kerajaan-kerajaan di Nusantara setelah memudarnya kejayaan Majapahit pasca Gajah Mada dan juga membantu memperkenalkan Islam sebagai agama yang damai dan universal. Dengan demikian perkembangan Islam menjadi semakin pesat dan berwibawa.

Maka kemudian datang gelombang Ahlul Bait pada abad ke-18 M. Hal ini juga didorong oleh terjadinya serangan di Hijaz oleh Muhammad ibn Saud (Bani Saud) dan Muhammad ibn Abdul Wahhab yang di kemudian hari lebih banyak disebut sebagai gerakan Wahabi (Wahhabism). Serangan ini didukung oleh Inggris yang berkepentingan untuk menjatuhkan Turki Utsmani dan kemudian memicu konflik antara Turki Utsmani dan dinasti Saud (Ottoman-Saudi War) setelah sebelumnya mengakibatkan terusirnya kalangan Ahlul Bait dari Hijaz. Sebagian ada yang berpindah ke utara dan mendirikan kerajaan Bani Hasyim/Al Hasyimi di Yordania (The Hashemite Kingdom of Jordan) dan sebagian bergerak ke timur menuju Nusantara.

Berbeda dengan para pendahulunya yang telah berbaur dengan ras Melayu, mereka yang datang pada periode ini lebih mudah dikenali secara fisik sebagai sebagai keturunan Arab. Dan umumnya mereka juga mengekalkan marga-marga ahlul bait hingga ke saat ini. Juga lazim dikenal sebagai panggilan Sayyid, Syarif, Habib, Wan, Tok, Tengku dan lain sebagainya.

Inilah salah satu keajaiban bangsa Melayu, darah Rasul telah mengalir dalam darah mereka dan mengalirkan keberkahan tersendiri. Rupanya orang-orang muslim terdahulu, khususnya dari kalangan Ahlul Bait terdahulu dengan sangat serius dan terarah menyiarkan dakwahnya ke Bumi Nusantara. Menjadikan bangsa Melayu menjadi bagian dari keluarga besar Nabi Muhammad SAW, seolah-olah Bumi Nusantara di Timur ini adalah tanah air kedua bagi Islam dan keluarga yang mulia ini. Terlebih setelah mereka terusir dari tanah airnya sendiri. Bahkan ada sebagian orang yang mengatakan bahwa Mahapatih Gajah Mada, ‘pendiri’ Nusantara yang misterius itu, tidak lain adalah salah seorang muslim dari kalangan Ahlul Bait. Wallahu ‘alam.

“Kami Ahlul Bait telah Allah pilih untuk kami akhirat lebih daripada dunia. Kaum kerabatku akan menerima bencana dan penyingkiran selepasku kelak hingga datanglah Panji-panji Hitam dari Timur. Mereka meminta kebaikan tetapi tidak diberikan. Maka mereka pun berjuang dan memperoleh kejayaan. Siapa di antara kamu atau keturunanmu yang hidup pada masa itu, datangilah Imam dari ahli keluargaku itu walaupun terpaksa merangkak di atas salju. Sesungguhnya, mereka adalah pembawa Panji-panji Al Mahdi. Mereka akan menyerahkannya kepada seorang lelaki dari ahli keluargaku yang namanya seperti namaku, dan nama ayahnya seperti nama ayahku. Dia akan memenuhi dunia ini dengan keadilan dan kesaksamaan.” (H.R. Abu Daud, At-Tarmizi, Al-Hakim, Ibnu Hibban, Ibnu Majah, Abus Syeikh, Ibnu Adi, Abu Dhabi, Ibnu Asakir & Abu Nuaim)

Kampanye Bersih-Bersih Beras Basah dan Pelestarian Terumbu Karang

, , , ...

