Skip navigation.

exploreopera

| Help

Sign up | Help

photo

Journal of a Tukang Potret

Still busy and getting dizzy with bolt and nuts ...

STICKY POST

Cinta Sebagai Agama

, , , ...

Pada zaman dahulu, hidup seorang gembala yang bersemangat bebas. Dia tidak memiliki uang dan tidak punya keinginan untuk memilikinya. Yang dia miliki hanyalah hati yang lembut dan penuh keikhlasan; hati yang berdetak dengan kecintaan kepada Allah. Sepanjang hari dia menggembalakan ternaknya melewati lembah dan padang melagukan jeritan hatinya kepada Allah, "Duhai Pangeran Tercinta, dimanakah Engkau, supaya aku bisa persembahkan seluruh hidupku pada-Mu? Dimanakah Engkau, supaya aku bisa menghambakan diriku pada-Mu? Wahai Tuhan, untuk-Mu aku hidup dan bernapas, karena berkat-Mu aku hidup. Aku ingin mengorbankan dombaku ke hadapan kemuliaan-Mu."

Read more...

Well-known People

(lanjutan dari artikel sebelumnya: "Dari Malem Mesennya")

"Kecuali, kita dah dikenali sama si tukang bubur, sebagai pelanggan
tetap" begitu saya bercerita. Si tukang bubur akan nganterin bubur,
diminta tanpa diminta. "Ass., Pak, Bu, ini bubur panasnya. Silahkan
disantap. Masih panas. Enak," begitulah si tukang bubur bakal brtutur
ketika menawarkan buburnya. Bahkan, si tukang bubur masih melengkapi
dengan seledri, kerupuk, sate usus/kulit ayam dan sambel tambahan.
Jaga-jaga kita membutuhkannya.

Kenapa bisa demikian? Ya itu tadi. Kita biasa mesen sama dia. Jadi,
mesen ga mesen, dianggap mesen. Bahkan sudah tidak perlu harus membayar
cash lagi. Dah ga penting. Hubungannya lebih dari sekedar penjual ke
pembelinya. Tapi antara penjual dengan pelanggannya. Hubungan emosional.

Maka, biasakanlah berdoa. Justru di saat kita sehat, lapang, ga ada
keperluan, ga ada hajat mendesak, sedang kaya, sedang jaya, sedang
lancar-lancarnya usaha, sedang baik-baiknya anak-anak dan keluarga.
Insya Allah ini akan menjadikan kita dikenal di langit sebagai
orang-rang yang bila berdoa, sekali angkat tangan Allah akan kabulkan.
Bahkan seperti siloka di atas, ga perlu mengangkat tangan saja, sudah
Allah akan berikan yang baru terbersit di hati dan pikiran. Masya Allah.
Juga biasakanlah bersedekah di saat-saat di mana Allah melapangkan semua
jalan bagi kita. Supaya Allah jaga nikmat-Nya untuk kita dan senantiasa
ditambah segala nikmat sebab kita dah jadi hamba-Nya yang bersyukur.

Subhaanallaah, semoga Allah dan para malaikat-Nya betul mengenali kita
sebagai hamba-Nya yang saleh, rajin dan taat beribadah. Amin Allahumma
amin.

By: Ustadz Yusuf Mansyur

Dari Malem Mesennya

(lanjutan dari artikel sebelumnya : "Mesennya Sedari Awal")

Ngomong-ngomong tentang "mesen bubur dari pagi", ada yang lebih dahsyat lagi. Kita datengin aja tuh tukang bubur dari malem. Jauh sebelum ia jualan esok paginya. Ntar tuh tukang bubur kaget sendiri. Kita dateng, kita kasih mangkok kita, dan kita bayar dia. Seraya kita mengatakan kepada nih tukang bubur, "Bang, anterin ya besok pagi. Saya pengen makan itu dari pagi-pagi". Percaya dah, kayaknya si tukang bubur, ga perlu nunggu dia punya gerobak rapih, ia akan menyegerakan merapihkan bubur pesenan kita dulu.

Inilah yang saya sebut dengan mintalah sejak malam. Yakni lewat tahajjud, lewat shalat malam. Ketika hamba-hamba Allah bersiap-siap dari pagi, kita sudah bersiap sejak malamnya. Masya Allah. Kita terjaga dari tidur kita, sebab kepengen menghadap duluan ke hadirat Ilahi Rabbi yang memiliki pagi, siang dan sore. Allah pemilik segala hasil dari ikhtiar kita. Bahkan Allah lah yang memiliki ikhtiar kita. Kalau DIA tidak menghendaki kita berikhtiar, adalah mudah bagi-Nya. Dengan dibuat sakit kepala saja, maka bisa jadi kita akan segera memarkir badan kita dan beristirahat. Dan sebaliknya, karena rizki juga milik-Nya, maka kalau DIA sudah berkenan menjadikan rizki menjadi bahagian dari rizki kita, maka ikhtiar kita menjadi tidak perlu bagi-Nya. Bisa saja kita kemudian diberi-Nya rizki bukan lewat jalan ikhtiar kita.

Pengen jajal? Coba saja istiqamahkan bangun malam, dan rasakan perbedaannya di kehidupan kita, di kualitas hidup kita, di perbedaan hasil kerja dan usaha kita, termasuk di perjalanan doa dan sedekah kita.

By: Ustadz Yusuf Mansyur

Mesennya Sedari Awal

(lanjutan dari artikel sebelumnya : "Tukang Bubur")

Melanjutkan si tukang bubur, kalo mo lebih cepat lagi, pesen lah dari pagi-pagi. Sebelum dia pada didatengin pembelinya. Kita udah naro mangkok dan uang duluan. Begitu si tukang bubur membuka gerobaknya, maka kitalah pelanggan pertamanya.
Inilah saya bilang dengan sholat dhuha. Ketika para pencari dunia yang laen sudah berburu dunia, kita pun udah start. Tapi kita mampu nginjek rem. Kita berhenti sejenak. Dengan air wudhu yang sudah kita bawa dari rumah, kita kemudian tegakkan shalat dhuha. Subhaanallaah, tentunya Pemilik Dunia akan memilih kita untuk menggenggam dunia-Nya. Luar biasa kan? Pagi-pagi kita udah lapor sama bos. Ibarat tukang bubur yang udah dipesen dari pagi, ia akan memprioritaskan kita dulu dan akan lebih mengingat kita ketimbang pembeli yang lain.

Subhaanallaah. Maha Suci Allah yang ga pantes saya samakan dengan makhluk-Nya. Allah tentu saja Maha Mengingat. Tapi siloka nya seperti itu. Coba saja kita lakukan itu. Dhuha nya disiplinkan. Insya Allah,
perjalanan doa dan sedekah kita, akan tercapai dengan kecepatan yang mengagumkan. Apalagi Allah dan Rasul-Nya menjanjikan pahala kebaikan dhuha yang luar biasa.

