Dari Malem Mesennya
Thursday, 21. August 2008, 08:51:17
Ngomong-ngomong tentang "mesen bubur dari pagi", ada yang lebih dahsyat lagi. Kita datengin aja tuh tukang bubur dari malem. Jauh sebelum ia jualan esok paginya. Ntar tuh tukang bubur kaget sendiri. Kita dateng, kita kasih mangkok kita, dan kita bayar dia. Seraya kita mengatakan kepada nih tukang bubur, "Bang, anterin ya besok pagi. Saya pengen makan itu dari pagi-pagi". Percaya dah, kayaknya si tukang bubur, ga perlu nunggu dia punya gerobak rapih, ia akan menyegerakan merapihkan bubur pesenan kita dulu.
Inilah yang saya sebut dengan mintalah sejak malam. Yakni lewat tahajjud, lewat shalat malam. Ketika hamba-hamba Allah bersiap-siap dari pagi, kita sudah bersiap sejak malamnya. Masya Allah. Kita terjaga dari tidur kita, sebab kepengen menghadap duluan ke hadirat Ilahi Rabbi yang memiliki pagi, siang dan sore. Allah pemilik segala hasil dari ikhtiar kita. Bahkan Allah lah yang memiliki ikhtiar kita. Kalau DIA tidak menghendaki kita berikhtiar, adalah mudah bagi-Nya. Dengan dibuat sakit kepala saja, maka bisa jadi kita akan segera memarkir badan kita dan beristirahat. Dan sebaliknya, karena rizki juga milik-Nya, maka kalau DIA sudah berkenan menjadikan rizki menjadi bahagian dari rizki kita, maka ikhtiar kita menjadi tidak perlu bagi-Nya. Bisa saja kita kemudian diberi-Nya rizki bukan lewat jalan ikhtiar kita.
Pengen jajal? Coba saja istiqamahkan bangun malam, dan rasakan perbedaannya di kehidupan kita, di kualitas hidup kita, di perbedaan hasil kerja dan usaha kita, termasuk di perjalanan doa dan sedekah kita.
By: Ustadz Yusuf Mansyur