Dalam rangka memperingati hari Lingkungan tanggal 5 Juni, hari Kelautan tanggal 7 Juni dan berpartisipasi aktif dalam mengisi tahun 2008 yang sudah ditetapkan secara internasional sebagai Tahun Terumbu Karang (International Year of Reef atau IYOR 2008) dengan kegiatan yang sejalan dengan visi dan misi IYOR 2008, Badak Diving Club (BDC) yang merupakan wadah yang dibentuk oleh PT Badak NGL Bontang untuk menampung aktivitas pekerjanya yang hobi menyelam (diving) bekerjasama dengan POSSI Bontang (Persatuan Olahraga Selam Seluruh Indonesia cabang Bontang) menyelenggarakan satu kegiatan yang berjudul Kampanye Bersih-Bersih Beras Basah dan Pelestarian Terumbu Karang Bontang.
Para peserta, mengikuti opening ceremony duluThe committees ... perkenalkan ini dia para aktivis BDCPartisipan distributor leaflet dari BHHH (Bontang Hash House Harriers)
Kegiatan ini diadakan dilatarbelakangi oleh keprihatinan komunitas penyelam yang tergabung dalam BDC dengan semakin meluasnya kerusakan terumbu karang yang terjadi di laut sekitar Bontang. Berdasarkan data statistik secara nasional dan pengamatan langsung di beberapa lokasi penyelaman, diperkirakan 75% dari terumbu karang yang berada di Bontang dalam keadaan rusak akibat berbagai macam penyebab, mulai dari penangkapan ikan dengan bom, kegiatan pelayaran di laut Bontang yang cukup intensif maupun karena kondisi alam yang secara global mengalami peningkatan temperatu (global warming).
Kegiatan kampanye ini merupakan salah satu inisiatif BDC untuk secara bertahap mengurangi tekanan terhadap ekosistem terumbu karang dan merupakan puncak dari serangkaian acara yang telah diselenggarakan oleh BDC sebelumnya, mulai dari:
1.Penyuluhan Ekosistem Pesisir dan Terumbu Karang kepada pelajar SMA-SMA se-Bontang dan masyarakat di desa-desa pesisir pada tanggal 14 s/d 18 Mei 2008.
2.Pendidikan selam dasar untuk meningkatkan minat dan kecintaan masyarakat terhadap kegiatan bahari pada tanggal 12 s/d 17 Juni 2008. Kegiatan ini berhasil meluluskan 14 orang penyelam baru dengan sertifikat NAUI. Peserta pendidikan berasal dari lingkungan PT Badak, PT Universal Security, VICO Muara Badak, pelajar SMA dan RSUD Bontang termasuk Kadinkes Dr. Hindar Jaya.
3.Pelatihan Identifikasi Terumbu dan Ikan Karang untuk memberikan dasar pengetahuan dan keterampilan bagi para penyelam untuk mengetahui kondisi terumbu karang dan ekosistem didalamnya pada tanggal 18 s/d 22 Juni 2008. Kegiatan ini diikuti oleh 15 penyelam dari berbagai instansi dan perusahaan seperti VICO Muara Badak, PKT Bontang, pelajar SMA, perorangan dan lingkungan PT Badak sendiri.

Kampanye ini sendiri mengikutsertakan berbagai unsur masyarakat Bontang, mulai dari:
1.Pelajar SMA yang diwakili oleh SMAN 1, SMA YKPP, SMA YPVDP;
2.Para pehobi lintas alam dari BHHH (Bontang Hash House Harriers);
3.Institusi yang diwakili oleh Dinas Kelautan dan Perikanan dan Dinas Lingkungan Hidup;
4.Masyarakat desa Selangan;
5.Perwakilan dari perusahaan-perusahaan yang ada di wilayah Kalimantan Timur seperti PT VICO Indonesia, Total Indonesie Balikpapan, PT KPC Sangatta, PT Trakindo Sangatta, PT Indominco Mandiri, SKM (Sinclair-Knight-Merz), Bank Mandiri, dan tentunya PT Badak NGL.

Acara dilaksanakan pada hari Sabtu, 28 Juni 2008. Dimulai dengan acara pembukaan di Boathouse PT Badak NGL. Secara keseluruhan, 100 orang berhasil dikumpulkan untuk berpartisipasi dalam kegiatan kampanye yang terdiri dari acara-acara berikut:
1.Penyebaran poster kepada masyarakat yang tinggal di tepi sungai dan pesisir sekitar Berebas Pantai, Prakla, Tanjung Laut dan Gunung Sari sejumlah ± 1000 lembar. Kegiatan ini dilaksanakan oleh para pelajar SMA dan aktivis BHHH.
2.Bersih-bersih pulau dan laut sekitar Beras Basah.
Pembersihan sampah di darat dilaksanakan oleh pelajar SMA dan BHHH. Sedangkan di laut oleh para penyelam dari berbagai perusahaan. Pada akhir acara terkumpul lebih dari 30 karung (ukuran 40kg) sampah dengan botol plastik sebagai sampah terbanyak.
Acara ditutup dengan pengumuman pemenang yang berhasil mengumpulkan sampah terbanyak dan terunik, baik dari kelompok yang bekerja di darat maupun di air. Dilanjutkan dengan santap siang bersama di atas kapal Anjungan Lumba-Lumba yang dilabuhkan di jetty pulau Beras Basah. *mrt
VICO divers with their leader: Henry Simanjuntak (paling kiri)
Sabrina sudah di Beras Basah
Wives club
Oom Roy Pandelaki, BDC chairman