Shalat dhuha 2 rakaat, merupakan pembuka pintu rizki yang masya Allah. Ia bahkan setara pahalanya dengan ibadah haji dan umrah yang makbul. Bayangkan, yang makbul! Sedangkan kita ibadah haji dan umrah benernya saja beloman tentu makbul. Dan segudang lagi fadhilah dhuha yang besar sekali manfaatnya dunia
akhirat. Kalo bisa, jangan 2 rakaat shalatnya. Tapi 4, 6 atau bahkan 8 dan 12. Insya Allah, jadilah hamba-Nya yang berbeda.

By: Ustadz Yusuf Mansyur

Tukang Bubur

Allah, laisa kamistlihi sya-un. Ga bisa disamain dengan yang laen. Tapi contoh berikut ini adalah ilustrasi tentang doa dan amal saleh. Saya sering mencontohkan, ada ssorang dengan kain sarungnya dia keluar kamar.
Pagi hari. Dia tereak di depan rumah kontrakannya. Teriakan kecil, "Bang, bubur...". Tanda mesen bubur. Inilah saya bilang, dengan doa. Kita mengatakan, "Ya Allah, ya Allah, ya Allah...". Kita masih butuh amal saleh, agar doa kita dikabul Allah.

Apabila kita mau cepat dikabul Allah, coba lihat ilustrasi berikutini.

Kita lihat si tukang bubur sedang melayani antrian pembeli buburnya. Susah nih buat dilayanin. Masuk dalam daftar antrian. Kalau mau gampang, menyeruak saja ke dalam antrian, taroh lansung uang
di sana, "Bang, ini uangnya. Kembaliannya buat abang dah". Wah, dijamin tuh, kayaknya si tukang bubur akan memprioritaskan kita.

Tinggallah yang laen terbengong-bengong dan mengatakan, "kita kan udah nunggu dari tadi...". Iya benar, tapi yang ini bayar duluan, begitulah niscaya tukang bubur akan mengatakan kepada pelanggannya yang laen. Terus, mereka-mereka ini pada bilang lagi, "Iya, kita-kita kan bisa bayar duluan juga...". Si tukang bubur tersenyum, lalu ia bilang, "Kenapa ga dari tadi?".
Begitulah wahai saudaraku, amal saleh memang akan membedakan kita semua dari yang laen.
Apalagi dalam kaitannya dengan doa dan harapan kita. Berdoalah kita pada-Nya, jangan dengan tangan kosong. Tapi berilah sesuatu ke Allah, dari amal sedekah kita, dan amaliyah keseharian kita. Insya Allah bayaran ini pun bukan buat Allah, tapi kembali lagi pada kita. Mudah-mudahan Allah menerima amal kita.

By: Ustadz Yusuf Mansyur

Tipe Kepribadian Apakah Anda

,

Written by: Fiyan Arjun

1. Pengkritik

Dunia ini benar-benar penuh dengan orang-orang yang hobinya mengkritik. Anda mau tidak mau harus menerima keberadaan mereka. Bahkan Anda sendiri mau membayar mereka untuk menujukan film apa yang harus Anda tonton, buku mana saja yang harus dibaca, dan tempat shoping mana yang harus dikunjungi. Pengkritik professional dan konstruktif memang bisa memberikan pelayanan yang berharga. Saya juga tidak menyesali keberadaan mereka, namun kalau mereka tidak memanfaatkan kekuatan atau pengaruh mereka untuk mengeksploitir orang lain! Itu baru saya setuju, tapi kalau seperti itu juga tindakannya. Maaf saja perlu diwaspadai. Pengkritik yang sering Anda jumpai adalah pengkritik yang berdiri di setiap sudut jalan, di setiap kantor dan juga di rumah. Berbeda dari para pendapat negatif terhadap segala hal baik itu menyangkut sesuatu yang ingin Anda dengar atau tidak. Pengkritik seperti ini sering merasa serba tahu dan paling pintar. Mereka mengumbar kritik, tidak peduli apakah orang yang mendengarnya sungguh mau mendengarkan atau tidak. Hampir semua pengkritik pada dasarnya adalah orang-orang yang mengalami frustasi dihantui oleh rasa takut terhadap kegalalan. Karena dalam menilai diri sendiri hasilnya serba getir maka mereka sengaja meluangkan waktunya untuk melakukan evaluasi terhadap diri sendiri dan berkesempatan untuk memetik kepuasaan karena telah memberikan “pandangan yang amat brilian terhadap kejelekan dunia dan kesalahan orang lain.” Brendan Behan mengatakan dengan tepat, ”Para pengkritik adalah seperti pria yang di-kebiri oleh sang harem-nya. Mereka merasa tahu bagaimana cara melakukan sesuatu, merasa melihat segala hal yang perlu dikerjakan, tetapi mereka tidak mampu berbuat apa-apa. Cepat atau lambat Anda pasti akan muak terhadap pengkritik dan menginginkan mereka untuk segera menyingkir. Biasanya mereka akan sakit hati dan bersiap-siap melemparkan kesalahan kepada Anda, begitu ada sesuatu yang tidak beres. Mereka merasa layak mendapatkan perlakuan yang lebih baik, karena mereka merasa berniat membantu Anda! Yang terakhir sebelum melancarkan kritik kepada orang lain, pastikanlah bahwa perilaku And sendiri sudah benar. Louis Nizer sang penulis pernah menulis peringatan yang baik dengan menyatakan, ”Apabila seseorang mengarahkan jari telunjuknya kepada orang lain, perlu diingat bahwa keempat jarinya yang lain justru mengarah kepada dirinya sendiri.” Jadi berhati-hatilah menunjuk seseorang dengan kritikan Anda sebelum Anda berkaca diri!

2. Si Agresif

Orang-orang yang agresif cenderung mengejar pemenuhan suatu tujuan bagaikan seekor badak liar yang—maaf—nafsu birahinya—meluap- luap. Seperti penganjur falsafah Lombardi yang familiar yaitu, ”Kemenangan bukan segal-galanya didunia, melainkan ‘satu-satunya’ hal penting di dunia ini.” Mereka begitu mudah meng-identifikasika n dirinya sebagai pahlawan seperti Teddy Roosevelt, Jenderal George Patton dan tokoh-tokoh terkenal lainnya yang bersikap “tidak seorang pun akan mampu melebihi saya.” Orang yang terkenal agresif senantiasa mempunyai hasrat menyala-nyala dan hampir tidak pernah puas untuk menguasai dan mengendalikan orang lain. Taktiknya yang cenderung bersifat kasar dan memaksa, biasanya terpancar secara jelas dari wajah kerasnya. Orang yang bersikap agresif hanya dapat mencapai tujuan melalui kekerasan dan biasanya mereka tidak ragu-ragu untuk bersitegang leher dan ber-konfortasi dengan orang lain. Padahal orang–orang lain memnadang orang bersikap agresif itu sebagai gangguan dan percerminan sikap negatif yang sebenarnya tidak perlu ditampakan. Orang yang agresif tidak pernah mengetahui perbedaan sikap agresif dengan sikap tegas! Seorang Charlotte MacDonald pernah mengatakan,” Sikap agresif merupakan senjata ampuh untuk berperang, tetapi sikap tegas merupakan suatu keterampilan yang lebih unggul guna memenangkan suatu situasi apabila bisa dipraktekan secara efektif, dan akan membantu semua orang yang terlibat didalamnya.”