Perjalanan Di Alam Kubur

Jika kita memasuki daerah pekuburan dan melayangkan pandangan pada kuburan-kuburan yang tersusun rapi, maka kita akan mendapati keheningan dan sunyi yang berkepanjangan. Tak terdengar sedikitpun suara, meski banyak yang tinggal disitu. Kuburan-kuburan yang berjejer rapat, sementara dahulu mereka tinggal berjauhan, tidak saling mengenal antara satu dengan yang lainnya. Ada anak kecil yang masih menyusui, ada orang kaya, ada juga orang yang tak punya. Ada orang yang tua renta, dan ada pula anak muda. Namun, apakah gerangan yang terjadi pada mereka? Banyak diantara kita tidak mengetahui Misteri Alam Kubur.
Oleh karena itu, kali ini kami akan mengajak anda untuk menjelajahi alam kubur sebagaimana yang telah dikabarkan oleh rasulullah -Shollallahu ‘alaihi wasallam- berdasaarkan wahyu dari Allah - Subhanahu Wa Ta’ala-, bukan dari takhayyul yang dibuat-buat oleh manusia.
Al-Barra’ bin ‘Azib-radhiyallahu ‘anhu- dia berkata, "Kami pernah mengiringi jenazah seorang dari sahabat anshar. Tatkala kami tiba di kuburan, ternyata penggalian lahat belum selesai. Akhirnya Rasulullah -Shollallahu ‘alaihi wasallam-duduk (menghadap kiblat), dan kami pun duduk di sekelilingnya. seolah-olah ada burung diatas kepala kami yang hinggap (karena dalam keadaan diam dan tenang). Rasulullah -Shollallahu ‘alaihi wasallam- memegang kayu yang beliau pukulkan ke tanah.(Beliau memandang ke langit lalu memandang ke tanah, lalu beliau mendongakkan kepalanya dan menundukkannya tiga kali). Kemudian beliau bersabda,

اِسْتَعِيْذُوْا بِاللهِ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ

"Berlindunglah kalian kepada Allah dari siksa kubur". Diucapkan dua atau tiga kali. (Kemudian Rasulullah bersabda,

اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ

"Ya Allah aku berlindung kepadamu dari azab kubur"; tiga kali

Kemudian bersabda, "Sesungguhnya seorang hamba yang mu’min apabila meninggal dunia dan menghadapi akhirat maka turunlah para malaikat dari langit. Wajahnya putih seakan-akan di wajah mereka itu matahari. Mereka membawa kain kafan diantara kafan-kafan surga dan hanuth (parfum) diantara parfum-parfum surga hingga mereka duduk dari tempat yamg jaraknya sejauh mata memandang. Kemudian datanglah malaikat maut -Alaihis Salam- hingga duduk di sisi kepalanya lalu dia berkata, "Wahai jiwa yang baik (dalam sebuah riwayat: yang tenang) keluarlah menuju kepada ampunan Allah dan keridhoan-Nya. (Rasulullah bersabda), "Maka keluarlah ruh itu mengalir seperti tetesan air dari wadahnya, lalu malaikat itu mengambilnya. Apabila malaikat maut telah mengambilnya, maka para malaikat itu tidak membiarkannya berada di tangan malaikat maut sekejap mata pun hingga mereka mengambilnya, lalu mereka meletakkan di dalam kafan dan parfum tersebut.(Maka itulah makna firman Allah -Ta’ala-,



"Dia diwafatkan oleh malaikat-malaikat kami; dan malaikat-malaikat kami itu tidak melalaikan kewajibannya". (QS. Al An’am:61)



Semerbak bau wangi seperti misik paling wangi yang didapati di muka bumi. Lalu mereka membawanya naik. Tidaklah mereka melewatkan ruh itu di hadapan sekumpulan para malaikat melainkan para malaikat itu mengatakan, Siapakah ruh yang wangi ini? Mereka menjawab, Fulan bin Fulan -disebut dengan nama-nama terbaik yang dulu mereka menyebutnya ketika di dunia- hingga mereka sampai di langit dunia. Lalu mereka minta agar pintu dibukakan untuk ruh itu. Maka dibukakan untuk mereka. Lalu para malaikat muqarrabun dari semua sisi langit itu mengantarkannya sampai ke langit yang berikutnya hingga berakhir di langit yang ke tujuh. Maka Allah -Ta’ala- berfirman, "Tulislah untuk hamba-Ku di ‘Illiyyin.



"Tahukah kamu apakah ‘Illiyyin itu? (yaitu) Kitab yang bertulis. Yang disaksikan oleh malaikat-malaikat yang didekatkan (kepada Allah)". (QS. Al-Muthoffifin:19-21).



Maka ditulislah kitabnya di Illiyyin. (Kemudian Allah berfirman lagi), "Kembalikanlah ia ke bumi. sesungguhmya Aku (berjanji kepada mereka bahwa) dari bumilah Aku menciptakan mereka dan dari sana Aku kembalikan mereka, dan dari sana pula Aku mengeluarkan mereka lagi di kali yang lain". Maka (ia dikembalikan ke bumi, dan) dikembalikan ruhnya itu ke dalam jasadnya.(Kata beliau -Shollallahu ‘alaihi wasallam-, sesungguhnya ia mendengar suara sandal orang-orang yang mengantarnya, apabila mereka pulang meninggalkannya). Lalu ia didatangi oleh dua malaikat (yang keras hardikannya) seraya menghardiknya dan mendudukkannya. Lalu kedua malaikat itu bertanya kepadanya, "Siapa Rabbmu?" Maka ia menjawab, "Rabbku adalah Allah". Keduanya bertanya lagi, "Apa agamamu?" Dia menjawab, "Agamaku Islam". Lalu keduanya bertanya lagi, "Siapakah orang yang diutus oleh Allah kepada kalian itu?" Dia menjawab, "Beliau adalah utusan Allah". Lalu keduanya bertanya lagi kepadanya, "Apa saja amalanmu?"Dia menjawab, "Aku membaca Kitabullah, lalu aku beriman kepadanya, dan membenarkannya". Lalu malaikat itu bertanya lagi, "Siapa Rabbmu? dan apa agamamu? dan siapa nabimu?" Itulah akhir fitnah (ujian) atau pertanyaan yang diajukan kepada seorang mu’min. Maka itulah makna firman Allah -Ta’ala-,



"Allah meneguhkan (iman) orang-orang yang beriman dengan ucapan yang teguh itu dalam kehidupan di dunia dan di akhirat". (QS.Ibrahim: 27)



Lalu ia menjawab, "Rabbku adalah Allah; agamaku Islam, dan nabiku adalah Muhammad -Shollallahu ‘alaihi wasallam-". Maka ada Penyeru (Allah) yang menyeru dari langit dengan mengatakan, "Telah benar hamba-Ku. maka bentangkanlah permadani dari jannah (surga) dan kenakanlah untuknya dari pakaian jannah, serta bukakanlah untuknya pintu ke jannah". Lalu sampai kepadanya hawa jannah dan bau wanginya, dan diluaskan kuburnya sejauh mata memandang. Datanglah kepadanya (di dalam sebuah riwayat: didatangkan kepadanya dalam bentuk) seorang laki-laki yang tampan wajahnya bagus pakaiannya, dan wangi baunya, lalu orang itu mengatakan, "Berbahagialah dengan apa yang membuatmu senang, (berbahagialah dengan keridhan dari Allah -Ta’ala-dan jannah yang di dalamnya ada nikmat-nikmat yang abadi). Ini adalah hari yang dijanjikan kepada engkau". Lalu ia mengatakan kepadanya, "(Engkau telah diberi kabar gembira oleh Allah dengan kebaikan) Siapakah engkau ini? wajahmu menunjukkan wajah orang yang datang dengan kebaikan". Orang itu menjawab, "Aku adalah amalanmu yang shalih (Demi Allah tidaklah aku mengetahuimu, kecuali engkau orang yang bersegera melakukan ketaatan kepada Allah. Maka Allah membalasmu dengan yang terbaik)". Kemudian dibukakanlah untuknya pintu jannah dan pintu neraka. Lalu dikatakan kepadanya, "Inilah tempat tinggalmu jika engkau durhaka kepada Allah. Kemudian Allah menggantikanmu dengan yang itu (jannah)". Saat ia melihat apa yang ada di dalam jannah, ia mengatakan, "Ya Rabbi, segerakanlah datangnya hari kiamat agar aku pulang lagi kepada keluargaku dan hartaku". (Lalu dikatakan kepadanya:tenanglah).



Lanjut beliau -Shollallahu ‘alaihi wasallam- bersabda , "Sesungguhnya seorang hamba yang kafir (di dalam sebuah riwayat, "yang fajir/durhaka") apabila ia meninggal dunia dan menghadapi akhirat, turunlah kepadanya para malaikat dari langit (yang keras lagi kejam) yang berwajah hitam-hitam. Mereka membawa pakaian kasar (dari neraka). lalu mereka duduk dari tempatnya sejauh mata memandang. kemudian datanglah malaikat maut hingga duduk di sisi kepalanya lalu ia berkata, "Wahai jiwa yang jelek! Keluarlah menuju kemurkaan Allah dan kemarahannya!" Maka tercerai-berai ruh itu di dalam jasadnya, kemudian dicabut seperti dicabutnya besi berduri (banyak cabangnya) dari bulu yang basah lalu tertarik putus bersamanya urat-urat dan pembuluhnya. (Kemudian ia dilaknat oleh setiap malaikat yang ada di antara langit dan bumi dan semua malaikat yang ada di langit; ditutuplah pintu-pintu langit. Tidak ada di antara malaikat penjaga pintu itu, kecuali mereka memohon kepada Allah agar ruh itu jangan dinaikkan melalui tempat mereka). Lalu malaikat maut mangambilnya. Apabila malaikat maut telah mengambilnya, maka para malaikat itu tidak membiarkannya berada di tangannya sekejap mata pun hingga mereka mengambilnya, lalu mereka meletakkannya di dalam kafan tersebut. Maka keluarlah dari ruh itu bau busuk seperti bangkai paling busuk yang didapati di muka bumi. Kemudian mereka membawanya naik. Tidaklah mereka melewatkan ruh itu di hadapan sekumpulan para malaikat, melainkan para malaikat itu mangatakan, "Siapakah ruh yang sangat busuk ini?" Mereka menjawab, Fulan bin Fulan - disebut dengan nama-nama terburuk yang dulu mereka menyebutnya ketika di dunia- hingga mereka sampai di langit dunia. Lalu mereka minta agar pintu dibukakan untuk ruh itu. Namun tidak dibukakan untuknya. Kemudian Rasulullah -Shollallahu ‘alaihi wasallam- membaca ayat,



"Sesungguhnya orang-orang yang mendustakan ayat-ayat kami dan menyombongkan diri terhadapnya, sekali-kali tidak akan dibukakan bagi mereka pintu-pintu langitdan tidak (pula) mereka masuk surga, hingga unta masuk ke lubang jarum. Demikianlah kami memberi pembalasan kepada orang-orang yang berbuat kejahatan. (QS. Al-A’raf:40)