3. Tukang Gosip

“Ssstt…jangan bilang siapa-siapa ya kalau si anu, si informasi ini sama siap itu ternyata begitu lho?” Dan bla…bla…bla….Eh, ingat ya jangan dibocorkan -siap. Janji lho!”Orang yang suka bergosip selalu mengkhayalkan dirinya ebagai sumber informasi. Mereka merasa mengetahui aneka cerita yang sebenarnya yang paling rahasia, mengenai segala sesuatu yang telah terjadi dan merasa puas memberikan sesuatu kepada Anda apabila Anda berjajnji tidak membocorkannnya kepada siapapun juga. Intinya, mereka itu tau segal hal tentang berita yang tak pasti. Namun ketahuilah bahwa sesunguhnya, satu-satunya informasi penting dari orang-orang yang gemar bergosip adalah bahwa mereka biasanya tidak memngetahui cerita atau pun masalah yang sebenarnya! Cepat atau lambat orang-orang yang senang bergosip akan menemui kesulitan dalam berkomunikasi dengan orang lain. Pada akhirnya akan terungkap bahwa segala hal informasi tidak dapat dibuktikan kebenarnya atau bahkan akhirnya berkembang menjadi berita yang tidak benar. Orang-orang yang senang bergosip itu sebenarnya memandang segala sesuatu kedalam hanya dari kulit permukaaan saja atau dari luar saja! Mark Tawin pernah mengatakan,” Suatu kebohongan dapat merajalela sampai merambah separuh lingkaran dunia, sedangkan kebenarannya hanya terletak pada bidang tanah dibawah sepatunya.”

4. Sang Moralis

Orang semacam ini mulai beraksi dengan menceritakan orang lain tentang bagaimana seseorang harus hidup ideal. Dari sudut pandangan seorang moralis, hidup didalam dunia yang serba mutlak dan segala-galanyanya yang dikuasai. Keberadaan seorang moralis biasanya mudah diketahui. Salah satunya yakni ketika memberikan nasehat tentang bagaimana harus bersikap, berpakaian, cara bicara, merapikan meja kantor, memilih reakn-rekan kantor atau teman-teman se-level-nya. Keyakinannya begitu teball terhadap “kebenaran” dan berbagai hal yang serba ideal sehingga gagasan hidup dan memberikan hidup secara sederhana sama sekali tidak sesuai dengan pandangannya. Hampir semua orang akan mendaptkan giliran dicerca oleh par moralis. Ejekannya yang halus adalah,” Anda rupanya tidak mampu membuat keputusan sehingga saya terpaksa mengambil alih membuat keputusan ini untuk Anda. Kalau Anda tidak mengikuti saran saya ini Anda akan mendapatkan malu!”

5. Si Martir

Seorang martir adalah orang yang senang dimanipulir oleh orang lain dengan suka rela menempatkan dirinya sebagai anak domba yang dipersembahkan dimeja altar sebagaii persembahan. Sebagaimana halnya para moralis, senjata utama seorang martir adalah kesalahan. Perbedaannya adalah bahwa moralis mendorong Anda untuk merasa bersalah, sedangkan martir memanfaatkan kesalahan orang lain lain menurut cara terselubung. Baik dengan ucapan-ucapan atau tindakan seorang martir sengaja menunjukan kepada Anda merek rela mengorbankan kebutuha dan dirinya demi kepentingan Anda bahwa Anda adalah orang yang terlalu mementingkan diri sendiri, sembrono. Acuh tak acuh apabila Anda tidak bersedia melakukan ssesuatu sesuai dengan keinginannya. Meskipun seorang martir senantiasa menonjolkan jeritan dan bobot pengorbannya, mereka sesungguhnya adalah orang yang paling mementingkan diri sendiri. Sudah barang tentu seorang martir tidak benar-benar berkorban. Mereka menikmati semacam kepuasaan tersendiri karena mereka berkesempatan memetik keuntungan tertentu di dalam taktik anak domba yang dikorbankannya tadi. Jadi begitu Anda mengenali orang semacam ini dan acuhkan jeritan kepedihannya. EGP ajalah! Mengapa tidak! Kalau Anda tidak memperhatikan nanti Anda sendirii yang akan menjadi “tumbal” berikutnya. Menaruh perhatian kepada seorang martir hanya akan membuang waktu secara sia-sia saja.

6. Si Tuan Perfeksionis

“Saya selalu sempurna dalam segal hal?”Banyak diantara kita yakin bahwa falsafah semacam itu merupakan kunci untuk dapat hidup secara efektif ; tetapi ketahuilah bahwa kenyataan sebenarnya tidak demikian! Berhadapan dengan orang- orang perfeksionis seringkali hanya merupakan pemborosan waktu dan tenaga. Jelas apabila Anda tidak berhati-hati, waktu dan tenaga Anda pun akan hilang tanpa hasil yang memadai sebagaimana yang diharapkan. Jika Anda lengah Anda akan terdorong membuat suatu kesalahan yakni sama saja bekerja sama dengan orang perfeksionis. Salah satu diantara mereka yaitu orang yang selalu bertepuk dada meyombongkan dirinya sebagai orang perfeksionis, terus menerus menulis kembali naskahnya, memeriksa, mengkritik dan selalu menekankan kepada kedua rekannya untuk turut mengikiuti caranya. Ibarat “setali tiga uang!” Banyak orang yang membayangkan dirinya sebagai perfeksionis ternyata adalah pemimpi yang presrtasinya kurang atau bahkan tidak berprestasi sama sekali!


7. Penggemar Hal-Hal Sepele

Mereka yang selalu mengerjakan hal-hal yang sepele biasanya senantiasa sibuk dan menyibukan orang lain. Pada kenyataannya, satu-satunya tujuan adalah menyibukan orang lain itu sendiri dan membuat sibuk dirinya sendiri. Mereka adalah korban klasik dari teori-teori usang yang mengatakan “aktivitas itu sama dengan produktivitas” . Semua orang pada akhirnya akan merasa jemu, muak dan ilfil memberitahukan kepadanya bahwa sesorang yang tengah melompat danmemercik-mercik air tidak berarti mereka sedang berenang.

8. Si Sumbu Pendek

Orang semacam ini bisanya bereaksi secara berlebih-lebihan dan terlalu cepat mengambil tindakan tanpa berhenti memikirkan situasi yang sedang dihadapi. Akibatnya mereka sering menjadikan sutau masalah lebih rumit atau menimbulkan konflik tanpa guna yang sesungguhnya tidak perlu terjadi. Bertolak dari dari sudut pandangan mereka, setiap masalah baru adalah suatu masalah yang sangat mendesak dan penting sekali. Perasaannya selalu dibaluti semangat yang meluap-luap dan mereka mudah kehilangan kendali perasaannya, . Karena tidak memiliki wawasan sebagai masalah yang sebenanya tidak perlu diurus sehingga mereka sebagai akibatnya justru seruingkali menciptakan kesulitan untuk dirinya sendirinya maupun orang lain

9. Si Pembual

Satu-satuunya hal yang dilakukan oleh para pembula tidak lain adalah meyakinkan orang bahwa mulut mereka adalah lelebih besar, citra diri mereka lebih kecil dan kehadirannya selalu memuakkan. Wilson Mizner pernah mengingatkan kita,” Jangan berbicara mengenai diri sendiri, karena sifat-sifat Anda yangasli akan muncul dengan sendirinya setelah Anda masuk ke liang kubur.”