Allah berfirman, "Tulislah kitabnya di Sijjin, di bumi yang paling bawah". (Kemudian Allah berfirman lagi), "Kembalikanlah ia ke bumi. Sesungguhmya Aku (berjanji kepada mereka bahwa) dari bumilah Aku menciptakan mereka dan dari sana Aku kembalikan mereka, dan dari sana pula Aku mengeluarkan mereka lagi di kali yang lain". Maka dilemparkan ruh (dari langit) dengan lemparan (yang membuat ruh itu kembali ke dalam jasadnya). Kemudian Rasulullah membaca,



"Barangsiapa yang mempersekutukan sesuatu dengan Allah, Maka adalah ia seolah-olah jatuh dari langit, lalu disambar oleh burung, atau diterbangkan angin ke tempat yang jauh". (QS. Al-Hajj: 31)



Lalu dikembalikan ruh itu ke dalam jasadnya. (Kata beliau -Shollallahu ‘alaihi wasallam-, "Sesungguhnya ia mendengar suara sandal orang-orang yang mengantarkannya apabila mereka pulang meninggalkannya). Lalu ia didatangi oleh dua malaikat (yang keras hardikannya), lalu keduanya menghardiknya dan mendudukkannya. Kemudian kedua malaikat itu bertanya kepadanya, "Siapa Rabbmu?" Maka ia menjawab, "Haah…hah, saya tidak tahu". Keduanya bertanya lagi, "Apa agamamu?" Dia menjawab, "Haah hah, saya tidak tahu". Lalu keduanya bertanya lagi, "apa komentarmu tentang orang yang diutus oleh Allah kepada kalian itu?" Dia tidak tahu namanya. Lalu dikatakan kepadanya, "Muhammad!?" Maka ia menjawab, "Haah…hah, saya tidak tahu (saya mendengar orang mengatakan begitu". Lalu dikatakan kepadanya, "Engkau tidak tahu, dan tidak membaca?" Maka ada penyeru yang menyeru dari langit dengan mengatakan, "Dia dusta. Maka bentangkanlah permadani dari neraka dan bukakanlah untuknya pintu ke neraka". Lalu sampailah kepadanya panas neraka dan hembusan panasnya. Disempitkan kuburnya hingga bertautlah tulang rusuknya karenanya. Datanglah kepadanya (di dalam sebuah riwayat: didatangkan kepadanya dalam bentuk) seorang laki-laki yang buruk wajahnya buruk pakaiannya dan busuk baunya. Lalu orang itu mengatakan, "Aku kabarkan kepadamu tentang sesuatu yang membuatmu menderita. Inilah hari yang dijanjikan kepadamu". Lalu ia mengatakan kepadanya, "(Engkau telah diberikan kabar jelek oleh Allah)". Siapakah engkau ini? Wajahmu menunjukkan wajah orang yang datang dengan kejelekan". Orang itu menjawab, "Aku adalah amalanmu yang buruk. (Demi Allah, tidaklah aku mengetahuimu, kecuali engkau adalah orang yang berlambat-lambat dari melakukan ketaatan kepada Allah dan bergegas kepada kemaksiatan kepada Allah. Maka Allah membalasmu dengan yang terburuk)". Kemudian didatangkan kepadanya seorang yang buta, tuli lagi bisu dengan membawa sebuah palu besar di tangannya! Kalau saja palu itu dipukulkan kepada gunung, tentu gunung itu menjadi debu. maka orang itu memukulkan palu itu kepadanya hingga ia menjadi debu. Kemudian Allah mengembalikannya lagi seperti semula. Lalu orang itu memukulnya sekali lagi hingga ia memekik keras dengan teriakan yang bisa didengar oleh segala yang ada, kecuali manusia dan jin. Kemudian dibukakan pintu neraka untuknya dan dibentangkan permadani dari neraka). Maka ia berkata:"Ya Rabbi! janganlah Engkau datangkan hari kiamat itu!" [HR. Abu Dawud dalam Sunan-nya (4753), Al-Hakim dalam Al-Mustadrok (107), Ath-Thoyalisiy dalam Al-Musnad (753), dan Ibnu Abi Syaibah dalam Al-Mushonnaf (12059). Hadits ini di-shohih-kan oleh Syaikh Al-Albaniy dalam Takhrij Al-Misykah (1630)]



Demikianlah perjalanan kita kali ini. Semoga bisa menjadi nasihat bagi kita sebagai calon penghuni kubur yang akan segera menyusul orang-orang yang ada dalam liang lahat. Maka persiapkanlah imanmu dan amal sholihmu dengan mempelajarilah agamamu sehingga engkau menjadi orang-orang yang selamat dari hardikan malaikat, dan himpitan kubur yang gelap. Ingatlah dunia dan umurmu singkat !!



Sumber : Buletin Jum’at Al-Atsariyyah edisi 55 Tahun I. Penerbit : Pustaka Ibnu Abbas. Alamat : Pesantren Tanwirus Sunnah, Jl. Bonto Te’ne No. 58, Kel. Borong Loe, Kec. Bonto Marannu, Gowa-Sulsel. HP : 08124173512 (a/n Ust. Abu Fa’izah). Pimpinan Redaksi/Penanggung Jawab : Ust. Abu Fa’izah Abdul Qadir Al Atsary, Lc. Dewan Redaksi : Santri Ma’had Tanwirus Sunnah - Gowa. Editor/Pengasuh : Ust. Abu Fa’izah Abdul Qadir Al Atsary, Lc. Layout : Abu Dzikro. Untuk berlangganan/pemesanan hubungi : Ilham Al-Atsary (085255974201). (infaq Rp. 200,-/exp)

Nasehat dari George Carlin

1. Paradoks dalam zaman di masa hidup kita adalah bahwa kita memiliki gedung-gedung yang lebih tinggi tetapi kesabaran yang pendek, jalan bebas hambatan yang lebih lebar tetapi sudut pandang yang lebih sempit.

2. Kita mengeluarkan uang lebih banyak, tetapi memiliki lebih sedikit; kita membeli lebih banyak, tetapi menikmati lebih sedikit.

3. Kita memiliki rumah yang lebih besar dan keluarga yang lebih kecil, lebih nyaman, tetapi waktu yang lebih sedikit.

4. Kita memiliki lebih banyak gelar, tetapi logika yang lebih sedikit; lebih banyak pengetahuan,
tetapi penilaian yang lebih sedikit; lebih banyak ahli, tetapi lebih banyak masalah; lebih
banyak obat-obatan, tetapi kesehatan yang lebih sedikit.

5. Kita minum dan merokok terlalu banyak, meluangkan waktu dengan terlalu ceroboh, tertawa terlalu sedikit, menyetir terlalu cepat, marah terlalu besar, tidur terlalu larut, bangun terlalu lelah, membaca terlalu sedikit, menonton TV terlalu banyak, dan berdoa terlalu jarang.

6. Kita telah melipatgandakan barang milik kita, tetapi mengurangi nilai kita.

7. Kita terlalu banyak berbicara, terlalu jarang mencintai, dan terlalu sering membenci.

8. Kita telah belajar bagaimana mencari uang, tetapi bukan kehidupan.

9. Kita telah menambah tahun-tahun dalam hidup kita, tetapi bukan kehidupan dalam tahun-tahun tersebut.

10. Kita telah mencapai bulan, tetapi memiliki masalah dalam menyeberang jalan dan menemui tetangga baru.

11. Kita telah mengalahkan luar angkasa, tetapi bukan dalam diri kita.

12. Kita telah melakukan hal-hal besar, tetapi bukan hal-hal yang lebih baik.

13. Kita telah membersihkan udara, tetapi mengotori jiwa.

14. Kita telah mengalahkan atom, tetapi bukan diskriminasi.

15. Kita menulis lebih banyak, tetapi mempelajari lebih sedikit. Kita berencana lebih banyak, tetapi mencapai lebih sedikit.

16. Kita telah belajar untuk terburu-buru, tetapi bukan menunggu. Kita membuat lebih banyak komputer untuk menampung lebih banyak informasi, menghasilkan fotocopy yang lebih banyak, tetapi kita berkomunikasi semakin sedikit.

17. Ini adalah zaman dimana makanan siap saji dan pencernaan yang lambat, orang besar dengan karakter yang kecil, keuntungan yang tinggi dan hubungan yang renggang.

18. Ini adalah zaman dimana ada dua penghasilan tetapi lebih banyak perceraian, rumah yang lebih mewah tetapi keluarga yang berantakan.

19. Ini adalah zaman dimana perjalanan dibuat singkat, popok sekali pakai buang, moralitas yang mudah dibuang, hubungan satu malam, berat badan berlebihan, dan pil-pil yang melakukan segalanya dari menceriakan, menenangkan, sampai membunuh.

20. Ini adalah zaman dimana banyak barang di etalase showroom dan tak ada stok dalam ruang persediaan.

21. Ingatlah, luangkan lebih banyak waktu dengan orang yang Anda kasihi, karena mereka tidak akan ada selamanya.

22. Ingatlah, ucapkan kata yang baik kepada orang yang memandang Anda dengan ketakutan, karena si kecil tersebut akan segera tumbuh besar dan meninggalkan Anda.

23. Ingatlah, beri pelukan hangat kepada orang di sisi Anda, karena itulah satu-satunya harta yang
dapat Anda berikan dengan hati dan tidak membutuhkan biaya.

24. Ingatlah, katakan “saya menyayangimu” kepada pasangan Anda dan orang yang Anda kasihi, tetapi dengan penuh makna. Ciuman dan pelukan akan memperbaiki luka ketika dilakukan dari lubuk hati yang paling dalam.

25. Ingatlah, bergandeng tangan dan nikmati saat itu karena suatu hari orang tersebut tidak akan
ada lagi.

26. Berikan waktu untuk mencintai, berikan waktu untuk berbicara! Dan berikan waktu untuk berbagi pikiran-pikiran yang berharga di benak Anda.

DAN INGATLAH SELALU:

Hidup tidak diukur oleh jumlah nafas kita, tetapi oleh saat-saat yang menghabiskan nafas kita.