10. Orang-Orang Yang Berlaku Sinis

HL Mencken suatu ketika mengatakan,” bangkai.” Orang yang bersikap sinis biasanya adalah orang yang apabila mencium bau wangi bung, malah mencari bau busuk.” Inilah sifat orang yang selalu mencari-cari sisi negatif. Mereka selalu berusaha mengganggu kesenangan orang lain. Sebagian besar orang yang bersikap sinis ternyata adalah kaum idealis yang kecewa. Harry Emerson. Fosdick memberi saran yang mujarab umtuk menghadapi orang-orang semcam itu yaitu,” Perhatikan orang yang selalu bersikap sinis, maka Anda akan segera mengetahui kelemahan mereka.”

11. Seniman Yang Meremehkan Orang Lain

Sebagaimana halnya dengan pembual, maka orang yang selalu meremehkan orang lain dengan cara merendahkan diri sendiri biasanya merasa lebih hebat dari orang lain. Tetapi tindakannya itu itu dilandasi oleh asumsi yang keliru bahwa dengan meremehkan orang lain lewat merendahkan diri sendiri akan menjadikan dirinya serba lebih baik. Orang yang selau meremehkan orang lain kadang-kadang melakukan pendekatan yang agak halus sehingga apabila Anda tidak berhati-hati, Anda pun akan terjebak ditengah-tengah permainan mereka. Misalnya ; Orang akan meminta saran Anda, tetapi kemudian menolak samua usulan pemecahan masalah yang Anda kemukakan. Disamping itu orang yang merendahan diri acapkali sengaja bertujuan mempermainkan Anda dan orang lain. Apabila Anda tidak segera mengambil tindakan yang tepat untuk menyingkirkan mereka, akibatnya waktu dan tenaga akan banyak terbuang begitu saja hanya untuk terlibat didalam pertengkaran sengit yang sebenarnya sama sekali tidak perlu terjadi.

12. Penipu

Ingat film “Liar-liar” yang diperankan oleh Jim Carrey. Dimana seorang aktor komedi ternama Jim Carrey memerankan seorang pengacara yang jago berbohong dari segi apa pun. Walau ia tahu bahwa kilennya itu bersalah dan memanipulasi kejahatannya. Orang semacam ini berpenampilan berbagai bentuk dan ukuran, semua penipu sama-sama menujukan satu cirri khas yang menonjol yaknia tidak memiliki integritas. Dengan jalan apapaun mereka senantiasa berusaha keras menipu orang-orang lain untuk kepentingan pribadi mereka sendiri. Bergaul dengan seorang penipu biasanya sulit karena susannya selau penuh dengan tipu muslihat dan menyita waktu, terutama apabila Anda tidak cukup mengenal sifat-sifat mereka maka resiko bahaya dari orang semacam ini Anda akn terima akibatnya.. Ketahuilah bahwa cukup banyak penipu yang berkelairan disekitar Anda. Namun dengan mengendalikan perilaku diri sendiri, Anda akan mmapu mengurangi dampaknya yang negatif terhadap efektifitas Anda sampai seminimal mungkin. Obat yang paling mujarab guna mengatasii sifat kasarnya adalah dengan berusaha untuk tidak imut-ikutan n menjadi orang kasar.

Manfaat Tersenyum

,

1. Senyum membuat Anda lebih menarik :happy:
Orang yang banyak tersenyum memiliki daya tarik.
Orang yang suka tersenyum membuat perasaan orang disekitarnya nyaman dan senang.
Orang yang selalu merengut, cemberut, mengerutkan kening, dan menyeringai membuat orang-orang disekeliling tidak nyaman.
Dipastikan orang yang banyak tersenyum memiliki banyak teman.

2. Senyum mengubah perasaan :smile:
Jika Anda sedang sedih, cobalah tersenyum.
Senyuman akan membuat perasaan menjadi lebih baik.
Menurut penelitian, senyum bisa memperdayai tubuh sehingga perasaan berubah.

3. Senyum menular :D
Ketikan seseorang tersenyum, ia akan membuat suasana menjadi lebih riang.
Orang disekitar Anda pasti akan ikut tersenyum dan merasa lebih bahagia

4. Senyum menghilangkan stres :idea:
Stres bisa terlihat di wajah.
Senyuman bisa menghilangkan mimik lelah, bosan, dan sedih.
Ketika anda stres, ambil waktu untuk tersenyum.
Senyuman akan mengurangi stres dan membuat pikiran lebih jernih.

5. Senyum meningkatkan imunitas :smurf:
Senyum membuat sistem imun bekerja lebih baik.
Fungsi imun tubuh bekerja maksimal saat seseorang merasa rileks.
Menurut penelitian, flu dan batuk bisa hilang dengan senyum.

6. Senyum menurunkan tekanan darah :queen:
Tidak percaya? Coba Anda mencatat tekanan darah saat anda tidak tersenyum dan catat lagi tekanan darah saat anda tersenyum saat diperiksa.
Tekanan darah saat Anda tersenyum pasti lebih rendah.

7. Senyum melepas endorphin, pemati rasa alamiah, dan serotonin :king:
Senyum ibarat obat alami.
Senyum bisa menghasilkan endorphin,pemati rasa alamiah, dan serotonin.
Ketiganya adalah hormon yg bisa mengendalikan rasa sakit.

8. Senyum membuat awet muda :jester:
Senyuman menggerakkan banyak otot.
Akibatnya otot wajah terlatih sehingga anda tidak perlu melakukan face lift.
Dijamin dengan banyak tersenyum Anda akan terlihat lebih awet muda.

9. Senyum membuat Anda kelihatan sukses :sherlock:
Orang yg tersenyum terlihat lebih percaya diri, terkenal, dan bisa diandalkan.
Pasang senyum saat rapat atau bertemu dengan klien.
Pasti kolega Anda akan melihat Anda lebih baik.

10. Senyum membuat orang berpikir positif :yes:
Coba lakukan ini: pikirkan hal buruk sambil tersenyum. Pasti susah.
Penyebabnya, ketika Anda tersenyum,tubuh mengirim sinyal "hidup adalah baik".
Sehingga saat tersenyum, tubuh menerimanya sebagai anugerah.

The Secret of Nusantara (II): The Last Stronghold

Pada abad ke-11 M dimulailah rangkaian konflik antar pemeluk agama yang dikenal sebagai Perang Salib (Crusade Wars). Diawali dengan perintah Paus (Pope) Urbanus II untuk menguasai Yerusalem yang berada dalam wilayah pemerintahan Islam. Gelombang peperangan terus berlangsung selama berabad-abad kemudian dan tahun meluas ke wilayah-wilayah lain. Konflik yang terjadi dalam Perang Salib sebenarnya tidak hanya melibatkan dua pemeluk agama tersebut karena dalam beberapa seri Perang Salib berikutnya tentara Salib juga terlibat konflik dengan pihak-pihak di luar kaum Muslim yang menjadi lawan utama.