Airbus vs Boeing

, , , ...

Berdiri : 1970 (Airbus Industrie)
Jumlah pekerja : 57,000

Airbus 300-600
kecepatan max = 897km/h
berat kosong = 91,040kg
berat max takeoff = 170,500kg
dimensi PxLxT = 54.08m x 44.84m x 16.62m
kapasitas = 240 economy class
First flight for the A300-600 was on July 8 1983
Engines : Two 262.4kN (59,000lb) General Electric CF6-80C2A1s, or two 273.6kN (61,500lb) CF6-80C2A5s, or two 249kN (56,000lb) Pratt & Whitney PW-4156s or two 258kN (58,000lb) PW-4158 turbofans.
Airbus 310-200/300
kecepatan max = 897km/h
berat kosong = 80,142kg
berat max takeoff = 150,000kg
dimensi PxLxT = 46.66m x 43.89m x 15.80m
kapasitas = 192 economy class
The first flight of the A310 occurred on April 3 1982
Engines : Initial powerplant choice of either two 213.5kN (48,000lb) Pratt & Whitney JT9D-7R4D1s or two 222.4kN (50,000lb) General Electric CF6-80A3 turbofans. Current choices of 238kN (53,500lb) CF6-80C2A2s, 262.4kN (59,000lb) CF6-80C2A8s, 231.2kN (52,000lb) PW-4152s, or 249.1kN (56,000lb) PW-4156s.
Airbus 320-100/200
kecepatan max = 903km/h
berat kosong = 42,220kg
berat max takeoff = 73,500kg
dimensi PxLxT = 37.57m x 34.09m x 11.76m
kapasitas = 179 passengers
first flight occurred on February 22 1987
Engines : Two 111.2kN to 120.1kN (25-27,000lb) CFM International CFM56-5A1 turbofans or 118kN (26,500lb) CFM56-5A3s or 120kN (27,000lb) -5B4s, or two 113.4kN (25,500lb) International Aero Engines IAE V2500-A1 or 117.9kN (26,500lb) V2527-A5s.
Airbus 330-200
kecepatan max = 880km/h
berat kosong = 120,150kg
berat max takeoff = 230,000kg
dimensi PxLxT = 59.00m x 60.30m x 16.83m
kapasitas = 293 in two classes
First flight was on August 13 1997
Engines : A330-200 - Choice of two 300.3kN (67,500lb) General Electric CF6-80E1A2s, 286.7kN (64,000lb) Pratt & Whitney PW-4164s, or PW-4168s or 302.5kN (68,000lb) RollsRoyce Trent 768 or Trent 772 turbofans.
Airbus 330-300
kecepatan max = 880km/h
berat kosong = 121,870kg
berat max takeoff = 217,000kg
dimensi PxLxT = 63.69m x 60.30m x 16.83m
kapasitas = 335 in two class
first flight after the A340, on November 2 1992
Engines : A330-300 - Choice of two 300.3kN (67,500lb) General Electric CF6-80E1A2s, 284.7kN (64,000lb) Pratt & Whitney PW-4164s, or PW-4168s or 304.6kN (68,000lb) RollsRoyce Trent 768 or Trent 772 turbofans.
Long range A330 choice of P&W PW-4164s or PW-4168s or RR Trent 768s or 772s or 324kN (73,000lb) PW-4173s.
Airbus 340-200/300
kecepatan max = 914km/h (4jet total)
berat kosong = 129,800kg
berat max takeoff = 260,000kg
dimensi PxLxT = 63.70m x 60.30m x 16.74m
kapasitas = 335 in two classes
A340's first flight occurring on October 25 1991
Engines : Four 138.8kN (31,200lb) CFM International CFM56-5C or 145kN (32,550lb) CFM56-5C3 turbofans.
Airbus 340-500

kecepatan max = Mach 0.83 (4jet total)
berat kosong = 170,400kg
berat max takeoff = 365,000kg
dimensi PxLxT = 67.80m x 63.70m x 17.80m
kapasitas = 316 passengers (lega)
first flight on February 11, 2002
Engines : A340-500 - Four 236kN (53,000lb) Rolls-Royce Trent 553 turbofans
Airbus 340-600 (pesawat penumpang terpanjang didunia)
kecepatan max = Mach 0.83 (4jet total)
berat kosong = 177,000kg
berat max takeoff = 365,000kg
dimensi PxLxT = 75.30m* x 63.70m x 17.80m
kapasitas = 372 passengers (lega)
First flight of the A340-600 was made on April 23, 2001
Engines : A340-600 - Four 249kN (56,000lb) Rolls-Royce Trent 556 turbofans.
Airbus 380-800 (pesawat terbesar bkn terpanjang tetap terbesar didunia) tertinggi terlebar
kecepatan max = Mach 0.85 (4jet total)
berat kosong = 277,000kg
berat max takeoff = 560,000kg
dimensi PxLxT = 72,75m x 79.8m* x 24,08 m*
kapasitas = 555 passengers (super lega) 35% lebih besar dari Boeing747-400
The first flight is scheduled for March 2005
Engines : A380-800 - Four 311kN (70,000lb), initially derated to 302kN (68,000lb), later growing to 374kN (84,000lb) thrust Rolls-Royce Trent 900 or 363kN (81,500lb) thrust Engine Alliance (General Electric-Pratt & Whitney) GP-7200 turbofans.