Bagi Crusaders (tentara Salib) dan kaum Muslim, peperangan yang terjadi meninggalkan kesan yang tidak terlupakan pada masing-masing pihak. Bagi orang-orang Eropa, kekalahan pada Perang Salib terhadap Salahuddin Al Ayubi/ Saladin (Ayubbid Empire) dan kemudian terhadap Turki Utsmani (Ottoman Empire) menimbulkan kekecewaan yang mendalam. Hal ini mendorong lahirnya Renaissance Eropa pada abad ke-15. Sistem keagamaan yang dinilai menghambat kemajuan mulai ditinggalkan. Sebagai gantinya mereka mengharapkan pencapaian seperti dominasi Yunani-Romawi sebelum zaman Kristen dengan cara mengembangkan kemajuan-kemajuan yang telah dipelajari sebelumnya dari orang-orang Arab, di antaranya adalah pada pada bidang geografi, teknologi maritim, navigasi dan persenjataan.

Para perintis Renaissance bergerak ke Eropa barat menjauhi pengaruh Turki Utsmani yang telah menguasai Konstantinopel (Constantinople/ Istambul) dan sekaligus menjauhi pusat kekuasaan Kepausan/ Gereja Katholik. Dan ketika Renaissance mencapai puncaknya, orang-orang Portugis dan Spanyol di yang berada di ujung barat Eropa, siap memulai ekspansi ke seluruh dunia, baik dengan motif ekonomi, politik, maupun agama.

Inilah permulaan dari era yang disebut oleh orang-orang Eropa sebagai Age of Discovery. Target pertama adalah India sebagai starting point untuk menjelajahi dunia Timur yang misterius. Orang-orang Spanyol tertarik dengan ide Christopher Columbus menyatakan bahwa berdasarkan perhitungan-perhitungan terhadap diameter Bumi, India dapat dicapai melalui pelayaran ke Barat (Samudera Atlantik) sedangkan orang-orang Portugis meragukan efektivitas pelayaran melalui Atlantik dan tetap berusaha mencapai India dengan mengelilingi Afrika.

Selanjutnya Columbus melakukan ekspedisi menyeberangi Atlantik dan yang mencapai Amerika Tengah (yang pada awalnya dikiranya adalah India) pada tahun 1492. Melihat hasil ekpedisi Colombus, Spanyol (Castile Kingdom) dan Portugal menyepakati perjanjian Tordesillas, yang menyatakan bahwa Spanyol berhak atas ekspansi melalui arah barat (samudera Atlantik) sedangkan Portugal melalui arah timur (Afrika dan Samudera India). Maka Spanyol mengirim Ferdinand Magellan (Fernão de Magalhães) menuju ke barat hingga ia tiba di Filipina. Sedangkan Portugal mengirim Bartolomeu Dias dan Vasco da Gamma untuk membuka jalur mengelilingi Afrika menuju ke India. Dengan perjanjian ini maka Portugal tidak memiliki pesaing dalam dominasi jalur laut Eropa-Afrika-Asia.

Setelah orang-orang Eropa mencapai India maka ekspansi ke Timur dilanjutkan ke wilayah yang mereka baru ketahui keberadaannya. Mereka menyebutnya India Timur (East Indies). Untuk itu, pada awal abad ke-16 M, Raja Portugal, Manuel I, menunjuk seorang panglima Crusaders yang bertugas di Afrika Utara untuk memimpin angkatan laut Portugal melakukan kampanye militer menguasai jalur pelayaran Samudera Hindia dan membuka India Timur. Ia bernama Alfonso de Albuquerque. Dengan pasukannya yang dipimpinnya ia kemudian menguasai Pesisir Timur Afrika, Teluk Persia dan India. Ia kemudian bergerak ke timur dan pada tahun 1511 tiba di Selat Malaka dan seketika itu juga ia menyerang Kesultanan Melaka. Suatu hal yang tidak lazim dilakukan pada kontak pertama antara dua perdaban yang berbeda. Ia kemudian mengambil khazanah kekayaan kerajaan di antaranya adalah 3.000 buah meriam milik Kesultanan Melaka.

Hal ini memiliki beberapa arti sekaligus. Secara ekonomi, hal ini berarti orang-orang Portugis menguasai perdagangan rempah-rempah dan komoditas lain langsung dari sumbernya yaitu Nusantara. Sebelumnya mereka mendapatkan komoditas ini dari perdagangan di Timur Tengah dan ketika terjadi konflik dengan pengasa wilayah ini maka suplai ke Eropa akan terganggu. Secara politik, hal ini meluaskan wilayah kekuasaan Portugis (Portugesse Empire) yang meliputi pesisir barat, selatan dan timur Afrika, teluk Persia, India dan kemudian Selat Malaka. Dan sebagai seorang Crusader, ini merupakan prestasi yang sangat besar mengingat seluruh wilayah yang ia serang adalah wilayah kerajaan-kerajaan Islam. Karena itu, serangan Portugis terhadap Melaka segera mendapat reaksi dari kerajaan Islam lain di Nusantara, terutamanya Kesultanan Demak di Jawa. Peristiwa ini juga menandai mulainya masa penjajahan di Nusantara. Hal ini kemudian diikuti oleh bangsa bangsa Eropa lain.

Pada periode yang bersamaan cahaya Islam yang sebelumnya telah menaungi 3/4 dunia, secara umum mulai memudar. Perlu diketahui bahwa sejak kedatangan Nabi Muhammad SAW hingga ke saat ini, perkembangan Islam dapat dibagi menjadi dua periode. Periode pertama adalah 700 tahun pertama Hijriyah. Dalam periode ini terdapat zaman Salafussoleh, 300 tahun pertama yang disebut oleh Rasulullah sebagai sebaik-baik kurun. Islam menuju mencapai kejayaannya dan menyebar ke suluruh dunia. Kemajuan dalam iman dan ilmu telah menjadikan umat Islam sebagai Pole of Excellent. Pencapaian terakhir periode ini adalah keberhasilan Sultan Muhammad Al Fateh (Mehmed II The Conqueror) menutup sejarah 1500 tahun kekaisaran Romawi dengan menyerahnya ibukota Byzantium/ Romawi Timur, Konstantinopel.

Periode kedua adalah 700 tahun berikutnya. Pada perode ini pengamalan Islam mulai menurun drastis, berbagai perkara mulai hilang satu persatu. Jika sebelumnya kerusakan umat hanya terjadi pada bidang-bidang tertentu maka pada periode ini kemunduran umat Islam terjadi serentak di semua bidang. Dari krisis keimanan, ibadah, akhlak, pemerintahan, kemunduran ilmu hingga hilangnya faktor-faktor keberkatan dan bantuan Tuhan secara khawariqul addah (kejadian luar biasa). Jika ada yang tersisa, tidak lebih dari ritual ibadah harian, mingguan dan tahunan saja.

Namun ternyata pada periode inilah wilayah Nusantara memainkan peranan penting sebagai benteng pertahanan yang kuat bagi umat Islam dan ajaran Islam. Sebagaimana yang disebutkan sebelumnya, bahwa imperialisme Eropa pada abad pertengahan memliki tujuan ekonomi, politik dan agama sekaligus. Lebih dikenal dengan istilah 3G: Gold, God/Gospel, Glory. Namun sungguh ajaib. bangsa Melayu tetap menjadi bangsa Muslim dengan jumlah terbesar dan menyatu walaupun mengalami penjajahan selama hampir empat abad. Berkebalikan dengan apa yang terjadi di kawasan lain, misalnya Spanyol/Andalusia yang telah kehilangan identitasnya sebagai bangsa Muslim atau bangsa Arab yang kini telah terpecah-pecah seolah kembali ke sistem kesukuan (tribal state) zaman jahiliyah (pra Islam). Di Nusantara, Islam terus berkembang pesat dan menjadi pendorong bagi berbagai perlawanan terhadap penjajah. Sebagai contoh adalah Perlawanan Pangeran Diponegoro yang perlawanan terberat yang dihadapi Belanda. Pangeran Diponegoro adalah putra raja Jawa, Sultan Hamengkubuwono III, yang menolak menjadi putra mahkota dan kemudian menjadi ulama tarekat Naqsyabandiyah. Begitu juga dengan berbagai ulama di daerah lain. Perlawanan-perlawanan mereka yang didorong motivasi spiritual untuk membela kebenaran dan bukan kepentingan diri atau kelompok semata, selalu menjadi ancaman no.1 terhadap penjajah.

Tidak hanya berperan besar dalam menghadapi ancaman langsung dari luar berupa penjajahan dan berbagai interfensi asing, namun juga berperan besar dalam menghadapi berbagai pergolakan di antara umat Islam sendiri hasil campur tangan pihak asing. Di antaranya adalah konflik politik dan madzhab yang terjadi pada abad ke-18 di Hijaz yang membawa dampak ke seluruh dunia Islam. Karena antara mazdhab baru yang mendapat dukungan pemerintahan baru di Makkah dan Madinah, dengan madzhab-madzhab klasik yang telah mapan terdapat perbedaan tidak hanya pada perkara furu’ (cabang)
yaitu fiqh syariat, namun juga dalam beberapa perkara pokok aqidah/ iman, maka mayoritas ulama di seluruh dunia menolak kehadiran madzhab baru ini. Di Nusantara, pada tahun 1926, para ulama yang dipimpin oleh Syeikh Hasyim Asy’ari mendeklarasikan berdirinya Nahdlatul Ulama (Kebangkitan Ulama) yang dengan tegas mempertahankan pengamalan keempat madzhab fiqh yang telah ada (madzhab Imam Maliki, Imam Hanafi, Imam Syafi’i dan Imam Hambali) berserta pegangan aqidah atau keimanannya: Ahlus Sunnah wal Jamaah. Dengan 45 juta pendukungnya saat ini, Nahdatul Ulama (NU) adalah organisasi Islam terbesar di dunia.

Perbagai peristiwa telah terjadi sepanjang sejarah Islam di Bumi Nusantara. Hingga ke saat ini, dapat kita saksikan bahwa saat ini semangat pengamalan ajaran Islam di kawasan Asia Tenggara oleh rumpun bangsa Melayu terlihat paling kuat dibandingan dengan kawasan lain di dunia termasuk di Timur Tengah atau bahkan kedua kota suci Makkah dan Madinah. Fenomena ini mulai tampak jelas sejak memasuki kurun (abad) baru yaitu tahun 1400 H (1979 M) terutama di Malaysia, juga Indonesia. Walaupun tiada henti mendapat tantangan dari luar secara aqidah, pemikiran, budaya, politik, ekonomi dan sebagainya namun kemudian pengamalan Islam sepanjang awal kurun Hijriyah ini terus berkembang dengan pasti.

Sejarah telah mencatat bahwa bara api Islam telah menyala dan tetap terus membara dalam dekapan bangsa Melayu di Bumi Nusantara selama 700 tahun. Selama 700 tahun itu pula wilayah Nusantara menjadi incaran berbagai pihak untuk ditundukkan dan dikuasai. Namun bangsa Melayu tetap bertahan sebagai bangsa Muslim dengan jumlah dan potensi yang begitu besar untuk mengkuti jejak bangsa-bangsa muslim lain yang sebelumnya telah satu per satu tampil ke depan pentas dunia untuk memimpin langsung peradaban Islam. Bangsa Melayu adalah satu-satunya bangsa muslim yang belum mendapatkan gilirannya. Dan sekaranglah saatnya, giliran Timur untuk membuka dan memimpin periode Islam selanjutnya sebagaimana yang telah dijanjikan oleh Baginda Nabi Muhammad SAW:

“Telah berlaku zaman Kenabian ke atas kamu. Maka berlakulah zaman itu seperti yang Allah kehendaki kemudian Allah pun mengangkat zaman itu seperti yang Dia kehendaki.

Kemudian berlakulah zaman Kekhalifahan yang berjalan menurut cara zaman Kenabian. Maka berlakulah zaman itu seperti yang dikehendaki oleh Allah. Kemudian diangkat-Nya apabila Dia berkehendak mengangkatnya.

Kemudian berlakulah pula zaman pemerintahan yang menggigit. Maka berlakulah zaman itu seperti yang dikehendaki oleh Allah berlakunya. Kemudian Dia mengangkatnya seperti yang Dia kehendaki.

Kemudian berlakulah zaman pemerintah yang zalim. Maka berlakulah zaman itu seperti yang Allah kehendaki ia berlaku. Kemudian Dia mengangkatnya apabila Dia menghendaki.

Kemudian berlakulah zaman Kekhalifahan yang berlaku menurut cara zaman Kenabian.”

(Hadits riwayat Imam Ahmad - Kitab Musnad Imam Ahmad ibn Hambal)

The Secret of Nusantara (I): Blood of The Prophet


Kata ‘Nusantara’,
berasal dari kata-kata Mahapatih Kerajaan Majapahit, Gajah Mada, dalam sumpahnya yang terkenal dengan Sumpah Palapa. Bahwa dia tidak akan menikmati kesenangan dunia sebelum seluruh nusantara bersatu. Gajah Mada sendiri adalah sosok yang misterius, tidak diketahui dari mana asal-usulnya, kemudian tampil menjadi orang yang paling berpengaruh dari zaman ke zaman dengan konsep Nusantara-nya dan kemudian menghilang entah ke mana.

Wilayah Nusantara mengacu kepada kepada kawasan kepulauan Asia Tenggara, yang saat ini berada dalam wilayah negara Indonesia, Malaysia dan sekitarnya. Menurut pembagian kawasan dunia, wilayah ini terletak paling timur dalam peta dunia. Orang Eropa menyebut wilayah ini Timur Jauh. Pada abad-abad penjajahan bangsa Eropa, Nusantara biasa disebut Hindia Timur (East Indies). Begitu juga dengan orang Arab dan Timur Tengah, bila dikatakan ‘Timur’ maka dalam maksud lokal bisa bermaksud kawasan di sebelah timur Hijaz (kawasan Mekah dan Madinah), tapi dalam maksud yang lain berarti wilayah di arah timur di luar Jazirah Arab dan Teluk Persia: Nusantara.