Remnants of War

, , , ...

Laos is the most bombed country on earth. The US dropped 2.4 million tonnes of bombs on it during the Vietnam War - more than the allies dropped on Germany and Japan combined in World War II.
The target of this secret war was the Ho Chi Minh trail - a supply route that ran through Laos linking North and South Vietnam. In the village of Phanop, at the northern end of the trail, a fragment of an aircraft wing stands in the grounds of a temple.
The remnants of war have been used in many ways. These boats have been fashioned out of discarded fuel tanks from US Air Force fighter-bombers.
An estimated 270 million cluster bombs were dropped. In the background a fence has been made out of cluster bomb containers. Tens of millions of the bomblets they scattered failed to explode, effectively becoming anti-personnel landmines.
Rockets and mortar bombs are used as weights to keep the thatch down during storms.
Chai, 18, and her 12-year-old brother Song look for scrap metal. Many rely on this dangerous trade, which has expanded in the last four years because of an influx of cheap metal detectors from Vietnam.
Children back off as a villager tries to open a cluster bomblet, to take out the explosives. This kind of activity claims lives almost daily in Laos.
Once the explosive has been removed, the bomblets can be turned into household implements, such as oil lamps. Cluster bombs are the most common type of unexploded ordnance.
Scrap dealers arrive late in the day to take people back to their villages and to weigh and buy the metal. The dealers pay about $1.50 per kilo. Experts say that for many people this is the only way to survive.
Van mourns the death of her brother, Talay, close to his body in the jungle. He and his friend tried to chisel off a bomb fuse.
The Mines Advisory Group (MAG) has been clearing unexploded ordnance in Laos since the mid-1990s. Before that little clearance took place, except on roads.
At least a third of the territory of Laos is contaminated - but the government has other priorities, such as health and education, to focus on.

Photographs by Sean Sutton
www.maginternational.org

Siapa Mau Ikut ke Surga?

Apa itu Surga?
Tanah dan lumpur Surga terbuat dari zafaran, berupa tepung putih beraroma kesturi dan sangat bersih.
Cahaya Surga itu berwarna putih, bersinar terang, aromanya semerbak.
Di sana terdapat gedung megah dan sungai-sungai yang mengalir.
Di Surga terdapat Ghuraf yakni bangunan transparan yang tinggi,diberikan bagi mereka yang baik ucapannya, suka memberi makan,berpuasa dan shalat
malam. Juga diberikan kepada orang-orang yang membangun masjid dan tabah menghadapi ujian dan kesedihan.
Penghuni Surga juga memiliki kendaraan berupa kuda dari mutiara Yakut atau apa saja yang diinginkannya.

Aroma Surga bisa dicium dari jarak 100 tahun.

Read more...

Anak Kolong Langit

, , , ...

sebetulnya siapakah dirimu?
pengelana yang meninggalkan jejak kabur di atas pasir
dimana kepakan sayap elang menjadi penuntun arahmu
dan suara dentuman ombak menjadi detak waktumu
adakah kau rasakan rindu hingga tulang-tulang rongga dadamu?
apakah itu rindu yang menyesakkan yang menuntut segera?

rindumu pada debur ombak
angin pantai
kapal karam
goa-goa karang

cemburumu yang hebat pada
ikan-ikan yang sembunyi
bintang laut yang merah darah
biru warna laut yang pekat dan menenggelamkan

kau berlayar dan melabuh di pulau tak bertuan
berenang di antara padang lamun
membiarkan ombak memainkan tubuhmu
bercinta dengan laut

siapakah sesungguhnya dirimu?
jawabmu aku bukan petualang pencari jejak harta karun bumi
aku adalah anak kolong langit
yang sering mengembara dengan suasana hati
penikmat alam semesta
yang pergi ke tempat tak bertuan
tempat dimana waktu terhenti
dan musim terlupakan

sejenak berpikir, dimanakah rumahku?
sekian perjalanan berlalu
sekian kenangan tercatat
sekian tempat tersinggahi
sepertinya masih harus terus melangkah
kaki ini tak mau berhenti di satu tempat

yang manakah rumahmu?
jawabmu rumahku dipagari pelangi dan dihiasi awan-awan
atapnya bintang-bintang kejora
alasnya rumput padang pasir
jendelanya bunga-bunga semusim
dan setiap hari aku jatuh cinta pada udara yang kuhirup

akulah anak kolong langit
dikandung di dalam rahim perut bumi
dilahirkan saat sebuah bintang redup dan jatuh ke bumi
dibesarkan di hutan semesta
dan inilah aku
kekasih alam
yang suka mencumbui laut


untuk mengenang laut dan ubur-ubur di padang lamun Segajah,
Jakarta, 22 Mei 2008
Written by: Kiki Anggraini
July 2008
MTWTFSS
June 2008August 2008
123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031