Wilayah ini didiami oleh rumpun bangsa Melayu (Jawi). Saat ini terdapat sekitar setengah milyar penduduk mendiami wilayah ini. Dengan 300 juta orang diantaranya beragama Islam, menjadikan rumpun bangsa Melayu adalah bangsa Muslim terbesar di dunia. Bahkan lebih besar dibandingkan seluruh bangsa Arab yang merupakan menjadi bangsa Muslim pertama. Suatu fenomena yang tidak dijumpai pada bangsa manapun di dunia.

Sejarah keislaman Nusantara dan Bangsa Melayu bermula sangat awal sekali. Telah ditemukan beberapa makam Sahabat Nabi Muhammad SAW di Nusantara. Salah satu yang paling terkenal adalah makam Syeikh Rukunuddin di Barus (Fansur), Sumatera Utara. Pada makamnya tertulis bahwa beliau wafat pada tahun 48 H. Tidak diketahui siapa nama Syeikh Rukunuddin sebenarnya, tapi dari tanggal wafatnya kita bisa mengatakan bahwa kemungkinan beliau adalah salah sorang sahabat Nabi Muhammad SAW, yaitu orang yang hidup sezaman dan berjumpa dengan beliau. Para sahabat dan tabiin telah memulai gelombang awal sejarah Islam di Bumi Nusantara.

Pada periode berikutnya, Islam semakin deras mengalir khususnya ke Pulau Sumatera, Jawa, Semenanjung Malaysia, dan Kamboja (Campa). Sekitar abad ke 13 M, banyak cabang-cabang keluarga keturunan Nabi Muhammad SAW (Ahlul Bait) mulai meninggalkan Hadramaut (Yaman) di wilayah selatan Jazirah Arab, terutama setelah serbuan Bangsa Mongol ke Baghdad. Tersebutlah Sayyid Ahmad Jalal Syah yang menjadi gubernur di India Barat. Salah seorang puteranya yang bernama Sayyid Jamaluddin Al Hussein berpindah ke Campa dan kemudian lebih terkenal dengan nama Syeikh Jumadil Kubra.

Seorang putera Syeikh Jumadil Kubra yang bernama Sayyid Ali Nurul Alam mengasaskan berbagai kesultanan di Campa, Semenanjung Malaya, Pattani (Thailand Selatan), Sumatera, Kalimantan dan Brunei (Borneo) serta di kawasan Filipina. Tercatat raja pertama dinasti Islam Campa adalah anak dari Sayyid Ali Nurul Alam, yaitu Raja Wan Bo (Sayid Abdullah ibn Ali Nurul Alam).

Puteranya yang lain adalah Syeikh Ibrahim Al Akbar As Samarkand (Sunan Maulana Malik Ibrahim/ Sunan Maghribi/ Syeikh Asmarakandi). Inilah cikal bakal Wali Songo di tanah Jawa. Dari keluarga Syeikh Asmarakandi lahir Sunan Ampel, Sunan Drajad dan Jaka Tarub yang keturunannya menjadi ulama-ulama dan raja-raja Jawa (Demak, Pajang, Mataram, Cirebon, Banten dst). Keluarga Ahlul Bait ini kemudian dengan cepat membaur dan segera mencorak Nusantara dengan Islam.

Pada waktu itu keluarga ini datang ke Jawa Timur, pusat pemerintahan Majapahit, kerajaan yang mengalami kemunduruan setelah sebelumnya menjadi pemimpin Nusantara. Kehadiran Sunan Ampel diterima dengan baik oleh penguasa Majapahit saat itu. Walaupun Majapahit masih tetat kerajaan Hindu tapi tidak sedikit warganya yang telah memeluk Islam. Bahkan akhirnya Raja Majapahit, Brawijaya V (Bhre Kertabumi) kemudian memeluk Islam. Anak-anaknya dididik langsung oleh Sunan Ampel. Salah satunya adalah Raden Patah (Fatah) yang kemudian menjadi menantu Sunan Ampel dan selanjutnya mengasaskan kerajaan Islam pertama di Pulau Jawa: Kesultanan Demak. Raden Patah menjadi raja Demak dengan gelar Sultan Alam Akbar Al Fatah.

Hampir bersamaan dengan itu, salah seorang ahlul bait keturunan ke-31 dari Sayidina Hussain (cucu Nabi Muhammad SAW) yang lahir dan dibesarkan di daratan Cina, mengadakan ekpedisi pelayaran ke berbagai tempat di dunia, dan secara satah satunya khusus datang ke Nusantara dengan puluhan kapal bersama hampir 30.000 orang anggota armadanya. Inilah satu ekpedisi pelayaran terbesar dalam sejarah. Dia bernama Zheng He, dan lebih terkenal dengan nama Laksamana Ceng Ho.
‘Show force’ Laksamana Ceng Hodengan armadanya yang luar biasa besar namun membawa misi perdamaian, membantu menstabilkan kondisi politik kerajaan-kerajaan di Nusantara setelah memudarnya kejayaan Majapahit pasca Gajah Mada dan juga membantu memperkenalkan Islam sebagai agama yang damai dan universal. Dengan demikian perkembangan Islam menjadi semakin pesat dan berwibawa.

Maka kemudian datang gelombang Ahlul Bait pada abad ke-18 M. Hal ini juga didorong oleh terjadinya serangan di Hijaz oleh Muhammad ibn Saud (Bani Saud) dan Muhammad ibn Abdul Wahhab yang di kemudian hari lebih banyak disebut sebagai gerakan Wahabi (Wahhabism). Serangan ini didukung oleh Inggris yang berkepentingan untuk menjatuhkan Turki Utsmani dan kemudian memicu konflik antara Turki Utsmani dan dinasti Saud (Ottoman-Saudi War) setelah sebelumnya mengakibatkan terusirnya kalangan Ahlul Bait dari Hijaz. Sebagian ada yang berpindah ke utara dan mendirikan kerajaan Bani Hasyim/Al Hasyimi di Yordania (The Hashemite Kingdom of Jordan) dan sebagian bergerak ke timur menuju Nusantara.

Berbeda dengan para pendahulunya yang telah berbaur dengan ras Melayu, mereka yang datang pada periode ini lebih mudah dikenali secara fisik sebagai sebagai keturunan Arab. Dan umumnya mereka juga mengekalkan marga-marga ahlul bait hingga ke saat ini. Juga lazim dikenal sebagai panggilan Sayyid, Syarif, Habib, Wan, Tok, Tengku dan lain sebagainya.

Inilah salah satu keajaiban bangsa Melayu, darah Rasul telah mengalir dalam darah mereka dan mengalirkan keberkahan tersendiri. Rupanya orang-orang muslim terdahulu, khususnya dari kalangan Ahlul Bait terdahulu dengan sangat serius dan terarah menyiarkan dakwahnya ke Bumi Nusantara. Menjadikan bangsa Melayu menjadi bagian dari keluarga besar Nabi Muhammad SAW, seolah-olah Bumi Nusantara di Timur ini adalah tanah air kedua bagi Islam dan keluarga yang mulia ini. Terlebih setelah mereka terusir dari tanah airnya sendiri. Bahkan ada sebagian orang yang mengatakan bahwa Mahapatih Gajah Mada, ‘pendiri’ Nusantara yang misterius itu, tidak lain adalah salah seorang muslim dari kalangan Ahlul Bait. Wallahu ‘alam.

“Kami Ahlul Bait telah Allah pilih untuk kami akhirat lebih daripada dunia. Kaum kerabatku akan menerima bencana dan penyingkiran selepasku kelak hingga datanglah Panji-panji Hitam dari Timur. Mereka meminta kebaikan tetapi tidak diberikan. Maka mereka pun berjuang dan memperoleh kejayaan. Siapa di antara kamu atau keturunanmu yang hidup pada masa itu, datangilah Imam dari ahli keluargaku itu walaupun terpaksa merangkak di atas salju. Sesungguhnya, mereka adalah pembawa Panji-panji Al Mahdi. Mereka akan menyerahkannya kepada seorang lelaki dari ahli keluargaku yang namanya seperti namaku, dan nama ayahnya seperti nama ayahku. Dia akan memenuhi dunia ini dengan keadilan dan kesaksamaan.” (H.R. Abu Daud, At-Tarmizi, Al-Hakim, Ibnu Hibban, Ibnu Majah, Abus Syeikh, Ibnu Adi, Abu Dhabi, Ibnu Asakir & Abu Nuaim)

Kampanye Bersih-Bersih Beras Basah dan Pelestarian Terumbu Karang

, , , ...

Dalam rangka memperingati hari Lingkungan tanggal 5 Juni, hari Kelautan tanggal 7 Juni dan berpartisipasi aktif dalam mengisi tahun 2008 yang sudah ditetapkan secara internasional sebagai Tahun Terumbu Karang (International Year of Reef atau IYOR 2008) dengan kegiatan yang sejalan dengan visi dan misi IYOR 2008, Badak Diving Club (BDC) yang merupakan wadah yang dibentuk oleh PT Badak NGL Bontang untuk menampung aktivitas pekerjanya yang hobi menyelam (diving) bekerjasama dengan POSSI Bontang (Persatuan Olahraga Selam Seluruh Indonesia cabang Bontang) menyelenggarakan satu kegiatan yang berjudul Kampanye Bersih-Bersih Beras Basah dan Pelestarian Terumbu Karang Bontang.
Para peserta, mengikuti opening ceremony duluThe committees ... perkenalkan ini dia para aktivis BDCPartisipan distributor leaflet dari BHHH (Bontang Hash House Harriers)
Kegiatan ini diadakan dilatarbelakangi oleh keprihatinan komunitas penyelam yang tergabung dalam BDC dengan semakin meluasnya kerusakan terumbu karang yang terjadi di laut sekitar Bontang. Berdasarkan data statistik secara nasional dan pengamatan langsung di beberapa lokasi penyelaman, diperkirakan 75% dari terumbu karang yang berada di Bontang dalam keadaan rusak akibat berbagai macam penyebab, mulai dari penangkapan ikan dengan bom, kegiatan pelayaran di laut Bontang yang cukup intensif maupun karena kondisi alam yang secara global mengalami peningkatan temperatu (global warming).
Kegiatan kampanye ini merupakan salah satu inisiatif BDC untuk secara bertahap mengurangi tekanan terhadap ekosistem terumbu karang dan merupakan puncak dari serangkaian acara yang telah diselenggarakan oleh BDC sebelumnya, mulai dari:
1.Penyuluhan Ekosistem Pesisir dan Terumbu Karang kepada pelajar SMA-SMA se-Bontang dan masyarakat di desa-desa pesisir pada tanggal 14 s/d 18 Mei 2008.
2.Pendidikan selam dasar untuk meningkatkan minat dan kecintaan masyarakat terhadap kegiatan bahari pada tanggal 12 s/d 17 Juni 2008. Kegiatan ini berhasil meluluskan 14 orang penyelam baru dengan sertifikat NAUI. Peserta pendidikan berasal dari lingkungan PT Badak, PT Universal Security, VICO Muara Badak, pelajar SMA dan RSUD Bontang termasuk Kadinkes Dr. Hindar Jaya.
3.Pelatihan Identifikasi Terumbu dan Ikan Karang untuk memberikan dasar pengetahuan dan keterampilan bagi para penyelam untuk mengetahui kondisi terumbu karang dan ekosistem didalamnya pada tanggal 18 s/d 22 Juni 2008. Kegiatan ini diikuti oleh 15 penyelam dari berbagai instansi dan perusahaan seperti VICO Muara Badak, PKT Bontang, pelajar SMA, perorangan dan lingkungan PT Badak sendiri.

Kampanye ini sendiri mengikutsertakan berbagai unsur masyarakat Bontang, mulai dari:
1.Pelajar SMA yang diwakili oleh SMAN 1, SMA YKPP, SMA YPVDP;
2.Para pehobi lintas alam dari BHHH (Bontang Hash House Harriers);
3.Institusi yang diwakili oleh Dinas Kelautan dan Perikanan dan Dinas Lingkungan Hidup;
4.Masyarakat desa Selangan;
5.Perwakilan dari perusahaan-perusahaan yang ada di wilayah Kalimantan Timur seperti PT VICO Indonesia, Total Indonesie Balikpapan, PT KPC Sangatta, PT Trakindo Sangatta, PT Indominco Mandiri, SKM (Sinclair-Knight-Merz), Bank Mandiri, dan tentunya PT Badak NGL.

Acara dilaksanakan pada hari Sabtu, 28 Juni 2008. Dimulai dengan acara pembukaan di Boathouse PT Badak NGL. Secara keseluruhan, 100 orang berhasil dikumpulkan untuk berpartisipasi dalam kegiatan kampanye yang terdiri dari acara-acara berikut:
1.Penyebaran poster kepada masyarakat yang tinggal di tepi sungai dan pesisir sekitar Berebas Pantai, Prakla, Tanjung Laut dan Gunung Sari sejumlah ± 1000 lembar. Kegiatan ini dilaksanakan oleh para pelajar SMA dan aktivis BHHH.
2.Bersih-bersih pulau dan laut sekitar Beras Basah.
Pembersihan sampah di darat dilaksanakan oleh pelajar SMA dan BHHH. Sedangkan di laut oleh para penyelam dari berbagai perusahaan. Pada akhir acara terkumpul lebih dari 30 karung (ukuran 40kg) sampah dengan botol plastik sebagai sampah terbanyak.
Acara ditutup dengan pengumuman pemenang yang berhasil mengumpulkan sampah terbanyak dan terunik, baik dari kelompok yang bekerja di darat maupun di air. Dilanjutkan dengan santap siang bersama di atas kapal Anjungan Lumba-Lumba yang dilabuhkan di jetty pulau Beras Basah. *mrt
VICO divers with their leader: Henry Simanjuntak (paling kiri)
Sabrina sudah di Beras Basah
Wives club
Oom Roy Pandelaki, BDC chairman
August 2008
MTWTFSS
July 2008September 2008
123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031